Long Distance Relationship: Worth Every Mile

Long Distance Relationship: Worth Every Mile
Chapter 5: The Ex-Girlfriend


__ADS_3

Pagi itu pukul sembilan pagi. Aku baru saja kembali dari gereja. Ibadah di gerejaku dimulai cukup pagi pukul 6 hingga 8 atau 9 pagi. Kalau bangun kesiangan ya aku ikut ibadah sore pukul 4 hingga pukul 6 atau 7 sore. Seperti biasa aku mengecheck handphoneku kalau-kalau ada pesan dari Hugo.


Yah..Hugo tidak terasa kami telah berpacaran selama 6 bulan. Orang tuaku belum tahu, mereka masih agak kolot soal perjodohan online apalagi aku masih SMA, kata orang tuaku ngapain pacar-pacaran urus diri sendiri aja belum bisa apalagi sok mau ngurusin orang lain. Makannya, aku mengambil jalur backstreet. I guess as usual my inner teen soul screaming to have a boyfriend. That’s pretty normal right to like or love someone?


Seperti biasa, selalu ada pesan bagiku setiap aku buka handphone, maklum jam di sana lebih cepat 3 jam yang artinya dia selalu bangun duluan. Pesan-pesannya selalu romantis.. walaupun hanya good morning baby or good morning love, did you sleep well? Tapi cukup romantiskan, maksudku dia perhatian. I mean I like clingy. I like double text and phone calls with him for hours and hours talking about our days. Good morning and good night text. I like knowing someone cares specially him.


Aku pun membalas pesan selamat paginya.


“Hey babe, good morning. Hope you enjoy Sunday service today!!! Love you S2” itu bunyi pesan dari Hugo.


“ I slept good bae. I hope you had a good sleep too... what’s your plan for today? S2” jawabku

__ADS_1


Hugo yang pertama kali mengenalkanku pada “S2” it’s like two swans meet each other katanya. Aku hanya tersenyum pada saat itu karena menurutku lucu. Siapa yang menemukan ide cheesy seperti ini?


*Ding*


“As usual Sunday Funday talking with my girlfriend day!!! Skype call today? I can’t wait to see you in person soon. I still saved up some money okay... love you” balasnya.


“ Awww.. I will waiting for you. So Skype now ?”


“ Sure, I’m going on it right now”


Tapi ada hal yang sedikit menggangguku selama enam bulan kami berpacaran, tiga bulan awalnya ia masih sering membahas Elizabeth mantan pacarnya. Dari Elizabeth yang romantis, baik, rambutnya yang coklat lurus dan rencana-rencana yang ia miliki bersama Elizabeth. Terkadang aku berpikir, apakah aku cuma menjadi pelampian Hugo saja? Ah.. tapi kalau pelampiasan kenapa ia sangat baik padaku.

__ADS_1


Sampai akhirnya di tengah- tengah ia membicarakan Elizabeth di Skype. Aku menyelanya.


“It’s been six freaking months.. I mean why the heck you still talk about her. I know the frequency has been decrease. But..still sometimes it’s annoying when he talks about her that much.” batinku.


“Hugo, do you really like me or love me? Cause seems you talk about her a lot. I mean we are already walking together for 6 months. Isn’t it enough talking about her ? Do you still care about her? I don’t really care if you do but better if you just be honest about your feelings with her. Please finish whatever business with her if it’s still there.” selaku panjang lebar.


Hugo hanya terdiam sambil memandang layar monitornya, memandangiku dengan sedikit kaget.


“ Look I really do care about you... Just be honest if you still into her I better walk away so we both won’t waste such a time.” tambahku dengan sedikit emosi.


“ Sarah... i don’t have feelings for her like before. I’m sorry if I talked too much about her. And you knew I already gave up all her stuff back to her and delete her number. Because I’m so into you. I’m really sorry... you are right we should talk about us more.. “ jawabnya dengan nada menyesal.

__ADS_1


Kami pun melanjutkan obrolan kami hingga sore hari. Banyak hal-hal baru yang aku pelajari tentang Hugo, seperti ia ternyata jago membuat minuman cocktail dan ia juga pintar dalam Sains jadi terkadang aku meminta bantuannya saat mengerjakan pr apabila ada hal-hal yang tidak aku ketahui.


I love him so much... I can’t wait to see him soon. Ldr sucks like poo.


__ADS_2