
"Ada tamu, biar aku yang buka kak" ucap Nur, kemudian mencuci tangannya dan berjalan menuju pintu utama melihat siapa tamu yang datang pagi-pagi.
Cklek
"Assalamu'alaikum" ucap tamu yang datang dengan senyuman khas nya. Nur terkejut saat melihat siapa yang datang ke rumahnya.
"Wa'alaikumussalam, Masya Allah Nita, ini beneran kamu? " ucap Nur antusias dan langsung memeluk sahabat lama waktu dia di kampungnya itu, Nita pun membalas dengan antusias.
"Ceh! udah gede ya kamu sekarang" ucap Nita sesaat setelah melepaskan pelukannya.
"Hey, liat kamu dong, Masya Allah kamu cantik banget kayak gini nutup aurat, Alhamdulillah" ucap Nur memuji sahabatnya. "O iya yuk masuk" Nur menggandeng tangan nita untuk masuk kedalam, sedangkan Nita menarik koper yang dibawa dari kampung.
"Kak, ini ada temen Nur datang dari kampung, namanya Nita" ucap Nur setelah sampai di ruang keluarga.
Setelah Lia selesai mencuci piring, dia bersantai di ruang keluarga bersama suaminya. "Eh, hay cantik yuk duduk dulu" ajak Lia.
"Loh ini bawa koper apa kamu merantau sayang? " tanya Lia dengan lembut.
"Eh, iya kak,, aku rencananya mau pindah sekolah kesini, soalnya di kampung udah bosen kak, hehehhe, ini sahabatku satu ini gak ada di kampung, jadinya ya gabut akunya" ucap Nita menjelaskan.
"Ooo begitu, udah dapet tempat tinggal belum? kalo belum kamu tinggal disini aja, bisa sekamar sama Nur biar ada temennya" ajak Lia.
"Mmm,, aku cari kosan aja kak, hehehe" sahut Nita cengengesan.
"Udah, gak usah sungkan anggap aja ini rumah kamu juga,, oke" ucap Lia. "Yaudah kakak tinggal ke kamar dulu ya, Nur ajak temenmu ke kamar yah, pasti dia capek " ucap Lia, kemudian beranjak dari ruang keluarga bersama suaminya menuju kamar.
"Yaudah yuk, kita kekamar" ajak Nur.
"Aku gak enak deh Nur, tinggal disini" ucap Nita.
"Udah, enakin aja kenapa sii" ucap Nur.
Lalu mereka berjalan beriringan menuju kamar Nur. Saat memasuki kamar Nur, Nita begitu terpana dengan desain kamarnya dengan corak biru putih ala doraemon. "Waahhh,, kamarmu imut banget yak, nyegerin mata" ucap Nita memuji.
"Hehehe,, biasa aja kok Nit, yang penting nyaman aja, soal desain mah ini kerjaan kak Lia" ucap Nur.
"Kamu beruntung banget dah" ucap Nita tak henti hentinya terpana dengan ruangan yang dijelajahi matanya tersebut.
"O iya, aku mau nanya deh, kamu dapet alamat rumah ini darimana? "tanya Nur.
" Mmmm,, soal itu, aku dapetnya dari tante imah, aku datang ke rumah tante imah nanyain kamu, eh katanya kamu udah dibawa kakak kamu ke kota ini, ya aku tanyain lah alamatnya, secara aku gak mau kehilangan sahabatku yang satu ini" ucap Nita menjelaskan.
"Ooo begitu toh, Yaudah kamu mau mandi dulu apa mau langsung istirahat? " tanya Nur.
"Aku mandi dulu lah, gerah aku" ucap Nita.
__ADS_1
Nur menganggukkan kepalanya dan mempersilakan Nita untuk mandi, sementara Nur duduk dibatas ranjangnya dan membaca buku yang diambilnya di rak buku, buku baru yang dibelinya bersama Evan. Tak lama rasa kantuk menyerangnya dan kemudian Nur tertidur dalam kondisi duduk.
"Waduh, ni anak tidur nya duduk yak, apa gak sakit tuh leher" ucap Nita setelah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi. Nita berjalan mendekati ranjang sambil tangannya sibuk mengeringkan rambutnya. "Nur, kalo mau tidur rebahan aja, apa lehernya gak sakit? " ucap Nita membangunkan Nur sambil menggoyangkan lengan Nur.
Nur yang baru saja tertidur pun tersentak kaget, "Eh, udah selesai mandinya nit? " tanya Nur yang dijawab anggukkan kepala oleh Nita. Kemudian Nur meletakkan bukunya di atas rak buku dan mendudukkan tubuhnya di atas ranjang. "Kamu udah sarapan Nit? tanya Nur lagi.
" Belum, aku baru nyampe pagi ini dan belum sempat nyari sarapan " sahut Nita.
"Yaudah, aku temenin kamu sarapan yuk, kebetulan aku masak nasi gorengnya agak banyakan tadi" ucap Nur, kemudian mengajak Nita untuk pergi ke ruang makan untuk menemani Nita sarapan nasi goreng. Nur menghidangkan sepiring nasi goreng lengkap dengan telurnya dan seafood di hadapan Nita, dan disambut dengan senang hati oleh Nita.
