
Setelah beberapa saat lamanya Pak Agung dan keluarganya berbicara perihal masalah Marvel, maka mereka akhirnya menyudahi pembicaraannya itu.
Lalu kemudian mereka segera bubar, kemudian Marvel dan Anggi segera menuju ke kamarnya masing-masing.
Sedangkan Pak Agung, beliau langsung beranjak dari tempat duduknya semula, dan menuju ke teras depan rumah, untuk meredam emosinya.
Pak Agung memang perlu menenangkan diri, karena saat itu dirinya masih dalam keadaan emosi, karena beliau habis memarahi Marvel barusan di ruang tamu rumahnya itu.
Selang beberapa saat kemudian, maka Ibu Ratna sang "Istri" menghampirinya, dengan membawa secangkir kopi sisa dari Suaminya yang tadi berada di ruang tamu, dan disuguhkannya kembali kopi tersebut kepada Suaminya di teras depan rumahnya tersebut.
Maka tak lama kemudian, Ibu Ratna segera mempersilahkan Suaminya untuk meminum kopi yang di bawahnya itu, dengan wajah yang tersenyum dan dengan kata yang halus.
Lalu kemudian Pak Agung-pun segera meminum kopi itu...
Lalu setelah beberapa saat kemudian, maka Pak Agung-pun mulai tenang, dan rasa emosinya-pun mulai reda.
Sementara waktu saat itu sudah menunjukkan pukul (17.00 WIB,) dan sudah hampir mendekati waktu (Magrib.)
Sementara di tepat lain, Bayu yang ditugaskan oleh Pak Sunarto untuk mencari rumput sebagai pakan ternak kambing yang dirawatnya tersebut, saat itu dia sudah berhasil mendapatkan rumput yang dicarinya.
Lalu kemudian sebagian rumput tersebut dikasihkan kepada kambingnya, dan sebagian lagi disimpan untuk dikasihkan nanti setelah makan yang dikasih sebelumnya itu sudah habis.
Lalu setelah itu, Bayu langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Lalu tak lama kemudian, Bayu segera berpamitan kepada Pak Sunarto dan Ibu Martini, untuk berangkat mengaji ke mushola yang tak jauh dari rumahnya.
Maka Bayu-pun berangkat ke mushola tersebut, sebagaimana biasanya.
Sedangkan Pak Sunarto dan Ibu Martini, mereka berdua sibuk dengan mempersiapkan segala macam bahan masakan, untuk barang dagangan yang akan dijual oleh Pak Sunarto besok pagi.
Dan di samping itu, Ibu Martini sebelumnya sudah menyiapkan masakan, untuk makan malam bagi keluarganya tersebut.
Lalu setelah beberapa saat kemudian, maka waktu "Magrib"-pun tiba....
Kemudian Pak Sunarto dan Ibu Martini segera bersiap-siap, untuk menunaikan salat "Magrib" saat itu.
Kemudian setelah mereka berdua selesai melaksanakan salat "Magrib," maka mereka-pun segera bersiap-siap untuk mengolah bahan-bahan masakan barang dagangan, yaitu Bubur Ayam yang akan dijualnya besok.
Sambil lalu ibu Martini segera menyiapkan makan malam, sembari menunggu datangnya Bayu dari mushola tempat ia mengaji.
Lalu setelah beberapa waktu kemudian, waktu "Isya"-pun tiba....
__ADS_1
Maka Pak Sunarto dan Ibu Martini segera menunaikan salat "Isya," sebelum mereka berdua meneruskan pekerjaannya itu.
Sedangkan Bayu yang sedari tadi dia berangkat ke mushola untuk mengaji tersebut, dia saat itu rupanya sudah datang.
Maka setelah mengucap salam dan membuka pintu rumahnya, kemudian Bayu masuk ke dalam rumah, dan disambut oleh Pak Sunarto dan Ibu Martini.
Lalu mereka bertiga segera melanjutkan dengan makan malam bersama-sama....
Disela-sela makan malam tersebut, mereka bertiga asyik mengobrol dan membicarakan segala hal.
Mulai dari pekerjaan Pak Sunarto, ataupun kesibukan-kesibukan dari ibu Martini, dan juga kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Bayu sendiri.
Semua masalah-masalah tersebut, tak luput dari pembahasan mereka di sela-sela makanya itu.
Kemudian setelah mereka selesai makan malam, lalu ibu Martini segera mencuci semua piring-piring dan gelas, bekas mereka makan sebelumnya.
Sedangkan Pak Sunarto segera menyelesaikan pekerjaannya, yaitu mengolah masakan Bubur Ayam yang akan dijualnya besok itu.
Kemudian setelah Pak Sunarto selesai melaksanakan pekerjaannya, lalu kemudian beliau segera mengajak Bayu, untuk berlatih bela diri "Pencak Silat" di halaman belakang rumahnya.
