
Kemudian setelah Bayu selesai ditanya oleh Ibunya, maka kemudian Bayu langsung mandi dan segera melaksanakan salat "Zuhur," karena waktu memang sudah memasuki jadwal salat "Zuhur."
Lalu setelah Bayu selesai salat, maka kemudian dia segera bersiap-siap untuk makan siang.
Kemudian Ibu Martini segera menyiapkan segala sesuatunya untuk Bayu.
Kemudian setelah semuanya siap, maka Bayu-pun segera makan siang.
Lalu setelah selesai makan siang, maka Bayu segera beristirahat dengan tidur siang di kamarnya.
Kemudian setelah waktu menunjukkan pukul (14.30,) maka kemudian Bayu segera bangun dari tidur siangnya.
Lalu setelah itu Bayu segera bersiap-siap, untuk mencari rumput sebagai sebagai pakan kambing yang dipeliharanya.
Maka setelah mengambil "Arit" dan "Karung," kemudian Bayu langsung berangkat mencari rumput.
Lalu setelah 1 jam kemudian, Bayu sudah selesai dari mencari rumput untuk pakan ternaknya.
Kemudian sebagian rumput itu-pun segera diberikan kepada kambingnya, lalu sebagian lagi ia taruh untuk persiapan nanti.
Lalu tak lama kemudian, Pak "Sunarto" Ayah Bayu rupanya sudah datang dari keliling menjual Bubur Ayam.
Maka setelah mengetahui Ayahnya datang, Bayu-pun langsung menuju ke halaman depan, untuk membantu sang Ayah menurunkan semua peralatan-peralatan dagangannya.
Barang- barang tersebut langsung dibawa masuk ke dalam rumah, yang dibantu oleh sang Ibu, yakni "Ibu Martini."
Sedangkan Pak Sunarto, dia langsung mandi dan segera melaksanakan salat "Ashar," karena waktu memang sudah masuk ke jadwal salat tersebut.
Lalu setelah Pak Sunarto selesai melaksanakan salat "Ashar," maka kemudian dia segera duduk santai, sembari menghisap rokok dan secangkir kopi, yang sebelumnya sudah dipersiapkan oleh Ibu Martini di meja ruang tamu.
Sedangkan Bayu dan Ibu Martini sendiri, mereka setelah selesai membawa masuk barang-barang dagangan pak Sunarto tersebut, maka mereka juga segera mandi dan segera melaksanakan salat "Ashar."
Kemudian setelah mereka selesai melaksanakan salat "Ashar," Ibu Martini segera bergabung dengan Pak Sunarto di ruang tamu, sembari mengobrol dan meminum kopi di ruangan tersebut.
Di ruangan tamu tersebut Pak Sunarto dan Ibu Martini tidak hanya duduk santai dan minum kopi saja, akan tetapi mereka sibuk menghitung uang, hasil dari penjualan Bubur Ayam yang dilakukan oleh Pak Sunarto sedari pagi tersebut.
Dan kebetulan dagangan Pak Sunarto hari itu laris manis, dan habis terjual semuanya tanpa sisa.
Sedangkan Bayu, dia segera bersiap-siap untuk berangkat mengaji .
__ADS_1
Lalu tak lama kemudian, Bayu segera berpamitan kepada Pak Sunarto dan Ibu Martini.
Setelah selesai berpamitan, Bayu-pun segera berangkat menuju ke "Mushola" tempat dia mengaji.
Setelah beberapa saat kemudian, maka tibalah waktu "Maghrib."
Lalu Pak Sunarto dan Ibu Martini segera bersiap-siap, untuk melaksanakan salat "Magrib" saat itu.
Lalu setelah mereka selesai melaksanakan salat Magrib, maka mereka berdua segera melanjutkan pekerjaannya, yaitu meracik bumbu-bumbu untuk barang dagangan yang akan dijual oleh Pak Sunarto besok pagi.
Dan kegiatan itu-pun mereka lakukan seperti biasanya, dan sudah menjadi rutinitas bagi keluarga tersebut.
Sementara itu di tempat lain, Anggi dan Marvel saat itu sedang berbincang-bincang dengan Mamanya, yaitu Ibu "Ratna Pratiwi."
Sedangkan Pak "Agung Prawiro" atau Papa dari Anggi dan Marvel, saat itu beliau belum datang.
Maka dengan tidak keberadaan dari Pak Agung tersebut, mereka bertiga memanfaatkan situasi tersebut, untuk membicarakan perihal Anggi dan Marvel di Sekolah.
