
Herman dan Lia seketika menoleh ke sumber suara, sontak keduanya melebarkan mata dengan mulut menganga dengan apa yang dilihatnya. Lia langsung lari dan memeluk Lio, tak menyangka setelah dua minggu tak sadarkan diri, sekarang Lio tiba-tiba sudah sadar. Lia menangis sambil memeluk Lio, Herman yang melihatnya pun ikut bahagia dan berjalan ke arah brankar Lio mengusap punggung istrinya. "Bentar kakak panggil dokter dulu yah" ucapnya pada Lio yang dibalas anggukkan oleh Lio.
Lio membalas pelukan kakaknya, "Aku gapapa kak" ucap Lio menenangkan Lia. Seketika Lia melepas pelukannya dan menatap adiknya yang terbaring lemah. "Selamat ya kak, akhirnya penantian bertahun tahun terkabul juga" ucap Lio lagi sambil tersenyum.
Lia membalas senyuman Lio, "Makanya kamu harus sehat-sehat yah, biar bisa main sama keponakan kamu nanti" ucap Lia lembut mengusap kepala Lio yang dibalas anggukan oleh Lio. Tak lama Herman masuk bersama dokter dan memeriksa Lio.
"Alhamdulillah kondisi Lio stabil, tapi Lio harus dirawat beberapa hari agar pulih total" ucap dokter setelah selesai memeriksa Lio. Herman dan Lia bernafas lega mendengar keterangan dokter. "kalau begitu saya permisi" ucap dokter lagi.
"Terimakasih dok" ucap Lia yang dibalas anggukan dan sedikit senyum an oleh dokter.
Lia berjalan mendekat ke arah brankar Lio, "Kamu laper? Haus? atau kamu mau apa? " tanya Lia beruntun. Herman hanya tersenyum mendengar rentetan pertanyaan kepada adik iparnya itu.
Lio tersenyum, "Minum aja kak" jawab Lio lemah. Lia dengan cepat mengambil gelas berisi air di atas nakas dan membantu Lio untuk minum, setelah itu Lia meletakkan gelas itu kembali.
"Yaudah, kamu istirahat ya, kakak mau ke dokter kandungan dulu" ucap Lia. Lio tersenyum dan menganggukkan kepalanya kemudian mulai memejamkan matanya untuk istirahat, Lia dan Herman berjalan keluar ruang perawatan dan pergi ke bagian dokter kandungan untuk memeriksakan berapa usia kandungannya dan kondisi kandungannya.
Lio akan tidur, tapi tiba-tiba ada yang membuka pintu. "Assalamu'alaikum" ucapnya yang tak lain adalah Nur.
Lio langsung membuka matanya ketika mendengar suara orang yang dirindukan nya. Lio menoleh ke arah Nur dan membuat Nur kaget dan berdiri kaku di ambang pintu. "Wa'alaikumussalam" sahut Lio tersenyum.
Nur masih terdiam menatap Lio yang sudah sadar, seketika mata Nur berkaca-kaca karena dia juga merindukan Lio. Perlahan tapi pasti Nur melangkah mendekat ke arah brankar Lio. "Ka.ka.kak Lio" ucapnya terbata.Lio menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Nur seketika menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan menangis. Setelah lelah menangis, Nur duduk di kursi samping brankar Lio.
"Apa kabar Nur? " tanya Lio setelah lama keheningan melanda keduanya.
"Baik kak" jawab Nur dengan sedikit senyum.
"Aku merindukanmu" ucap Lio sambil menatap Nur dan tersenyum. Nur hanya menunduk malu dengan pipi yang sudah memerah. "Aku mau ngomong serius sama kamu Nur" ucap Lio dengan nada serius. Nur mengangkat kepalanya menatap Lio menunggu Lio berbicara serius. "Aku... aku.. aku suk_____"
"Assalamu'alaikum" Ucapan Lio terputus karena ada yang masuk ke dalam ruang rawat Lio. Sontak keduanya menoleh ke arah pintu. Seketika tangan Lio meremas selimutnya dengan tangannya yang tak diinfus menatap kesal ke arah orang yang masuk.
"Wa'alaikumussalam"Jawab Nur, namun Lio menjawabnya dengan malas.
