
Pretty membalikkan badannya, dia tersentak halus ternyata ada orang di belakangnya dan dia adalah Zaki sahabat dari orang yang dicintainya.
"Sejak kapan lo disini? " tanya Pretty dengan tangan bersedekap.
"Sejak lo mau dorong cewek nya Lio" jawabnya santai.
Pretty menatap nya sinis, kemudian berlalu dari hadapan Zaki yang terus menatap Pretty sampai tak terlihat di matanya.
"Kapan lo bisa lihat gue Pre? Gue yang selalu ngasih perhatian lebih ke elo, tapi pandangan lo tak teralihkan dari Lio, gue menunggu lo Pre sampai lo sadar kalo ada gue ,kalo lo butuh bahu buat lo bersandar" gumamnya pelan yang hanya terdengar olehnya sendiri.
Dalam mobil hanya ada keheningan, tak ada yang mau memulai membuka suara, keduanya diam hanyut dalam pikiran masing-masing. Sesekali Lio melirik Nur yang pandangannya menuju keluar kaca jendela mobil.
"Sejak kapan? " tanya Lio yang tak sanggup berada dalam keheningan. Pandangannya tetap lurus kedepan, menunggu jawaban dari gadis di sebelahnya.
Nur menolehkan wajahnya ke asal suara, kemudian menundukkan kepalanya, dia tak berani menjawab pertanyaan Lio, karena ancaman Pretty padanya.
Lio yang tak sabar mengentikan mobilnya di pinggir jalan yang terlihat sepi, Nur mengangkat kepalanya keningnya berkerut kenapa berhenti disini padahal belum sampai pikirnya.
"Bilang sama aku Nur, sejak kapan dia memperlakukan kamu kayak gitu? " tanya nya lembut menghadap Nur dan menatap Nur dengan lembut.
"Se-sejak kak Lio minta ajarin tentang Agama kak" jawab Nur terbata.
Lio menghela nafas, "Kenapa gak cerita, aku khawatir sama kamu, aku gak mau kehilangan kamu" ucap Lio tulus.
Nur semakin menundukkan kepalanya, dia meremas tangannya, matanya mulai berkaca-kaca. "Maaf kak" cicit nya.
"Lain kali kasih tau aku kalo dia berani ngancem kamu, apalagi nyentuh kamu yah" ucap Lio lembut.
Nur mengangkat kepalanya menghadap Lio, dia menganggukkan kepalanya, "Iya kak, Nur minta maaf udah bikin kakak khawatir" ucapnya tulus.
Lio tersenyum dan menjalankan mobilnya kemudian. Setelah sampai dirumah mereka melakukan aktifitas seperti biasa.
Pretty memarkirkan mobilnya di garasi rumah nya, dia berjalan memasuki rumahnya, masuk ke kamarnya , melemparkan tas nya sembarang arah, kemudian merebahkan badannya di kasurnya, menatap langit-langit kamar, dia tersenyum licik, "Kita liat aja Lio, kamu akan milih aku atau dia " ucap nya, kemudian tertawa membayangkan rencana yang akan dilakukan nya.
Saat makan malam, hanya diisi keheningan, Lio yang sesekali melirik Nur, dan Herman yang selalu memperhatikan itu setiap kali makan.
"Gimana sekolah tadi? " tanya Herman setelah mereka mereka selesai sarapan dan berkumpul di ruang keluarga.
"Alhamdulillah lancar kak" jawab Nur dengan senyuman,
"Alhamdulillah" sahut Herman dan Lia bersamaan.
Mereka menghidupkan TV dan menonton sinetron azab yang berjudul " Azab Suami Selingkuh" . Herman menelan salivanya kasar, kemudian melirik Lia yang asyik menonton.
"Film apaan ni, ganti mending yank" ucap Herman.
Lia mengernyitkan dahinya menatap suaminya yang rada aneh, "Iihhh kenapa sii, biasanya juga gak protes deh mas" sahut Lia mengerucutkan bibirnya.
"Gak seru filmnya, mending kita nonton bola yuk" ucap Herman mengambil remot TV dan mengganti channel TV. "Nah, ini kan seru, ya gak yo" ucap nya meminta dukungan dari adik iparnya.
"Iya dong, kak Lia nih nontonnya sinetron mulu,, ntar mewek sendiri" ucap Lio mengejek kakak nya.
__ADS_1
"Iishhh kalian sama aja, yuk Nur kita ke kamar kakak, kamu tidur sama kakak, biarin kakakmu tidur sama Lio" ucap Lia menggandeng Nur menuju kamarnya.
Herman menganga mendengar ucapan istrinya, " Eh, yank gak gitu juga sayang,. masa aku tidur sama Lio sih, sayaaang " ucap Herman frustasi karena istrinya sudah menghilang dari pandangannya.
Lio tertawa terbahak-bahak melihat kelucuan rumah tangga kakak nya. Herman menatap nya tajam, menyurutkan suara tawa nya dan berdehem kemudian melangkah menuju kamarnya, " Aku duluan kak, selamat tidur " ucap Lio terkekeh kemudian berlari menuju kamarnya karena Herman melemparinya dengan bantal sofa.
Keesokan harinya.
Nur pergi ke sekolah seperti biasanya, diantar Lio sampai depan gerbang, setelahnya Lio melakukan mobilnya ke sekolahnya. Nur berjalan memasuki gerbangnya.
"Hai Jem" sapa Ega sambil merangkul bahu Nur.