"O iya Nit, tante lidya kok ngebolehin kamu sekolah keluar kota? " tanya Nur.
"Mmm,,, ya boleh aja sih, aku bilangnya pengen ngejar cita-cita aku kesini, ya dibolehin aja" sahut Nita enteng sambil mengunyah sarapannya.
"Kamu sama siapa kesini? sendiri? " tanya Nur dengan selidik.
Uhuk uhuk. Nur langsung menyodorkan minum ke depan Nita dan langsung diambil Nita dan langsung diteguknya hingga tandas. "Pelan-pelan dong" ucap Nur.
Duhh, gimana nih. batinnya
"Jadi sama siapa? " tanya Nur lagi.
"Mmm,, a-aku sendiri kok Nur" sahut Nita terbata.
"Be-beneran aku tuh" sahut Nita meyakinkan.
Tak lama Nita telah menghabiskan nasi goreng di hadapannya dan mereka pergi ke kamar Nur.
"O iya kamu sekolah di sekolah mana Nur? " tanya Nita setelah duduk di pinggir ranjang Nur.
"Aku di SMP Pratiwi, kamu mau disana juga? " tanya Nur.
"Pasti dong, aku pokoknya dimana kamu menuntut ilmu maka akupun disana" ucap Nita dengan mantap.
"Oke, besok aku mulai masuk, kamu pindahan kan,, sekalian kamu urus kepindahan kamu besok" ucap Nur sambil tiduran di ranjang.
"Oke siap" sahut Nita.
Keesokan harinya.
"Yuk berangkat" ajak Nur, mereka telah selesai bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, Bersama-sama menuruni anak tangga menuju meja makan.
"Assalamu'alaikum kakak" ucap Nur setelah tiba di meja makan.
"Wa'alaikumussalam " sahut Lia dan Herman bersamaan. "Yuk, langsung sarapan aja, kalian berangkatnya sama kak Herman aja yah" ucap Lia.
__ADS_1
"Kami naik bus aja kak" sahut Nur.
"Ets, ga boleh nolak, pokoknya kamu dianterin kak Herman titik" ucap Lia tanpa bantahan.
"Iyadeh kak" sahut Nur pasrah.
Mereka sarapan dalam keheningan hanya terdengar dentingan sendok, menambah kekhusyukan mereka dalam menikmati sarapan pagi nan nikmat. Setelah sarapan Lia membereskan piring kotor, Nur akan membantu namun dilarang oleh Lia, "Kamu berangkat langsung aja Nur, nanti telat" ucap Lia.
"Mmm,, gapapa kak? " tanya Nur ragu.
"Gapapa kok, kalian hati-hati ya" ucap Lia dan Nur beserta Nita bersalaman dengan Lia.
"Aku berangkat dulu sayang" ucap Herman, Lia mencium punggung tangan suaminya dan Herman mengecup kening istrinya.
"Iya mas, Hati-hati yah" sahut Lia dengan senyuman manisnya.
Lia mengantar suaminya, Nur dan Nita ke teras dan berlalu ke dapur setelah mereka berangkat. Lia akan mencuci piring, namun bi Ani sudah berkutat duluan dengan piring kotor yang menumpuk di tempat nya.
"Eh, bi mau dibantuin gak? " tanya Lia.
"Gak usah nyonya, bibi sendiri aja,, lagian ini sedikit kok gak banyak nyonya" sahut bi Ani.
"Baiklah, kalo gitu aku mau liat baby ku dulu ya bi" ucap Lia dan langsung berlalu meninggalkan bi Ani yang tengah berkutat dengan piring kotor.
Lia memasuki kamar baby arham, " Hai sayang, udah bangun yah,, uuhhhh sayang maapin mama yah, tadi mama sarapan dulu" ucap Lia mengajak anaknya bicara seolah baby arham memahami ucapan nya. Kebetulan baby Arham tidak menangis ketika bangun tidur.
Lia memandikan anaknya dan kemudian menyusui baby arham, setelahnya mengajaknya berjemur di taman belakang rumah. Setelah puas, Nur membawa anaknya ke ruang keluarga dan meletakkan baby Arham di karpet berbulu agar anaknya nyaman bermain disana dengan mainannya.
Sementara itu.
"Makasih ya kak" ucap Nur dan Nita hampir bersamaan setelah mereka sampai di depan gerbang sekolah mereka.
"Iya sama-sama, kalian belajar yang rajin yah" ucap Herman yang diangguki oleh keduanya.
Setelahnya mereka berjalan memasuki sekolah dan Herman langsung menancap gas ke kantornya karena ada pertemuan penting pagi ini.
Nur dan Nita berjalan memasuki gerbang sekolah sambil bercanda ria, dan sesekali Nur menyapa teman sekelasnya yang akan mendahuluinya atau yang akan didahuluinya.
"Jami"
****************
Mohon do'anya agar othor masih sanggup melanjutkan ini.
Lope Lope🥰🥰
__ADS_1