
Nur mengerjabkan matanya, siapakah wanita yang ada di hadapannya saat ini? apakah dia kenal? apakah kerabat dekat?
Nur tidak membalas sapaan wanita itu yang bagian wajahnya agak buram di penglihatan Nur.
"Kamu anak hebat yang mampu melewati ujian dalam hidupmu, kamu tegar dalam menghadapi kehidupanmu" ucap wanita itu
Lalu dia mengusap lembut kepala Nur, dan berkata
"Lanjutkan kehidupanmu, karena hidupmu belum berakhir, ada kebahagiaan menantimu di masa depan.. semoga kau selalu bahagia" memberikan seulas senyum kemudian berbalik dan berjalan kembali ke taman bunga.
Nur masih mematung mencerna ucapan wanita itu, dia mengerjabkan ngerjabkan matanya. Nur kemudian berbalik, karena masih bingung serta melamun Nur tersandung akar pohon dan masuk ke dalam sungai yang dalam. Nur kesusahan bernafas karena Nur tidak bisa berenang.
"Bangun kamu, dasar pemalas.. "
Ternyata Nur sedang bermimpi dan membuatnya bangun terlambat, karena sudah jam asar dan biasanya setelah asar Nur harus pergi ke persawahan untuk membersihkan sawah milik tantenya itu.
"aaarrrhhh.... " Nur terpekik karena imah tiba tiba menyiramnya dengan air segayung.
"Dasar pemalas, jangan tidur aja kerjaan kau" teriaknya dengan emosi yang membludak karena tak mendapati Nur yang seharusnya pergi ke sawah.
Nur meremas ujung mukenah nya karena takut, dengan segera Nur membuka mukenah nya yang sudah basah dan berjalan cepat keluar rumah menuju sawah. Sesampainya di sawah Nur membersihkan rumput yang mengganggu tumbuhnya padi.
Kemudian setelah selesai, Nur duduk termenung di pematang sawah. Memikirkan mimpinya tadi, siapakah wanita itu? pikirnya
Tanpa Nur sadari ada sepasang mata yang dari tadi memperhatikannya dari kejauhan.
Karena dirasa sudah waktunya pulang, Nur bergegas untuk pulang. Setibanya dirumah Nur segera membersihkan badannya dan memasak makan malam. Karena ada tamu spesial tantenya, Nur memasak banyak malam ini.
Selesai memasak bertepatan dengan suara adzan magrib, segera Nur pergi ke kamarnya setelah menata makanan di meja makan. Nur mengerjakan sholat magrib dan dilanjutkan dengan mengaji agak sebentar.
"Nuurrr... " panggil imah
Setelah mendengar nama nya dipanggil segera Nur menyudahi pekerjaannya dan beranjak menuju asal suara.
"iya tante? " jawabnya setelah berdiri di depan tantenya di depan pintu kamar imah.
"Setelah tamu ku datang, kau tidak boleh keluar walau hanya sebentar, mengerti? " Ucap imah tanpa menatap Nur dan bersedekap.
__ADS_1
"Pergilah, kau merusak pemandangan" ucap imah ketus
Nur segera berjalan cepat menuju kamarnya untuk melaksanakan sholat isya. Setelah sholat isya Nur langsung menuju kasurnya dan tidur.
Keesokan paginya Nur bangun untuk sholat subuh dan membuat sarapan setelahnya. setelah beres pekerjaan rumah Nur segera pergi ke rumah Sonia untuk membuat kue.
Dengan semangat Nur melangkahkan kakinya sambil bersenandung ria. Setelah sampai Nur mengetuk pintu
"Assalamu'alaikum.. "
Pintu terbuka, dan nampak lah Sinta yang baru bangun tidur dengan penampilan berantakan karena hari ini adalah hari libur maka Sinta tidak ke sekolah.
"Wa'alaikumussalam.. "
"Eh, Nur udah datang ya? masuk deh langsung aja ke belakang, Mama ada di belakang"
"iya kak sin"
Nur langsung berlalu ke belakang menuju dapur
"Assalamu'alaikum tante"
" Udah tante"
"Baiklah,, tante tinggal ya mau langsung ke kedai,, nanti kalo ada apa apa minta tolong Sinta aja tuh!..
" iya tante"
Sonia segera pergi ke kamar untuk bersiap siap dan pergi ke kedainya setelahnya.
Nur sibuk membuat kuenya, dan setelah selesai segera Nur menyiapkannya dan pergi ke warung warung tempat penitipan kue nya.
Belum juga Nur beranjak setelah menutup pintu, terdengar suara motor masuk ke pekarangan rumah Sonia. Segera Nur berbalik melihat siapa yang datang.
"Hai Nur.. "
"Mmm.. Assalamu'alaikum kak"
__ADS_1
"Eh, Wa'alaikumussalam nur,,mau kemana nih? " tanyanya sok akrab
ya ternyata si pengemudi motor itu adalah Rega.
"mm aku mau nganter kue kak"
"Mau cari kak Sinta ya kak? " tanya nya
Ya, Rega adalah pacar nya Sinta yang baru pulang kampung setelah setahun yang lalu berpacaran dengan Sinta. Rega menyelesaikan kuliahnya di kota H dengan jurusan teknik sipil
" Mmmm.. iya Nur,, Sinta nya ada?" tanyanya ragu
"Ada kak, bentar aku panggilin"
"Kak Sinta, ada kak Rega nih.. aku mau ke warung dulu"
"iyaaa Nur, makasih ya" teriak sinta dari dalam kamarnya
"Silahkan duduk kak, mau minum apa? "
" Gak usah repot repot Nur, aku mau jemput Sinta aja kok"jawabnya sungkan
"O yaudah aku tinggal ya kak, Assalamu'alaikum" menunduk sedikit dan berbalik badan berlalu dari hadapan Rega
"Wa'alaikumussalam.. " jawab Rega dengan seulas senyuman setelah Nur agak jauh
Cantik. batin Rega
Ya, Nur selalu berpakaian tertutup, memakai hijab dan gamis nya kemanapun dia pergi, karena menutup aurat adalah kewajiban seorang muslimah. Tak lupa Nur selalu memakai kaos kaki nya kemanapun dia pergi, karena dia tahu aurat seorang wanita adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangannya.
Menurut Rega Nur begitu anggun dengan penampilan nya,, dan semakin terpancar inner beaty nya. Tanpa Rega sadari dia sudah mulai mengagumi Nur.
"Kamu liatin siapa"
****************
a elahhhh siapa tuh yang mergokin sang pangeran lagi mandangin kepergian tuan putrinya? ππ
__ADS_1
Mengganggu sajaππ
Aku update cepet deh biar gak penasaran π€π€