
Pagi itu aku bangun dengan Hugo yang ada dibelakangku. Masih dengan posisi memelukku. Aku masih tidak percaya ia ada di sini bersamaku.
Semalam kami melakukan ciuman pertama kami, masih terasa bibirnya mengecup bibirku atau saat ia mengecup leherku. Omg did I just went too far ?
Well, aku bisa menginap malam ini bersamanya karena kedua orangtuaku sedang pergi keluar negeri. Well, they could be careless tiny bit. Cuma ada pembantuku di rumah Mbak Yuni, aku Sudah bilang aku akan menginap di rumah teman.
Hugo masih tidur, sepertinya ia kelelahan. Ia sengaja memesan dua kasur. Kami pernah membahas ini sebelumnya aku belom siap dengan sex. I mean people said it will be hurt for the first time, not that I never touch my self or anything but I never put anything inside there. You know ? I watched porn sometimes but doesn’t mean I know how to do it in person. Plus sex having some risk that we should be prepared about, right?
“Good morning baby....” katanya sambil memelukku erat dan mengecup leherku.
Entah mengapa rasanya dicium dileher rasanya sangat sensitive bekas ciuman tadi malampun masih terasa.
“ Good morning, how was your sleep?” kataku sambil membalikkan tubuhku kehadapannya.
Aku bisa milihat mata biru dan muka bantalnya yang baru saja bangun itu.
“ I slept good... I’m happy” katanya sebelum mencium bibirku lagi.
“ Gosh stop...” kataku sambil mendorongnya pelan lalu berdiri dan mengambil handukku bersiap akan mandi.
“ Tonight please sleep on your bed... even tho I love to cuddle you. Hahahahah” sambungku.
“ What.....??? Don’t you love to cuddle with me ?”
“ I do” jawabku sambil tersenyum ke arahnya dan melangkah ke kamar mandi.
__ADS_1
“ Please don’t go inside the bathroom, I will go shower real quick then we can go to breakfast after.”
“ Okay... okay... I will be here and watching TV Hahahah...Where are we going to go today honey?”
“ To the temple? You said you wanted to see them....” kataku sambil setengah berteriak karena suara shower yang berisik.
Guyuran air dingin membasahi tubuhku. Aneh masih terasa kecupan bibirnya semalam. Aku belum pernah mencium siapa-siapa sebelumnya... well stop it Sarah!!! Just shower!!!
\*\*\*
Siang itu kami pergi ke Candi Borobudur, candinya indah dan luas. Yah... walaupun cuaca sangat -sangat panas. Muka Hugo sampai merah seperti kepiting rebut bukan gosong seperti kulitku ini. Walaupun sudah berlindung di bawah payung tetap saja GOSONG!!!
Kata Hugo kulitku terlihat was tan which is good he said. For me it’s a big NO NO. Kebanyakan orang bule suka kulit sawo matang kata mereka eksotis.
“ Here Babe have some water. It’s hot” kata Hugo sambil menyodorkan sebotol air mineral.
“ Let’s just go to the mall and chill. Maybe eat some pizza or have Starbucks ? You love that coffee right ?”
“Of course! Let’s go!!! Damn it’s so hot here babe....”
Hugo sangat perhatian, ia memegang payung dan menggandeng tanganku erat. Terkadang mencium keningku. Mudah baginya mencium keningku karena aku lebih pendek darinya hahaha.
Kami menyewa sebuah mobil jazz, Hugo yang menyetir. Selama perjalanan ke mall pun ia terus tersenyum dan mengajakku mengobrol.
“Sarah, I think I will go back to uni and get my degree. Hahah”
__ADS_1
“Whattttt???? For realllllllllll...... I’m so happy” kataku sambil mencium pipinya.
“ Hold On do your Does your parents know about it? They will be so happy and also your sister”
“ Yeapp... I texted them this morning. I will start the class maybe two weeks after I’m back from Indonesia”
Aku kaget mendengar ia akan kembali berkuliah. Ia mengambil jurusan ekonomi. Ia bilang aku yang mendorongnya menjadi semangat untuk berkuliah lagi.
Setelah itu, kami menghabiskan waktu di mall dengan makan siang dan menonton film. Berjalan-jalan dan nongkrong di Starbucks. Banyak hal yang kami perbincangkan mulai dari hal yang ringan sampai berat.
Well satu jam setelah itu kami telah kembali ke hotel. Kami pun langsung bergantian mandi karena gerah setelah seharian berkeringat. Udara di Yogya memang sedang panas-panasnya.
Saat menunggu Hugo mandi iseng-iseng aku menonton film di HBO. Ternyata sedang menampilkan film “Night Museum”, yang merupakan film komedi kesukaanku. Sambil menonton film aku mengeringkan dan menyisir rambutku.
“What’s on Tv?” Kata Hugo mengagetkanku.
“ Night museum. Damn you surprised me babe.” kataku.
Bau parfum Hugo sangat enak sangat maskulin dan tercium seperti parfum elegan dan mahal membuatku betah berada dekat dekat dengannya.
“The day after tomorrow we will go to Bali. Are you ready for it?” jawabnya sambil tersenyum lebar.
“Hell Yeah...!!!” jawabku dengan antusias.
Aku tidak sabar pergi ke Bali. Aku sudah ijin ke kedua orang tuaku aku akan ke Bali menemui temanku Audrey.
__ADS_1
Bali here I come!!!!