Lika Liku Kehidupan NUR

Lika Liku Kehidupan NUR
Aneh


__ADS_3

"Hay" balas Lio dengan tersenyum kaku.


"Boleh aku duduk? " tanya nya pada Lio.


"Eh, iya Miss silahkan" ternyata orang yang menyapa Lio ada Miss Alya, guru bahasa Inggris yang masih muda, dia berusia 21 tahun. Karena Alya cepat menyelesaikan studinya. "Miss sendiri aja?" tanya Lio.


"Iya nih, maklum jomblo" ucapnya sedikit terkekeh. Lalu menggerakkan kepalanya menghadap Lio, ditatapnya Lio lamat-lamat. "Kamu ngak sama pacar mu" tanya nya.


"Saya udah putus miss" ucapnya menunduk.


"Berarti sekarang jomblo juga dong" ucapnya meledek.


"Hahaha,, miss bisa aja. Miss mau jadi pacar saya? kan kita sama-sama jomblo" tanya nya santai.


"Mau aja sih" jawabnya tak kalah santai, melirik ke arah Lio sejenak kemudian menatap lurus kedepan. "Asal kamu setia aja" ucapnya lagi.


"Hahahaha, wah kalo itu mah susah miss" kelakar nya. Kemudian beralih menatap Alya dan tatapannya berbalas, mereka saling menatap dalam, sampai kemudian tertawa bersama. "Kok miss cantik sih? " ucapnya masih setia menatap Alya. "Rasanya pengen ngantongin miss aja, bawa pulang" ujar nya sambil tersenyum manis.


Sontak perkataannya membuat Alya malu, "Gombal aja sih" kata Alya dengan pipi yang sudah memerah.


"Yaa, pipi miss merah" ledeknya tertawa keras. "Jadi gimana miss? " tanya nya.


"Gimana apanya? " tanya Alya.


"Itu miss" ucapnya ambigu.


"Itu apa? " tanya Alya heran.


"Ah udah ah, Aku mau pulang dulu miss. kapan-kapan kita nge date ya miss" ucapnya sambil berdiri dan berjalan mundur dan mengerlingkan matanya menggoda dan segera berbalik berlari kecil untuk pulang. Alya hanya menggelengkan kepalanya tersenyum.

__ADS_1


Kapan kamu berubah Lio. Batin Alya.Alya beranjak berdiri dan berjalan untuk pulang.


Lio memasuki rumah dan langsung mencari keberadaan Nur. Dia tak mau memanggil karena ingin melihat apa yang sedang dikerjakan Nur di jam-jam seperri ini. Lio menelusuri rumahnya, namun belum juga menemukan Nur, Lio akan menaiki tangga menuju kamarnya tapi dia mendengar suara sholawat dia berjalan mendekati suara tersebut, sampai lah dia di depan pintu mengarah ke taman belakang. Dilihatnya Nur sedang membersihkan taman dari rerumputan liar sambil melantunkan sholawat dengan merdunya. Lio terpaku mendengar sholawat Nur, dia berdiri di tempatnya tanpa beranjak selangkah pun, hatinya menghangat mendengar lantunan sholawat Nur, jiwanya tentram. Dia mulai memejamkan matanya Sambil masih mendengar sholawat, tanpa disadarinya bi ani sudah berdiri di sampingnya sambil tersenyum -senyum melihat majikannya begitu menikmati lantunan sholawat.


Nur sudah selesai dengan kegiatannya, dia beranjak berdiri dan membalikkan badannya menuju rumah, namun terhenti karena dia melihat Lio berdiri di ambang pintu sambil memejamkan matanya.


Loh, ngapain kak Lio merem sambil berdiri? . Batinnya


Nur mencoba berjalan mendekati Lio dan berhenti satu meter di hadapan Lio. Dilihatnya Bi Ani berdiri di dekat Lio sambil tersenyum-senyum sendiri. Nur mengernyitkan dahinya.


"Bi Ani kenapa? " tanya nya. Sontak saja suara Nur mengejutkan Lio, karena dia masih meresapi lantunan sholawat nya Nur. Lio terjingkat dan segera membuka matanya, hal pertama yang dilihatnya adalah Nur yang sudah berada di depannya dan menatapnya heran. "Kak Lio ngapain disini? kenapa merem-merem segala? " cerca Nur.


