
Ini sudah minggu ketiga Hugo berada di Indonesia. Sore ini aku akan mengantarnya ke bandara Soekarno Hatta. I hate good bye, it just so annoying. I wish we can live close to each other soon.
Kami baru saja mengembalikan mobil sewaan, sambil menunggu taxi online, aku menatapnya lekat-lekat.
“What??? Why you are looking at me like that? Hahah...” tanya Hugo sambil bercanda.
“Hmm.. nothing.”jawabku sambil tersenyum.
“ Well... actually there is something. I don’t think we can do long distance forever. We can’t stand like this........ I will work hard so I can move to Brisbane with you. At least close to you and same uni. What do you think?” tanyaku dengan tatapan serius.
“ It’s a good idea babe... I mean I will support it. I love you”, jawabnya sambil tersenyum lembut.
Taxi kami pun datang. Sepanjang perjalanan kami saling menggenggam tangan, dan saling bergantian bersandar di pundak masing-masing. Kami membicaran hal-hal menarik selama Hugo di Jakarta. Oh.. ya kami juga sempat pergi ke Bandung beberapa hari lalu naik kereta dan Hugo sangat menyukai short trip itu.
Sesampainya di bandara Hugo memasukkan bagasi dan check in. Kami masih punya waktu dua setengah jam untuk bersama sebelum kembali ke rutinitas dengan media sosial.
“Babe, I want to eat bakso!!! Hahhhaa.... Bakso here is enaaakkk” katanya sambil tertawa.
“Sure babe anything!!!! Hahaha anymore indonesian food you want to buy before flying back to Australia???”
“Let me think........ two bowls of bakso????????? Hahhaha” jawab Hugo sambil tertawa lebar.
Aku hanya menepuk lengannya pelan. Kami kemudian menuju salah satu restaurant yang menjual bakso. Hugo langsung memesan dua mangkuk bakso lengkap.
“Hehheheh... this is yummmmmm” katanya sambil tertawa kecil dan menatap bakso itu dengan berbinar.
Hugo dan aku menyantap bakso dan berbincang santai, mungkin kurang lebih satu jam. Kemudian kami pindah ke salah satu cafe yang menjual kopi.
Waktu berjalan cepat, akhirnya kami berpisah lagi...
Hugo memelukku dan mengecup bibirku singkat.
“ Don’t worry okay I will visit you soon!!! I love you” katanya sambil memelukku erat.
__ADS_1
“ I can’t let you go........ I miss you already” kataku sambil memeluknya lebih erat.
Kami kemudian berpisah lagi...
I hate this distance.....
\*\*\*
Dunia perkuliahan sangat berbeda dengan pada saat aku SMA. Gaya anak-anak kota besar memang berbeda, mulai dari gayanya yang sok tapi sebetulnya baik, ada yang sepertinya baik tapi bermuka dua, tapi memang ada yang benar-benar baik. Selain itu, aku harus membiasakan dengan menggunakan lo dan gue yang kadang masih kagok dengan kebiasaan menggunakan aku kamu. Penggunaan aku kamu biasanya untuk mereka yang dekat atau berpacaran. Like that’s completely different rule. Why they have to make it so complicated?
Pernah pada sesi pertanyaan setelah aku selesai presentasi dengan kata saya dan kamu, aku ditertawakan satu kelas yang notabene mostly anak Ibu kota, alasannya aku menggunakan aku kamu dan saya yang harusnya lo gue karena anak yang mengajukan pertanyaan itu cowok. Menurutku, itu di dalam kelas harusnya lebih formal kan? Untung dosenku Bu Adis membelaku, membuat semua anak terdiam.
Awal-awal perkuliahan aku masih bisa ngobrol dengan Hugo, walau kadang-kadang ada hari sibuk yang membuat kami tidak bisa banyak berkomunikasi. Selain itu perbedaan waktu Australia yang lebih cepat membuat ini lebih sulit, Hugo tidak bisa tidur terlalu larut malam atau aku tidak bisa meninggalkan tugasku atau aku bisa-bisa bangun kesiangan untuk kelas pagi.
Setelah Eric putus dengan kekasihnya, ia jadi semakin sering curhat atau menelepon. Kadang menanyakan hubunganku dengan Hugo. Terkadang aku merasa Eric berlebihan sebagai sahabat. Bukannya aku tidak mau mengobrol dengan Hugo lebih dibanding Eric tapi perbedaan waktu membuatku lebih mudah mengobrol dengan Eric pada malam hari karena perbedaan waktu lima jam lebih lambat dari Indonesia.
Hugo juga tahu ia hanya teman, tidak lebih.
*Ding*
“Yess babe...” kemudian aku meneleponnya.
“Hello....” sahutku.
“Hey babe how was your day?????” jawab Hugo.
“ Gooodd.. I guess I’m so tired.. what about you love ?”
“ Not bad almost exam so kinda little bit busy and you know I’m half working too.... so yeahhhh” kata Hugo sambil menghela nafas.
Kami saling mengupdate kabar kami, karena kemarin kami tidak bisa menelepon karena aku sibuk dengan tugas kampus. Aku dan Hugo mengobrol cukup lama, sedikit bergosip dan membicarakan tentang masa depan seperti apartment impian kita dan kota mana yang kita pilih.
Obrolan kami lumayan lama, tidak masalah karena besok hari Sabtu dan aku tidak ada kelas. Sangat lama dan sangat banyak yang kami obrolkan atau bertukar foto makanan yang kami makan atau foto-foto baruku bersama teman-teman, sampai akhirnya aku ketiduran karena lelah seharian penuh mengerjakan paper ekonomi dasar.
__ADS_1
\*\*\*
Bulan-bulan berlalu, aku sudah memasuki dunia perkuliahan di semester kedua. Waktu yang aku habiskan bersama Hugo tidak sebanyak dulu karena kebanyakan kesibukanku.
Kami sering ribut akhir-akhir ini, aku mengerti alasannya, tetapi aku juga mempunyai tugas yang harus diselesaikan juga.
Aku hanya memandang Hugo di layar laptopku, hanya ini yang bisa dilakukan pasangan jarak jauh, video call dan berbicara. Aku sangat ingin memeluknya.
“ Babe please don’t be mad. I told you I was working on my paper with my friends when you were calling me. I’m sorry. I will let you know next time okay..... and I will put my phone on vibrate mode.” kataku memohon maaf padanya yang marah karena mengabaikan beberapa pesan dan telepon dari Hugo.
“ Babe you need to let me know.. I was worried all day.....” kata Hugo.
“ I know... I know I’m sorry.... I was so into that paper work. It was kinda hard too so I didn’t check on my phone very often.”
“ Just let me know next time if you gonna be busy babe... I’m sorry i was mad at you. I love you okay.....”
“ I love you tooo. Just wait and be patient a bit babe next year I might move to Brisbane. I need to work my *** hard for this. Do you trust me?”
“ I do I love you. I’m going to sleep okay.... good night pumkin” kata Hugo dan kami pun mengakhiri percakapan kami.
Malam itu aku tidur dengan perasaan yang tidak karuan. Aku merasa tidak enak padanya.
*Ding*
Ada pesan dari Eric.
“ Hey beautiful. Still up?”
“yeah... but I’m sleepy” jawabku singkat.
“ Sleep well pretty face.. hahaha”
“ Thank you hot stuff hahaha” jawabku sekenanya.
__ADS_1
Akhir-akhir ini pula aku sering mengobrol bersama Eric. Dia baik dan perhatian, bahkan kadang ia lebih mengerti kesibukanku dibanding Hugo yang lebih sering marah karena kesibukanku di kampus.