
Esok harinya, rumah megah itu kedatangan tamu wanita dewasa yang berpenampilan bak selebriti papan atas. Perhiasan yang menjuntai di leher dan melingkar di pergelangan tangannya bagai toko emas berjalan, rambutnya pendek cepak berwarna coklat dan wajahnya dipoles make-up yang tebal.
Raga menghadapnya lebih dulu. Dia terkejut dengan kedatangan sosok yang membuatnya geleng-geleng kepala.
"Hai Raga," sapanya.
"Aline, mau apa kamu kemari?"
"Ya menengok keponakan, dong! Aku kan tantenya, aku ini kakak iparmu juga!"
"Itu dulu, sekarang bukan lagi, Alisha sudah tiada, jangan bahas dia lagi!"
Aline terkejut, dia terpancing emosi ketika Raga berkata demikian.
"Oh, Alisha yang melekat di hati kamu sekarang sudah mulai hilang, jangan-jangan karena wanita cupu itu, ya? Mana istri barumu itu? katanya dia sangat bodoh dan kampungan," ucap Aline.
"Jaga mulut kamu!" pungkas Raga.
"Aduh-aduh, punya adik ipar yang kaya raya rupanya ganas juga," sindirnya.
"Bilang saja kalau kamu ke rumah ini bukan untuk menjenguk anak-anak tapi untuk meminta warisan, kan?" tanya Raga.
"Lho, kok tahu?" sahut Aline keceplosan, dia langsung menutup mulutnya karena malu.
"Eh, maksudku ya wajar dong, 'kan dulu adikku punya usaha dan perhiasan juga. Sekarang ada di mana barang itu?"
Raga bersedekap. Dia mendekat pada Aline lalu menatap wajahnya dalam-dalam. Sontak, Aline pun grogi dibuatnya, wajahnya bersemu merah dan dia membuang tatapannya dari Raga.
"Raga, anak-anak mau berangkat les menari nih!" ucap Starla yang baru saja menyambanginya sambil menuntun Allano. "Wah ada tamu, siapa ya?"
Aline langsung menunjukkan keangkuhannya di depan Starla seolah dia adalah tuan rumah, lalu dia melirik-lirik pakaian Starla dari ujung kaki hingga kepala.
"Itik buruk rupa sekarang sudah jadi angsa yang menawan. Tapi, Raga pasti masih belum bisa lupa sama Alisha, tentunya wanita kelas bawah kayak kamu kurang cocok jadi pendidik anak-anak."
"Aku suka dia dari pada Tante Aline, tante galak dan suka marah, aku benci tante," celetuk Allano.
Glek!
Wajah Aline kembali merah karena malu. Dia sudah terpancing emosi namun tidak mungkin marah di hadapan Raga.
"Eh, Allan jangan begitu sama tante, kamu harus hormat," pinta Starla dengan lembut.
"Anak-anak menyukainya, kenapa kamu pesimis?" tanya Raga pada Aline.
"Aku tahu, sampai kapan pun kamu tidak bisa melupakan Alisha, ingat ya aku masih menagih warisan berlian milik Alisha dan aku rasa kamu menikahi dia cuma main-main, kasihan!" cecar Aline. Lantas, dia pun pergi meninggalkan rumah Raga.
__ADS_1
Starla menghela napas sejenak, dia melihat Raga sepertinya memang belum bisa melupakan mendiang istrinya, Alisha.
"Hei, kenapa kalian di sini, sana pergi les!" suruh Raga.
"Daddy jahat!" pungkas Allano.
"Eh, Allan kita berangkat, yuk! Kayaknya Allu sama Flo sudah ada di depan."
Allano berlari menuju depan rumah untuk menyambangi saudaranya. Dan Starla sebagai mommy-nya yang baru harus menelan kegelisahan karena anak itu terus membuang wajah dan tampak geram kepada daddy-nya.
"Pelan-pelan aku akan merubah sikap mereka, tapi kamu juga harus ikut andil merubah diri," ucapnya.
"Sialan! memang kamu mommy-nya! kamu itu cuma mommy tiri mereka!"
"Iya, aku memang mommy tiri, tapi aku peduli pada pendidikan anak, bukannya seharusnya kamu bersyukur punya istri macam aku ini," sahut Starla, dia tidak melanjutkan perdebatan itu dan berlalu dari hadapan Raga.
