
*SINGKAT CERITA*
Maka setelah 1 tahun kemudian, Bayu dan Anggi akhirnya menghadapi ujian akhir di Kelas 3 yang didudukinya itu.!
"Setelah sebelumnya Mereka lulus dari Kelas 2 yang sebelumnya diuraikan di "Segmen" sebelumnya..."
Sementara itu, "Marvel" Kakak Anggi, Dia saat itu sudah tidak berada di Sekolah itu lagi.!
Karena dia sebelumnya sudah lulus duluan, dan Marvel sendiri sekarang di Sekolah kan ke luar Negeri oleh Papanya "Agung Prawiro.!"
Dan kebetulan, dia sekarang berada di Sekolah ternama di "California Amerika serikat.!"
Karena kebetulan, di sana ada salah seorang saudara dari Pak Agung Prawiro yang memang berdomisili di sana...
Dan kebetulan saudaranya itu berprofesi sebagai Dosen, dan mengajar di salah satu "Universitas" ternama di kawasan tersebut.!
Dan Marvel dititipkan oleh Papanya di sana, dan tinggal di sana selama Marvel menempuh Pendidikannya itu...
Maka dengan kepindahan Marvel ke luar Negeri tersebut, tentu saja secara tidak langsung, itu mengurangi beban bagi Bayu.!
Karena dengan ketidak adaan Marvel, maka sudah bisa dipastikan, bahwa Bayu dan teman-temannya tidak akan merasakan teror lagi.!
"Begitu juga dengan Anggi...?"
Anggi yang memang sebelum Kakaknya pindah ke luar Negeri, Dia sudah agak mendingan sikapnya terhadap Bayu itu, maka dengan ketidakberadaan Kakaknya tersebut, Dia semakin berubah sikapnya terhadap Bayu...
Apalagi Mereka berdua terbilang semakin dekat dengan adanya kepentingan Sekolah, yang mewajibkan Mereka saling dekat, seperti belajar kelompok yang memang sampai saat itu, mereka tetap tergabung dalam satu kelompok dari dulu itu.!
Akan tetapi, walaupun Marvel tidak ada di tengah-tengah mereka, tapi "Ibu Ratna Pratiwi" atau Mamanya Anggi, dia tetap dengan sikapnya yaitu "Pemarah" *Egois" dan tetap tidak suka terhadap Bayu sampai saat itu...
Maka dari itulah, Anggi berusaha keras untuk tidak pernah menyinggung perihal Bayu terhadap Mamanya, baik mengenai masalah di lingkungan Sekolah, ataupun di luar Sekolah.!
Sedangkan hubungan antara Bayu dan Anggi sendiri, kian lama mereka kian baik, walaupun mereka berusaha menjaga jarak antara satu dengan yang lainnya, karena masalah tersebut...
"Seiring berjalannya waktu...!"
Di mana pada saat itu, Mereka sudah menyelesaikan ujian akhir di Sekolahnya, dan Mereka tinggal menunggu hasilnya yaitu Apakah Mereka "lulus," atau "tidak.!"
Maka setelah waktu yang ditunggu-tunggu itu tiba, kemudian Mereka akhirnya mengetahui, bahwa baik Anggi ataupun Bayu, keduanya sama-sama lulus dari "Sekolah Menengah Pertama" tersebut...
Begitu juga dengan teman-teman Bayu, ataupun teman-teman Anggi...
Lalu setelah Mereka menyelesaikan Pendidikan di Sekolahan tersebut, maka kembali Orang tua Bayu ataupun Orang tua Anggi, mereka segera mendaftarkan Bayu dan Anggi ke jenjang Sekolah yang lebih tinggi...
"Dan kebetulan, tanpa ada perjanjian sebelumnya, bahwa Mereka rupanya kembali duduk di Sekolah yang sama seperti sebelumnya.!"
Dan kebetulan, Mereka berdua saat itu sama-sama duduk di bangku "SMA Negeri" yang bertempat di kota...
Yang mana jarak dari rumah Mereka ada sekitar kurang lebih (2 km.)
"Hal tersebut, tentu saja agak menjadi kendala terutama bagi Bayu..."
Karena jika mengingat jarak yang akan ditempuh untuk ke Sekolah tersebut, sekarang tidak sama lagi dengan jarak di Sekolah sebelumnya.!
Sedangkan dengan jarak segitu, maka bagi Bayu akan sangat melelahkan, jika pulang pergi ke Sekolah tersebut ditempuh dengan naik Sepeda ontel seperti biasanya.!
