
Sementara Bayu yang mulai berjalan secara perlahan ke arah Marvel dan 8 orang anak buahnya tersebut, dia terlihat masih agak kesakitan, karena terkena pukulan oleh salah seorang anak buah Marvel dari belakang dengan menggunakan kayu tersebut.
Lalu setelah Bayu kembali ke posisi seperti sebelumnya, yaitu berada tepat di hadapan Marvel dan kedelapan orang anak buahnya tersebut, maka kembali Bayu berdialog dengan Marvel dengan nada pelan, dan berharap agar Marvel beserta anak buahnya tersebut menghentikan perkelahian dengannya.
"Bayu berkata."
"Oke Marvel, sekarang gue ngaku kalah...
"Dan gue mohon, elu dan anak buah elu jangan nyerang gue lagi...
"Karena sekarang gue masih kesakitan terkena pukulan oleh salah satu anak buah elu tadi...
"Dan sekarang gue minta maaf ama elu..." "ucap Bayu kepada Marvel."
Mendengar ucapan permintaan maaf dari Bayu tersebut, Marvel meresponnya dengan tidak baik, dan bahkan dia berkata kasar kepada Bayu.
"Marvel berkata."
"Heh Bayu.!
"Apa lu bilang, maaf.!?
"Enak aja lu ngomong.!
"Heh, asal lu tahu ya.!
"Pukulan yang lu terima dari anak buah gue itu nggak seberapa, kalau dibanding dengan beberapa orang anak buah gue yang lu jatuhin tadi.!
"Dan sekarang sebaiknya elu siap-siap aja, karena sebentar lagi, elu akan menerima pukulan yang lebih dahsyat dari yang tadi.!" "ucap Marvel kepada Bayu, sembari menunjuk ke arah muka Bayu dengan angkuhnya."
Sementara Bayu yang mengetahui sikap dari Marvel yang tidak bersahabat tersebut, dia kali ini lebih berhati-hati lagi.
Bayu mundur satu langkah ke belakang menjaga jarak dari Marvel, dan masih berharap agar Marvel tidak memukulnya.
Akan tetapi harapan Bayu tersebut, tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya.
Karena Marvel langsung mengarahkan bogem mentah ke arah muka Bayu seketika itu juga...
Sedangkan Bayu yang mengetahui dan sudah bersiap dari tadi tersebut, Bayu langsung menangkap tangan Marvel, dan langsung memberikan balasan bogem mentah ke arah muka Marvel.
Maka seketika itu juga, pukulan Bayu tersebut mengenai pelipis kanan Marvel.
Maka Marvel-pun roboh tersungkur ke tanah dengan berlumuran darah, karena pelipis kanannya sobek terkena pukulan dari Bayu.
Bayu memang sengaja ingin memberikan pelajaran kepada Marvel, setelah sebelumnya dia hanya mengelak dan tidak membalas pukulan dari Marvel tersebut.
Karena setelah berulang-ulang Bayu meminta maaf, dan memohon agar tidak menyerangnya, akan tetapi Marvel ngotot dan terus-menerus menyerang Bayu.
Maka saat itu Bayu-pun kehilangan kesabaran, dan akhirnya menjatuhkan Marvel, dengan melukai pelipis kanannya tersebut.
Lalu setelah Marvel tersungkur ke tanah dan mengalami luka robek di pelipis kanannya, kemudian Anggi sang "Adik" langsung menghampiri Kakaknya, dan mengusap luka di pelipis kanannya tersebut sembari menangis.
Sementara itu, dua orang anak buah Marvel juga terlihat membantu Marvel yang jatuh tersungkur tersebut, dan segera membangunkannya.
Sedangkan anak buah Marvel yang lain, mereka mulai mengepung Bayu dari segala arah, dan hendak menyerang Bayu pada saat itu.
Lalu pada saat beberapa orang anak buah Marvel yang mengepung, dan hendak menyerang Bayu tersebut mulai menyerang, maka seketika itu juga datanglah seorang Guru melerai perkelahian mereka.
Lalu sang Guru itu-pun segera membawa mereka semua termasuk Bayu ke ruangan Kantor Sekolah, untuk ditanya akar permasalahannya.
Dan akhirnya mereka-pun semua menuju ke ruangan Kantor Sekolah saat itu.
Kemudian sesampainya ke ruangan Kantor Sekolah, maka Marvel beserta 10 orang anak buahnya termasuk Anggi, dan juga Bayu beserta tiga orang temannya tersebut, semuanya duduk di kursi ruangan Kantor Sekolah.
Sedangkan di ruangan tersebut, bukan hanya Guru yang tadi melerai dan membawa mereka ke kantor tersebut saja, akan tetapi di sana sudah ada "sang Kepala Sekolah," dan beberapa orang guru lainnya.
Lalu tak lama kemudian, sang Kepala Sekolah bertanya kepada mereka semua tentang duduk permasalahannya.
"Sang Kepala Sekolah berkata."
"Sekarang saya akan bertanya kepada kalian.!
"Ada apa ini.?
"Kenapa kalian berkelahi.?" "tanya sang Kepala Sekolah kepada mereka semua."
Mendengar pertanyaan dari sang Kepala Sekolah, sejenak mereka semua terdiam dan tertunduk, serta tidak bisa berkata-kata.
Lalu kemudian sang Kepala Sekolah-pun bertanya yang kedua kalinya, dengan pertanyaan yang sama.
__ADS_1
Lalu setelah mendengar pertanyaan yang kedua tersebut, maka kemudian Marvel langsung menjawab pertanyaan dari sang Kepala Sekolah tersebut.
"Marvel berkata."
"Dia yang memulai duluan Pak.!" "ucap Marvel sembari menunjuk ke arah Bayu."
