
Nur tersentak kaget melihat kepada orang yang menariknya dengan kasar, tubuhnya menegang entah apa yang akan dialaminya lagi kali ini, dia hanya bisa berdo'a dalam hatinya sambil terus mengikuti tarikan tangan orang di depannya. Orang itu membawanya ke rooftop SMA Pertiwi, kemudian tangannya disentak kasar oleh orang yang menariknya.
Orang itu berdiri menghadap Nur dengan melipatkan kedua tangannya di depan dada, menatap tajam ke arah Nur.
"Ternyata lo gak dengerin anceman gue ya, gue gak main-main, gue bakal buktiin anceman gue" ucap orang itu yang tak lain adalah Pretty.
Pretty berjalan maju mendekati Nur, Nur perlahan memundurkan langkahnya, "A-apa yang mau kakak lakukan? " tanya Nur dengan suara gemetar.
Pretty tersenyum sinis, "Lo tenang aja bentar lagi lo bakal ketemu sama orang tua lo di alam baka" sarkas Pretty sambil berjalan terus mendekati Nur.
Nur berjalan mundur, dia meremas tali ransel nya, sampai langkahnya terhenti karena telah sampai di batas rooftop, jika Nur bergerak sedikit saja, bisa dipastikan dia akan jatuh. Nur terdiam, keringat dingin mengucur di pelipisnya.
"Ucapkan selamat tinggal pada kehidupan lo yang tragis ini" ucap Pretty kemudian mendorong Nur.
Nur berteriak kencang dan memejamkan matanya tapi dia merasakan ada tangan yang menarik tangannya dan memeluk nya kemudian.
"Lio" teriak Pretty membelalakkan matanya, tubuhnya menegang ketika ada yang mengetahui niat nya,
Nur perlahan membuka matanya, kemudian mendongakkan kepalanya, Nur membelalakkan matanya ketika pandangan mereka bertemu.
Deg
Jantung Nur berdetak tak karuan, ketika mata mereka bertemu, kemudian dengan cepat tersadar dan segera melepaskan diri dari pelukan Lio.
"Kamu gakpapa?" tanya Lio yang terlihat begitu khawatir terlihat dari sorot matanya yang begitu mencemaskan Nur.
Nur menganggukkan kepalanya, "Aku gakpapa kak" ucap Nur memberikan senyum terbaik nya, tak ingin mambuat Lio khawatir.
Lio mengalihkan tatapan matanya ke arah Pretty yang berdiri kaku melihat kedatangan Lio. Menatap tajam orang yang berusaha berbuat buruk terhadap gadis yang dicintainya. "Lo udah gak waras hah" bentak Lio yang tak habis pikir dengan kelakuan mantan pacarnya itu. Terlihat kilat kemarahan dari matanya, kalau orang yang di depannya saat ini laki-laki sudah dipastikan dia akan menghajarnya habis-habisan.
"Li-lio kamu kok tau aku disini? tanya Pretty tergagap.
Flashback on.
Jam pelajaran siang, Lio mengikuti Lomba Basket di SMA gemilang yang berjarak 1 jam perjalanan dari sekolahnya, dia sudah memprediksi kan akan balik ke sekolah sebelum jam pulang sekolah Nur.
__ADS_1
Selama lomba Lio tak bisa fokus pada lombanya, dia merasakan perasaannya tidak enak dan akan terjadi sesuatu, tapi dia tidak tau, satu nama yang terlintas di pikirannya saat ini adalah Nur.
Setelah pertandingan selesai Lio langsung balik tanpa menunggu teman-temannya, karena dia membawa mobil sendiri. Ketika akan membuka pintu mobil, tangannya terhenti oleh tepukan di bahunya. Lio menoleh kemudian memicingkan matanya, "Paan? " tanya Lio menatap sahabatnya yang berdiri di sampingnya.
"Heheheh,, gue nebeng yak, gue gak bawa motor soalnya" ucap sahabat Lio yang tak lain adalah Zaki dengan cengiran kudanya.
Lio memutar matanya malas dengan sahabat satunya ini, selalu beralasan tak ada minyak motor, untuk bisa menumpang dengannya.
"Cepetan kalo iya" hardik Lio kemudian masuk ke dalam mobil, "Nyusahin aja si" ucap Lio pelan sambil menghidupkan mobilnya, Zaki hanya cengengesan mendengar ucapan Lio.
Lio menjalankan mobilnya dan 1 jam kemudian mereka sampai di sekolahnya, "Udah sana turun lo, bete banget liat muka lo" ucap Lio mendorong pelan bahu Zaki.
"Yee, sans aja dong lo, marah-marah aja, ntar gak gue ladenin lagi curhat lo" ucap Zaki sedikit mengancam.
"Hehehehe, sorry bro, gue lagi gak enak hati ni, gak tau pikiran gue lagi mencemaskan pujaan hati gue" ucap Lio sambil mengusap bahu Zaki yang di dorongnya tadi.
