Lika Liku Kehidupan NUR

Lika Liku Kehidupan NUR
Pergi


__ADS_3

Lanjut yuk,, aku mah gak bisa bikin orang penasaran😂


eiy eiy🥰🥰


****************


Seketika Nur berhenti untuk membuka pintu dan membalikkan badannya menghadap orang yang bertanya kepadanya.


"Nur akan pergi ke luar kota kak" jawab nya sambil menunduk


ya, ternyata yang bertanya adalah Rega. Ketika Rega hendak pergi ke rumah Sinta dia melihat Nur berjalan keluar rumah dan dia menghentikan motornya kemudian segera turun sebelum Nur benar benar masuk ke dalam mobil.


Rega tertegun dengan jawaban Nur, karena tak memungkiri kalau Rega mulai memiliki perasaan lebih kepada Nur. Ada perasaan tak rela dalam hatinya. Tapi balik lagi siapakah dia bisa melarangnya.


"Kenapa? " satu pertanyaan lolos begitu saja dari Rega


Nur mengangkat kepalanya untuk melihat Rega, Nur pun tak memungkiri bahwa dia juga memiliki perasaan lebih kepada Rega dan memilih tak terlalu menonjolkan sikap atas rasa nya itu karena dia tahu Rega adalah pacarnya Sinta, dan dia tak mau melukai orang yang telah baik kepadanya selama ini.


"Karena Nur harus pergi kak, " jawabnya


Karena Nur tak tau lagi harus menjawab apa, apakah dia harus mengatakan kebenarannya atau dia akan menyimpannya dari orang orang yang telah baik kepadanya. Nur memilih tidak akan menceritakan kepada Rega karena mengingat mereka bukanlah orang yang terlalu dekat, hanya orang yang disukai nya dan tak dapat memiliki.


"Nur pergi kak, Assalamu'alaikum" setelah itu Nur masuk ke dalam mobil dan mobil pun keluar pekarangan rumah dan melakukan memecah jalan menuju kota tempat tinggal Herman.


Rega memperhatikan kepergian mobil yang dinaiki Nur sampai tak terlihat. Ada yang hilang dalam dirinya, orang yang di sukainya dalam diam telah pergi, orang yang selalu diperhatikan dari jauh telah meninggalkan nya, dan akan hilang dari pandangannya. Ya, selama ini yang memperhatikan Nur dari jauh adalah Rega karena Rega tidak bisa mendekatinya sebab Nur pun tak mau berteman dekat dengan laki laki dan juga Rega saat ini masih berpacaran dengan Sinta. Rega sempat berniat ingin menjadikan Nur istri jika Nur sudah besar nanti, tapi tiba tiba ada yang merenggut harapannya itu. Dengan lesu Rega menaiki kembali motornya dan melajukannya menuju rumah karena sudah tidak mood untuk ke rumah Sinta.


Ternyata sejak Nur keluar dari rumah, imah memperhatikan gerak geriknya dari dalam rumah dan mengintipnya lewat jendela. Melihat sendiri bagaimana Rega memandang Nur begitu dalam dan tulus dan ada raut kekecewaan disana. Imah menyeringai licik melihat Rega..


"Liat saja anak manis, kau tidak akan pernah hidup tenang" ucapnya dengan seringai licik


Rega sampai di rumahnya, perlahan memasuki rumahnya dengan lesu. Tentu saja menimbulkan keheranan dari ibu nya yang membukakan pintu.

__ADS_1


"Kenapa sayang, kok lesu gitu?" tanya Ismi ibu dari Rega


Rega berhenti dan berbalik menatap ibunya dengan lesu dan tiba tiba langsung memeluk nya. Ismi yang heran pun bertanya kembali


"Kenapa ga? " tanya nya lagi


"Dia pergi mah" jawabnya lesu


"Dia siapa?" tanya mamanya heran


"Nur" jawabnya singkat


"Nur? " tanyanya heran


Rega menganggukkan kepalanya lesu, dia kehilangan semangat karena sejak dia tau akan perasaan nya terhadap Nur, dengan melihat Nur saja akan membangkitkan semangatnya berkali kali lipat. Itu sebabnya Rega sering memperhatikan Nur dari kejauhan.


"Nur yang jualan kue itu? " tanya ismi


"Kamu suka Nur? " tanya ismi


Rega terdiam, karena belum pernah bercerita kepada ismi tentang dia menyukai Nur, dan ismi juga tak pernah melihat keanehan putranya karena setaunya Rega sedang menjalin hubungan dengan Sinta.


