
Aku baru pulang dari tempat kerjaku, kemarin aku dan Sarah mengobrol panjang lebar. Aku kesal karena ia tidak membalas pesanku. Aku juga cemburu mengapa Eric sangat perhatian dengannya.
Aku tahu Sarah jujur padaku mengenai teman-temannya termasuk Eric. Tapi tetap saja aku khawatir. Eric sudah bekerja dengan level yang lumayan di perusahaan, artinya ia lebih mapan dariku. Walau aku tahu Sarah lebih mencintaiku dari pada itu semua, kataku dalam hati sambil mengendarai mobilku menuju rumah.
*Ding*
“Hey Babe? How was work.. I hope you had a great day. Also I miss you sorry replying you late...” kata Sarah pada pesannya.
Aku tidak membalasnya karena aku sedang menyetir mobil dan juga aku agak kesal padanya, seringkali dulu aku menghentikan mobilku untuk membalas pesan darinya tapi ah... Aku merasa sedikit lelah.
*Ding*
*Ding*
*Ding*
Ada beberapa pesan masuk lagi, aku lihat sekilas dari Clara. This ***** can’t stop chasing me, batinku.
Satu jam kemudian aku sudah tiba di rumah, aku kemudian menyapa orang di rumah dan langsung melesat ke kamarku.
Tidak lama handphoneku berdering Clara yang menelepon, aku mengangkatnya dengan malas.
“Hello?” kataku sambil menggerutu dalam hati. Kalau saja ia bukan teman sekelasku....
“ Hey Hugo, do you know how to fix micro economics problem on chapter 6 page 215?” tanya Clara dengan suara sok manja.
“ Why don’t you ask James anyway, we both know you are in different class in micro economics. So stop bothering me for God Sake!” jawabku ketus dan mematikan telepon itu.
*Ding*
Aku mengecheck ponselku lagi, Clara mengirimkan foto sexynya dan langsung aku hapus.
“Stop bothering me! I will move to another class next semester for f*ck sake! Bye!” kataku pada pesan itu. Kemudian memblokir nomernya.
Ugh... i need to go to shower now.
\*\*\*
Pagi ini lumayan cerah, aku baru saja bangun dan mengirimkan pesan pada Sarah.
“Good morning baby girl, I hope you have a good sleep. I love you “
Kemudian, aku melangkah turun menuju dapur, membuat sandwich dan bersantai sambil menunggu kopi panasku dari mesin kopi.
*Ding*
__ADS_1
Ada pesan balasan dari Sarah, ini cukup pagi di Indonesia.
“Babe, how are you? What’s your plan for today? Hehehe....”
“ Nothing much babe, just home maybe gym for later. What’s up ? You have short break from uni right ? A week? What’s your plan?”
Aku kemudian mengambil gelas dan menuangkan kopiku. Bau kopi Sumatera sangat harum.
*Ding*
“My plan is visiting you.... I guess”
“Hahahahaha so funny I wish!!!!!” jawabku asal.
*Drrrttt*
*Drrttttttt*
Handphoneku bergetar, ada video call dari Sarah, segera aku mengangkatnya.
“Babe guess where Am I ? Open your dooooorrr!!!” katanya sambil tertawa lebar.
Aku buru-buru berlari ke depan untuk membuka pintu. Omg if this is a prank I will be so mad!
“WHAATTT!!!! Are u even realllll?!!!!” kataku dengan kagettttt. Aku memeluknya lebih erat.
“My girl is here......!!!!!!” kataku sambil mencium bibirnya dalam.
“ SURPRISED!!!!” kata Sarah sambil tersenyum lebar.
Aku masih tidak percaya, tapi aku membawanya masuk ke rumah dan mempersilakannya duduk di sofa, membawakan kopernya.
“ Don’t worry I will sleep in the hotel later tonight...” katanya sambil tersenyum.
“What?! You can sleep here babe....”
“Already paid. Hehehehehe.........”
“ Fine, I will sleep with you later tonight.... is that okay?” tanyaku.
“ Sure....!!!!” jawab Sarah bersemangat.
\*\*\*
Malam itu aku menginap bersama Sarah, we had some fun. Just some Netflix and chill too...
__ADS_1
Kami pergi ke beberapa restaurant dan ke taman kota, dekat dengan tempat kami menginap, aku masih tidak percaya ia memberiku kejutan dengan datang tiba-tiba. I love her so bad.
Setelah berjalan-jalan setengah hari kami memutuskan kembali ke hotel dan berendam di bath up kamar hotel yang besar, kami juga menonton beberapa serial dan berbicang.
Ada beberapa hal yang mengagetkanku, seperti Eric yang memberikan perhatian lebih pada pacarku. Aku tahu mereka bersahabat, tapi perhatian berlebih dan percakapan yang mereka miliki? Is he likes my girl?
Sarah menunjukkan semuanya padaku, aku tahu ia jujur dan aku senang karenanya. Aku yakin dia lebih mencintaiku dari pada Eric, ya kan? Mana mungkin ia mau nenunjukkan semua ini?
In long distance your partner can always have a chance to cheat on you but all you can do is commitment to trust each other....
“ I love you Hugo..... I just don’t wanna lose you and I won’t give up on us. I really want us to work together.”kata Sarah pelan.
Ia masih bersandar di dadaku, aku hanya mengusap tubuhnya pelan.
“I know.. I’m not worried...”jawabku sambil mencium lehernya pelan❤️
Malam itu, kami hanya berpelukan dan hanya bersikap romantis satu sama lain... Tidak lama Sarah pun terlelap dan aku hanya memandanginya sambil mengecup keningnya pelan.
*Ding*
*Drrrtttt*
*Drrrrrttttt*
Ada yang menelepon handphone Sarah, aku tidak terlalu melihat namanya karena sudah lumayan mengantuk.
“Hello...” kataku
“Helllo who is this? Where is Sarah? kata orang diseberang telepon.
“I’m her boyfriend who is this?!”
“Eric... oh it’s Hugo.. sorry dude.”
Eric langsung mematikan teleponnya, sepertinya ia kaget. Rasanya aku ingin marah, siapa yang menelepon malam-malam saat jam tidur seperti ini?! Gosh!!!
Aku sangat jealous lagiii!!! I really wanted to say bad stuff right now!!! Aku tidak mau membangunkan Sarah.
Aku hanya memandanginya dan tidak mau kehilangan dia.
Selanjutnya, aku terlelap sambil memeluknya erat....
I can’t loose you...
__ADS_1