
Selama perjalanan ke Bandung Sarah dan Eric hanya terdiam karena situasi yang tidak mengenakkan tadi.
Eric kemudian merogoh sakunya.
“Here is your phone...” katanya sambil mengembalikan handphone itu ke Sarah.
“Kemarin ada beberapa telepon dari universitas di Brisbane. Apa kamu akan pindah?” tanya Eric hati-hati.
“Hmm... suppose to be like that. Ya, pindah untuk Hugo” kata Sarah pelan sambil terus menatap jalan setelah mengambil kembali handphonenya.
“ Aku sudah menpersiapkan semuanya untuk kado anniversary kedua tahun dengannya, tenda yang besar karena kamu tau kan dia suka camping termasuk menyewa tempat camping favoritenya. Begitu pula dengan tiket pesawat dan satu apartment yang dekat dengan kampus.” lanjut Sarah.
“I just love him that much... I can’t believe he did that to me. Dia yang menyuruhku untuk percaya.” kata Sarah sambil terus menatap jalan.
“I’m sorry. Sebelumnya aku tidak mau percaya apa yang ia lakukan dengan Clara, kalau aku tidak melihat dengan mata dan kepalaku sendiri.” kata Eric pelan.
“It’s fine....”
Sarah kemudian terus mengemudikan mobilnya menuju salah satu hotel di tengah kota Bandung.
“Apa ini tempat kita akan menginap malam ini?” tanya Eric.
“Yeahh... don’t worry aku yang akan membayar untuk malam ini.” kata Sarah sambil turun dari mobil dan berjalan masuk ke hotel dan menyerahkan kunci mobil ke petugas valet.
“This girl....” batin Eric sambil menggelengkan kepalanya dan menyusul masuk ke dalam hotel.
Setelah kurang lebih lima belas menit, mereka segera mendapatkan kunci dari receptionists dan langsung menuju ke arah lift.
“Ini kunci kamarmu dan kita tidak akan satu lantai. Apa kamu merasa lelah? Kalau tidak aku ingin mengajakmu pergi ke mall, membeli pakaian untuk kita berdua.” kata Sarah sambil menyerahkan kunci kamar Eric.
“Yeah.. sure. Aku akan mandi dan bersiap. I will see you in one hour then?”
__ADS_1
“Okay...”
Setelah itu Sarah keluar dari lift terlebih dahulu berjalan menuju lorong kamarnya. Ia lalu memeriksa handphonenya sudah banyak pesan dan panggilan tidak terjawab dari Hugo. Bahkan ada beberapa voice mail.
Ia kemudian menelepon Hugo dan tidak lama laki-laki itu mengangkatnya.
“Hey babe.....” kata Hugo bersemangat.
“Hey, before you talk. Aku baik-baik saja. Aku di Bandung, jangan khawatir aku dan Eric tidak tidur bersama. Also, I’m sorry tapi aku rasa kita sama-sama brengsek. Aku melakukan itu dengan Eric kemarin. Mungkin karena aku mabuk dan marah padamu karena Clara. So now it’s up to you. Kalau kamu mau putus so be it” kata Sarah panjang lebar.
“No... to be honest I don’t. Itu semua salahku. Aku tahu kamu melakukan itu karena terlalu banyak minum dan kecewa denganku. Tapi tolong bisakah kita memperbaiki ini? I can’t lose you Sarah.” kata Hugo memelas.
“Maybe.. look I love you but how about Clara?”
“Pada saat seperti ini bahkan kau masih memikirkan perempuan itu?”
“Well.. you slept with her means maybe you got some feelings for her, right?”
“Okay... I just need sometimes and I will not stay too long in Bandung. I have some class too. So I will see you soon. Enjoy my room!” kata Sarah sambil menutup teleponnya.
