Long Distance Relationship: Worth Every Mile

Long Distance Relationship: Worth Every Mile
Chapter 1 : Perkenalan


__ADS_3

Sinar matahari begitu terik siang hari itu sehingga aku jalan terburu-buru untuk masuk ke dalam rumah. Buru-buru aku masuk kedalam rumah setelah membuka kunci pintu depan. “ Ah adem,” batinku. Itu merupakan hari yang sangat panjang di sekolah sebagai anak kelas dua SMA diusiaku yang baru tujuh belas tahun. Aku pun berjalan menuju ruang belajarku sekaligus ruang piano dan ruang komputerku, begitulah aku menyebutnya ruang belajar serbaguna dan serba-ada.


Aku menatap sekilas kearah laptopku yang dibelikan Papaku saat aku kelas tujuh di SMP, bukan apa-apa saat itu di sekolahku dituntut pekerjaan kreatif dan modern, ditambah adanya presentasi miminal 3 kali dalam satu minggu. Tapi dengan adanya laptop itupun aku jadi mengenal dunia online seperti Facebook dan beberapa aplikasi chatting yang menghubungkan aku dengan stranger.


Oh, aku rasa aku terlalu lama melamun sampai- sampai aku tidak mendengar suara mamaku yang sedari tadi memanggilku.


“Ih, dari tadi dipanggil kenapa engga nyaut?!” seru mamaku dengan nada sedikit kesal.


“Tadi di sekolah gi mana? Bisa ulangannya?”


“ Bisa kok....” jawabku yang terlalu capai dan haus sepulang sekolah.


“Gih sana ganti baju sama jangan lupa diminum jusnya” lanjut mamaku.


“Yaaaaaaaa.....” jawabku sambil berjalan kebelakang menuju kamarku.

__ADS_1


Dua puluh menit setelah itu aku kembali ke ruang belajarku dan mengerjakan PR biologi sambil membuka laptopku.


“Ahhhh, should I open that site again?” batinku. Situs itu bernama Omegle, menurutku pada saat itu. Itu situs yang menyenangkan untuk mendapatkan teman baru dari berbagai belahan dunia, yah walaupun banyak yang menggunakannya untuk hal-hal dewasa Yang tentunya selalu aku skip.


Kurang lebih sekitar empat puluh menit selesai aku menyelesaikan PRku, aku membuka omegle. Anyway, pada situs ini kita bisa memilih untuk chatting sama menggunakan text atau chatting plus video. Biasanya aku hanya chatting saja tapi hari itu entah mengapa aku ingin mencoba chatting plus video. Aku bertemu banyak sekali orang dari yang normal, aneh, tua, muda bahkan anak-anak yang lebih muda dariku pun ada.


Dari obrolan yang ringan sampai berat, dari yang cuma ngobrol sebentar terus jadi lama.


Sampai akhirnya aku bertemu di video dengan satu cowok bule, tidak pakai baju. Aku takut jadi aku skip saja begitu pikirku. Tetapi setelah beberapa kali aku skip. Aku selalu terhubung lagi dengannya. Bukan apa-apa biasanya cowok yang bertelanjang dada itu tipikal cowok “horny” yang ada di situs itu.



“Hi” sapaku.


“Hi, asl please”

__ADS_1


“ 17, female, Indonesia. What about you?” jawabku.


“ 24, male, Australia” jawabnya sambil tersenyum di depan kamera.


“ What’s your name? I’m Hugo”


“ My name is Sarah”, jawabku sambil tersenyum.


Dua jam setelah perkenalan itu kami masih saling berbalas pesan. Kemudian kami berdua setuju untuk pindah ke aplikasi chatting agar tidak lost contact karena kadang-kadang Omegle mengalami error.


Hari itu aku merasa sangat senang berkenalan dengan Hugo. Dia bercerita banyak tentang negaranya dan keluarganya. Terutama kakak perempuannya yang bernama Rista. Kakaknya juga sangat cantik, dia gemar memakai lipstick warna merah menyala, “ I guess it absolutely fits her”. Selain itu dia juga menceritakan hobinya dan negara asalnya yaitu Afrika Selatan. Hugo berkata bahwa ia pindah bersama keluarganya pada saat ia berusia 6 tahun.


Kami bertukar info pribadi seperti kegemaran masing- masing, pengalaman pribadi dan masih banyak yang lainnya.


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11 malam yang artinya aku harus segera tidur karena besok harus bangun pagi.

__ADS_1


Sejujurnya kalau bisa aku tidak ingin tidur malam itu, karena obrolan kami sangat asyik. Namun, bayangkan saja di Indonesia Sudah pukul 11 malam bagaimana dengan di Brisbane yang lebih maju 3 jam. Aku juga tidak enak hati pada Hugo karena dia tidur larut gara-gara mengobrol denganku.


Akhirnya kami mengakhiri obrolan kami hari itu dan ia berjanji untuk mengobrol lagi denganku esok hari.


__ADS_2