Anggi dan Marvel menceritakan semuanya perihal kejadian di Sekolah kepada Mamanya, termasuk perbuatan jahilnya terhadap Bayu dan ketiga temannya, yang di kempes ban sepedanya tersebut.
Kemudian setelah mendengar cerita dari Anak-anaknya tersebut, Ibu Ratna tertawa lepas dan senang mendengarnya.
Mereka sangat senang membahas soal tersebut, karena baik Anak dan Mamanya itu sama-sama memiliki kelakuan yang sama, yaitu pemarah dan pendendam.
Lalu tak lama kemudian, Pak Agung-pun rupanya sudah datang.
Maka beliau langsung disambut oleh Ibu Ratna....
Lalu Ibu Ratna langsung memanggil pembantu rumahnya, untuk segera membuatkan kopi dan menyiapkan makanan kecil bagi sang suami, dan menyuruh untuk ditaruh di meja ruangan tengah rumahnya.
Sedangkan Pak Agung sendiri, beliau langsung mandi dan segera melaksanakan salat "Ashar."
"Ya begitulah..."
Pak Agung memang bukan hanya orang yang tegas dan berwibawa saja, akan tetapi dia juga sangat tekun dalam masalah "Ibadah."
Lain halnya dengan Ibu Ratna sang "Istri" ataupun Marvel dan Anggi, mereka memang sangat malas dalam hal "Ibadah."
Hal tersebut bukannya sengaja dibiarkan, ataupun tidak disuruh oleh Pak Agung untuk melaksanakan salat.
__ADS_1
Akan tetapi, mereka hampir tiap hari disuruh untuk melaksanakan salat lima waktu oleh Pak Agung.
Akan tetapi walaupun Pak Agung gencar menyuruh dan memerintahkan mereka untuk melaksanakan salat, mereka tidak mengindahkannya, dan mereka tetap tidak melakukannya.
"Ya begitulah kehidupan mereka..." Sesuai dengan apa yang telah diuraikan sebelumnya, bahwa mereka memang bertolak belakang dengan Pak Agung.
*WAKTU TERUS BERLALU*
"Setelah beberapa bulan kemudian..."
Maka tanpa terasa Bayu dan Anggi sudah duduk di bangku kelas (2 SMP.)
Sedangkan Marvel, dia sudah duduk di bangku kelas 3, karena memang dia terpaut satu kelas dengan Bayu dan Anggi.
Kehidupan mereka di Sekolah tetap seperti biasanya...
Anggi dan Marvel beserta 10 orang Anak buahnya, mereka tetap dengan kelakuannya, yaitu sering membuat onar, baik terhadap Bayu, ataupun terhadap siswa-siswa yang lain.
Bayu yang kian lama kian matang baik dalam segi mental ataupun Pendidikannya tersebut, dia mulai tampak lebih berkualitas.
Karena selain dia tetap tekun dengan belajar bela diri dan mengajinya, Bayu juga sangat rajin dalam hal belajar.
Maka semenjak Bayu duduk di bangku kelas (2 SMP) tersebut, Bayu sudah mulai lebih menonjol dari siswa-siswa yang lain, termasuk Anggi dan Marvel.
Yang mana dalam hal Pendidikan, Bayu sekarang selalu mendapatkan "Ranking 1" di Sekolahnya.
Bahkan saat itu, Bayu sering mendapatkan acungan jempol, baik dari teman-temannya, ataupun dari para Guru di sekolahnya....
Dan hal itu, tentu saja membuat Marvel dan Anggi bertambah makin iri terhadap Bayu.
Akan tetapi Marvel dan Anggi beserta Anak buahnya tersebut, mereka sejauh itu tidak pernah lagi membuat keributan, dengan cara adu fisik dengan Bayu dan ketiga temannya.
Karena mereka sadar, bahwa Bayu dan teman-temannya sangat sulit diserang dengan kekerasan lagi.
Karena selain Bayu memang memiliki kemampuan bela diri yang tangguh, teman-teman Bayu juga mengancam akan melaporkan Marvel dan yang lainnya ke Kepala Sekolah, jika hal itu mereka lakukan.
Maka dari itu, Marvel sebisa mungkin sengaja menghindari kontak fisik dengan Bayu.
Akan tetapi walaupun Marvel dan Anak buahnya tidak pernah ribut dengan cara kontak fisik langsung, mereka tetap membikin onar dan tetap tidak mau berdamai dengan Bayu dan teman-temannya.
__ADS_1
Mereka tetap sering menyerang dengan cara yang licik terhadap Bayu, dan ketiga temannya tersebut.