Long Distance Marriage

Long Distance Marriage
LDM - Jealous 2


__ADS_3

Starla tersenyum dengan tulus.


"Oh tentu saja, sayang. Tante tidak keberatan, nanti siang tante sama daddy mau pergi ke kantor, jadi kalau kalian pulang minta bantuan sama pekerja di rumah, ya? Kalian makan dulu."


Kemudian, daddy mereka baru saja menyambangi meja makan. Dia langsung mengambil makanan tanpa protes dan menyapa istrinya. Tapi, netra Starla terusik karena dasi dan jas yang dipakai Raga tidak rapi.


"Raga, itu dasinya, sini biar aku yang rapikan," pintanya. Dan istri mudanya itu merapikan dasi dan jas hitamnya dengan lembut. Anak-anak keheranan pada perlakuan lembut ibu sambungnya yang baru.


Raga tertegun, dia menatap Starla dengan serius.


"Sudah cukup, sarapan dulu. Oh iya, nanti pengasuh kalian mau kembali lagi ke rumah, dia dulu yang merawat kalian, namanya Bibi Mia. Maaf, daddy masih harus titipkan kalian ke pengasuh lagi," ucap Raga.


"Jadi, tante Starla bukan pengasuh kami?" tanya Allano.


"Tante Starla mau menemani daddy ke kantor," sahutnya.


Usai sarapan pagi, Starla mengantarkan ketiga anak itu untuk menaiki mobil mewahnya. Dan mereka siap untuk berangkat. Dengan senang hati, ibu sambung cantik itu tersenyum dan berkata," hati-hati ya kalian."


Mobil pun berlalu dari hadapannya. Tapi, Starla melihat ada sebuah batu kerikil yang dilemparkan oleh anak-anak untuk menimpuk pot bunga di balkon lantai dua hingga akhirnya terjatuh tepat mengenai baju Starla hingga air dan tanahnya mengotorinya.


"Aaarrgh!"


Kemudian terdengar suara tertawa riang dari dalam mobil yang baru saja melaju.


"Anak-anak, keterlaluan!" ucapnya lunglai.


Meski kesal, Starla memutuskan untuk mengganti bajunya. Baru saja berbalik arah, dia menabrak suaminya hingga tanah yang masih melekat di tangan itu mengotori jas mewah Raga.


"Apa-apaan ini!"


"Maaf, ini perbuatan anak-anak."


"Astaga, bisa kesiangan ini. Ganti baju lagi, jangan sampai telat!"

__ADS_1


Raga menarik tangan kanan Starla menuju kamarnya. Tapi, Starla menghentikannya karena tangannya kesakitan.


"Pelan-pelan! Aku juga bisa jalan sendiri," ucap Starla. "Malu dilihat sama bodyguard di rumah ini, banyak pekerja juga!"


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang ramai tapi Raga agak geram karena Starla terus melawannya.


"Anak-anakmu nakal!"


"Ingat ya, kamu itu di sini cuma jadi istri-"


Cup!


Starla mengunci bibir Raga dengan bibirnya sendiri. Netranya melihat ada seorang wanita dewasa yang baru masuk rumah dan dia terbelalak karena menyaksikan sang majikan seperti kebelet bermesraan.


"Astaga, Tuan Raga!"


"Hah! Bi Mia? Oh, saya mau ganti baju dulu sama istri baru," ucapnya malu-malu. “Oh, kenalkan, ini Starla istriku, selamat datang kembali di rumah setelah beberapa tahun libur, semoga betah di sini."


"Selamat datang di rumah ini lagi, Nyonya Alisha pasti sedih, suaminya kini semakin nakal, mau bermesraan saja sampai istri mudanya dicium di sini, dasar pengantin baru," keluhnya.


***


Tiba di kantor, Raga disambut oleh Cello dan Aslan. Wajah Starla semakin kontras kala bertemu dengan kedua pria tampan nan muda itu. Sedangkan Raga suaminya kini terlihat dingin dan sudah tua.


"Selamat ya Tuan Raga," ucap Cello.


"Aslan, harusnya kamu cari uang buat makan dan mencari Jasmine, kenapa di sini?" tanya Raga.


"Memangnya tidak boleh aku di sini? Sementara ini pekerjaan istriku aku ambil alih dulu, kalau tiga bulan ke depan dia masih saja hilang, aku layangkan gugatan cerai saja," pungkasnya.


Raga mendelik pada Aslan dan dia tidak menyahut apa-apa lagi. Dia lebih dulu menyambangi kantornya dan membiarkan Starla. Baru saja dinikahi tapi pria itu tampak tidak peduli pada istrinya.


"Hei, lihat dia kan Dokter Dilara," ucap Cello menyaksikan sosok cantik itu hendak menyambangi.

__ADS_1


Dilara memakai dress silver yang membentuk badan, riasan matanya begitu cantik dan rambutnya dibiarkan lurus tergerai.


"Hai, kalian! Apa kabar?" tanya Dilara. Namun, dia menatap sinis pada Starla.


"Kabar baik, tapi tumben kamu ke sini?" tanya Aslan.


"Ini dokternya anak-anakku, kan?” tanya Starla.


"Apa! Anak-anakmu? Ingat, Raga tidak akan melupakan mendiang istrinya meskipun sudah ada yang menggantikan posisinya, istrinya yang dulu sangat cerdas dan luar biasa. Dan sekarang aku merasa jadi ibu kedua bagi Allan dan Allu, aku yang selalu jadi bahan konsul gizinya, aku juga yang direpotkan kalau mereka sakit, bahkan aku menghabiskan waktu liburan demi merawat mereka," ucap Dilara.


Starla keheranan melihat gadis itu begitu kritis dan terkesan gila hormat.


"Dila, maksud kamu apa?" tanya Aslan.


"Ya dia tidak pantas hidup dengan.. dengan.. ah sudahlah, aku mau ketemuan sama Raga!"


Dilara berlalu dari hadapannya. Tapi mengundang tanya di benak Starla, ada apa dengan wanita itu? Mengapa dokter pribadi keluarga Raga amat sombong bahkan tidak menorehkan senyuman manis untuk menyapa.


Demikian pula dengan Cello yang geleng-geleng kepala ketika Dilara berucap semena-mena pada istri presdir yang baru. Pria itu menarik tangan Starla lalu mengajaknya untuk menghampiri gadis berparas cantik itu.


"Maaf dokter, tunggu dulu," pinta Cello.


Dilara menoleh dengan elegan. "Ada apa?"


"Harusnya anda bersikap hormat pada istri Tuan Raga, sekarang dia adalah atasan anda juga, kan?" protes Cello.


Dilara mengerutkan keningnya. Dia melihat tangan Cello memegang tangan Starla bak sepasang kekasih saja. Dia tertawa geli.


"Apa kalian juga saling suka? Tuh kedua tangannya juga pegangan, baru saja dinikahi oleh pria kaya malah berani sentuhan dengan yang lain."


Sontak Cello langsung melepaskan genggamannya. Wajahnya memerah karena malu.


"Ugh, cantik sih, tapi aku sama sekali tidak melihat ada kebaikan di matanya," keluh Starla.

__ADS_1


__ADS_2