
Lalu tak lama kemudian, Bayu menjawab pertanyaan Pak Agung yang sempat terpotong dan terwakili oleh Anggi disebut.
"Lalu Anggi berkata..."
"Oh, 'iya Pak!
"Kebetulan 'Saya satu kampus dengan Anggi!
"Dan, 'Saya mengambil jurusan hukum"!. "ujar Bayu".
"Oh, 'gitu ya" "sahut Pak Agung".
"Iya. 'betul Pah...
"Bayu mengambil jurusan hukum!
"Sama dengan Anggi"!. "tambah Anggi".
Lalu sejenak obrolan mereka berhenti, dan suasana menjadi hening...
Kemudian tak lama setelah itu, Pak Agung kembali berkata "dan kali ini ditujukan kepada Ibu Martini"...
"Pak Agung berkata"...
"Oh, 'iya Bu...
"Saya dengar, 'katanya Ibu saat ini lagi mencari pekerjaan. 'ya?
"Apakah betul itu Bu"?. 'tanya Pak Agung".
"E... Iya, 'betul Pak...
"Belakangan ini, 'Saya memang lagi butuh pekerjaan!
"Karena memang, 'di samping Bayu membutuhkan biaya untuk Kuliahnya, 'lagi pula kami butuh biaya untuk kehidupan kami sehari-hari!
"Walaupun Bayu sering bantu-bantu 'dengan bekerja menjadi ojek online... 'akan tetapi penghasilannya tidak mencukupi Pak"!. "ujar Ibu Martini".
Lalu setelah mendengar ucapan Ibu Martini tersebut, sejenak Pak Agung menoleh ke arah Anggi dengan muka dan perasaan yang penuh harap...
Karena apa yang dikatakan oleh ibu Martini tersebut, sudah sesuai dengan apa yang mereka harapkan, dan sesuai dengan maksud dan tujuan mereka ke rumahnya itu!.
Lalu setelah beberapa saat kemudian, Pak Agung mulai mengutarakan maksud kedatangannya itu terhadap ibu Martini...
"Pak Agung berkata"...
"E... 'Jadi begini 'Bu Martini...
"Maksud kedatangan kami 'ke rumah ibu, 'sebenarnya berhubungan dengan apa yang Ibu katakan tadi"!. "ujar Pak Agung."
"Maksud Bapak"?. "tanya ibu Martini".
"Iya, 'tadi Anggi sudah memberitahukan kepada Saya, 'bahwa Ibu lagi butuh pekerjaan!
"Dan kebetulan, 'di rumah lagi tidak ada asisten rumah tangga?
"Apakah Ibu mau bekerja di rumah kami"?. "tanya Pak Agung".
"Oh, 'iya!?
"Apakah benar itu Pak"?. "tanya ibu Martini kembali".
"Iya... 'betul Bu".!. "jawab Pak Agung".
"Iya... 'betul ibu Martini!
"Apakah Ibu mau bekerja di rumah kami"?. "tambah Anggi".
Lalu setelah mendengar pertanyaan Anggi tersebut, maka langsung saja Ibu Martini meresponnya dan berkata...
"Iya. 'Saya mau Pak!
"Dan nak Anggi"!. "Jawab Ibu Martini".
"Baiklah kalau begitu 'Ibu Martini!
"Sekarang, 'Saya akan menjelaskan tentang apa dan bagaimana mengenai pekerjaan Ibu di rumah kami nantinya"!. "ujar Pak Agung".
"Jadi Pak, 'apa saja yang harus Saya kerjakan di rumah Bapak"?. "tanya Ibu Martini".
"Jadi begini Bu...
"Ibu harus berangkat pagi-pagi dari rumah Ibu 'menuju ke rumah kami!
"Dan Ibu mulai memasak untuk keluarga kami!
"Lalu selain itu, 'Ibu bersih-bersih di rumah kami!
"Dan juga mencuci baju-baju kami!
"Dan di sana sudah ada mesin cuci!
"Lalu dilanjutkan untuk menyiapkan makan siang, 'untuk keluarga kami!
"Dan yang terakhir, 'Ibu juga harus menyiapkan makan malam bagi kami nantinya!
"Dan baru setelah itu, 'Ibu boleh pulang kembali ke rumah Ibu!
"Dan itu dikerjakan setiap hari!
__ADS_1
"Akan tetapi, 'jika Ibu Martini mau tetap tinggal di rumah kami, 'di sana juga ada banyak tersedia kamar kok!
"Dan bahkan 'jika nak Bayu mau, 'maka nak Bayu sekalian juga bisa tinggal di sana kok"!. "ujar Pak Agung".
Lalu setelah mendengar ucapan Pak Agung tersebut, sejenak Ibu Martini terdiam dan terlihat menoleh ke arah Bayu, seakan dia meminta persetujuan dari sang Anak tentang pekerjaan yang ditawarkan oleh Pak Agung tersebut!.
