Lika Liku Kehidupan NUR

Lika Liku Kehidupan NUR
Hareudang


__ADS_3

Lia mulai tak tenang, sudah beberapa kali dia mencoba menghubungi suaminya namun nihil nomornya tidak bisa di hubungi. Lia juga sudah menghubungi kantor suaminya, namun hasilnya tetap sama, suaminya tidak ke kantor dan libur hari ini. Pikiran buruk mulai merasukinya, namun Lia tetap berusaha tetap berpikiran positif terhadap suaminya.


"Aduhh, mas Herman kemana ya? kok gak bisa di hubungi" gumamnya dengan tangan menggenggam HP nya dan berjalan mondar mandir di samping kasurnya, tampak raut wajahnya cemas dan khawatir, sedangkan baby Arham sudah tidur sejak dia mulai memasak tadi.


Lelah menunggu dan rasa kantuk pun menderanya, perlahan dia berjalan gontai menuju kasurnya dan merebahkan diri di simpang anaknya. Tak terasa air mata nya menetes begitu saja, dia takut terjadi sesuatu terhadap suaminya, tak lama Lia memasuki alam mimpi bersama anaknya.


Sedangkan Nur tengah berbaring di tempat tidur namun tak kunjung juga memejamkan matanya.


"Apa kak Lio akan menepati janjinya? apakah tidak sia-sia aku menunggunya? " gumam Nur menatap langit-langit kamarnya. Kemudian menggelengkan kepalanya berulang kali menyangkal apa yang ada dipikirannya. "Aku harus percaya pada kak Lio" ucapnya dan setelah itu Nur mencoba menutup mata dan terlelap menuju alam mimpi.


Keesokan harinya.


Lia mencoba membuka matanya yang terasa berat karena tidurnya tak nyenyak semalaman dan si kecil yang lebih rewel malam tadi. Dia memaksakan membuka matanya dan terdengar suara azan subuh, dia mencoba untuk duduk namun tertahan karena ada tangan yang sedang memeluknya erat. Lia menolehkan kepalanya ke samping, dia terkejut karena tangan yang melingkar itu adalah milik suaminya.


Kapan mas Herman pulang?. batin nya


Lia bergerak memiringkan badannya untuk bisa lebih leluasa melihat wajah suami yang dicintainya, dibelainya sisi wajah suaminya dengan lembut, ada rasa syukur dalam hatinya karena suaminya ada di sisiNya di saat dia bangun. Perlahan tapi pasti mata suami yang dicintainya itu mulai terbuka karena terusik dengan elusan tangan nya. Lia memberikan senyuman termanisnya untuk menyambut pagi bersama suaminya.


"Morning daddy" ucap Lia, tak lupa mengecup singkat bibir suaminya.


Herman tersenyum membalas senyuman istrinya, lalu dengan cepat dia mengecup bibir istrinya.


"Morning mommy" ucap nya.


Tangannya dilingkarkan begitu erat di pinggang istrinya dan kembali memejamkan matanya. "Sayang, ayo bangun, ini udah subuh loh"ucap Lia dengan lembut masih terus mengelus pipi suami nya.


Bukannya bangun Herman malah semakin mengeratkan pelukannya dengan gumaman tak jelas. " Yaudah, biar aku bangun dulu yah, nanti subuhnya ketinggalan sayang" ucap Lia lagi.


Lia mencoba beranjak bangun namun tetap tertahan oleh Herman, "Maasss" rengeknya.


"5 menit sayang" ucapnya masih memeluk erat istrinya.


"Heyyy,, nanti subuh kita kesiangan sayang, yuk sekarang kita wudhu trus sholat" ajak Lia lagi.


"Iya sayang iya" ucap Herman melepaskan pelukan istrinya dan bangkit dari tidurnya kemudian berjalan menuju kamar mandi. Lia hanya tersenyum menatap punggung suaminya yang hilang di balik pintu kamar mandi.


Sementara itu.


Nur telah bangun dari jam setengah 4 dan melaksanakan sholat tahajud serta muraja'ah hafalan Al Qur'an nya. Setelah sholat subuh, Nur mandi dan memakai setelan gamis rumahan, setelah selesai Nur keluar kamar dan berjalan menuju dapur.

__ADS_1


"Mmmm,, masak apa ya hari ini? " gumamnya sambil melihat isi kulkas.


Tanpa Nur sadari ada yang berjalan memasuki dapur dan melihat Nur di depan kulkas, orang itu berjalan mendekat dan menepuk bahu Nur.


