
Sekitar pukul satu siang aku dan Sarah sudah sampai di Dufan. I guess it’s the biggest theme park in Indonesia. Kami berjalan masuk untuk scan barcode ticket kami.
Aku sudah membeli dua tiket secara online sebelumnya jadi harusnya ya sesuai ekspektasi lebih cepat also I bought the VIP ticket. I realized Jakarta is way too hot, and Sarah has little bit allergic of hot weather and heat, her arms might be little red and itchy. I don’t want my poor baby stay on the line too long.
Kami mencoba beberapa wahana seperti komedi putar, roller coaster, rumah hantu, kapal morning, ice age, dan masih banyak lagi. Aku senang banget bisa menghabiskan waktu berdua dengannya, lucu rasanya. Kami mengobrol ringan sambil mengantri, membeli ice cream dan beberapa cemilan.
Ada beberapa kejadian lucu seperti beberapa orang yang meminta foto bersama denganku, karena aku bule. Awal-awal aku ke Indonesia rasanya aneh, rasanya juga annoying. Jadi kadang waktu aku luang dan senggang saja aku mau. Kadang beberapa orang hanya bicara gagap atau malu-malu untuk berfoto bersama. Sarah kadang merasa terganggu sebenarnya, karena sometimes if I ignore them, these people might think my girl is possessive but actually not! It just annoying and takes our times a lot sometimes. That’s all.
Hari sudah mulai gelap, kami memutuskan untuk keluar dari Dufan. Kemudian menuju ke mobil sewaanku dan pergi ke salah satu restaurant seafood di dekat pantai Ancol. Restaurantnya sangat ramai, kami harus menunggu sekitar lima belas menit untuk mendapatkan kursi.
“ Babe what do you want to eat?” tanya Sarah.
Di restaurant ini kami memilih sendiri ikan dan hewan laut lainnya yang masih segar dan hidup sebelum dimasak nanti.
“ I guess I want some girdled fish and the one you like... odanggg with spicy honey sauce” kataku.
“ Udaaangggggg. hahahahah... nice try... Hugo.” katanya sambil meledekku.
Setelah selesai memesan makanan kami, kami duduk di meja dengan pemandangan pantai. Aku pun mengajaknya berjalan di area sekitar pantai dan jembatan setelah makan malam nanti.
\\\*\\\*\\\*
Udara malam di Jakarta jauh lebih mending dari pada di siang hari yang sangat panas dan terik. Kami berjalan di atas jembatan kayu, dengan beberapa lampu kuning remang-remang. Di sana ada beberapa pasangan seperti kami atau beberapa keluarga dan mereka berfoto ria. Atau sekedar bersantai mengobrol dan menikmati pemandangan.
“ Babe, do you love me?” tanyaku.
“ Of course!!! Why the heck you ask me that suddenly ? Well I’m just worried if I will be super busy and we have lack of time to talk and chat...” jawabnya dengan tatapan sedih.
Aku menggenggam tangannya lebih erat, kami kemudian berjalan-jalan lagi. Kemudian duduk di salah satu bangku umum yang ada di jembatan itu. Aku memandangi Sarah dan tersenyum.
“ I love you... I don’t want to lose you. That’s all...” kataku lirih.
“ Me too...” jawab Sarah sambil menyandarkan kepalanya di pundakku.
Kami kemudian berbincang-bincang tentang masa depan, bentuk apartment yang kami mau atau mungkin rumah. Berapa banyak anak yang kami berdua inginkan.
__ADS_1
Just easy chill talk.... I lover her that much no doubt. Aku tahu dunia perkuliahannya akan berat untuk hubungan kami.
“ I will not give up on you Hugo, on us. I promise...” katanya tiba- tiba sambil menatap mataku dalam-dalam.
Aku bisa melihat kesunguhan kata-katanya dari sorot matanya yang tajam namun lembut dan tulus.
“ I promise I will do anything for us to be together. I love you...” kataku sambil memeluknya erat.
Aku mengecupnya lembut dan dalam setelah itu. Kami berpelukan beberapa saat. Sampai ada pasangan lain yang bersiul ke arah kami. Yelled something in bahasa...
Sarah hanya tertawa.
“ Lets go back to the hotel babe...” katanya sambil berdiri dan mengulurkan tangan kanannya.
Kami pun berjalan menyusuri jembatan menuju arah parkiran dan kembali ke hotel.
\\\*\\\*\\\*
Sesampainya di hotel, kami beberes dan mandi. Kemudian menonton film di tv, film komedi romantis. Kami tertawa beberapa kali.
Malam itu kami menonton dua film. Kemudian dilanjutkan dengan main truth or dare. Permainan itu lumayan seru dan aku rasa sebagian besar pertanyaan jujur membangun hubungan kami.
Kami melakukan beberapa dare yang lucu dan memalukan. Seperti melompat seperti kodok atau seperti aku harus memakai lipstick warna merah merona Sarah.
*Ding*
* Ding*
*Ding*
Beberapa pesan beruntun dari Clara. This girl is so annoying batinku.
“ What does she want this time?”
__ADS_1
“ I don’t know babe hahahah. Let’s see...” kataku sambil membuka pesan dari Clara.
Beberapa pesan dari Clara berisi seperti....
“ Hey there Hugo.. how are you?”
“ Are you still with her? Is she fun?”
“ If you get bored with her... you can always let me know xoxo”
Itu isi beberapa pesan dari Clara. Look she is annoying right.
*Beberapa bulan lalu di salah satu lorong kampus*
“Hey Hugo, don’t you leave me like that!!!!” kata Clara setengah mengejarku setelah kelas marketing selesai.
“LOOK CLARA I DO NOT HAVE FEELINGS FOR YOU! Why don’t you just stop following me! We both only classmates and that’s all.. I have a girlfriend even though she is overseas.” kataku sambil berjalanan meninggalkannya.
“ But she is so far in Indonesia. She won’t know anyway if we are dating!” kata Clara masih ngotot.
“Whatever!” jawabku sambil meninggalkannya.
Aku sangat tidak menyukai sifat Clara, tadinya aku baik padanya karena ia teman yang ramah dan lumayan pintar. Tapi balasan kebaikanku di salah artikan.
Sarah tidak marah dengan kejadian ini, karena aku sudah memberitahukan semuanya tentang cewek gila ini.
“ Hahahah.. crazy b*tch!” gumamku.
“ Seems my boyfriend is super nice and handsome Hahahaha” kata Sarah sambil menggodaku.
“ Look I’m not mad okay... just don’t break my trust Hugo. You know the limit....” lanjut Sarah sambil memandangnya lekat-lekat.
“ I know... don’t worry okay.” jawabku sambil menggenggam tangannya dan memandang Sarah lembut.
“ Let’s just go to sleep, tomorrow we will have chill massage day!!!! I can’t wait!” kata Sarah bersemangat.
__ADS_1