\\*\\*\\*
Satu jam kemudian Sarah sudah berada di lobby tidak lama kemudian Eric terlihat berjalan keluar dari arah lift dan menuju ke arah Sarah sambil tersenyum. Eric terlihat tampan dengan celana pendek santai dan kaos hitam yang ketat yang memperlihatkan sedikit perut sixpacknya.
“So where are we going?” tanya Eric.
“Paris van java, it’s a mall here.”
Kemudian mereka berjalan ke arah pintu lobby dan Eric pun mengambil kunci mobil mereka dan langsung memacu mobil setelah Sarah masuk ke dalam mobil itu.
“Mm.. about the other night. I’m sorry...”ujar Eric.
__ADS_1
“I know we both were drunk. Aku juga sudah bilang ke Hugo. Kami memutuskan untuk memperbaiki hubungan kami walaupun saat ini situasinya sangat-sangat berantakan. But I hope you understand that.” jawab Sarah sambil sesekali menatap Eric.
“Ohh..okay” ujar Eric singkat. Ia terlihat kecewa karena Sarah masih peduli pada Hugo. Cowok brengsek yang jelas-jelas mengkhianatinya.
“Aku berharap kepada Tuhan suatu saat nanti kamu akan memilihku”batin Eric.
Jalanan Bandung lumayan macet, sehingga baru sekitar dua jam lebih mereka sampai di mall itu. Mallnya sangat ramai, sehingga mencari parkiran pun sulit.
Setelah berputar-putar kurang lebih tiga puluh menitan akhirnya mereka menemukan sebuah parkiran. Mereka kemudian berjalan menuju pintu masuk mall.
Eric mulai merasa lapar, kemudian meminta Sarah untuk makan terlebih dahulu sebelum mereka berdua berbelanja. Eric mengajak Sarah untuk makan ke salah satu restaurant korea di sana. Ada beberapa pengunjung yang menandangi mereka aneh bahkan beberapa ada yang berkasak-kusuk.
Eric mengerti perlakuan orang lokal di sini apabila ada wanita yang berjalan bersama pria asing, seperti hal itu aneh. Padahal, menurutnya itu hal yang biasa bule juga tetap manusia bukan alien, kan?
Makan sore menjelang petang mereka sangat nikmat. Eric dan Sarah sesekali tertawa dengan pembicaraan ringan mereka. Sampai tiba-tiba ada beberapa ibu-ibu mungkin sekitar pertengahan tiga puluhan mendatangi meja mereka sambil tersipu malu-malu.
“Permisi mba, maaf mengganggu. Apa boleh kami foto berasama pacar mba? Hehehe” kata salah satu dari lima ibu-ibu itu sambil tersenyum malu.
Eric sudah lumayan terbiasa apabila ada orang asing di Indonesia meminta foto dengannya karena dia bule. Kadang hal itu mengganggu terutama saat di tempat wisata. Eric hanya paham beberapa kata seperti foto dan pacar.
“Apa mereka pikir aku pacarnya Sarah?” batin Eric sambil tersenyum ke arah ibu-ibu ini.
“Hahhahah... boleh aja Bu. Sini saya bantu fotokan.” jawab Sarah sambil tertawa lebar.
Eric hanya tersenyum pasrah dan berfoto bersama ibu-ibu itu. Well, sangat jarang ada yang minta foto di mall biasanya di tempat wisata. Eric tau kenapa Sarah sepertinya mengiyakan ia adalah pacarnya kalau tidak bisanya orang yang minta foto akan bersikap sok akrab, which is annoying.
Setelah selesai makan, mereka kemudian pergi berkeliling mall dan berbelanja beberapa pakaian dan make up untuk Sarah.
Eric sangat senang untuk menghabiskan waktu bersama gadis itu walaupun gadis itu belum menyerah untuk memperbaiki hubungannya bersama Hugo.
“I will be patient and waiting for you...” batin Eric sambil tersenyum memandangi Sarah yang sibuk memilih foundation yang cocok untuknya.
__ADS_1