
Sudah lima bulan sejak Sarah mengunjungi Hugo, sekarang ia harus kembali ke dunia perkuliahan yang sibuk. Kembali Sarah dan Hugo sering berdebat karena jadwal kuliah yang padat, terutama jadwal kuliah dan kegiatan Sarah.
“Aku tidak mau putus dengannya gara-gara situasi ini. Kutukan kampusku untuk para pasangan karena kami sangat sibuk,” gerutu Sarah dalam hati.
Sarah berjalan menuju ke arah gerbang keluar untuk kembali ke kos-kosannya yang terletak sangat dekat dengan kampusnya. Betapa terkejutnya Sarah, karena ada Eric di dalam sebuah mobil. Ia terlihat memandangi gerbang menunggu seseorang keluar dengan jendela yang terbuka lebar.
Banyak pasang mata yang mengamati bule satu ini. Maklum di dalam area kampusku tidak diperbolehkan untuk merokok, kecuali ya diluar pagar kampus, dibuat taman kecil dan ada sebuah tenda biru, tepat di depan salah satu gerbang masuk yang paling sering dilalui mahasiswa terutama yang berjalan kaki seperti aku. Di situ juga ada beberapa abang-abang penjual minuman kopi dan beberapa jajanan kecil lainnya. Terutama anak-anak cowok yang merokok, well ada beberapa anak perempuan juga sih tapi tidak banyak.
Mereka memandangi Eric heran, mengapa ada bule yang sedari tadi seperti menunggu seseorang.
Eric masih celingukan sampai akhirnya ia melihat Sarah yang berdiri di dekat gerbang dan memandanginya dengan kaget. Eric lalu turun dari mobil, tersenyum lebar dan berjalan ke arah Sarah. Membuat heboh orang-orang yang ada di sekitar gerbang kampus dan smoking area di situ.
“What the heck” batin Sarah.
“Come with me...” kata Eric sambil menggandeng tangan Sarah masuk ke dalam mobil.
Eric langsung menancap gas dan langsung membawa Sarah pergi dari area kampus itu.
“Hey....” sapa Eric sambil tersenyum lebar.
“What the f was that ?!” kata Sarah yang sedari tadi diam karena masih shock dan kaget.
“ I told you already.. I like you.. I just wanted to be sure about my feelings and your feelings to me... at least there will be something.” kata Eric dengan mimik muka seriusnya.
Sarah yang masih shock hanya mendengus pelan tidak menjawab apapun dan menatap ke arah jendela memandangi jalanan, sebentar lagi mobil ini akan mengarah ke jalan tol.
“ Where are we going?!”
“ Calm down.. we will just go to Jakarta” kata Eric pelan sambil terus memandang lurus.
“Oh.. also we will stay in Jakarta tonight. So I already bought some clothes for you and we can go to mall later so we can buy some underwear for you. Hahaha” tambah Eric sambil tertawa.
“Hell no! Take me back to BSD. What’s going on?!”
“I told you... I like you and I just wanted to be sure about it.”
“ You know I have a boyfriend!” seru Sarah gemas.
“Exactly just boyfriend.... He is always blaming you when you are busy and I’m the one who is always there to listen to you and care for you..”
“Hugo does care!” seru Sarah.
Walaupun Sarah juga menyadari akhir-akhir ini mereka sering ribut. Sikap Hugo pun berubah. Ia tidak seperti Hugo yang biasanya, dia lebih tidak perduli akhir-akhir ini dan sibuk.
__ADS_1
“Hey... you there...” tanya Eric.
“Yeah.. I already called Hugo for this. And of course he is mad. But he said you won’t fall for me.” kata Eric pelan.
Sarah hanya mendengus pelan dan hanya memandangi jalan.
“One more thing I should take your phone away. I wanted these just about us...” kata Eric sambil menatap Sarah dalam-dalam.
“ You are crazy! We both know we just friends”
“ But I have strong feelings that we both are more than that! Also I have some prove why Hugo started ignoring you. He doesn’t want to tell you the truth!”
“About what?! He is always telling me the truth!”