Raga tertegun, memang benar apa yang dikatakan oleh Starla. Memiliki istri sepertinya adalah anugerah tapi hati Raga yang keras sulit ditaklukkan.
Tiga puluh menit kemudian, Starla dan anak-anak tiba di tempat les menari. Tapi, tidak disangka olehnya mereka disambut oleh Cello yang sudah menunggu di depan gerbang. Starla tampak sumringah jika bertemu dengan ajudan suaminya itu.
"Tuan Raga yang suruh aku ke sini buat jaga anak-anak," ucapnya.
"Aku mau beli minuman dulu buat anak-anak, tolong jaga mereka ya," pintanya.
Bruk!
Wanita itu berambut cokelat, wajah blasteran dan tubuh tinggi semampai. Tatapan matanya sayu namun indah. Sontak, Starla terperangah kaget.
"Jasmine? Ini bukan mimpi? Kamu Jasmine, kan?"
"Maaf, salah orang!"
Wanita itu langsung kabur dan berlari, namun Starla mengejarnya sambil berteriak," Jasmine, tunggu!"
Starla terus mengejarnya kemudian wanita itu belok arah ke gang lain yang lebih ramai. Tapi, sayang dia kehilangan jejak, sosok Jasmine sudah tidak terlihat lagi.
"Tiiit!"
Klakson mobil berbunyi nyaring dari belakang. Starla terkejut dengan mobil mewah yang terus membunyikan klaksonnya. Lalu, pengemudi mobil menampakan diri dan dia bukan lagi orang asing di matanya.
"Dilara?"
"Starla, sedang apa kamu di sini? Wanita seperti kamu dilarang keluyuran di kompleks pasar kumuh begini, atau jangan-jangan kamu punya pacar lama atau selingkuhan?" tanya Dilara dengan nada sinis.
"Aku barusan antar anak-anak buat les menari," sahutnya.
__ADS_1
"Oh ya? harusnya kamu jaga mereka bukan keluyuran begini!"
"Barusan aku lihat Jasmine!"
Dilara malah tertawa sinis. "Jasmine kabur dari rumah, kemungkinan dia ada di luar negeri. Jangan mengada-ada."
Starla pun tidak mau banyak basa basi lagi, dia berlalu dari hadapannya dan segera menyusul anak-anak. Tapi, insiden barusan terngiang-ngiang di benaknya, apakah benar dia adalah Jasmine, adik iparnya sendiri yang kabur entah ke mana.
Saat itu, dia menyaksikan anak-anak sedang berlatih. Matanya berkaca-kaca begitu melihat Flo yang tampak ceria.
"Starla, mana minumannya?" tanya Cello.
"Aku tidak jadi beli minuman, barusan aku lihat ada Jasmine lewat, aku kejar dia tapi kehilangan jejak di pasar yang banyak jajanan," ungkapnya.
"Jasmine? Masa ada Jasmine? Kamu tidak bohong, kan?"
"Sumpah, aku tidak bohong! Kira-kira apa yang membuat dia kabur? Ini masih misteri, kan?"
Cello tertawa kecil. Dia melihat Starla dengan netra yang bercahaya.
"Eh, kamu kenapa?"
"Boleh kan aku suka sama kamu?"
"Eh!"
"Hahahahaha, bercanda, jangan dianggap serius. Jadi, kabarnya Jasmine kabur karena suaminya selingkuh."
Deg!
Starla merasa tersinggung karena selama ini dirinya yang dikabarkan memiliki hubungan dengan Aslan alias suaminya Jasmine.
"Jangan-jangan karena aku?"
"Belum tentu, pastinya ada kendala lain, aku yakin dia kabur karena alasan lain, Jasmine sangat mencintai Aslan, dia kabur tanpa diketahui oleh siapapun. Itu yang sedang kami selidiki," ungkap Cello. "Jangan banyak pikiran dulu."
Starla tersenyum padanya. Dan Cello pun tersipu malu, mungkinkah ada rasa suka pada Starla yang tidak bisa dia ungkapkan? Sedangkan wanita itu berstatus istri orang lain.
Usai les menari, anak-anak terlihat ceria dan riang. Cello ikut serta mengantarkan mereka ke rumah. Tapi, Raga rupanya sudah menunggu di ruang tamu.
"Starla, kabarnya waktu anak-anak les menari kamu malah keluyuran di pasar kumuh? Benar itu?"
"Iya karena--"
"Benar itu!" bentak Raga.
__ADS_1