Rega hanya diam, dan langsung minta izin untuk ke kamarnya karena suasana hatinya sedang kacau. Telpon dari Sinta pun tak diangkatnya. Beberapa kali Sinta mencoba menghubunginya namun tak sekalipun diangkatnya, pesan dari Sinta tak satupun dibacanya. Dibukanya HP nya dan dilihat nya foto seorang gadis cantik dari kejauhan terlihat sedang tersenyum di sebuah sawah. ya, diam diam Rega mengabadikan foto Nur di HP nya.


"Kemanapun kamu, akan ku cari Nur, cuma kamu yang boleh jadi istri ku" ucapnya sambil tersenyum melihat foto Nur di HP nya. Setelah nya Rega terlelab sambil menggenggam HP nya dan diletakkan di dadanya.


 


................


Setelah menempuh perjalanan selama 7 jam, akhirnya sampai lah Herman dan Nur di rumah kediaman Herman. Mereka berangkat jam 12 siang, Nur menunaikan sholat zuhur di Mesjid setelah perjalanan mereka ditempuh 1 jam, tak lupa Nur men jama' sholatnya karena akan menempuh perjalanan yang lama. Tepat jam 19.00 mereka sampai di rumah Herman. Nur ternganga melihat begitu mewahnya rumah kakak pertamanya itu. Tak lama keluar seorang dari dalam rumah.

__ADS_1


"Selamat datang di rumah kami Nur" ucap nya sambil tersenyum kepada Nur


Nur hanya tersenyum menanggapi, karena Nur tak tau siapa yang ada di hadapannya.


"Ini kak Liastra Nur, istri kakak" jelas Herman


Nur segera menyalami dan mencium tangan Lia. Mereka pun memasuki rumah dan Lia langsung membawa Nur ke kamar yang sudah disiapkan nya untuk Nur di lantai dua.


"Ini kamar kamu Nur, kalau ada apa apa panggil bi ani aja yah dia ada di bawah" ucap Lia yang setelah itu pergi dari kamar itu dan meninggalkan Nur disana. Nur tak henti nya mengagumi betapa mewahnya rumah kakak nya ini, selama ini dia belum pernah melihat rumah semewah ini. Tersadar Nur segera menunaikan sholat magrib dan mengaji setelahnya, selesai dengan kegiatannya Nur keluar dari kamarnya karena merasakan lapar karena sudah waktunya makan malam. Nur mulai menuruni anak tangga menuju ruang makan dan dilihatnya disana telah duduk Herman, Lia dan satu orang laki laki muda tampan. Nur berjalan sampai meja makan,


"Malam kak" ucapnya


"Malam" jawab mereka serentak menoleh ke arah Nur karena memang mereka sedang menunggu Nur untuk makan malam


"Duduk Nur" ucap Lia


Nur menarik kursi di samping Lia dan langsung berhadapan dengan laki laki tampan yang tengah tersenyum kepadanya, dibalas Nur dengan senyum tipis dan menundukkan kepalanya sedikit.


"o ya,, ini Lio adik kakak" ucap Lia


Lio langsung menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Nur, tapi Nur hanya menangkup kan tangannya di depan dada tak ingin bersentuhan dengan laki laki bukan mahramnya. Lio pun tersenyum kaku sambil menarik tangannya lagi karena tak kunjung dijabat. Mereka makan malam tanpa ada suara mereka, hanya terdengar dentingan sendok yang terdengar. Lio sesekali mencuri pandang terhadap Nur. Namun Nur hanya menunduk sambil memakan makanannya. Setelah selesai makan malam mereka semua kembali ke kamar masing masing untuk istirahat. Nur melaksanakan sholat isya dan tidur setelahnya karena kelelahan selama perjalanan.


Tepat waktu subuh Nur bangun dan melaksanakan kewajiban nya yaitu sholat. Setelah itu Nur beranjak keluar kamar untuk menuju dapur karena merasakan haus. Nur berjalan menuju dispenser dan mengambil air kemudian berjalan menuju kursi untuk duduk dan minum. Nur dikejutkan oleh tepukan di bahunya


"Nur.. "


****************


Nah mulai cari masalah ni orang😂


pake ditepuk segala pengen ditabok apa😁

__ADS_1


sabar sabar ya readers🥰🥰


__ADS_2