“ You will see.... I wanted him to tell you by himself.”
Apa hal ini mengenai Clara? Akhir-akhir ini aku selalu melihatnya mengepost beberapa foto di instagramnya, beberapa ada yang bersama Hugo. Hugo juga tidak terlihat canggung seperti sebelumnya atau terlihat membeci Clara.
“ Soon is your anniversary with him right? Next month?”
“Yeah...” kata Sarah pelan.
\\*\\*\\*
Tapi ia kaget, saat ia berada di dalam taxi di depan rumah Hugo. Eric melihat Clara, wanita yang sering dibicarakan Sarah, teman sekelompok Hugo yang tergila-gila padanya. Ia melihat Hugo menggandeng Clara dan mereka berciuman di depan rumah Hugo, sebelum Hugo masuk ke rumahnya dan Clara berjalan ke arah sebaliknya.
Eric langsung turun dari taxi dan menbayar ongkosnya. Ia langsung menarik kerah baju Hugo.
“What the hell was that dude?!” teriak Eric marah.
“It was nothing!” teriak Hugo tidak mau kalah.
“ If she knew this you are so dead! You better tell her the truth if these relationship isn’t working! You are such an a**h***! teriak Eric dan kemudian ia memukul wajah Hugo keras.
Eric langsung pergi pada saat itu, ia sangat marah. Sahabatnya akan tersakiti, bukan sahabatnya Sarah sekarang merupakan wanita yang ia cintai.
She deserve better!
\\*\\*\\*
Sesampainya di Jakarta, Eric mengarahkan mobilnya ke sebuah hotel mewah di pusat kota. Kemudian, menghentikan mobil itu tepat di depan pintu lobby.
“Here is your key...” kata Eric.
__ADS_1
“Thanks...” kata Sarah lalu turun dari mobil dan berjalan ke arah lobby.
Eric setengah mengejar Sarah, ia tahu bahwa gadis ini masih kesal dengannya.
“Wait for me... you walk too fast miss” kata Eric.
Sarah tidak mengindahkannya. Eric hanya meneriakkan pelan ke petugas hotel untuk menurunkan barang-barang yang ia belikan untuk Sarah dan membawa ke kamarnya.
Eric sudah menginap di hotel ini sejak kemarin sore dan berjalan-jalan juga ke kota tua. Aksen bangunan belanda masih nampak megah di sana.
“My room is next to your room...”
“Give me back my phone!” kata Sarah...
“I can’t...” kata Eric.
“ Jezzzzz! Eric!”
Sarah lalu melangkah masuk ke dalam lift, begitu juga dengan Eric. Sesampainya di lantai lima belas mereka melangkah keluar dan berjalan menuju kamar mereka yang pastinya satu lorong.
Sarah langsung masuk ke kamar, barang-barang yang dibelikan Hugo tadi sudah ada di kamarnya.
“What the heck just happen today!” batinnya.
Sarah kemudian menuju telepon di kamarnya dan menelepon handphone Hugo, ia tahu panggilan internasional akan mahal but f*** it! Let Eric pay for it!
Beberapa menit kemudian telepon diangkat.
“Hello? Who is this?” kata Hugo.
“Babe... It’s me....”
“Sarah?” kata Hugo agak kaget.
Tapi samar-samar Sarah juga mendengar suara perempuan yang berbicara dengan Hugo, seperti suara Clara.
“Are you okay?! I will book a flight the day after tomorrow to see you okay. I wish I can do it tommorow but I can’t leave my job here. Please be careful with Eric. And I’m sorry I’m at work so gotta go” kata Hugo terburu-buru dan langsung mematikan teleponnya.
Selama hampir dua tahun berpacaran Hugo tidak pernah bersikap seperti ini padanya.
Aneh!!! gumam Sarah pelan.
Sarah tidak mau ambil pusing, ia lalu pergi mandi untuk menenangkan pikirannya yang masih kacau. Berharap suara yang ia dengar di telepon hanya suara televisi saja.
__ADS_1
Guyuran air shower di hotel itu membuatnya tenang. I won’t give up on us Hugo, and I hope you too...