"Hah, kenapa emang? yaudah gue ikut yak, ntar lo macem-macem lagi" ucap Zaki.
"Macem-macem gimana maksud lo? " tanya Lio memicingkan sebelah matanya menyelidik maksud sahabatnya itu.
"Brengsek lo" umpat Lio memukul kepala Zaki. "Gini-gini gue juga takut dosa kali ****" ucap nya.
"Yaudah iya, yuk kita jemput pujaan hati lo" ucap Zaki mengedip-ngedipkan matanya menatap Lio.
"Ih najis gue" ucap Lio kemudian menjalankan mobilnya, setelah sampai di depan sekolah Nur, Lio tak melihat Nur yang menunggunya. "Dia kemana? " gumam Lio memperhatikan setiap orang yang keluar dari sekolah, karena sekolah mulai sepi, tak biasanya Nur belum menunggunya.
Karena tak sabar, Lio keluar dari mobilnya bertanya kepada satpam sekolah, "Permisi Maaf Pak, bapak liat Nur gak siswa kelas satu? " tanya Lio.
"Eh, Nur yang pakai hijab ya? " tanya balik satpam.
"Ah iya betul pak, apa bapak melihatnya? " tanya Lio lagi.
"Tadi sih berdiri di depan sekolah, trus ada cewe pake seragam SMA mendatanginya dan langsung menarik tangannya, mereka kayaknya ke arah SMA deh den" jelas satpam SMP.
Lio berfikir sejenak, kemudian melebarkan matanya ketika dia ingat sesuatu, "O iya, makasih ya pak" ucapnya segera berlalu dari hadapan satpam menuju mobilnya.
__ADS_1
"Gimana? " tanya Zaki.
"Brengsek, gue yakin Pretty yang bawa Nur" ucap Lio memukul stir.
"Yaudah yuk, kita kesana" ajak Zaki.
Lio segera menjalankan mobilnya menuju SMA nya, memarkirkan mobilnya, melihat sekeliling sekolah , tak ditemukan sosok yang dicarinya, kemudian tiba-tiba dia mendongakkan kepalanya menatap ke arah rooftop, dia membelalakkan matanya, tanpa menunggu lama Lio berlari sekencangnya menuju rooftop disusul Zaki yang jauh ketinggalan di belakangnya.
Ketika sampai di pintu rooftop dia segera berlari menuju ke arah dua wanita yang menyudutkan salah satunya. Lio membelalakkan matanya ketika Pretty mendorong Nur, dengan sigap Lio menjangkau tangan Nur dan membawa Nur kedalam dekapannya, Jantungnya tak terkendali karena kecemasan dan kekhawatiran terhadap wanita yang dicintainya.
Flashback off.
"Gue nyesel pernah jadi pacar cewek busuk kayak lo" ucap Lio menunjuk ke arah Pretty.
Ucapan Lio membangkitkan kobaran api kemarahan Pretty, dia berjalan maju dan melayangkan tamparan keras di pipi Lio. Nur melebarkan matanya dan menutup mulutnya terkejut dengan apa yang dilakukan Pretty.
"Bahkan tamparan ini belum cukup membalas betapa brengsek nya lo, karena udah nyakitin gue" ucap Pretty dengan emosi yang membara.
"Oke, gue anggap tamparan ini sebagai balasan atas sikap gue selama ini karena udah menduakan lo" ucap Lio, "Tapi inget, setelah ini gue bahkan gak mau liat muka lo lagi, dan gue ingetin ini yang terakhir kalinya lo ganggu Nur, karena gue gak akan tinggal diem" ucap Lio.
"Hhh, cewek udik ini yg lo belain mati-matian buat apa? cantikan juga gue, kaya juga gue, lo gak bisa liat perbedaan gue sama dia" ucap Pretty menatap sinis Nur yang berdiri di sebelah Lio.
Nur hanya mampu menundukkan kepalanya, merasa apa yang dikatakan Pretty adalah benar. Lio menatap Nur kemudian tersenyum lembut, "Ada satu yang dia punya tapi lo gak punya" ucap Lio, kemudian beralih menatap Pretty. "Kebaikan dan kelembutan hatinya yang gak lo punya sama sekali" lanjut nya sengan senyum sinisnya. "Mulai sekarang jangan dekati gue apalagi Nur, kalo sampai gue tau lo nyakitin Nur lagi, abis lo di tangan gue" ucap nya lagi.
Kemudian Lio membawa Nur turun dari rooftop menuju mobilnya, meninggalkan luka dalam hati perempuan yang kini termenung menatap kepergian orang yang dicintainya.
Kemudian Pretty tersenyum licik entah apa yang dipikirkan nya.
"Hey"
****************
Ternyata gak sanggup tiap hari up nya, udah syukur bisa up lagi.
sabar ya para reader,
__ADS_1
terimakasih yang udah pada sabar nungguin up-nya author🥰🥰