
Selama delapan bulan ini aku telah mengumpulkan gajiku dari kerja paruh waktu dan bekerja di kantor agen perjalanan. Selama itu pula aku selalu membayangkan untuk terus bertemu Sarah secepatnya.
Setiap kali membantu pasangan untuk membeli tiket perjalanan atau sekedar membooking tiket untuk pergi ke tempat-tempat wisata aku selalu memikirkan Sarah. Senang rasanya apabila aku dapat memeluknya atau mengecup bibirnya yang merah merona.
*Ding*
“HAVE FUN AT WORK BABY!! ❤️” Can’t wait to see you soon!”
“Gosh... this girl” batinku sambil tersenyum.
*Ding*
“ Don’t text me... just text me later after work. Love you 😍”
Aku pun tersenyum melanjutkan pekerjaanku. Setelah ini aku akan memberikan kejutan untuknya. Aku sudah memesan tiket untuk ke Yogya dan Bali.
Pikiranku sudah terbang ke mana-mana. Apa yang harus aku lakukan dan aku bawa untuk first meeting kami. Mungkin... coklat atau bunga? Apakah dia suka bau cologneku? Shit! Should I buy new cologne?????!!! Jezzz it’s killing......
\*\*\*
Sambil menunggu lampu merah, aku menelepon Sarah, meletakan hpku dan memasang headset Bluetoothku.
*Drtttt.....Drrrtttt..*
“Hey Babe, what’s up?” sapanya.
“ Hey love... I’m on my way homeeee.. so tired.”
“ Awww... my poor baby. Come here you”
“ Ahhh... thanks babe. Hey by the way I have a good news. I bought the ticket to fly to Indonesia as we planned it”
“WHAT..?!!! For reallll?!” jawabnya tidak percaya.
__ADS_1
“ Heck yeahh for real...!!! I can’t wait to see you soon.”
“ So when is it???”
“ Next week...!!! You gonna start your school holiday right?”
“Yeappp ThAts right!!!! OMGG STILL CAN’t believe it!!! I can’t wait to hug you or kiss you in person.”
“ Me too... I love you baby. Talk to you tomorrow okayyy..” jawabku sambil menutup telepon.
Satu menit setelahnya aku masih tidak percaya bahwa satu minggu lagi aku bisa memeluknya. Iyaaaa... satu minggu lagiiii.
Ldr sucks but she is worst every single mile of it. I love her.
\*\*\*
Hari yang aku tunggu telah tiba. Senang sekali aku bisa melakukan penerbangan ini. Penerbangan ini lumayan lama. Sekitar 10 jam 50 menit, lumayan aku bisa tidur dan menonton film di pesawat ini. Penerbanganku tidak penuh jadi ada banyak ruang untuk kakiku berselonjor.
“I can’t wait to see her and hug her” batinku sambil melihat fotonya di layar handphoneku.
“Apa ekspresinya ya ketika melihat aku nanti... apa aku cukup untuknya. Aktor kesukaannya Edward Cullen I don’t know his real name tho.. Tentu saja aku tidak setampan itu, tapi Sarah selalu bilang aku tampan dengan mata biruku” batinku sebelum terlelap dengan film Night Museum.
\*\*\*
Akhirnya aku telah sampai di Jakarta, nama bandaranya Bandara Soekarno Hatta. Kata Sarah mereka adalah Presiden dan Wakil Presiden Pertama Indonesia. Bandara ini cukup luas... sambil menunggu waktu transit aku mencoba menelusuri tempat untuk makan. Well, Sarah bilang ada bakso yang enak... jadi aku memutuskan untuk makan bakso.
Aku makan cepat- cepat karena transit satu jam itu terbilang sangat cepat. Setelah itu tidak menunggu lama aku lalu masuk ke gate 21 dan lima menit setelahnya aku melakukan penerbangan lagi ke Yogyakarta.
“See you super soon my love” kataku sambil tersenyum.
\*\*\*
“OMG! I’m here babe! Wait for me I’m taking my baggage “ kataku saat meneleponnya.
__ADS_1
Suara Sarah yang girang menginginkan agar bagasiku cepat sampai.
30 menit setelahnya aku baru mendapatkan bagasiku. Bandara Adisucipto ini memang terbilang penuh banyak sekali pesawat yang baru mendarat jadi bagasinya harus antre.
Aku pun bergegas keluar setelah itu. Mataku mencari Sarah di mana-mana.
“HUGOOOOOO!!!” teriaknya sambil berjalan cepat kerarahku.
Akupun menoleh dan berjalan cepat setengah berlari lalu memeluknya.
“I’m here babe... I’m home” kataku.
“ Welcome to Indonesia....” jawabnya sambil memelukku erat.
\*\*\*
Aku menyewa satu kamar hotel dengan bed terpisah. Malam ini kami tidur di kamar yang sama. Sarah bilang ia masih takut dengan sex dan itu masih agak tabu di negaranya.
Aku tidak mempermasalahkan hal itu. Asal aku bisa memeluknya.
“ You look so tired babe...” kata Sarah.
Aku menghentikan beres-beres koperku dan berjalan ke arahnya yang sedang duduk di sofa.
“ I’m fine babe” sambil duduk disebelahnya.
Entah bagaimana dan siapa yang memulai kami berciuman. Bibir kami berdua saling berpangutan aku bisa bau parfumnya yang wangi menandakan kami sedekat itu.
Kemudian aku mencium lehernya yang jenjang, Sarah pun melenguh pelan.
“‘Mmmmm... Hugo stop...” katanya pelan.
Aku pun menghentikan ciumanku itu dan memeluknya.
__ADS_1
Malam itu, kami berpelukan di kasurnya setelah kami mandi dan bersih-bersih. Sampai kami berdua terlelap.