Lalu setelah beberapa saat kemudian, terlihat Bayu memberikan kode kepada sang Ibu, pertanda semua keputusan diserahkan kembali kepada Ibu Martini!.
Dan sejenak Ibu Martini kembali terdiam, dan terlihat berpikir.
Lalu setelah itu, Ibu Martini kembali berkata kepada Pak Agung...
"Jadi... 'maksud Bapak, pekerjaan Saya itu nantinya akan berlangsung sampai malam hari Pak"?. "tanya ibu Martini".
"Iya Bu!
"Dan itu memang Pekerjaan Ibu nantinya!
"Sedangkan untuk bagian luar rumah 'atau pekarangan rumah, 'itu sudah ada yang mengurusi!
"Di mana di sana sudah ada Pak Jono yang mengurusnya!
"Termasuk menjaga pintu gerbang 'atau menyiram tanaman, dan sekaligus membersihkan halaman luar rumah!
"Dan beliau sudah lama bekerja dengan kami, 'dan beliau berasal dari Desa seberang"!. "ujar Pak Agung".
"Lalu, 'mulai kapan Saya bekerja di rumah Bapak"?. "tanya ibu Martini".
"Besok pagi 'nggak apa-apa Bu! "jawab Pak Agung".
"Baiklah kalau begitu Pak Agung!
'Saya mulai besok pagi akan bekerja di rumah bapak"! "ujar Ibu Martini."
"Oh 'iya Ibu Martini, 'Ibu nggak usah khawatir!
"Saya akan membayar ibu dengan sepantasnya.!" "ujar Pak Agung."
"Iya. 'terima kasih banyak Pak.!" "ujar Ibu Martini."
Anggi yang mengetahui bahwa ibu Martini mau bekerja di rumahnya tersebut, dia nampak sangat senang...
Dan dia tidak henti-hentinya tersenyum, seraya sesekali dia melontarkan pandangannya ke arah Ibu Martini dan Bayu...
Sedangkan Bayu sendiri, dia nampak terlihat dingin dan mengalihkan pandangannya ke lantai rumahnya, sembari menghindari pandangan Anggi terhadapnya itu!.
Bayu saat itu agak merasa malu, terutama terhadap Anggi...
Karena bagaimanapun juga, Bayu yang terkenal pantang menyerah dan pantang dikasihani tersebut, dia agak merasa riskan dan merasa tidak enak hati terhadap Anggi...
"Karena sang Ibu, sebentar lagi akan bekerja di rumahnya".
Di samping itu Bayu juga khawatir terhadap sang ibu, bahwa ibunya saat bekerja di rumah Pak Agung, nantinya akan kembali mendapat cacian dan kemarahan dari Ibu Ratna!.
Apalagi Bayu sangat hafal, tentang watak dan kepribadian dari Ibu Ratna sendiri!.
Maka dari itulah, sikap dingin yang ditunjukkan oleh Bayu saat itu, seakan menjadi pertanda bahwa dia saat itu merasa kacau "antara malu" "khawatir" dan sebagainya...
Lalu setelah beberapa waktu kemudian, maka Pak Agung segera mengajak Anggi untuk segera pulang!.
Karena Pak Agung merasa, bahwa semuanya sudah "Clear".
Lalu Anggi-pun terpaksa menuruti apa kata sang Papa, walaupun dia sendiri merasa agak berat untuk segera beranjak dari rumah Bayu saat itu...
Karena walau bagaimanapun juga, Anggi ingin sekali berlama-lama dan dekat dengan Bayu.
Lalu setelah keduanya berpamitan, maka mereka mulai beranjak keluar dan menuju ke mobil mereka yang berada di halaman depan rumah Bayu tersebut.
Kemudian tak lama setelah itu, Pak Agung dan Anggi-pun mulai meninggalkan halaman rumah Bayu, dan mereka-pun kembali pulang ke rumahnya...
Sementara Bayu dan ibu Martini, mereka berdua kembali masuk ke dalam rumahnya, setelah mengantar Pak Agung dan Anggi sampai ke teras depan rumahnya.
Lalu mereka segera mendiskusikannya, tentang masalah barusan itu secara lebih mendalam lagi!.
Dalam pembicaraan tersebut, Bayu bertanya kepada Ibu Martini tentang dirinya yang mau, dan akan bekerja di rumah Pak Agung tersebut.
"Agung bertanya kepada Ibu Martini"...
"Ibu...'apakah ibu yakin 'akan bekerja di rumah Pak Agung atau Ibu Ratna tersebut"?. "tanya Bayu".
"Iya. 'memangnya kenapa, dan ada apa Bayu"?. 'tanya balik Ibu Martini".
"Ya... 'nggak apa-apa sih!
"Tapi... 'apakah ibu sudah yakin"?.
"tanya Bayu lagi".
"Kenapa kamu bertanya seperti itu kepada ibu nak"?. "tanya balik Ibu Martini."
"Bukan apa-apa Bu!