"Astagfirullah" ucap Nur terkejut langsung berdiri dan berbalik badan. "Iihhhh, bi Ani ngagetin aja nih" ucapnya sambil mengelus dada.


"Hehehe,, maafin bibi non, mau bikin apa non? " tanya bi Ani.


"Belum tau nih bi, bagusnya bikin apa ya? " tanya Nur.


"Gimana kalau bikin nasi goreng seafood aja? " usul bi Ani.


"Ah iya boleh juga tuh bi, yuk kita bikin" ajak Nur.


"Eh, eh biar bibi aja non, non tinggal tunggu aja di depan sambil nonton TV" ucap bi Ani.


"Gapapa bi, biar aku bantuin yah, aku juga bosen kalo gak ada kegiatan pagi " ucap Nur.


"Tapi_ " ucapan bi Ani terpotong oleh ucapan Nur.


"Gak ada tapi-tapian bi, pokoknya aku ikut masak yah" rengek Nur.


"Baiklah non" ucap bi Ani pasrah.


"Oke siap, aku bangunin kak Lia dulu ya bi" ucap Nur.


"Oke non" sahut bi Ani.


Nur berjalan menuju kamar Lia dan Herman.


Tok tok tok.


Tak ada sahutan dari dalam, Nur mencoba mengetuk lagi namun sama sekali tak ada sahutan. Nur mondar-mandir di depan pintu kamar kakaknya karena cemas dengan Lia. Tak lama pintu terbuka, Nur terkejut karena yang membuka pintu adalah Herman.


"Kenapa Nur? " tanya Herman berdiri di ambang pintu.


"Ah itu kak, sarapan sudah siap kak, yuk kita sarapan sama-sama" aja Nur.


"Iya sebentar lagi kami turun ya, makasih Nur" ucap Herman dengan tersenyum sambil mengelus lembut kepala adiknya itu.

__ADS_1


"Eh iya kak, kakak pulang jam berapa kak?, aku kira kak Lia sendirian di dalam makanya aku cemas ketika pintunya gak dibuka" ucap Nur.


"Kakak pulang sekitar jam 3, karena banyak banget target perusahaan yang harus dikejarkan" ucap Herman.


"Yaudah kak, aku tunggu di meja makan yah" ucap Nur dengan senyumannya.


"Iya sayang" sahut Herman. Nur berbalik menuju meja makan dan Herman memasuki kamarnya kembali.


"Kenapa mas? " tanya Lia yang masih setia di kasurnya karena kegiatan panas mereka belum tuntas ketika ketukan pintu tadi.


"Itu Nur, ngajakin sarapan sayang" ucap Herman menaiki kasur dan ingin melanjutkan kegiatan mereka.


"Yaudah yuk kita siap-siap sarapan" ajak Lia untuk menghindari kelanjutan kegiatan mereka yang tertunda.


"Sebentar ya sayang, kita lanjutin yang tadi dulu yuk" ajak Herman, tanpa menunggu jawaban Lia dia melancarkan aksinya. Lia hanya pasrah dengan keinginan suaminya, dia juga tak bisa menolak keinginan suaminya.


Setengah jam terpakai untuk kegiatan mereka itu dan baru turun untuk sarapan. Di meja makan masih terlihat hidangan masih utuh, namun tak ada Nur di meja makan.


"Eh, Nur kemana? " tanya Lia sambil celingukan mencari adik ipar kesayangannya.


"Gak tau mungkin udah sarapan duluan" sahut Herman.


"Gak mungkin, ini aja masih utuh kok" ucap Lia.


Lia berjalan melangkahkan kakinya ke ruang tamu, dia melihat Nur yg sedang menonton TV. "Nur, kita sarapan yuk, kamu belum sarapan kan? " ajak Lia.


"Eh Iya kak, yuk" sahut Nur. Kemudian mereka sama-sama berjalan menuju ruang makan.


"Darimana aja Nur? " tanya Herman.


"Itu kak, nonton TV bentar sambil nungguin kakak turun" sahutnya.


"Mmmm,, yaudah yuk sarapan" ajaknya.


Mereka sarapan dengan tenang tanpa bersuara, setelah mereka selesai sarapan Nur dan Lia membereskan piring kotor dan mencuci nya, sedangkan Herman ke ruang tamu dan membaca koran karena hari ini adalah hari minggu.


Ting Tong


****************

__ADS_1


Akan othor usahakan sering up yah


🥰🥰


__ADS_2