
Eric baru saja kembali dari tempat kerjanya, kemudian pergi ke bar bersama Paul dan Robert.
I had a long day today.... batin Eric.
Mereka bersantai sambil memesan beberapa bir dan cemilan, serta membicaran hal-hal lain selain permasalahan kantor. Bos marah besar tadi, ada staff dari divisi marketing yang salah memberi laporan perhitungan belanja divisinya, kami harus merevisi banyak hal juga, terutama kami dari finance.
“What a day!!! Well what’s your plan for weekend ?” tanya Robert.
“Going to my mom? Maybe going around with my bike? I already bought that bike like two weeks and hasn’t try on it”
“Jezzz Eric.... well you need new girl man. Why don’t you try tinder or anything like that? You are young and hot. I mean for one night stand could be good right?” kata Paul sambil terkekeh.
“I like a girl... she is pretty and smart. But I would love to wait for her.” jawabku sambil meneguk satu botol bir ukuran sedang.
\\\\*\\\\*\\\\*
Malam itu Eric tidak langsung pergi tidur, ia tahu ia mendapatkan hari yang panjang dan cukup melelahkan.
Akhir-akhir ini Eric merasa mempunyai perasaan yang berbeda pada Sarah. Ia tahu Sarah sudah mempunyai Hugo, she is just into him so much.
Eric hanya membolak-balikan tubuhnya, dan membuat AC di kamarnya lebih dingin. Sarah sekarang sedang bersama Hugo, ia tahu karena is sendiri juga membantu mencarikan tiket untuk Sarah terbang ke Brisbane.
Should I call her? But ahhh.. she must be sleeping or busy with Hugo, right... gumam Eric pelan.
Perasaannya terhadap Sarah sepertinya lebih dari sekedar sahabat. Eric tahu sebelumnya hubungan mereka sangatlah normal
But I don’t know when it start to change..... batin Eric
Eric membuka galeri foto handphonenya dan melihat-lihat fotonya bersama Sarah.
She is pretty and cute... she is also smart... kata Eric.
Tapi ah.... sudahlah Sarah tidak mungkin mempunyai perasaan lebih untuk Eric. Semuanya untuk Hugo... Hugo Van Rooyen. Kenapa dia sangat beruntung? Harusnya aku yang bersamanya seandainya aku mempunyai perasaan ini lebih cepat, tapi of course perbedaan usia kami..... kalau saat itu aku bertemu dengannya.... aku masih bersama mantan pacarku. Semua pikiran-pikiran itu berkecamuk di kepala Eric.
Huh?!... should I call her?!
Eric tidak berpikir panjang dan langsung menelepon Sarah.
Betapa kagetnya Eric, yang mengangkat teleponnya ternyata Hugo. Eric langsung berbicara sebentar dan kemudian menutup telepon itu.
__ADS_1
Damn!!! What have you done?!
Eric membalikkan badan dan berusaha tidur...
\\\\*\\\\*\\\\*
Keesokan harinya di Brisbane Australia.
Sarah baru saja bangun dari tidurnya, sangat melelahkan penerbangan kemarin. Ia hanya memandangi Hugo yang masih terlelap di tidurnya.
Ia lalu mengecheck alarm di handphonenya, masih pukul delapan lebih sepuluh. Sarah sedikit kaget karena ada beberapa pesan dari Eric dan ada telepon masuk semalam.
“I’m sorry I called you... Hugo was picking that phone up. I’m sorry”
Jantung Sarah berdegup kencang, ia berharap Hugo tidak marah padanya.
Sarah hanya duduk dan membalas pesan dari Eric.
“ I hope he won’t be mad.....” kata Sarah pada pesan itu.
Mmmmmmmm...........
“Hey Babe good morning” kata Sarah sambil memeluk Hugo.
Hugo mendorong Sarah pelan dan menghindari pelukannya itu.
“What just happen?” tanya Sarah kaget.
“ Why don’t you ask Eric, why he was calling you at sleeping time . Like what the **** Sarah?!” seru Hugo sambil bangun dan berjalan ke arah kamar mandi.
“What the heck he just said on the phone anyway?! Jezzz Hugo don’t act like this! It’s not fair!”
Sarah hanya duduk mematung kaget dengan reaksi Hugo yang agak mengagetkannya. Ia tidak mengerti mengapa Hugo begitu marah.
“Hugo it’s not fair!!! We need to talk!!!”
“ OH YAAA?! Why he gave you some crazy attention hah?!” seru Hugo keras ditambah suara air dari shower yang agak sedikit mengganggu percakapan kami.
Lima belas menit kemudian, Hugo keluar dari kamar mandi memandangi Sarah dan mengambil nafas panjang.
Sarah kembali memandangi Hugo dengan tatapan sedih, bingung dan sedikit kesal karena pagi-pagi sudah sarapan omelan. Ia tidak terbang jauh-jauh untuk pagi yang buruk seperti pagi itu.
__ADS_1
“Jezzz Hugo!!! Talk to me!!!” seru Sarah.
“What’s the relationship between you two hah?! I mean I feel there is a different vibe!” seru Hugo tak mau kalah.
“ There is nothing going on between me and him. Why the hell I flew here?! But never mind! I’m out. You are completely ridiculous! Like why the hell you should be jealous, I flew here for youuu!!!! For you!” kata Sarah ketus kemudian mengambil handphone dan dompet kecilnya kemudian keluar dari kamar dan berjalan keluar.
\\\\*\\\\*\\\\*
Sarah berjalan-jalan sendirian ke taman di dekat hotel, ia berjalan kemudian duduk di salah satu bangku taman di sana. Memandangi danau kecil yang ada di depannya.
“What actually happen last night? Why the hell he snapped at me like that?!” batin Sarah.
*Drrrttttt*
*Drrrrrttt*
*Drrrrtttt*
Ada telepon masuk, Sarah tidak terlalu memperhatikan dari siapa telepon itu karena is masih kesal dengan perilaku Hugo tadi.
*Drrrtttttt*
“Hello?!” kata Sarah menjawab teleponnya dengan ketus.
“Hi... it’s Eric. Are you okay? Hugo called me...” kata Eric.
Ada apa lagi Ini batinku.
“ Before you say anything crazy nothing happen last night. I didn’t say anything crazy or anything. But you need to know that I like you....” kata Eric pelan.
Sarah kaget dan terdiam tidak bisa berbicara apa-apa.
“ I didn’t know when it start but it just changed” lanjut Eric.
Sarah langsung menutup telepon karena ia kaget. Ia tidak tahu harus berbicara apa atau menjawab apa. Pertemanan dan kebaikannya selama ini sepertinya disalah artikan oleh Erik.
Kepala Sarah mendadak berat dan ia memutuskan kembali ke hotel.
\\\\*\\\\*\\\\*
Dua puluh lima menit kemudian ia sudah berada di depan kamar. Sarah agak ragu untuk masuk dan berbicara dengan Hugo. Sarah sangat tidak mau hubungannya dengan Hugo kandas.
__ADS_1