Long Distance Relationship: Worth Every Mile

Long Distance Relationship: Worth Every Mile
Chapter 4: Imperfect


__ADS_3

Sudah memasuki bulan kedua aku berbincang dengan gadis bernama Sarah. Setiap kali berbincang dengannya rasanya beban di dada ini serasa terangkat dan ringan.


Dia selalu menjadi pendengar yang baik dan terutama tawanya yang ringan dan renyah.


“Ah... do I like her more than just a friend ? But we never met each other” batinku.


*Ding*


Begitu pesan di handphoneku masuk. Dari Sarah rupanya. Aku masih sering membicarakan tentang mantanku. Namun, dia tidak pernah memihak antara aku atau Elizabeth walaupun ia merasa sedih Elizabeth meninggalkanku.


Aku memberitahu Sarah selain Elizabeth tiba-tiba move out. Dia juga terpergok tidur dengan sahabatku selepas dia move out dari rumah yang kami tinggali bersama. Beberapa barang Elizabeth masih ada di sini, ia tidak pernah datang atau menanyakannya. Aku ingin membuangnya saja.. sama seperti kenangan pahit yang ia berikan padaku.


*Ding*


Ada pesan lain dari Sarah.


“ Please don’t throw away those stuff... maybe you can call her or text her and ask?”


“Maybe you can throw it away or donate it with her approval.. what do you think?”

__ADS_1


“ You are right. I will try to call her after this. And also please tell me more about you...”


“Okayyy.... what do you want to know ?” tanya Sarah.


Aku kemudian menanyakan beberapa hal seperti film favoritnya, negara-negara yang ingin is kunjungi, dan beberapa pertanyaan lainnya yang bersifat pribadi.


Selama dua bulan berbincang banyak sedikit hal yang aku ketahui tentang Sarah. Misalnya, warna kesukaannya oranye, kuning mustard, dan hitam; selain itu dia juga suka traveling dan menikmati sunset terutama di pantai. Hobinya berenang, well tentu saja dia salah satu atlet renang nasional. Dia juga jago menyelam dan berselancar. Tidak hanya itu dia juga jago bermain piano, gitar , dan gamelan. Tadinya aku tidak tau apa itu gamelan sampai akhirnya waktu sore hari sebelum Sarah pulang sekolah ia menunjukkanku beberapa alat gamelan di ruang musik sekolahnya. Dia memainkan beberapa alat musik lalu ia juga mengirimkan beberapa video saat ia memainkan alat-alat musik itu.


Tetap saja video favoriteku saat ia memainkan lagu Für Elise, aku dapat merasakan emosinya saat ia memainkan lagu itu. Ditambah ia memainkannya dengan mata ditutup selembar kain.


“ This girl is something!!! She is so impressive and smart” kataku dalam hati.


“ Well I guess new right eye, cause I have lazy eye. It just inoperable cause the problem is on it’s nerve since I was a baby. So I have to use contact lens, the gap or my right eye and left eye are too big. My left eye is normal.” jawabnya dengan nada yang agak sedikit sedih dan menghela nafas panjang.


“ One of my eye should be squint but thank God it’s not.. well rare case doctor said ” lanjutnya sambil tersenyum kearah kamera.


Aku heran dengan anak ini masih bisa tersenyum walaupun tatapannya menjadi sedikit sendu. Hal lain yang aku ketahui tentangnya ia adalah seorang yang energetic, sangat ramah dan lembut hatinya, cara bicaranya yang to the point juga sangat menarik. Walaupun katanya lebih banyak orang di sekitarnya lebih suka basa-basi dan akan marah atau tersinggung bila ia terus terang.


Aku hanya tersenyum dan menanggapinya dengan santai sambil meledek.

__ADS_1


“ Maybe cause you speak with so many bule, we are more straight forward” jawabku sambil meledek.


“ I guess..... I don’t know hahahahahaha or maybe I just watched too much holywood movies. It can be too, right?” jawabnya balik sambil tertawa lebar.


“Sarah... do you like me? Because I guess I like you more than just friends.”


“What?! Well I like you too.... but don’t you feel ashamed that I’m not perfect?”


“ To be honest, I’m not I love you the way you are.. whenever we talk. I just feel happy and warm inside. Feels like there are thousand and thousands of butterflies in my stomach. Will you be my girlfriend?”


“ I want to but you know........... we live so far away with each other” jawabnya dengan sedikit bimbang.


“ I promise I will save up some money so I can see you super soon. So do you want to be my girlfriend?”


“ Hahahha I do..... Damn this is so quick but to be honest I feel that happy and warm feelings too. Thank you Hugo. I love you...” jawabnya dengan senyum yang berbinar.


“ I love you too Sarah.. so girlfriend? Should I call you babe?”


“Sure babe” jawabnya sambil tertawa.

__ADS_1


__ADS_2