Long Distance Marriage

Long Distance Marriage
LDM - Problem's


__ADS_3

Kemudian ketiga pria itu bicara di ruang khusus untuk menerima tamu. Raga berpikir ada sesuatu yang terjadi pada Aslan sehingga dia tidak menorehkan senyuman sedikitpun. Dan Raga tidak mau membuang waktunya yang berharga itu.


"Ada masalah?"


"Kak, berita kamu dan Starla sudah tersebar di media. Begitu juga dengan berita tentang perselingkuhan yang dibuat-buat oleh media, keluarga ini terancam tercemar nama baiknya di mata publik. Semua itu gara-gara kamu!" tegas Aslan.


"Tuan Raga maaf, berita ini sudah santer, kita harus melakukan sesuatu. Nama baik anda sudah tercemar di media, saya juga bingung harus apa," ucap Cello.


Raga pun kebingungan, dia menepuk meja dengan keras untuk melampiaskan rasa gusarnya.


"Tidak ada gunanya. Ibumu pergi dan belum pulang sementara Jasmine masih dalam pencarian, di sini tidak ada sosok wanita yang menjadi figur pelindung dan pendukung, makanya kamu stress!" sindir Aslan.


Raga tidak mau meladeni Aslan lagi. Dia memilih untuk meninggalkan percakapan itu. Lalu, dia menemukan Allura sedang berdiri di depan pintu dapur dan saat itu tercium bau masakan lezat. Raga, menyambangi putrinya dan netra cokelatnya melotot menyaksikan keakraban Allano dan Starla yang sedang sibuk memasak.


"Allu, kamu tidak ikutan?"


"Dad, siapa wanita itu? Dia aneh tapi Allan menyukainya, aku agak cemas lihat mereka sangat akrab, dia mommy juga bukan, pengasuh kita juga bukan," ucap Allura.


"Tapi, selama ini daddy ke mana saja? Sibuk terus, ya? Dad jangan lagi dekat sama Tante Dilara, aku dan Allan tidak suka sama dia."


Raga menyaksikan keceriaan Allano yang sedang memasak dengan Starla. Kemudian, gadis itu menoleh dan tersenyum pada Raga dan Allura. Terbesit pertanyaan dalam hati Raga, apakah akan ada mommy sambung bagi kedua anaknya nanti setelah 6 tahun menduda?


Wajah Starla tiba-tiba berubah menjadi mendiang istrinya dulu, Raga sangat terkejut.


Alisha?


Deg!


Wajah itu kembali menjadi Starla. Ah, itu semua hanya halusinasi belaka.

__ADS_1


Satu bulan kemudian, Allano semakin akrab dengan Starla sampai kedekatan mereka diketahui oleh media. Namun, kasus gosip yang beredar di media belum juga reda dan Raga hendak mengambil tindakan agar nama baiknya kembali membaik.


Raga mendatangi kedua orang tua Starla. Meski tergesa-gesa tapi pria tampan itu memberanikan diri untuk bicara.


"Langsung saja, mau ada apa!" ketus Starla.


"Kami pernah mendengar keinginan kalian berdua yang ambisius ingin anaknya dinikahi oleh orang kaya dan hari ini saya ingin mewujudkan impian kalian itu," ucap Raga. Lalu, dia menunjukkan sebuah kotak berwarna merah.


"Siapa itu! Aku tidak sudi menikah sama orang kaya, bisanya cuma marah, egois, ketus lagi!" sindir Starla.


"Saya ke sini berniat untuk melamar Starla. Memang mendadak tapi sepertinya ini waktu yang tepat, Allano sangat menyukai Starla dan sepertinya dia cocok jadi mommy sambungnya," ucap Raga.


Hah?


Starla terkejut. Rasanya tidak mungkin terjadi, pria itu adalah sosok yang menyebalkan di matanya.


"Ah, doa kami terkabul," ucap Mama Bintang.


"Tapi, mama! Aku masih keberatan, mama belum tahu orang ini, aku tahu mimpi mama agar aku dinikahi orang kaya karena papa sebentar lagi pensiun dari kantor, kan? Mama banting setir jadi penulis dan aku sudah lama tidak kerja karena mengurus papa. Tapi, apakah kalian sadar bahwa ini eksploitasi?" ucap Starla dengan penuh emosi.


