LITTLELAND

LITTLELAND
END N THANK


__ADS_3

Hei! Lagi ngapain kalian dibawah situ? Jangan berisik!" seorang petugas perpustakaan menegur kami yang berteriak-teriak di bawah meja.


Kami keluar dari meja itu dan melihat jam dinding besar yang ada di perpustakaan. Ternyata jam masih menunjukkan pukul tiga sore dengan hari yang sama.


"Lama banget rasanya kita disana, ternyata hanya beberapa jam. Sialan!" ucap Clara.


"Ibu mau eskrim?" tanya Rama.


"Boleh, tapi kalian ada uang memangnya?" ucap Bibi Gani meremehkan.


"Tadi ibu Erika kasih kita uang saku, hehe," lanjut Rama.


"Baiklah ayo!" ucap Bibi Gani bersemangat.


***


"Aku duluan ya, atau kalian mau mampir dulu?" tawarku basa-basi.


"Terimakasih Erika, kapan-kapan aja kita main kerumah kamu, kasian ibu kamu, nanti masak banyak-banyak buat kita hehe," jawab Rian.


***


"Hallo, Aku pulang!" ucapku membuka pintu.


"Hallo sayang," sungguh kejutan untukku saat ayah berada dirumah dengan wajah yang sumringah, tanpa terlihat ada pekerjaan ilmiah yang membebaninya.


Aku bercerita pada orangtuaku tentang Bibi Gani yang sudah kembali. Hak yang mungkin tak bisa dipercaya, namun itu nyata. Aku menyempatkan diri untuk membacakan cerita dongeng tentang kisaku dan sahabatku pada ibu dan ayah saat mereka akan tidur. Hal itu karena ayah dan ibu sering membacakan dongeng untukku juga. Dan aku menceritakan seolah itu hanya imajinasi dan dongeng kuno semata. Mereka tak tahu jika tadi siang hali itu benar-benar terjadi.


Sedang Rama dan ibunya sedang melakukan pesta kecil ditemani dengan cerita dari keduanya bagaimana mereka bisa sampai di dunia fantasi itu.


***

__ADS_1


"Erikaaa! ayo berangkat sekolah!" teman-temanku sudah menungguku didepan untuk berangkat sekolah. Namun seperti biasa ku ajak mereka masuk untuk menikmati camilan datlri tangan cantik ibuku.


"Aku sangat senang mendengar ibumu sudah kembali Rama," ucap ibu dengan senyum ramahnya.


"Terimakasih Bi," Balas Rama.


"Aku berencana untuk mengunjunginya setelah sekian lama," lanjut ibu.


"Wah! ibu pasti seneng baget bibi kesana," ucap Rama.


Seperti biasa kami mengayuh sepeda kami


menuju sekolah, dengan ditemani pemandangan kota kuno yang indah dan terawat.


Penduduk Littleland kini telah hidup damai dan tentram, tak ada kejahatan yang menyelimuti mereka. Langit cerah, pemandangan malam yang indah, makhluk yang unik, orang yang baik, Megi, Lars, Ratu Zefa, Putri Zoey, dan pertarungan itu tak akan pernah hilang dari benak kami. Itu adalah pengalaman singkat paling menyenangkan sekaligus menegangkan dalam perjalanan hidup kami.


SELESAI...


Hallo,


Assalamualaikum readers tercinta, terimakasih telah membaca cerita singkat yang tentunya banyak sekali memiliki kekurangan. Jangan lupa mampir ke cerita yang lainnya dari saia yah.


😍😍😍


Dibawah saya akan memberikan beberapa visual keempat bersahabat itu.


ERIKA ORVATILDA (ERIK/A)



ANDRYAN DEVANNA (RIAN)

__ADS_1



CLARASIA WANDAYANA (CLARA)



RAMATHA ALVARO (RAMA)



AMANAT DARI CERITA


Kita harus saling menolong sesama hidup.


Menjaga tali persahabatan itu sangatlah penting.


Jangan pernah menjadi pengkhianat dalam hidup seseorang.


family first.


Saling berbagi.


Berkerja keras untuk apa yang kita inginkan.


Sayangi lingkungan sekitar kalian.


Dan tentunya adalah apa pelajaran yang dapat kalian temukan dalam cerita diatas. Setiap orang memiliki pendapat yang berbeda.


***


Cerita diatas hanyalah cerita fiktif. Sangat memohon maaf bila ada nama tokoh, tempat, atau alur yang sama atau hampir mirip. Itu semua bukanlah suatu bentuk kesengajaan. Mohon dimaklumi.

__ADS_1


Terimakasih..😘😘😘


__ADS_2