" Eh, van silahkan masuk" ucap Nur sembari berdiri dari tempat duduknya.Ya, tamu tak diundang itu adalah Evan yang selalu mengikuti kemanapun Nur pergi, selama Lio tak sadarkan diri Nur selalu diantar jemput Evan ke sekolah bahkan ke rumah sakit, walaupun Nur sering menolak , tapi Evan memiliki seribu satu cara agar Nur tak menolaknya.
Evan melangkah mendekati brankar Lio, "Apa kabar kak? " tanya Evan.
"Lo gak liat gue terbaring gini" jawab Lio ketus, memandang tak suka pada Evan. Evan hanya tersenyum sinis pada Lio.
"Ya syukur deh, masih idup" ucap Evan tak kalah ketus.
"Lo nyumpahin gue mati? " tanya Lio dengan suara meninggi.
"Ya enggak, tapi kalo iya gapapa juga" ucap Evan santai.
__ADS_1
Lio tak dapat lagi menahan amarahnya ingin bangun dari brankarnya dan menonjok Evan, namun terhenti karena pergerakannya lemah dan belum mampu untuk bangun. "Awas aja lo ntar" ucap Lio mengancam.
Nur memijat pelipisnya melihat kelakuan Lio dan Evan yang seperti anak kecil. "Kalian ini kenapa sih, tiap ketemu pasti brantem" ucap Nur.
"Dia duluan" ucap Lio menunjuk Evan tepat di wajah nya.
"Lah, lo yang duluan sewot, orang gue nanya baik-baik kok" sahur Evan.
"Ya lo ngapain kesini? ngerusak momen aja" ucap Lio.
Nur menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan dua orang yang ada di hadapannya. "Udah-udah, van kamu mending duduk deh di sofa" ucap Nur.
"Aku nunggu diluar aja deh Nur, udah gerah disini" ucap Evan.
"Bagus deh" ucap Lio.
Evan hanya melirik Lio, "Yaudah aku keluar dulu Nur, Hati-hati di sini ada buaya" ucapnya tergelak sambil berjalan keluar. Lio tak memperdulikan ucapan Evan dan lebih memilih menatap Nur.
"Nur, duduk lagi deh" ucap Lio lembut.
Nur pun mengangguk dan duduk kembali di kursi sebelah brankar Lio.
"Aku mau lanjutin pembicaraan kita yang tadi" ucap Lio. "Sebenernya aku.. aku cin___" ucapannya terpotong kembali karena ada yang masuk ke ruangannya.
"Assalamu'alaikum" ucap Herman dan Lia memasuki ruangan Lio. Mereka melangkah dengan senyum bahagia.
"Eh, ada Nur, udah lama Nur? " tanya Lia menghampiri Nur dan memeluknya.
"Belum lama kok kak, pulang sekolah langsung kesini" ucap Nur membalas pelukan Lia dan menyalami Herman. "Kakak dari mana? " tanya Nur.
"Abis dari dokter kandungan" jawab Herman tersenyum.
Nur mengernyit kan keningnya, "Dokter kandungan? " tanya Nur menatap Herman dan Lia bergantian.
"Iya, sebentar lagi kamu bakal jadi aunty" ucap Lia dengan senyum yang tak pernah pudar.
Nur membulatkan matanya, Nur menatap Lia dan Herman secara bergantian dengan senyum yang terbit dari bibirnya. Nur menghambur memeluk Lia. "Selamat ya kak" ucap Nur. Lia membalas pelukan Nur, Herman kemudian ikut masuk ke dalam pelukan mereka.
"Aku juga mauuu" rengek Lio karena dia tak bisa memeluk kakaknya. ketiga orang yang saling berpelukan menoleh secara bersamaan ke arah Lio dan mereka tertawa bersama.
Seperti inikah keluarga, hangat sekali. batin nur. Kemudian Nur menatap Herman Lia dan Lio secara bergantian melihat wajah sumringah pada ketiganya, Nur pun tersenyum merasakan kebahagiaan di tengah-tengah keluarga hangat yang baru dimasukinya.
"O iya udah Asar nih, kita sholat dulu yuk" ajak Herman pada Lia, Nur dan Lio. Mereka pun menganggukkan kepalanya. Mereka mengambil wudhu secara bergantian dan sholat setelahnya secara berjama'ah dengan Herman sebagai imam.