Kegiatan tersebut sudah menjadi kebiasaan, dan rutin dilakukan oleh keduanya mulai dulu.
Lalu Pak Sunarto dan Bayu segera mandi, untuk membersihkan badan mereka, karena mereka habis latihan "Pencak Silat" sebelumnya.
Lalu setelah itu, mereka menutup pintu samping dan belakang rumah.
Kemudian mereka segera masuk kembali ke dalam rumah, dan mereka-pun akhirnya beristirahat malam.
"Waktu terus berlalu...."
Setelah keesokan harinya, di mana pada pukul (04.00) dini hari, Bayu dan Pak Sunarto beserta Ibu Martini segera bangun di pagi itu.
Lalu mereka segera menunaikan salat "Subuh."
Kemudian setelah mereka selesai melaksanakan salat "Subuh" di pagi itu, maka Bayu segera berpamitan kepada Pak Sunarto dan Ibu Martini, untuk keluar rumah sejenak guna berolahraga pagi.
Kegiatan tersebut, memang ia lakukan secara rutin setiap pagi.
Kemudian setelah Bayu diizinkan oleh Ayah dan Ibunya, maka Bayu-pun segera keluar rumah dan langsung berolahraga pagi, dengan cara berlari di jalan desa yang berada tidak jauh dari halaman rumahnya tersebut.
Sedangkan di pagi itu, jalan desa itu-pun sudah ramai dengan banyak orang yang berlalu-lalang.
__ADS_1
Mereka banyak yang akan pergi ke pasar untuk menjual dagangan, atau-pun para anak muda yang sebaya dengan Bayu, yang memang berolahraga pagi seperti yang Bayu lakukan saat itu.
Kemudian Bayu-pun segera berbaur dengan teman-teman yang lain, yang saat itu mereka juga sedang melakukan lari pagi tersebut.
Dan kebetulan memang teman-teman Bayu di pagi itu, mereka juga sudah berada di jalan tersebut dan memang menunggu Bayu, dan mereka bersama-sama lari pagi.
Sedangkan Pak Sunarto dan ibu Martini, mereka berdua sibuk mempersiapkan segala barang-barang dagangan, yang akan dijual oleh Pak Sunarto di hari itu.
Mereka sibuk mempersiapkan mulai dari masakan-masakan, ataupun sendok dan baskom, dan juga barang-barang lainnya.
Semuanya itu mereka persiapkan dan pindahkan dari dalam rumah, ke gerobak dorong yang ada di halaman depan rumahnya.
Kemudian setelah waktu menunjukkan pukul (06.00 pagi,) maka Bayu segera menyudahi olahraga paginya itu.
Lalu kemudian Bayu langsung mandi, dan bersiap-siap untuk pergi ke Sekolah.
Sedangkan Pak Sunarto, rupanya saat itu ia juga sudah siap dengan barang dagangannya.
Lalu tak lama kemudian, Pak Sunarto-pun segera berpamitan kepada Istrinya dan juga Bayu, untuk segera berangkat menjual dagangannya....
Kemudian tak lama setelah itu, Pak Sunarto-pun akhirnya mulai beranjak dari halaman rumahnya, dan mulai mendorong gerobaknya menjauh dari halaman rumahnya....
Sedangkan Bayu yang saat itu sudah selesai mandi dan bersiap-siap akan berangkat ke Sekolah, maka Bayu segera sarapan pagi terlebih dahulu.
Kemudian Ibu Martini segera menyiapkan sarapan pagi untuk Bayu....
Lalu setelah beberapa saat kemudian, maka Bayu sudah selesai dengan sarapan paginya.
Maka tanpa menunggu lama, dia segera berpamitan kepada Ibunya.
Lalu sang Ibu memberikan uang saku untuk Bayu, dan Bayu-pun akhirnya cium tangan sang Ibu.
Kemudian ia segera berangkat ke Sekolah, karena saat itu waktu sudah menunjukkan pukul (06.30 pagi.)
Bayu yang saat itu berangkat ke Sekolah dengan naik Sepeda Ontel seperti biasanya, maka ketiga temannya yang biasa bersama-sama dengannya, baik berangkat atau-pun pulang Sekolah, mereka sebelumnya memang sudah menunggu Bayu di pintu masuk pekarangan depan rumahnya.
Lalu mereka-pun secara bersama-sama akhirnya berangkat ke sekolah, dan mengayuh Sepedanya dengan santai.
Sementara Ibu "Martini," dia meneruskan pekerjaan rumahnya, yaitu membersihkan rumah dan pekarangan rumahnya.
Lalu dilanjutkan dengan mencuci pakaian seperti biasanya.
__ADS_1