Lika Liku Kehidupan NUR

Lika Liku Kehidupan NUR
Playboy


__ADS_3

Lio kaget tiba tiba dipeluk dari belakang, tapi senyuman tiba-tiba terukir di bibirnya dan seketika membalikkan badan menghadap sang kekasih.


"Sedang apa kamu disini yank?" tanya Pretty kekasih Lio


"Mmm.. Aku lagi nemenin adikku mendaftar disini yank" jawabnya sambil tersenyum


Pretty mengernyitkan dahinya, sejak kapan Lio punya adik? Bukannya dia hanya punya kakak? pikirnya.


"Adik? " tanyanya heran


"Mmm,, iya adik sepupuku yang baru datang ke kota ini" jelasnya


Pretty hanya membulatkan mulutnya membentuk huruf O. Pretty melihat sekeliling nya begitu ramai siswa yang akan mendaftar disana. Lalu dia menarik tangan Lio ke area yang agak sepi untuk mengobrol dengan kekasihnya itu. "Kamu kemana aja liburan? " tanya nya


"Rencana nya aku mau liburan ke Rusia, karena ada saudara ayahku disana" jawabnya


"Eh tunggu dulu, Kamu disini ngapain? " tanya nya menyelidik


"Mmm,, ituu... akuuu kebetulan lagi nyamperin tante aku yang jadi guru disini" jawabnya dengan tersenyum kaku.


"Ooo gitu,, yaudah kayaknya adik aku udah selesai deh,, aku balik dulu ya yank" ucapnya sambil mencium pipi kekasihnya. " Bye" ucapnya sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.


"Bye" jawab nya dengan senyuman karena ciuman dari kekasihnya itu. Pretty beranjak dari tempatnya berdiri menuju parkiran dan memasuki mobilnya untuk kembali ke rumahnya dengan hati senang setelah bertemu kekasihnya.


Lio berjalan menuju tempat Nur mengisi formulir pendaftaran tadi. Terlihat Nur sedang berbicara dengan seorang lelaki yang seumuran dengannya, sepertinya calon siswa juga.


"Ehmmm" Lio berdehem sambil berdiri bersedekap di samping Nur.


"Udah Nur? Pulang yuk? " ajaknya sambil memandang tidak suka pada teman ngobrol Nur.


"Ah iya kak udah kok, yuk"


"Aku pulang dulu ya Van, semoga lulus yah" ucapnya kepada teman barunya Evan.

__ADS_1


"O iya Nur, ini kebetulan aku juga mau pulang" ucapnya sambil tersenyum menatap Nur, yang ditatap agak menunduk sedikit karena tidak mau bersitatap lama dengan laki laki.


"Yaudah sana pulang kalo mau pulang" ucap Lio ketus


"Mmm.. Yaudah Nur aku balik dulu, Assalamu'alaikum" ucapnya menatap Nur, dan menatap sekilas kepada Lio dengan tatapan remeh.


"Wa'alaikumussalam " jawab mereka bersamaan


"Kak, gak boleh kayak gitu bicara sama orang" nasehat Nur lembut


"Iya Nur, tapi aku gak suka dia. Dia kayaknya bukan orang yang baik buat jadi temen kamu" ucapnya


"Huft, yaudah kita balik yuk" ajak Nur


Lio menganggukkan kepalanya kemudian berjalan menuju parkiran diikuti Nur di belakangnya. Mereka memasuki mobil dan tak lupa memasang sabuk pengaman.Lio menjalankan mobilnya keluar dari area sekolah."Bentar lagi jam makan siang nih Nur,, mau mampir ke tempat makan dulu ngak? " tanya Lio


Nur berfikir sejenak dan kemudian menganggukkan kepalanya. " Boleh deh kak" jawabnya. " Tapi aku mau makan Pecel Ayam ya kak" jawabnya lagi.


"Mmm,, aku belum terbiasa kak, aku biasanya juga makan nasi pake lauk, itupun lauknya paling mewah telur dadar kak, kalau ngak paling juga sama kerupuk" jelasnya sambil tersenyum getir mengingat betapa menyedihkan nya hidupnya di kampung. Nur ingat betapa tega tantenya padanya, padahal dia yang memasak makanan untuk makan malam, hanya karena Nur tertidur siang dan terlambat pergi ke sawah. Tantenya membuang sisa lauk yang ada dan ketika semua selesai makan, Nur akan makan di meja makan tak ada satupun lauk yang tersisa, hanya kerupuk dalam toples yang disisakan untuknya sebagai teman nasi, tapi Nur tetap bersyukur masih diberikan rezeki untuk makan.