Maka mau tidak mau, Dia harus memiliki Sepeda motor sebagai alat transportasi.!
Dan hal itu, rupanya sudah menjadi pembahasan dari Pak Sunarto dan ibu Martini...
__ADS_1
Dan akhirnya, Mereka segera membelikan Bayu (1 unit Sepeda Motor..)
Walaupun tidak begitu mewah, akan tetapi Sepeda Motor tersebut cukup bagus dan terawat...
Dan itu-pun hasil dari penjualan kambing, yang dipelihara oleh Bayu sebelumnya...
Sedangkan bagi Anggi, hal itu tidak bermasalah.!
Karena memang Anggi sebelumnya sudah memiliki Sepeda Motor yang dibelikan oleh kedua Orang tuanya.!
"Apalagi saat Dirinya akan menginjak ke bangku "SMA" tersebut..."
Akan tetapi, walaupun Anggi memiliki Sepeda motor sendiri, Dia tidak mau menggunakan Sepeda motornya itu.!
Dan Dia inginnya mobil, dan hal itu Ia tekankan kepada Papa dan Mamanya.!
Bagi Pak Agung dan Ibu Ratna, kalau hanya masalah harga dari mobil yang dipinta oleh Anggi tersebut, Mereka tidak merasa kesulitan.!
"Karena mereka memang terkenal kaya raya dan banyak duit..."
Akan tetapi, yang agak menjadi kendala terutama bagi sang Papa adalah, karena Pak Agung merasa, bahwa Anggi masih belum cukup umur.!
Karena selain Anggi tidak memiliki "SIM," Pak Agung juga khawatir, takutnya mobil itu nantinya akan digunakan sembarangan.!
Dan akhirnya, setelah melalui perbincangan yang alot antara Pak Agung dan Ibu Ratna, maka kemudian Anggi akhirnya dibelikan juga mobil yang dipintanya itu...
Karena bagi
Maka akhirnya, Anggi pulang pergi ke Sekolah tersebut dengan naik mobil Barunya itu...
Kegiatan Anggi dan Bayu di Sekolah barunya itu, berlangsung normal-normal saja dan biasa-biasa saja...
Dan bahkan mereka menjalaninya dengan tenang, karena Ibu Ratna tidak mengetahui, bahwa Anaknya itu satu Sekolah lagi dengan Bayu saat itu.!
"Termasuk tiga orang teman Bayu, yaitu "Saiful" "Ramli" dan "Hartono."
Di Sekolahan mereka yang baru itu, baik Bayu maupun Anggi, Mereka lebih berhati-hati lagi dalam mengambil sikap.!
Baik mengenai pembicaraan, ataupun tingkah laku di antara mereka berdua...
Itu semua terjadi, karena memang Mereka berdua sekarang sudah lebih dewasa lagi...
Jadi... Tentu saja hal itu menambah rasa malu, ataupun rasa hormat di antara satu dengan yang lainnya.!
Bagi Bayu, memang sikap tersebut sudah mendarah daging.!
Karena Dia selalu di didik tentang kedisiplinan, kesopanan, ataupun cara menghormati dan menghargai orang lain oleh kedua Orang tuanya.!
Sedangkan bagi Anggi, pelajaran tersebut tidak Ia dapat dari keluarganya sendiri.!
"Karena seperti yang telah diketahui bersama, bahwa untuk masalah pelajaran seperti itu, Anggi hanya mendapati dari sang "Papa" saja.!"
Sedangkan sang "Papa" atau Pak Agung Prawiro sendiri, Beliau adalah orang yang super sibuk, yang jarang sekali berada di rumah.!
Sedangkan Anggi sendiri, hanya sering kontak langsung dengan sang Mama, yaitu Ibu "Ratna Pratiwi..."
Maka, jika menyangkut perubahan sikap dari Anggi, itu hanya semata-mata karena Dia dapati semua itu dari Bayu dan keluarganya...
"Maka dari itulah, selama Mereka melanjutkan Pendidikannya di bangku "SMA" tersebut, Anggi semakin menaruh hormat dan segan pada Bayu..."
__ADS_1
*Waktu terus berlalu...!*
"Dan akhirnya...!"
Pada saat Mereka duduk di bangku Kelas 2 SMA tersebut, maka perubahan kehidupan mereka-pun kian nampak.!"
