
Sudah tiga minggu ini kami saling berbicara melalui KIK dan kadang menelepon satu sama lain melalui Skype atau WhatsApp. Hugo merupakan orang yang perhatian, hampir setiap hari kami mengupdate kegiatan kami sehari-hari.
Ternyata ia belum mempunyai pekerjaan tetap walaupun bisa mendaftar kerja sebenarnya. Hugo merupakan pria yang tampan dan cerdas. Matanya yang biru selalu berbinar ketika kami sedang berbicara di Skype. Kami berdua selalu bisa membahas tentang apapun.
Aku hanya menceritakan tentang Hugo pada teman dekatku yang bernama Iko. Iko dan aku bersahabat dekat sejak kami kelas dua SMA. Dia adalah anak dari Kepala Sekolah saingan SMAku. Aku sempat bertanya kenapa dia tidak mau bersekolah di SMA Ayahnya, jawabannya lucu sih karena tidak mau bertemu Bapaknya di sekolah.
SMA kami juga mempunyai peringkat yang lebih tinggi dibanding dengan SMA ayahnya, well walau cuma satu peringkat lebih rendah. Selain itu, jarak SMA kami dan bekas SMPnya yang sangat dekat jadi ya enak katanya bisa satu jalur.
Walaupun Iko beragama Muslim dan berhijab berteman dengan aku yang beragama Kristen tetapi kami bisa saling menghargai satu sama lain. Seperti puasa tahun-tahun sebelumnya aku juga ikut berpuasa saat teman-teman lain berpuasa. Sebenarnya boleh saja kami yang non-muslim makan di kelas tetapi ada rasa tidak enak dengan saudara-saudara kami yang muslim. Jadi kalau lapar ya biasanya makan di ruang agama masing-masing atau tunggu sampai kami pulang.
“Sar, kamu udah berapa lama ngobrol sama Hugo-Hugo itu? GAnteng nggak?” tanya Iko.
“ Udah tiga mingguan kali... ganteng sih. Hahaha” jawabku sambil tersipu
“Halah... tiati sama bule.”
“Hah?! Emang kenapa???? Pasti bilang mereka ngga pernah mandi? Apa ngga pernah cebok? Dasaaarrr... Hahahah” jawabku sambih terkekeh.
Karena Iko selalu bilang yang jelek-jelek soal bule plus sex bebas. Ngga semuanya yang jelek sihhh.. dia juga suka kalo ada bule yang tampan.
“Ye... dibilangin. Tapi kalo ganteng nan rupawan lumayan sihhhh...”
“ Kamu mah yang ganteng-ganteng aja baru seger!!!! Hahahahahah” candaku.
Setelah obrolan singkat itu pun kami lalu pulang ke rumah masing- masing.
\*\*\*
__ADS_1
Sore itu, saat perjalanan pulang seperti biasa aku dijemput supirku namanya Pak Joko. Dia orangnya pendiam dan merupakan seorang anak band, kalau weekend aja katanya...
Selama perjalanan pulang itu aku sibuk berbalas pesan lagi dengan Hugo.
“Hey, so how is it going ? How was school today?” kata Hugo.
“ It was good tho... what about you? How was your day?”
“ It was good and yeah... another hot sunny day as usual. And by the way I want to tell you something more about me hahah...”
“ Oh.. really about what ? Hahah maybe I can tell you something more about me too. I guess?” jawabku.
Selama perjalanan kurang lebih 20 menit dari sekolah ke rumah kami membicarakan banyak hal. Mengenai kepindahannya dari South Afrika karena orang tuanya yang ingin mengadu nasib di Australia. Dia yang sempat memakai narkoba dan banyak minum miras setelah putus dari pacarnya yang bernama Elizabeth. Makannya Dia mengingatkanku agar menjauhi narkoba.
Hugo bilang narkoba bikin otak jadi berjalan lambat alias ****. Aku hanya terkekeh membaca pesannya yang penuh dengan kata-kata lucu walaupun obrolan itu sangat dalam. Kecenderungan alkoholnya juga sudah berkurang jauh.
Coba di Indonesia begitu, pada ditangkep hansip kali ya?! Kata mamaku dulu waktu mamaku kecil ada yang ketangkep pacaran di pos ronda aja malem itu di suruh langsung nikah.
Kami pun terus berbincang-bincang setelah aku sampai di rumah. Yah.. terpotong saat aku mandi, mengerjakan pr, dan belajar sih. Tapi dia membagi banyak hal tentangnya.
Hobinya adalah camping entah sendiri atau bersama keluarganya. Dia juga membagikan tempat ia biasa camping. Katanya itu tempat bisa disewa ada kamar mandinya juga, bedanya ya tidur di tenda. Hugo juga mengirimkan link tempat itu, waktu aku check di google pun ternyata tempatnya asri banget. I guess I will put it on my list.
Kami juga berbincang-bincang kenapa aku tidak punya pacar saat ini. Kata Hugo aku cantik aneh kalau tidak punya pacar. Well I guess... standar kecantikan di sini berbeda. Kulitku coklat karena terlalu sering berenang dan aku juga pernah mencoba dengan orang lokal dua kali tapi yah.. cuma beberapa bulan saja. Ngomong-ngomong soal warna kulit menurut mereka aku tidak terlalu cantik karena warna kulitku ini. Ditambah lagi aku keturunan chinese harusnya kulitnya lebih putih seperti adik laki-lakiku.
Hugo hanya tertawa mendengar jawabnku tentang laki-laki dan kulit. Katanya orang bule lebih suka kulit yang tan karena warna kulit mereka yang putih pucat.
Hugo bilang ada satu lagu favoritenya yang ia dengarkan saat ia putus dengan Elizabeth. Ia bilang saat itu ia mengendarai mobil bersama teman-temannya, membuka jendela dan menyanyikan lagu ini sambil minum beer.
__ADS_1
“Sarah, do you know Akon? I listened to this song while I broke up with her” katanya sambil mengirimkan link Youtube lagu Akon yang judulnya “Right Now”.
“ Those lyric touched my heart the most....” tambahnya lagi dengan mata yang sendu.
Percakapan kami ditutup setelah mendengarkan lagu Akon.
“It's been so long
That I haven't seen your face
I'm tryna be strong
But the strength I have is washing away
It wont be long
Before I get you by my side
And just hold you, tease you, squeeze you
Tell you what's been on my mind
I wanna make up right now, na na
I wanna make up right now, na na
Wish we never broke up right now, na na
__ADS_1
We need to link up right now, na na” 🎶