Lio melihat sekilas Nur kemudian fokus kembali menyetir. Lio jadi penasaran seperti apa kehidupan Nur sebenarnya. Namun Lio tak akan menanyakannya sekarang karena ia tau Nur akan bertambah sedih nantinya. Lio kagum akan sosok Nur yang tegar dan kuat di tengah kehidupan nya yang serba kekurangan. Sedangkan Lio hidup serba berkecukupan dan berlimpahan harta, tapi tetap saja dia merasakan ada yang kurang terus menerus dan tidak cukup akan apa yang ada di hidupnya saat ini. "Kalau gitu kita cari warung pecel lele aja ya" ujar nya


Nur pun tersenyum dan mengangguk semangat karena memang dia sedang lapar. Menempuh 20 menit perjalanan sampailah mereka di warung pecel lele. Mereka pun keluar dari mobil dan memasuki warung tersebut, Nur tampak bersemangat berbeda dengan Lio yang menatap ragu warung pinggir jalan tersebut. "Mmm.. Nur apakah warung pinggir jalan ini higienis? apakah makanannya enak? " bisik Lio pada Nur.


Nur hanya tersenyum dan mengangguk. "Mas pecel lele nya 2 yah" pesan Nur kepada penjual nya


"Asyiap mba" jawab penjual nya


"Eh, Aku enggak deh Nur" ucapnya


"Coba aja dulu kak" ucap Nur


Lio hanya diam, setelah itu pesanan mereka datang. " Silahkan dinikmati mba mas" ucap penjual nya sambil meletakkan pecel lele pesanan Nur. Nur hanya tersenyum kepada penjualnya.

__ADS_1


"Ayok kak makan" ucap Nur semangat dan segera membaca do'a kemudian melahap makanan yang ada di hadapannya. Sedangkan Lio masih menatap ragu pecel lele nya kemudian menatap Nur yang makan dengan lahap. Lio menelan salivanya berat, karena melihat Nur yang makan dengan lahap dan dia juga merasakan lapar tapi tak menyentuh makanannya. Nur kemudian menatap Lio yang belum juga menyentuh makanannya. "Kenapa ngak dimakan kak? ini enak loh kak" ucapnya kemudian melanjutkan makannya. Lio mulai mengambil bagian daging lele dan dicocol nya ke sambalnya kemudian dimasukkan ke mulutnya dengan ragu, mencoba mengunyah. Lio tiba-tiba membelalakkan matanya, ternyata tak seburuk yang dia kira. Makanan yang ada di hadapannya ternyata sangat enak dan cocok di lidahnya, disuapan berikut nya dia makan dengan lahapnya lebih lahap dari nur. Nur yang melihatnya hanya tersenyum sambil menghabiskan sisa makanannya.


"Wahhh ini enak banget Nur" ucap Lio setelah menghabiskan pecel lele nya. "Kapan-kapan kita makan disini lagi yah" tawarnya semangat.


Nur hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Setelah itu mereka pulang ke rumahnya, sesampainya di rumah Nur segera masuk ke dalam kamarnya dan menunaikan sholat zhuhur. Sedangkan Lio pergi ke kamarnya, tak lama HP nya berdering tertera nama 'sayang' disana.


"Hay sayang" ucapnya setelah mengangkat telpon kekasihnya itu.


"sayang ntar malem jalan yuk" ajak kekasihnya


"Oke nanti aku jemput yah" ucapnya


"Oke bye" ucap kekasihnya mengakhiri panggilan.


Huft, Lio menghela nafasnya. tak lama HP nya kembali berdering dan tertera nama 'cintaku' disana dan dia mengangkatnya.


"Halo cintaku" ucapnya


"Honey, nanti malam kita jalan yuk" ajak kekasihnya yang bernama Zia.


"Mmm.. maaf cinta tapi aku nanti malam pergi nemenin kakakku ke mall, besok aja yah. Besok aku jemput jam 7 malem yah" ucapnya menegosiasi kekasih lainnya ini.


"Mmm.. yaudah deh gpp. Kamu hati hati ya nanti " ucap Zia


"iya cintaku, love you" ucap Lio mengakhiri panggilannya.


Setelah itu Lio keluar dari kamarnya dan celingukan mencari keberadaan Nur. Dia mencari keseluruh ruangan rumah namun tak ketemu, lalu dia mendengar seseorang sedang menyenandungkan sholawat Nabi yang ia tahu itu adalah suara Nur. Lio ingin berjalan mendekati suara itu yang berasal dari taman belakang rumah, namun terhenti karena bunyi bel tanda ada tamu. Lio berbalik berjalan menuju pintu, siapakah tamu nya yang menganggu momen nya yang akan menghampiri Nur. Lio membuka pintu, dan seketika pintu di buka, tiba-tiba ada yang memeluknya.


"Babyyyyy"


****************


Dasar Playboy cap Gigi πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


__ADS_2