LONLIN: Kembar 13

LONLIN: Kembar 13
Epilog


__ADS_3

Ternyata memancing itu hadiah terakhir untuk Dillon. Kenangan terakhir yang sengaja ayah ciptakan sebelum akhirnya ia pergi dengan membawa serta Devlin bersamanya.


Jauh sekali. Setidaknya Dillon tidak bisa mencapai tempat itu bila hanya mengandalkan keahliannya mengayuh sepeda.


Seharian ini Dillon berdiam diri di kamar. Bukan kamarnya, melainkan kamar Devlin yang mendadak kehilangan penghuni.


Dua hari lagi ulang tahun mereka. Dillon bahkan sudah menyiapkan kado yang pernah ia janjikan pada Devlin, lalu sekarang ....


Kenangan bersama Devlin yang bisa ia ingat saat ini hanyalah ketika Devlin meraung setelah kepergian Mackenzie, dan ketika Devlin menangis dan berteriak ingin ikut pergi bersama ayah, tanpa menoleh sedikit pun padanya. Ya, Devlin memutuskan semuanya sendiri. Ia sama sekali tidak dilibatkan. Ia sama sekali tidak dipikirkan.


Dillon memandang ponsel yang sedari tadi digenggamnya, dan hatinya kembali sakit, ketika Devlin tidak juga menghubunginya hingga kini.


Nomor Selalu apanya? Devlin bahkan membuangnya sekarang. Dillon menangis. Untuk pertama kalinya ia meneriakkan tangis hingga terisak sendirian.


***


Dududuh


LonLin yang manis bakal berakhir pahit seperti ini? Tidak begitu Ferguso. Cerita Dillon dan Devlin remaja memang dicukupkan dulu sampai disini, tapi Seri LonLin bakal dilanjut ke versi dewasa. Akankah mereka masih semanis masa remaja? Nantikan kelanjutannya 😊


Sampai jumpa lagi~


🌺 Bonus


Dillon Untuk Devlin


Hoam! Pagi-pagi begini sudah dipaksa membicarakan Devlin. Oiya, sedikit klarifikasi saja... Disini aku selalu digambarkan membully Devlin padahal nggak begitu. Sungguh.


Tik


Tok


Tik


Tok


Ehem, baiklah-baiklah... Devlin yaa 🤔


Devlin Giovani Evelyn.


Devlin artinya Pemberani (begitulah artinya, meski faktanya tidak begitu)

__ADS_1


Berisik.


Ibu dari Mackenzie.


Si anarkis stadium akut.


Maniak sepatu hak tinggi (Maklum, dia kan pendek, haha)


Dia selalu bangga akan fakta, bahwa kami kembar selisih 13 menit (bukan 15 menit. Meh!)


Devlin itu fans nomor satu dari Kak Leo (Sepupu kami yang merasa paling keren sejagad raya)


Paling payah kalau berhubungan dengan Matematika.


Kalau nulis lelet banget (Memang rapi, sih, tapi leletnya over)


Selalu histeris kalau listrik tiba-tiba padam (Dasar penakut -_-)


Paling suka makanan pedas dan panas.


Paling nggak suka makan seledri.


Hobi banget baca novel roman picisan (Aku curiga, memangnya dia ngerti baca begituan?)


Paling nggak betah kalau liat kuku-ku panjang (Dan dia bakalan langsung main potong tanpa izin)


Selalu mencibir tulisan Dokterku.


Khayalannya itu tingkat tinggi banget (Kadang aku nyerah kalau dia udah ngeluarin pemikiran anehnya)


Jago main piano dan nyanyi abstrak.


Itu saja, ya, sedikit tentang Devlin. Eum, satu lagi...


Aku selalu tidak suka melihatnya menangis.


***


Devlin Untuk Dillon


Whoaaa, sekarang giliranku ya membahas Dillon. Mati kau Dillon, hihihi.

__ADS_1


Dillon Gionino Eve.


Dillon itu artinya Setia (Padahal... Hhmmm)


Kakinya itu panjang (Aku yakin jatah kakiku jadi berkurang karena dia terlalu banyak ngambil bagian)


Nggak banyak omong (Banyaknya ngebully aku. Hih!)


Payah kalau soal berenang.


Nggak bisa minum obat berupa kapsul, kaplet, dan sejenisnya (Memang berapa usianya? Meh!)


Nggak suka makanan pedas dan panas.


Nggak bisa main piano.


Selalu nangis kalau kalah olimpiade (HAHAHA)


Paling ogah disuruh buat jaga Mackenzie (huh!)


Pemilik tulisan cakar ayam.


Hobi baca komik abal-abal.


Langganan juara olimpiade Matematika di Sekolah.


Jago basket.


Pemilik manik mata hitam kelam (dan aku iri, karena maniknya itu terkesan *besbisik* misterius)


Anak kesayangan Ibu.


Idola teman perempuan di kelasku.


Selalu bisa diandalkan kalau aku lagi sakit.


Dillon itu Nomor SELALU-nya Devlin.


DILLON! AKU SAYANG KAMU :*


Sudah, itu saja yaa...

__ADS_1


Hiks. Kita benar-benar berpisah sekarang. Jangan merindukanku terlalu sering. Kiss.


__ADS_2