Long Distance Marriage

Long Distance Marriage
LDM - Answered Prayer


__ADS_3

Mama Bintang terbelalak melihat pria gagah nan tampan mempesona sedang berdiri di belakang Starla. Wanita paruh baya itu terkesima, mulutnya menganga karena kagum, bahkan matanya tidak berkedip.


"Bintang, aku ini suami kamu!" tegas suaminya.


"Sssst! Dia sungguh tampan seperti aktor Hollywood," gumamnya.


Lalu, Raga tersenyum sinis, ia mulai melangkah dan menghampiri mereka. Seraya menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat.


"Maaf mengganggu," ucapnya.


"Oh, tidak apa-apa, sini kita selfie dulu," ajak Mama Bintang. Lalu, dia mengambil sebuah foto selfie dengan Raga. "Sebenarnya kamu siapa?"


Cekrek!


Cekrek!


"Saya adalah Raga Axelion, pewaris perusahaan Axelion Corp. Hanya mau mengingatkan kepada kalian bahwa Starla sudah menjadi selingkuhan adik ipar saya yaitu Aslan. Sebaiknya anda berdua mendidik putri tunggalnya dengan baik, jangan sampai dia tergoda oleh pria beristri."


Mama Bintang terbelalak. Dia tampak tidak terima dengan sanggahan Raga namun tidak tega memarahinya.


"Raga, jangan bahas itu di depan orang tuaku! Keluar sekarang juga! Aku muak sama orang kaya seperti kamu!" teriak Starla. "Pantas kamu jomblo karena kamu orang egois! Bahkan Aslan dan Jasmine berpisah bukannya itu karena kamu sebagai kakak ipar yang arogan!"


Raga tidak mampu berkata-kata lagi, dia lebih memilih untuk pergi agar tidak terjadi perdebatan sengit dengan mereka. Baru saja keluar rumah, dia menyaksikan ada banyak wartawan sedang berkerumun di depan rumah Starla.


"Eh, lihat, itu Tuan Raga, kan!" teriak wartawan yang melihatnya.


Dan Raga kaget, dia lantas berlari ke dalam rumah Starla untuk berlindung dari kejaran wartawan. Dia mengunci pintunya rapat-rapat dan mengintip kembali dari celah-celah jendela.


"Hei, kenapa balik lagi!" teriak Starla.


Raga membekap mulut Starla agar tidak bersuara.


"Ada wartawan di luar sana, bagaimana ini!" keluhnya.


Lantas, Mama Bintang dan suaminya bergegas mengintip apa yang terjadi di luar sana. Dan wartawan sudah berteriak memanggil Starla dan Raga agar segera keluar memberikan klarifikasi.

__ADS_1


Tok!


Tok!


Pintu terketuk dari luar, kemudian terdengar lelaki berbicara. "Starla, ayo keluar, kami butuh berita, apa benar kamu jadi kekasih Tuan Raga yang terinjak!"


Raga tersulut. "Kurang ajar! Akan kuberi pelajaran!"


"Eh, tunggu!" cegat Starla sambil menarik jas hitam Raga.


"Eh, anak muda!" ucap Papa Ray.


"Aku sudah tahu gosip itu, teganya kamu menginjak anak kami satu-satunya, kami merawat dia sejak kecil sampai sekarang dengan kasih sayang tapi kamu malah menyakiti dia. Apa orang tuamu yang kaya itu tidak pernah mendidikmu dengan benar?"


Deg!


Raga tertegun. Orang tua kandungannya memang tidak dekat pada anaknya dan semuanya sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Tapi, Raga terkejut, lalu dia duduk di kursi sambil bersedekap.


Namun, Papa Ray mendadak sesak napas, dia memegang dadanya hingga hampir jatuh ke lantai tapi Starla menahan badannya.


"Papa!" teriak Mama Bintang. "Sudah aku bilang jangan marah terus, begini jadinya."


"Baiklah, kita ke rumah sakit saja!" ajak Raga.


Mereka menunggu semua wartawan itu hengkang dari rumah Starla. Setelah semuanya pergi, Raga bermurah hati untuk membawa Papa Ray ke rumah sakit miliknya.


Tiba di lokasi, Papa Ray masih sesak napas dan segera ditangani oleh dokter dan perawat. Mama Bintang menunggunya dengan perasaan cemas sedangkan Starla belum juga mampu meredakan emosinya. Dia melihat Raga hendak ke lantai dua dan gadis berambut cokelat keemasan itu menyusulnya.


"Raga! Tunggu!"


"Mau apa? Aku mau jenguk Flo, keponakanku belum sembuh, sebaiknya kamu urus saja papa mu itu!" ketusnya.


"Raga!"


Lalu, suara mungil terdengar nyaring memanggilnya.

__ADS_1


"Tante, daddy!"


"Allan? Kamu masih di sini? Kenapa bolos sekolah!" bentak Raga.


"Aku masih cemas sama Flo," ucap Allano.


"Allan, kok wajahnya merah begini? Kamu sakit, ya?" tanya Starla sambil berlutut di depan Allano. Dia mengusap rambut anak itu lalu merapikannya. "Anak baik tidak boleh bolos sekolah."


"Tapi, daddy marah-marah terus, aku takut sama daddy," lirih Allano. Dia kembali menangis.


Hiks!


Hiks!


Hiks!


Raga tampak kebingungan ketika menyaksikan anaknya selalu cengeng. Anak kembarnya memang kurang figur seorang ibu yang menyayanginya.


"Dad, ajak tante ini ke rumah ya? Dia jadi pengasuh kita saja," pinta Allano.


Raga menepuk keningnya, tapi dia tidak bisa menolak permintaan anaknya.


Dan sore hari, Flo pulang ke rumah. Allano dan Allura menyambut kesembuhannya dengan ceria. Sepupu yang sakit dan terkapar kini sudah sehat sedia kala. Starla pun ikut serta untuk memenuhi permintaan Allano agar mampir ke rumah mewah itu namun belum dipastikan dia akan menjadi pengasuh atau tidak.


Netra hitam bersinar itu terbelalak sempurna menyaksikannya kemegahan rumah bergaya modern. Allano amat senang tapi Allura masih dingin.


"Dad, siapa orang ini?" tanya Allura.


"Dia pengasuh baru kita," sahut Allano.


"Bukan, dia adalah tamu daddy, jangan bertengkar dan jaga Flo," pinta Raga.


Tak berselang lama, muncul Cello dan Aslan. Anak kembar itu menyambut om ganteng dengan riang tapi tidak mendapatkan balasan yang sama. Aslan tampak dingin apalagi berpapasan dengan Raga masih terlihat ada dendam.


"Kak, kita harus bicara, aku, Cello dan kamu," pintanya.

__ADS_1


_____________________


Vote vote like!!!


__ADS_2