Di mana pada saat itu, Bayu yang memang terkenal Siswa cerdas dan berprestasi itu, Ia makin menampakkan keunggulannya di Sekolah tersebut.!
Dan Dia selalu menjadi "Bintang Kelas," ataupun sering mendapatkan "Ranking" di Kelasnya.!
"Dan hal itu, tentu saja membuat semua teman-teman sekelasnya menjadi kagum padanya..."
Dan ditambah lagi, Bayu saat itu sering menampakan kebolehannya yang lain, di antaranya... "Seni bela diri pencak silat," ataupun kebolehannya dalam hal "Mengaji.!
Itu semua diketahui, pada saat pihak Sekolah mengadakan uji bakat atau kemampuan dari para Siswa-siswa di sana, seperti yang telah terjadi di Sekolah sebelumnya itu.!
Hal itu tentu saja membuat Bayu menjadi pusat perhatian dari banyak Siswa yang ada di sana, terutama dari kalangan "cewek, tak terkecuali "Anggi..."
Rupanya Anggi yang dulu dikenal sangat membenci Bayu itu, maka pada saat itu dengan seiringnya waktu, rupanya Dia diam-diam menaruh perhatian lebih terhadap Bayu.!"
Akan tetapi... Sikap itu Ia sembunyikan dan tidak pernah Ia tampakkan terhadap Bayu.!
Karena Dia merasa sangat malu kepadanya, jika mengingat latar belakang dari sikapnya tersebut...
Akan tetapi walaupun begitu, Bayu tidak pernah merasakan perhatian-perhatian seperti itu, baik perhatian dari kalangan cewek lain terhadapnya, apalagi perasaan Anggi terhadapnya saat itu...
Karena memang Bayu dikenal orang yang sangat sopan, dan selalu serius dalam hal Sekolah, apalagi masalah Pendidikan.!
"Dan ternyata... Sikap yang demikian itulah rupanya, yang menjadikan dirinya menjadi pusat perhatian di kalangan cewek di Sekolahnya itu.!"
Sementara Anggi sendiri, Dia semakin hari juga semakin menarik perhatian, terutama dari kalangan Siswa cowok di Sekolah itu.!
"Pasalnya...!"
Selain Anggi adalah Anak orang kaya, Dia juga dikenal gadis yang cantik...
"Maka tidak tentu saja Dia juga menjadi rebutan bagi kalangan Siswa cowok di Sekolahnya itu...."
Sedangkan di Sekolah tempat Mereka tersebut, banyak Siswa dari Anak-anak kalangan "elit" yang bersekolah di sana.!
Baik Anak-anak pejabat, ataupun Anak-anak pengusaha yang selevel dengan Anggi...
Maka di Sekolah tersebut, ada seorang Siswa yang juga terkenal di sana, dengan sebutan "Anak konglomerat" yang bernama "Robby Saputra," dengan nama panggilan "Robby.!"
"Dia sangat tergila-gila terhadap Anggi..."
Akan tetapi, walaupun si Roby tersebut menaruh perhatian lebih terhadapnya Anggi, tapi sedikitpun Anggi tidak merespon atau membalas sikap dan perhatian Roby terhadapnya itu.!!
*Pasalnya...!"
Walaupun si Roby itu adalah Anak seorang konglomerat yang kaya raya, akan tetapi Dia sangat tidak sopan, dan sering bertindak tidak baik kepada Siswa-siswa lain, jika tidak mengikuti apa kata-katanya.!!
Dan Dia terkenal memiliki teman-teman yang mendukungnya di Sekolah tersebut, layaknya "Marvel" Kakak si Anggi sewaktu mereka masih duduk di bangku SMP sebelumnya itu.!
Cuman bedanya... Jika Marvel dulu membentuk suatu geng yang diketuainya, akan tetapi si Roby ini, dia tidak membentuk suatu geng, akan tetapi dia menggunakan kekuasaan lewat harta yang ia miliki, untuk membackup kelakuannya itu.!
Dan teman-temannya-pun juga selevel dengannya...
Mereka banyak dari kalangan Anak seorang pejabat, dan juga Anak-anak seorang pengusaha.!
__ADS_1
Akan tetapi, semua teman-temannya yang dari kalangan elit tersebut, hanya si Roby seorang yang sangat disegani di Sekolah tersebut.!!
Karena selain Dia adalah Anak seorang konglomerat, dia juga dikenal beringas dan urakan, dan sama sekali tidak mengenal kesopanan.