__ADS_1
Nur meneteskan air matanya, baru kali ini dia merasakan kehangatan keluarga dan sholat berjama'ah dengan keluarga, benar-benar kebahagiaan yang luar biasa dalam hidup Nur. Setelah selesai sholat mereka melanjutkan obrolan mereka membicarakan kebahagiaan mereka setelah anak Herman dan Lia lahir nantinya. Sampai datang waktu magrib mereka kembali sholat berjama'ah.
"Kakak beli makanan dulu yah" ucap Herman dijawab anggukkan ketiganya. Herman berjalan keluar dan berpapasan dengan perawat yang membawakan makanan untuk Lio.
"Nah ini makanan kamu udah datang yo" ucap Lia langsung mengambil alih makanan yang dibawa perawat. Kamu makan dulu ya abis itu minum obat"ucap Lia lagi duduk di kursi sebelah brankar Lio. Sedangkan Nur lebih memilih mengaji di sofa sambil menunggu Herman kembali membeli makanan.
"Aaaaa.. buka mulut kamu" ucap Lia menyodorkan makanan ke mulut Lio untuk menyuapi nya. Lio membuka mulutnya tapi matanya tak teralihkan dari Nur yang sedang mengaji. Hatinya tenang dan damai mendengar lantunan Ayat Suci Al Qur'an. Lia menoleh mengikuti arah pandang Lio dan tersenyum. "Dia masih kecil yo, nanti kalo udh tamat SMA yah" ucap Lia memelankan suaranya agar tak terdengar oleh Nur.
Lio beralih menatap Lia, "Maksud kakak gimana? " tanya Lio heran, karena tak ada yang tau kalau dia menyukaimu Nur dan dia tak pernah bercerita pada Lia.
"Udah deh, jangan kamu pikir kakak nggak tau kalo kamu itu suka kan sama Nur" ucap Lia yang masih menyuapi Lio. "Tapi tunggu Nur lulus dulu ya" ucap Lia lagi.
Lio yang mendengar nya langsung sumringah, "Jadi kakak setuju? " tanya Lio. Lia pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Lio langsung mengepalkan tangannya dan menariknya ke samping tubuhnya.
"Yes.. yes... yes.. Makasih kakakku yang cantik" ucap Lio memeluk Lia.
"Assalamu'alaikum" ucap Herman memasuki ruang rawat Lio. "Eh ada apa nih, bahagia banget kayaknya" ucap Herman mendekati Lia.
"Hehehehe, iya kak kita bahagia karena kebahagiaan kita udh lengkap dengan kehadiran bayi yang dikandung kak Lia" ucap Lio yang belum ingin Herman tau kalau dia menyukai Nur. Herman hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Yaudah sekarang kita makan yuk" ucap Lio kepada Lia.
"Iya, ini juga Lio udah selesai makannya, nih obatnya diminum yo" ucap Lia menyodkrkan obat kepada Lio.
Herman berjalan menuju arah sofa, "Kita makan dulu Nur" ucap Herman. Nur mengalihkan pandangan nya dari Al Qur'an ke arah Herman dan tersenyum kemudian mengangguk tanda setuju.
"Kak, jangan sampai kak Herman tau dulu ya" ucap Lio berbisik kepada Lia.
"Iya, kamu tenang aja" sahut Lia juga berbisik. Lia pun berjalan ke arah sofa dan mereka makan bersama. mereka makan dengan tenang, sedangkan Lio memilih untuk istirahat setelah meminum obatnya.
"Gimana sekolah kamu Nur? " tanya Herman.
"Alhamdulillah lancar kak" jawab Nur dengan tersenyum.
Herman menganggukkan kepalanya dan tersenyum. "Sekarang kan kak Lia hamil, jadi nanti jika kakak tiba-tiba ada pekerjaan yang mengharuskan kakak ke luar kota, kakak minta tolong jagain kak Lia yah" ucap Herman sambil mengelus perut rata Lia.
Nur tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Pasti kak" ucap nur.
Mereka pun melanjutkan makan dan setelah agak malam, Herman mengantar Nur dan juga Lia untuk pulang karena Lia harus istirahat yang cukup. Setelah mengantar Lia dan Nur pulang, Herman kembali ke rumah sakit untuk kembali menjaga Lio. Herman memasuki rumah sakit dan berjalan di sepanjang koridor rumah sakit yang mulai sepi.
"Herman"
****************
__ADS_1
Lagi banyak waktu ini author, makanya bisa Up lagi😁😁
Jangan lelah menunggu up disini yah🥰🥰