Long Distance Marriage

Long Distance Marriage
LDM - The Ending


__ADS_3

Raga menutup kembali teleponnya. Dia bergegas masuk kamar dan berbaring lagi di ranjang. Ucapan Allura begitu terngiang-ngiang di pikirannya, tak mampu menghapus curahan hati sang putri yang masih polos dan manis.


Aura wajah Raga lebih kontras dari biasanya. Dilara pun dibuatnya tertegun dan heran ketika di rumah sakit.


"Raga, aku bawa laporan, nih. Tapi aku mau minta cuti, biasa Mama pengen liburan ke Australia. Tapi, kamu kayak lagi bahagia? Ada apa ini? Apa wanita yang mengganggu kamu sudah hengkang dari rumah?"


Raga tercekat. Lalu, dia menduduki kursi putarnya sambil bersedekap.


"Dil, sepertinya aku telah mencintai Starla," ungkapnya.


"Semalam kami tidur dengan anak-anak, ternyata indah juga bisa sedekat itu dengan mereka, malahan Allura juga mengungkapkan isi hatinya, katanya dia kesepian. Istriku sudah merubah suasana keluarga."


Sial!


Wajah Dilara memerah. Dia mendelik pada Raga.


Bruk!


Dokumen itu dia jatuhkan.


"Kenapa?"


"Ehmm, dokumen jatuh kayaknya, maaf," sahutnya. "Apa kamu tidak bercanda? Aku tahu selera kamu itu seperti apa. Aku kenal kamu dan kamu tidak pernah melupakan mendiang Alisha. Sekarang wanita kelas bawah itu sudah berani menginjak hidup kamu. Hati-hati kalau kena rayuan orang!"


Dilara terbakar cemburu, dia menatap Raga yang sedang bersedekap. Lalu, Raga mendekat padanya lalu mengusap punggung Dilara dengan lembut. Ada keinginan kuat di benaknya agar Raga menyentuhnya lebih intim, hal itu menjadikan wajahnya bersemu merah muda.


"Belakangan ini entahlah kenapa irama jantungku ini tidak beraturan," ucap Raga.


"Kalau tidak beraturan itu namanya serangan jantung," pungkas Dilara.


"Apa benar? Tapi kenapa wajahmu merah begitu? Kamu sakit?" tanya Raga.


"Ah, tidak! Aku keluar dulu, ya."


Dilara pun berlalu. Gadis itu bersandar di depan pintu kantor atasannya. Dia tidak bisa mengungkapkan rasa cintanya pada Raga. Hancur hatinya berkeping-keping saat mendengar kejujuran Raga bahwa dia mencintai Starla.


Dilara mengepalkan tangannya, netra indahnya berurai air mata. Dia menunduk lalu menepuk lantai dengan kaki kirinya untuk melampiaskan emosinya.


"Dilara, sedang apa kamu di sini?" tanya Starla yang baru saja muncul di hadapannya.


Gadis yang berprofesi sebagai dokter itu menarik napas, lalu mendongak dan memelototi Starla.


"Kamu kenapa?" tanya Starla.


Dilara hanya diam. Wanita itu tidak menjawab pertanyaan istri dari atasannya. Hatinya sakit. Apakah benar Raga telah mencintai wanita di depannya ini? Kenapa dirinya bisa dikalahkan oleh gadis di bawah popularitasnya? Dia kaya, cantik, berpendidikan. Kenapa Raga tidak pernah melihat kea arahnya?

__ADS_1


Dirinya telah kalah. Dia sadar, jika cinta tidak harus memiliki. Semua telah ada yang mengatur. Sepanjang apapun dirinya menemani dan berada di sisi Raga, namun jika hati pria itu tidak untuknya dia bisa apa?


Dilara tersenyum, menatap wajah Starla yang kebingungan.


"Maaf, maafkan atas segala sikapku yang mungkin kurang ajar terhadapmu. Kali ini aku menyerah untuk mendapatkan hati Raga. Dirinya sudah mencintaimu, Starla. Ku harap kamu jaga di baik-baik." Starla tertegun.


Cinta?


Siapa yang mencintainya?


Ceklek!


Pintu ruangan terbuka, sosok pria yang menjadi tautan dua hari wanita didepannya itu menatap heran.


