Long Distance Relationship: Worth Every Mile

Long Distance Relationship: Worth Every Mile
Chapter 22: Bad Mistake


__ADS_3

Tiga bulan yang lalu sebelumnya...


Hugo baru kembali dari kampusnya, ia berjalan pulang. Ia sangat lelah. Akhir-akhir ini pertengkarannya dengan Sarah semakin banyak. Akar permasalahannya adalah “jarak”, iya hal itu merupakan ujian untuk pasangan long distance.


Hugo melihat Clara dari arah berlawanan menghampirinya. Ia terlihat centil seperti biasa dan terlihat membawa seekor anjing, sayangnya Clara bukan Sarah. Harusnya Sarah yang lebih dekat bukan cewek centil ini.



“Hey ther cutie...” sapa Clara.


“What’s up?”


“ Wanna go to party tonight ? My place ?” katanya sambil tersenyum centil.


Hugo masih kesal dengan Sarah karena selama seminggu ini, ia sangat sibuk dengan bisnis projectnya. Kenapa Sarah tidak memberikan waktu padanya seperti dulu, Hugo tahu dunia perkuliahan berbeda, tapi masa ada kampus yang sesibuk itu sampai weekend pun juga sibuk. Ia juga berpikir aneh-aneh, apakah mungkin Sarah bosan padanya atau ada laki-laki lain yang lebih dekat dengannya.


Tanpa berpikir panjang Hugo mengiyakan ajakan Clara, itu awal mula keretakan hubungannya dengan Sarah.


Malam itu Hugo datang ke party, awalnya hal itu masih seru. Ia mengobrol dengan beberapa teman sampai-sampai ia minum beberapa gelas bir mungkin beberapa shots vodka. Hugo merasa cukup mabuk malam itu, sampai akhirnya Clara menyodorkannya sebotol bir lagi.


Sayangnya yang Hugo tidak tahu, bir itu telah dicampur dengan obat perangsang gairah yang otomatis membuat libidonya naik. Hugo berusaha menutupi itu dengan meminum banyak air dan kemudian ia berjalan ke toilet untuk menenangkan libidonya.


Clara ternyata mengikutinya dari belakang. Satu-satunya toilet yang free hanya toilet di kamar tamu rumah Clara di lantai tiga, tidak banyak tamu yang naik ke lantai tiga. Hugo berjalan cepat ke arah kamar tamu itu, Clara juga berjalan semakin cepat, Hugo kemudian menuju ke toilet kamar tamu, namun belum sempat menutup pintu toilet ia melihat Clara masuk ke kamar itu dan menguncinya.

__ADS_1



Clara terlihat sangat bernafsu, ia langsung mendorong Hugo ke tembok dan menyelipkan tangannya di balik celana jeans yang dikenakan Hugo. Mengurut-ngurut bagian terlarangnya yang rasanya akan meledak. Entah setan dari mana malam itu Hugo meniduri Clara. Hal yang seharusnya tidak ia lakukan.


Namun, sejak saat itu ia menjadikan Clara sebagai pelampiasannya. Entah setan yang berkata atau memang Hugo agak berubah ia memulai perselingkuhan kecilnya. Ia hanya membuat Clara sebagai pelariannya saat Sarah jauh. Sejauh ini ia dapat menyimpan ini rapat-rapat. Rahasia terbersarnya selama berpacaran dengan Sarah. Tentu ia mencintai Sarah, namun rasanya kali ini ia tidak dapat mengalahkan nafsunya dan keinginan dagingnya.


Kadang ia merasa berdosa dan ingin mengakhirinya namun ada rasa enggan di sana. Sampai ia merasa Eric semakin dekat dengan Sarah, Hugo merasa marah, sangat marah.


Ia menyesal, kalau dipikir-pikir lagi. Ini semua bukan hanya kesalahan Sarah, sebagian besar atau kecil juga kesalahannya. Sarah sering mengajaknya menelepon atau chat di sela-sela tugasnya namun kadang Hugo menolak dengan berbagai alasan karena saat itu ia bersama Clara entah sedang hangout atau melakukan hal lainnya yang seharusnya tidak dilakukan.


\*\*\*


Hugo mendapatkan telepon dari Sarah, ia baru saja tidur bersama Clara. Hugo tidak ingin Sarah mendengar suara Clara yang masih merancau akibat mabuk semalam.


Betapa kagetnya ia mendengar Eric ada di sana, ia merasa kaget, takut, dan was-was apabila Eric memberitahu apa yang ia lihat kepada Sarah.


Hugo langsung bergegas pergi meninggalkan Clara dan pulang ke rumahnya. Ia langsung memesan tiket pesawat untuk terbang nanti malam, jadi besok ia sudah ada di Jakarta.


“I’m the one who should be responsible for this! How the f*** I pushed her away! It was all my fault!” geram Hugo sambil mengacak-ngacak rambutnya.


Ia terlihat sangat kesal, kesal karena apa yang ia lalukan sangat salah. Hugo membuka handphonenya sudah dan membaca pesan-pesan sebelumnya yang Sarah kirimkan, ia menyadari bahwa yang jahat adalah dia.


Hugo yang memaksa Sarah pindah ke Australia agar dekat, ia tidak mendukung atau membantu Sarah dengan kesibukannya agar nilai Sarah bagus dan mudah untuk mentrasfer nilai dan pindah ke Universitas yang sama.

__ADS_1


“Idiot!” gerutunya lagi.


Hugo buru-buru mengemasi barangnya. Ia kemudian menelepon nomor handphone Sarah. Tapi yang menerima malah Eric.


“Hello?” kata Eric


“Where is she?! How come you have her phone?!” seru Hugo panjang lebar.


“Calm down dude! She is safe here also I wanted to show her that I’m the one who should be with her” jawab Eric sambil menutup teleponnya.


“Shit!” teriak Hugo frustrasi. Hugo tidak sabar untuk cepat-cepat sampai di Indonesia.


Tidak lama ada bel pintu di depan rumahnya, Hugo buru-buru lari ke bawah untuk membukakan pintu.


“Hey?! What the hell did you do? Why did you leave me alone like that?!” seru Clara tidak santai dan kesal.


“It was a mistake! You and I, it was a mistake!”


“Mistake?! It’s been few months! And that bit** is far away! And you need me! You need these” kata Clara sambil menujuk tubuhnya.


Hugo marah, kesal dan sekaligus merasa bersalah. Ia tahu harusnya “sex” yang ia lakukan bersama Clara it should never ever happened.


Clara menarik kerah baju Hugo mencoba untuk mencium laki-laki itu, tapi Hugo mendorongnya.

__ADS_1


“ We are finished. You are the one who put me on trap and I fell for it but now I want it finished!” kata Hugo sambil melangkah masuk dan menutup pintu dengan keras.


“We are never finished!” teriak Clara dari depan pintu rumah itu.


__ADS_2