
Setelah kejadian dua minggu lalu Sarah telah kembali ke BSD City, ia harus melanjutkan kuliahnya dan melaksanakan ujian akhir sebelum libur panjang. Hubungannya bersama Hugo terjalin kembali tentu dengan beberapa syarat dan cacatan baru. Mereka berdua ingin memulai semua baru dari awal dan melupakan kesalahan masing-masing.
Hugo telah kembali ke Brisbane karena ia harus bekerja dan kuliah. Sedangkan Eric, ia bebas pergi ke mana saja yang ia mau. Ia mengelola salah satu anak perusahaan milik ayahnya sehingga ia bisa bekerja jarak jauh. Eric tetap berada di Tangerang bersama Sarah.
Pagi itu masih pukul sepuluh Sarah masih diatas tempat tidur dan menonton film di salah satu chanel televisi, tiba-tiba ada nomor asing yang mengirim pesan.
*Ding*
Ternyata setelah dibuka itu pesan dari Clara, cewek gila ini tidak mau berhenti mengusiknya.
“You better stay away from my Hugo!” bunyi pesan itu mengancam.
Tidak berapa lama Clara juga mengirimkan serentetan pesan lain yang isinya mengancam dan ingin mendapatkan Hugo kembali.
Sejujurnya Sarah masih khawatir dan was-was dengan Hugo. Apa hal yang kemarin akan terjadi lagi.... semoga saja tidak.
Hari itu Sarah harus mulai merapikan kamar dan mengemas pakaiannya karena ia akan kembali pulang ke Yogya untuk liburan semester, ia tidak sabar untuk memberitahukan Hugo tentang rencana kepindahannya.
“I can’t wait to be so close with him”
\\*\\*\\*
Hari itu udara di Yogya sangatlah panas, Sarah baru tiba setengah jam yang lalu.
“Masih jam setengah tiga sore, masih cerah dan panas” batinnya.
Ia segera menelepon supirnya yaitu Pak Joko untuk menjemputnya di lobby penjemputan Bandara Adisucipto. Sarah juga menelepon Hugo kalau ia sudah sampi di Yogya.
Sarah juga mengirim pesan singkat untuk Eric, ia sudah sampai di Yogya dengan selamat. Kata Eric ia akan mampir ke Yogya juga mungkin dua atau tiga hari lagi.
Tidak lama mobil Sarah pun datang. Pak Joko membantu mengangkat beberapa koper Sarah.
“Kopernya berat amat Sar... Hahahaha. Kamu bakal pulang lama liburan ini? Biasanya kan langsung pergi lagi ke luar negeri.” kata Pak Joko sambil terkekeh.
“Hahaha... mungkin sepuluh harian Pak” jawab Sarah asal sambil memasuki mobil.
__ADS_1
Pak Joko biasa langsung memanggil namanya karena Sarah risih dipanggil non atau sebutan lain. Jadi, ia memanggil nama Sarah saja langsung dan ya.. tetap sopan.
*Drrrttt*
*Drrrttt*
*Drrrttt*
*Drrrttt*
*Drrrttt*
Tiba-tiba handphone Sarah bergetar, ternyata ada telepon dari Hugo.
“Hey Babe, how was your flight? Semua aman kan?”
“Hey... it was good. Amannn... dapet snack di dalam tadi hahah” jawab Sarah asal.
“Dasar kamu! Hahahah... so, jadi sampai rumahe terus mau ngapain? I miss you. Maaf ya belum bisa ke Yogya bulan ini. Padahal sebentar lagi anniversary kita. Please don’t give up on us.” kata Hugo lembut.
Cowok itu hanya terkekeh geli mendengar candaan pacarnya. Mungkin sekitar lima belas menit mereka berbincang kemudian Hugo mematikan telepon.
Sarah merasa senang karena apa yang ia khawatirkan tentang hubungannya dengan Hugo sepertinya akan baik-baik saja.
Sarah lalu memasang headsets di kedua telingannya sambil menatap jalan dan menikmati suasana kota Yogya.
“I’m home....”
\\*\\*\\*
Eric kembali ke hotel di Jakarta di mana ia dan Sarah menginap sebelumnya. Ia terlihat sedang sibuk di depan layar laptopnya. Seharian ini pekerjaan sangat banyak. Tentunya juga dengan beberapa meeting yang harus ia hadiri di Jakarta. Tidak sabar rasanya untuk pergi ke Yogya dan bersantai bersama Sarah.
Besok ia akan terbang ke Yogya menemui Sarah, ia juga kangen dengan suasana kota itu dan beberapa makanannya. Ohh.. terutama bakpia.
Eric juga sudah membuat daftar tempat-tempat yang ia ingin kunjungi lagi seperti Candi Prambanan dan Borobudur, Keraton Yogyakarta, Malioboro dan beberapa cafe serta rumah makan.
__ADS_1
*Drrrttt*
*Drrrttt*
*Drrrttt*
“Hallo”
“Hello Eric, jam berapa aku harus menjemputmu besok?” kata Sarah bersemangat.
“Mmmm... jam dua siang. Tapi seriously you don’t have to pick me up. Aku bisa naik taksi.”
“Ahh.. ngga papa kan ada Pak Joko. So I will see you tomorrow okay???”
“Okay.. thanks a lot. See you tomorrow beautiful” jawab Eric bersemangat.
Ia makin tidak sabar bertemu gadis itu padahal statusnya masih pacar orang.
\\*\\*\\*
Sarah masih rebahan di kasurnya sejak mandi sore tadi. Ia sangat bersemangat sejak tadi mengetahui Eric akan datang besok. Sepertinya ada sedikit rasa yang lebih untuk Eric, tapi tidak sebanyak rasa cintanya pada Hugo.
Sarah mengingat kembali kejadian malam itu saat ia mabuk sentuhan Eric begitu lembut dan hangat, hal ini bisa membuatnya gila.
“Ah.... bodoh ngapain mikirin itu!” umpat Sarah sambil beranjak dari tempat tidurnya.
Ia kemudian berjalan ke arah teras untuk menghilangkan pikirannya soal Eric, namun ia masih terbayang-bayang akan perlakuan lelaki itu, diluar kejadian terlarang malam itu, Eric sangat baik dan memperlakukannya dengan special.
“What the heck happen to me?!”batin Sarah.
Ia kemudian memutuskan mengirimkan pesan kepada Hugo.
“Hey babe... I miss you...” kata Sarah dalam pesan itu padahal dalam pikirannya masih terbayang perlakuan Eric padanya.
__ADS_1