"Star? Kau di sini?" Tanya Raga.


"Iya, aku sengaja mengunjungi dirimu setelah mengantar anak-anak ke sekolah." Starla tersenyum tulus.


Kemudian Starla dan Raga masuk ke dalam ruangan kerja sang Presdir. Suasana masih canggung.


"Ekhm, yang dikatakan Dilara itu benar!" sahut Raga seketika.


"...."


"Em, aku sudah mencintaimu."


"...."


"...."


"Star, kamu mendengarnya kan?"


"A-aku juga mencintaimu." Pungkas Starla.


Raga membelalakkan matanya, sungguh dirinya tak percaya jika cintanya yang hadir dengan sekejap mata itu dapat terbalas dengan cepat.


"Benarkah?"


Starla menangis haru, dirinya tak percaya pernikahan yang hanya terjadi akibat skandal itu dapat menemukan cintanya. Raga Axelion, suaminya itu telah mencintainya.


Belum cukup kebahagiaan yang di dapatnya tadi pagi, kini dirinya mendapatkan kebahagiaan berupa pengakuan dari sang suami.


Ya! Kejadian malam tadi telah memberikan pencerahan kepada anak-anak Raga dan almarhumah Alisha, yaitu Allura dan Allano untuk memulai memanggilnya dengan Mommy Star.


Panggilan yang menggugah hati seorang Starla. Dapat diterima oleh kedua anak sambungnya dan sekarang pengakuan cinta Raga.

__ADS_1


Lalu, nikmat manakah yang Starla dustakan?


Dilara yang mengintip dari celah pintu ruangan Raga begitu teriris pisau. Hatinya sakit. Tapi dirinya harus move on. Dirinya sadar bahwa segala sesuatu akan indah jika kita ikhlas.


Langkah kakinya mengitari perusahaan, mencoba meninggalkan perusahaan dan bising kehidupan. Dirinya hanya butuh untuk menenangkan diri.


Bruk!


Sial!


Baru mendapatkan sakit di hatinya, sekarang bokongnya pun ikut sakit. Dilara menengadah melihat siapa yang menabraknya.


Cello?


Ada apa ya?


****


Lalu, bagaimana kabar Luth. Luth adalah kekasih gelap dari Ibu Rose. Seorang bandar narkoba dan pembunuh dari Jasmine Ailee Axelion.


Ya! Scane dimana Jasmine yang berlari di sekitar pasar, meninggalkan pesan kertas di malam hari kepada Starla dan Aslan itu adalah arwah dari Jasmine.


Kisah pembunuhan dan skandal antara Jasmine, Ibu Rose, dan Luth akan di ringkas dalam novel lain.


Jasmine yang mengetahui perbuatan busuk ibunya sendiri, Rose dan Luth mengalami nasib naas karena tanpa sengaja kedua orang itu menghabisi nyawa seseorang hingga melayang.


Kasus kematian Jasmine masih menjadi misteri bagi kehidupan Raga dan Starla. Mereka semua hanya beranggapan jika Jasmine hanya pergi untuk menenangkan diri, bukan mengunjungi tempat penenangan terkahir.


Itulah, kisah Long Distance Marriage (Pernikahan Jarak Jauh) yang memiliki arti Penikahan dengan Hati yang Masih Berjarak. Karena pengakuan Raga terhadap Starla ini menjadi akhir ending dari kisah novel Raga dan Starla. Pengakuan itu yang mengakhiri jarak dari keduanya.


****


Hai Hai Hai


Selamat bahagia reader's, maaf ya karena novel Long Distance Marriage harus di pungkas karena author sudah mempertimbangkan tidak akan lebih banyak chapter yang di muat.


Author akan hadir dengan novel-novel mini terbaru lainnya. So, jangan lupa rating, like, dan follow akun penulis author juga ya.


Semoga cita-cita kita semua terkabul.


Dan Alhamdulillah ujian praktek author telah selesai. Tinggal menghadapi Ujian Tulis yang insyaallah dilaksanakan hari Kamis ini. Semoga diberi kelancaran dan kemudahan ya reader's.


Insyaallah jika author sudah bebas, akan membuat dan menciptakan sebuah kisah yang lebih baik lagi.


See you.

__ADS_1


^^^Author Prince Aurora^^^


__ADS_2