Raga mengerutkan keningnya, dia menatap wajah Starla yang merah dan matanya mengalirkan banyak bulir bening hingga menetes ke bajunya.


"Jadi itu niat mereka ingin menikahkan putrinya dengan orang kaya seperti aku?" batin Raga. "Tidak terduga, mereka orang menengah yang tidak mau berusaha menjadi lebih unggul."


Orang tua Starla tidak berucap apa-apa lagi. Mereka hanya memelas dan menghela napas. Terutama Papa Ray yang tampak pucat dan merasa kasihan pada putrinya. Kemudian, beliau memeluk Starla dengan erat.


"Iya, nak. Maafkan papa, kalau begitu tidak usah nikah, ya?"


"Tapi, saya rela tanggung jawab atas semuanya. Saya lakukan ini demi melindungi Starla juga karena berita perselingkuhan di media sudah merebak, harusnya anda semua bahagia karena saya membela," potong Raga.

__ADS_1


Sebenarnya, Starla masih berat hati untuk menerima lamaran. Tapi, dia berpikir bahwa hidup harus berubah dan dia terlalu menelan mentah-mentah atas ucapan Raga yang melindungi nama baiknya. Akhirnya, dia memutuskan untuk menerima lamaran dari Raga.


Terima!


Setelah waktunya tiba, Starla didandani sedemikian rupa. Memakai kebaya putih, bawahan batik yang menghiasi kepalanya. Orang tuanya amat bangga menyaksikan putri tunggalnya akan dinikahi oleh pria kaya seperti impiannya.


"Papa merasa mimpi, kamu sebentar lagi mau jadi nyonya besar di rumah mewah, tapi jadi istri yang baik, ya? Papa baru merasa lega karena kamu pasti bisa bantu kami bayar hutang yang jumlahnya tiga digit itu," ucap Papa Ray.


"Papa!" bentak Starla. "Jangan bahas itu di sini, ini hari pernikahan aku!"


Starla menangis terisak-isak, Mama Bintang memeluknya dengan erat sambil mengusap air mata anaknya.


Tak berselang lama, muncul Raga yang sudah berdandan rapi. Jas hitam yang berkelas dan membuatnya menawan bak seorang raja. Tapi, masih saja tidak mau tersenyum jika berpapasan dengan orang.


"Sudah, siap?"


"Sudah," sahut Papa Ray. "Raga, saya harap kamu jangan sakiti anakku, ya? Aku berikan putriku padamu, mulai detik ini semua adalah tanggung jawab kamu, kami ikhlas," lirihnya.


"Baiklah, kita siap-siap, penghulu sudah datang," ajak Raga, ia menatap Starla yang cantik memesona, bibirnya baru menyunggingkan senyuman pada calon istrinya itu.


Satu jam kemudian, akad itu terjadi. Papa Ray mengucapkan ijab kabulnya di hadapan penghulu dengan lantang, tangannya gemetar dan kedua mata yang telah berubah menjadi abu itu berkaca-kaca. Dan kini putri tunggalnya sudah syah menjadi istri orang lain.


Raga dan Starla melakukan sungkeman kepada mereka meminta doa restunya. Pernikahan itu juga dihadiri oleh Allano, Allura, Flo, Aslan, Cello, dan Dilara. Mereka duduk di kursi paling depan, raut wajahnya tidak menunjukkan kebahagiaan sedikitpun.


"Akhirnya dia jadi mommy kita," ucap Allano.


"Aku belum sudi mengaku dia sebagai mommy, kita panggil dia tante saja," sahut Allura.


"Di rumah tidak sepi lagi, bisa jadi pengganti mama ku juga," sambung Flo.

__ADS_1


Demikian pula dengan Dilara yang tidak menyukai pernikahan mereka. Dia tidak sudi mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Karena muak melihatnya, dia pun meninggalkan pesta pernikahan itu.


"Aku ingin tahu siapa wanita itu," batinnya.


__ADS_2