
1 tahun kemudian
Saat ini usia Nur adalah 6 tahun. Disaat anak anak seusianya bermain dengan teman temannya, Nur harus rela mengorbankan masa kecilnya untuk diabdikan kepada tantenya.
Keponakan rasa pembantu, ya itulah yang tengah dirasakan oleh Nur. Setelah kehilangan kasih sayang orang tuanya, Nur berharap bisa disayangi oleh tantenya. Jangan disayangi sebagai anak, sebagai keponakan pun tak Nur rasakan, bahkan Nur merasa sebagai pembantu di rumah tantenya sendiri.
"Nuuuurrrrrrrr...... " teriak imah
Namun tak kunjung ada jawaban dari kamar Nur, wajar saja di waktu waktu sholat subuh imah pun tak memberi toleransi kepada Nur.
Nur yang tengah melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim tak merasa terganggu karena begitu khusyuk nya Nur dalam beribadah.
Tak Terima diabaikan, imah pun menggedor gedor dengan keras pintu kamar Nur.
"Hey.. bangun kau upik abu" teriak imah lagi
Nur yang baru selesai melaksanakan sholatnya dengan tergesa-gesa membuka pintu kamar nya, dan didapatinya imah memelototinya dengan garang. Nur yang dipelototi merasa ketakutan dan gemetar diapun menunduk.
"i.i.i yaa t. tan.. te? "jawab Nur terbata-bata
" Cepat kau masak makanan untuk sarapan anak-anak ku" ucap imah kasar seraya berlalu ke dalam kamarnya.
Nur segera berjalan cepat ke dapur dan memulai kegiatan memasaknya. Di usianya yg 6 tahun Nur sudah pandai memasak yg terpaksa dipelajarinya setahun ini setelah kepergian kedua orang tuanya, dan juga paksaan dari tantenya karena ingin menjadikan Nur sebagai pembantu nya dirumah.
Setelah selesai memasak, Nur menata makanan di meja makan dan Nur segera berlalu ke dapur kembali, karena imah mau Nur makan setelah semua anak-anak nya makan..
Nur segera membasuh peralatan bekas memasaknya tadi, sambil menunggu semua anggota di rumah itu selesai makan.
Sesekali Nur mengintip di balik dapur, bagaimana kasih sayang yang imah berikan kepada anaknya Husna dan Husni, dan menitikkan air matanya betapa Nur merindukan ibunya. Ada rasa iri dalam hatinya karena tak lagi mendapatkan kasih sayang orang tua, tapi dengan cepat ditepis nya karena hidupnya masih akan terus berjalan dan tak mau meratapi kesedihannya. Tak terasa air matanya mengalir melihat adegan itu, namun segera dia menghapus air matanya, karena dia harus kuat untuk menjalani kehidupan nya dan mencoba kembali tegar.
__ADS_1
Setelah imah dan kedua anaknya selesai makan, dia segera bersiap untuk pergi ke kebunnya, dan husna mengendarai sepeda ke sekolah nya, sedangkan Husni berjalan kaki menuju sekolah.
Disaat semuanya sudah pergi, Nur mulai duduk di kursi meja makan dan memakan makanan yang tersisa disana yang hanya terdapat telur dadar saja sebagai lauknya. Dengan senyuman Nur memakan makanannya dengan lahap. Setelah makan Nur segera membereskan meja makan dan mencuci semua peralatan makan disana.
Setelah jam menunjukkan pukul 09.00 Nur pergi mengambil wudhu dan melaksanakan sholat dhuha yang dipelajari di tempat mengaji nya.
Setelah sholat dhuha, Nur segera membersihkan rumah serta pekarangan rumahnya sampai jam menunjukkan pukul 11.00
Setelah lelah mengerjakan semua pekerjaan di rumah itu, Nur ingin instirahat sejenak di kamarnya, namun niat itu harus diurungkan nya karena mendengar suara langkah kaki masuk ke dalam rumah, siapa lagi kalau bukan imah.
Dengan segera Nur bangun dan memasak kembali untuk makan siang. setelah 1 jam bergulat dengan peralatan dapur akhirnya Nur selesai memasak dan segera menatanya di meja makan dan bertepatan dengan jam pulangnya Husna dan Husni dari sekolah.
Setelah selesai makan,, imah pergi ke kamarnya
"Nur, cepat kesini dan pijat kakiku" perintahnya
"iya tante" jawab Nur
"begini dong, jangan males malesan jadi anak, tinggal disini itu gak gratis" ujar imah dengan ketusnya
Nur hanya bisa menganggukkan kepalanya
Setelah sholat ashar Nur segera memasak untuk makan malam
Begitulah keseharian Nur sampai Nur masuk SD. Setelah Nur masuk SD dia tetap memasak untuk sarapan baru pergi sekolah dan pulang jam 11 , setelah pulang Nur juga memasak makan siang sampai kegiatan seperti biasanya dari siang sampai malam.
________________________
7 tahun kemudian
__ADS_1
Seorang remaja berusia 13 tahun tengah mengaduk adonan kue nya di dapur nya. Siapa lagi kalau bukan si gadis kecil Nur yang sekarang sudah beranjak menjadi remaja yang sangat cantik dan digilai para pemuda di kampungnya.
Namun nasib nya belum kunjung berubah, setelah melaksanakan pekerjaan rumah, Nur pergi ke rumah tetangganya yang sangat baik hati bernama Sonia, wanita paruh baya yang memiliki 1 anak perempuan bernama Sinta. Nur membuat kue di rumah Sonia dan menjualnya ke warung-warung. yang hasilnya di bagi 2 dengan Sonia.
Saat sedang mengaduk adonan, terdengar suara seseorang mengetok pintu. Sonia sedang pergi bekerja di warung kelontongnya yang agak jauh dari rumahnya, sedangkan Sinta pergi bersekolah.
"Assalamu'alaikum" ucap tamu tersebut sambil menggedor pintu
karena tak ada orang dirumah, maka Nur lah yang membuka pintunya.
" Wa'alaikumussalam... " jawab Nur sambil membuka pintunya.
Betapa terkejutnya Nur saat melihat siapa tamunya.
" Kamu.... " ucap mereka bersamaan dan saling menunjuk
jedeerrr jedeerrr
Siapakah tamunya kira-kira guyss
tunggu next update yahhh
sabar sabar sabar
sabar sabar sabar
__ADS_1
sabar sabar sabar