"Ibu-'kan tahu sendiri, 'bagaimana watak Ibu Ratna"!?. "ujar Bayu".
"Iya... Ibu mengerti.! tapi apa hubungannya dengan ibu 'Nak"?.
"tanya ibu Martini".
"Lho... 'Ibu-'kan tahu sendiri!
__ADS_1
"Bukankah dulu Ibu Ratna pernah melabrak kita 'Bu"!?. "ujar Bayu".
"Iya... 'tapi itu kan dulu Bayu!
"Sudahlah. 'sebaiknya kita tidak usah mengungkit hal itu lagi"!. "ujar Ibu Martini".
"Tapi... 'bagaimana kalau nanti Ibu Ratna melakukan hal itu lagi kepada Ibu nantinya"?. "tanya Bayu".
"Bayu... 'sudahlah!
"Kamu tidak usah suudzon gitu Nak"!.
"ujar Ibu Martini".
"Iya, 'baiklah Bu!
"semoga saja hal itu tidak terjadi lagi, 'ya Bu"!?. "ujar Bayu".
"Iya Nak!
"Kita berdoa saja kepada Tuhan!
"Jadi selama ibu bekerja di sana nantinya, 'semoga saja tidak ada apa-apa"!. "ujar Ibu Martini".
B"Amin"... "ucap Bayu".
Lalu setelah beberapa saat kemudian, maka mereka berdua segera menyudahi pembicaraannya, dan mereka kembali melaksanakan aktivitasnya.
Ibu Martini meneruskan kesibukannya dengan mencuci baju-baju, sedangkan Bayu kembali melanjutkan dengan memperbaiki sepeda motornya yang tadi sempat tertunda akibat kedatangan dari Pak Agung dan Anggi tersebut.
Kesibukan mereka terus berlanjut, hingga beberapa saat lamanya...
Sampai pada akhirnya, terdengar suara "Adzan" menggema dari toa masjid yang ada di sekitar kampung tersebut...
Dan itu berarti, tiba bagi Bayu dan ibu Martini untuk segera melaksanakan "Salat Dzuhur, karena waktu sudah memasuki jadwal Salat tersebut"!.
Bayu yang sudah selesai memperbaiki sepeda motornya tersebut, dia langsung mandi dan segera melaksanakan "Salat Dzuhur", begitu juga dengan ibu Martini.
Sementara di tempat lain, di mana Anggi dan Pak Agung yang saat itu sudah berada di rumahnya tersebut, langsung saja Anggi ditanya oleh Ibu Ratna tentang pertemuannya dengan keluarga Ibu Martini barusan!.
Yang tentu saja pertanyaan mengenai hal tersebut, dilakukan oleh Ibu Ratna terhadap Anggi tanpa sepengetahuan Pak Agung!.
Karena beliau pada saat itu lagi mandi, dan bersiap untuk melaksanakan "Salat Dzuhur".
"Ibu Ratna bertanya kepada Anggi"...
"Anggi. 'bagaimana hasil pembicaraan kalian dengan ibu Martini tadi"?. "tanya ibu Ratna".
"Iya 'nggak apa-apa Mah!
"Tadi Anggi dan Papa sudah berbicara dengan ibu Martini 'kok"!.
"jawab Anggi".
"Jadi, 'bagaimana hasilnya"?. "tanya ibu Ratna lagi".
"Iya... 'jadi tadi ibu Martini mau untuk bekerja di sini Mah"!.
"jawab lagi".
"Lah, 'terus, 'kapan dia mulai bekerja di sini"?. "tanya ibu Ratna lagi".
"Oh, 'iya Mah!
"Kebetulan, 'tadi Papa menyuruh dia 'untuk memulai bekerja di sini besok pagi"!. "jawab Anggi".
"Oh... 'ya sudah, 'tidak apa-apa!
"Tapi, 'ingat tiga syarat dari Mama itu, 'ya"!?. "ujar Ibu Ratna".
"Iya 'Mah!
"Anggi masih ingat kok!
"Dan Anggi akan menempati janji Anggi 'Mah"!. "jawab Anggi".
"Ya sudah kalau begitu, 'Kamu makan siang dulu sana, 'tuh sudah Mama siapin di meja makan"!. "ujar Ibu Ratna".
"Oh, 'iya Mah!
"Kebetulan Anggi sudah lapar 'nih!
"Tapi, 'sebaiknya kita makan bersama-sama saja, 'ya Mah"!?. "ujar lagi".
"Mama tadi sudah makan duluan!
"Karena Mama tidak tahu tentang kepastian kalian datang tadi!
"Jadi, 'tadi langsung saja Mama makan sendiri"! "ujar Ibu Ratna".
"Oooh... 'ya sudah Mah!
"Kalau begitu 'Anggi akan makan bersama dengan Papa saja, 'ya Mah"!.
"ujar Anggi".
"Ya sudah. 'tidak apa-apa!
__ADS_1
"Sudah. "sana"!. "ujar Ibu Ratna".