Lio kelimpungan menjawab pertanyaan Nur, karena tak tau mau menjawab apa. "Eh, itu,, anu,, aku lagi nyariin kak Lia, aku kira disini" ucapnya sambil cengengesan.


"Kak Lia tadi bilangnya mau ke salon kak, yaudah aku mau bersih-bersih dulu yah kak" ucapnya sambil berlalu dari hadapan Lio yang masih menatapnya dalam dan mengikuti arah Nur berjalan.


"Mau ikut kamu ke kamar" jawabnya spontan masih menatap Nur.


Sontak saja Nur melebarkan matanya mendengar perkataan Lio. "Ngapain kak Lio ke kamar Nur? kamar kak Lio kan sebelah sana" ucapnya sambil menunjuk ke kamar Lio. Lio tersadar dan heran kenapa sampai di depan kamar Nur. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya dan memukul mukul kepalanya, kemudian segera berlari ke kamarnya tanpa mengucapkan satu kata pun pada Nur. Nur yang melihatnya terheran dengan kelakuan Lio yang aneh.


Aneh. Batin Nur


"Apasih yang gue pikirinn" ucap Lio pada dirinya sendiri setelah sampai di kamarnya. Kemudian Lio bergegas membersihkan diri. Nur masuk kamarnya dan membersihkan diri karena badannya sudah terasa sangat lengket. Setelah itu Nur keluar dari kamarnya bertepatan dengan Lio yang juga keluar dari kamarnya. "Nur, maaf yah" ucap Lio ragu.


"Maaf kenapa kak?"tanya Nur heran.


"Eh, gapapa.. yaudah yuk, kita ke bawah" ajak Lio. Mereka berjalan beriringan dan Nur berjalan di belakangnya. Mereka menuju meja makan karena sudah jam makan siang. Tak lama Lia sampai dirumah bersama Herman yang mengantarnya ke salon. Mereka langsung bergabung di meja makan untuk makan siang. Setelah makan mereka berkumpul di ruang keluarga, mereka bercengkrama seperti biasa, bercanda dan saling meledek.


"Karena Nur sekolahnya di dekat sekolah Lio, maka Lio harus berangkat dan pulang bersama dengan Nur" titah Herman. Lio dan Nur hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"O iya, Lio mulai sekarang pakai mobil ya, karena kan bareng Nur, kan Nur gak mau boncengan motor. Motor kamu biarin aja dulu tidur di garasi" ucap Lia pada adik satu-satunya itu.


"Siap kak" ucap Lio semangat.


"Mmm.. Maaf kak, Nur mau izin ke kamar mau sholat zhuhur kak" ucap Nur sopan di tengah-tengah obrolan mereka.


"O iya Nur, silahkan " ucap Lia mewakili.Lalu Nur berlalu menuju kamarnya untuk melaksanakan kewajibannya.


Hari pertama Nur sekolah.


"Udah Nur? " teriak Lio dari lantai 1, karena Nur belum juga keluar dari kamarnya. Hari ini adalah hari pertama Nur sekolah tentu saja persiapannya begitu lama.


"Bentar kak" teriak Nur juga sambil berjalan menuruni anak tangga. Nur berjalan cepat karena takut telat di hari pertama. "Yuk kak" ajak nya setelah sampai di ujung tangga tempat Lio berdiri menunggunya.


"Kita sarapan dulu" ajak Lio.


"Ngak usah kak,, nanti telat" ucap Nur, sambil menyalami Herman dan Lia yang sudah duduk di meja makan.


"Nanti kamu pingsan di tengah-tengah MOS, Lebih baik makan dulu deh" ajak Lio. Nur pasrah dan segera duduk di kursi meja makan dan langsung membaca doa kemudian melahap makanannya cepat. "Pelan-pelan Nur, ntar keselek" ucap Lio. Nur hanya melihatnya sekilas dan kembali melahap makanannya. Setelah selesai, mereka pun berangkat ke sekolah dengan mobil Lio, Lio menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Setengah jam perjalanan sampailah mereka di sekolah, Lio mengantar Nur sampai gerbang sekolah setelah nya dia pergi ke sekolah nya bersebelahan dengan sekolah Nur.


Nur berjalan memasuki sekolahnya, di tengah jalan ada yang mencegatnya dan berdiri di depannya.


"Assalamu'alaikum Cantik"


****************


Seberapa sabar nya readers ku ini🥰🥰


Maafkan author karena telat update yak😁

__ADS_1


__ADS_2