Nur terlonjak kaget mengelus dadanya, "Astagfirullah, Ega kebiasaan, ngagetin aja deh" ucap Nur.
"Heheheheh, Maap deh Jem, kebiasaan yang sangat membanggakan dan sulit dihilangkan" ucap Ega sambil tertawa.
Nur menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabatnya ini. Mereka terus berjalan berangkulan sampaik ke dalam kelas. Mereka mengikuti jam pelajaran sampai bel istirahat berbunyi.
"Kantin yuk" ajak Ega.
"Yuk" sahut Nur.
Mereka berjalan beriringan ke kantin, " Wah, rame nih Jem,, duduk dimana nih? " tanya Ega celingukan mencari tempat duduk.
"Beb" panggil seseorang dengan lambaian tangannya ke arah Nur dan Ega, siapa lagi kalo bukan si jahil Miko. "Sini" panggil nya lagi mengisyaratkan tangan memanggil Nur dan Ega.
Nur dan Ega berjalan ke arah meja yang ternyata sudah ada, Evan dan Haikal juga disana.
"Mau pesen apa beb? " tanya Miko menatap Nur, sedangkan Ega hanya memutar matanya malas dengan kelakuan teman nya satu ini.
"Aku mau Soto aja" jawab Nur sambil tersenyum.
"Aduh mak, tolongin gue Van, kayaknya gue diabetes deh" ucap Miko sambil memegang dadanya.
Sontak saja teman-temannya panik, "Eh, lo kenapa mik? " tanya Evan memegang bahu Miko.
Semua mata menatap ke arah Miko menunggu reaksi Miko, "Gue kayaknya diabetes, liat senyumannya Jami" jawab Miko sambil menatap Nur dan menyangga dagu nya dengan kedua tangannya.
Perkataan Miko mendapatkan pukulan dan toyoran di kepalanya dari teman-temannya.
"Pengen muntah gue denger kata-kata lo" ucap Ega memeragakan adegan muntah nya.
"Rese lo, gue kirain beneran sakit lo" umpat Evan.
"Tau nih bocah, bikin rusuh aja" ucap Haikal.
"Kalian sih belum tau aja rasanya jatuh cinta" ucap Miko yang di sambut tawa oleh teman-temannya. "Kenapa kalian ketawa? " tanya Miko heran menatap temannya satu persatu yang tertawa, Nur hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Elo jatuh cinta? tunggu kura-kura manjat deh baru gue percaya" ejek Ega menatap Miko dengan tatapan remehnya.
"Terserah percaya gak percaya, cukup gue yang tau" ucap Miko mantap.
__ADS_1
"Hahahahah, Trus yang kemaren mau lo kemanain? " tanya Ega.
"Maksudnya ? " tanya Miko.
"Heleh, sok gak tau dia, padahal gue liat tuh kemaren pas di mall lagi sama cewe kelas sebelah" ucap Ega.
"Oh itu, kita gak sengaja ketemu kok di sana" elak Miko.
"Percaya deh kita" ucap Ega, Haikal dan Evan bersamaan. Setelah itu mereka tertawa bersama.
Setelah itu mereka memesan makanan dan makan dengan candaan yang tiada habisnya. Tak lama bel masuk berbunyi dan mereka memasuki kelas untuk mengikuti kelas selanjutnya.
1 Tahun kemudian.
"Semua udah kan Yo? " tanya Lia.
Ya, hari ini adalah keberangkatan Lio ke Amerika setelah kelulusannya beberapa hari yang lalu.
"Udah kak" ucap Lio sambil membawa kopernya keluar kamar.
Setelahnya mereka semua pergi ke bandara mengantar Lio.
"Inget ya disana gak boleh lupa sama kebudayaan kita, jangan sampai kamu terjebak pergaulan bebas, dan ingat belajar yang rajin biar cepet balik kesini. " ucap Lia menasehati adik satu-satunya itu, bahkan sekarang matanya sudah meluruh kan air mata yang tak bisa ditahannya, dia memeluk Lio erat.
"Iya kak, aku bakalan selalu inget" sahut Lio sambil membalas pelukan kakaknya.
"Belajar yang rajin ya Yo, kakak tunggu janjimu setelah lulus, jangan sampai mengecewakan dan ingat kamu harapan kakak untuk perusahaan kita. " ucap Herman menepuk bahu adik ipar yang sudah dianggap adik kandungnya itu.
"Baik kak" sahut Lio.
Kemudian pandangannya beralih menatap Nur yang terdiam sedari tadi menahan tangisnya melepas kepergian Lio.
"Nur, tunggu aku, aku akan cepet menyelesaikan pendidikanku disana dan akan segera kembali,jaga hatimu untukku" ucap Lio lembut sambil menatap Nur dan tersenyum.
Nur tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Iya kak, cepatlah kembali" ucap Nur menahan malunya, karena tatapan Lio yang lembut membuat gemuruh di dadanya, jantungnya berdegub kencang.
Lio tersenyum melihat senyum malu- malunya Nur. Herman dan Lia menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Lio dan Nur.
"Yaudah masuk sana, nanti ketinggalan pesawat" ucap Herman.
Herman, Lia dan Nur beranjak ke mobilnya dan segera pulang ke rumah mereka.
Sementara di bandara Lio berjalan memasuki tempat chek in nya.
"Lio"
****************
Maapkan author yang jarang up Akhir-akhir ini karena mengimbangi dengan pekerjaan author.
Mohon bersabar menunggu up nya author ya readers.
__ADS_1
Lope Lope deh😍🥰