Mendengar kata-kata Marvel tersebut, Bayu tidak meresponnya.
Bahkan dia tertunduk, dan tidak berani melihat ke arah sang Kepala Sekolah, beserta beberapa orang Guru lainnya di ruangan tersebut.
Akan tetapi walaupun Bayu tidak menjawab dan merespon ucapan Marvel tersebut, 3 orang teman Bayu yang ikut ke ruangan itu langsung merespon, dan tidak terima Bayu disalahkan oleh Marvel saat itu.
"Mereka bertiga secara bersama-sama sontak berkata."
"Bohong Pak.!
"Dia yang duluan memulainya duluan.!
"Dia dan anak buahnya menyerang Bayu Pak.!
"Karena dia merasa iri dan tidak terima, bawa Bayu dapat juara 1 dipertunjukkan tadi pagi Pak.!" "ucap tiga orang teman Bayu, sembari menunjuk ke arah Marvel di ruangan tersebut."
Lalu setelah sang Kepala Sekolah tersebut mendengar ucapan dari tiga orang teman Bayu itu, maka sejenak sang Kepala Sekolah-pun diam, sembari menatap tajam ke arah Marvel di ruangan Kantor Sekolah tersebut.
Sebenarnya, sang Kepala Sekolah beserta beberapa orang Guru di ruangan tersebut sudah mengira, bahwa kejadian itu yang menjadi biang kerok adalah Marvel.
Karena semua Guru termasuk sang Kepala Sekolah tahu, bahwa Marvel memang terkenal sangat nakal di Sekolah itu.
Bahkan Marvel beserta geng yang diketuainya itu, sering membuat ulah dan sering membuat masalah.
Lalu tak lama kemudian, Marvel yang mengetahui dirinya bersalah, dan sadar bahwa dirinya akan dimarahi oleh sang Kepala Sekolah, dia tertunduk sembari memegang pelipis kanannya yang terluka, akibat pukulan dari Bayu sebelumnya itu.
"Kemudian sang Kepala Sekolah-pun berkata kepada Marvel."
"Marvel.!
"Sekarang kamu tidak bisa mengelak lagi.!
"Sebenarnya kami tahu, bahwa permasalahan ini yang menjadi biang kerok adalah kamu.!
"Karena kamu memang terkenal nakal di Sekolah ini.!
"Kami para Guru, mendidik para murid di Sekolah ini, bukan bertujuan untuk menjadi siapa yang terkuat, dan hebat dalam hal berkelahi.!
"Akan tetapi, kami mendidik murid-murid di sini termasuk kamu, supaya kalian semua menjadi Anak yang bukan hanya pintar dan cerdas saja.!
"Akan tetapi tugas kami para Guru, untuk mendidik kalian semua, supaya kalian mempunyai Budi yang luhur, dan tahu cara menghargai orang lain.!
"Karena di sini bukan tempat mencari keributan, akan tetapi Sekolah ini adalah tempat orang menimba ilmu.!
"Camkan itu.!
"Dan satu lagi.!
"Jangan mentang-mentang kamu Anak orang kaya, sehingga kamu bisa seenaknya saja memperlakukan orang lain seperti binatang.!
"Ingat.!
"Sekaya dan sesukses apapun orang, jika tidak mempunyai Budi yang luhur, niscaya orang tersebut akan hancur, dan menjadi orang yang tidak berguna.!
"Karena orang tersebut bukan hanya tidak dihargai orang lain akibat perbuatannya, melainkan orang tersebut dijauhi oleh teman-temannya.!
Karena orang lain tersebut, tidak suka berteman dengan orang yang tidak mempunyai adab seperti kamu.!
"Ingat.!
"Harta bukanlah segalanya.!
"Camkan itu.!" "ucap sang Kepala Sekolah dengan nada yang keras, sembari sesekali membentak Marvel di ruangan tersebut."
Kemudian setelah Marvel dimarahi dan dibentak oleh sang Kepala Sekolah, maka kemudian dia merespon ucapan sang Kepala Sekolah itu.
"Marvel berkata."
"Iya Pak...
"Maafkan Marvel Pak...
"Marvel ngaku salah pak..." "ucap Marvel kepada sang Kepala Sekolah."
__ADS_1
"Lalu sang Kepala Sekolah berkata lagi kepada Marvel."
"Baik kalau begitu...
"Saya harap kamu tidak mengulangi perbuatan seperti itu lagi...
"Dan jangan membikin onar lagi di Sekolah ini.!
"Sekarang kamu minta maaf kepada Bayu...
"Cepat.!" "ucap sang Kepala Sekolah kepada Marvel."
Setelah mendapat himbauan dari sang Kepala Sekolah, maka Marvel beserta para anak buahnya dan juga Anggi, segera bersalaman kepada Bayu di ruangan Kantor tersebut.
Dan Bayu-pun dengan senang hati sembari tersenyum, menyambut uluran tangan Marvel dan yang lainnya.
Lalu setelah itu, mereka-pun semua disuruh keluar oleh sang Kepala Sekolah.
Maka mereka-pun satu-persatu mulai keluar dari ruangan Kantor tersebut.
"Waktu saat itu sudah menunjukkan pukul (13.00 siang.)"
Maka kemudian lonceng-pun berbunyi, tanda semua para murid sudah sampai jam pulang Sekolah.
Dan akhirnya semua para murid-murid-pun, termasuk Bayu dan Anggi pulang ke rumahnya masing-masing.
Bayu beserta tiga orang temannya seperti biasa, mereka pulang dan berangkat ke Sekolah dengan naik Sepeda ontel.
Bayu dan ketiga temannya tersebut naik Sepeda ontel, karena memang mereka tidak memiliki Sepeda motor.
Sedangkan Marvel membawa Sepeda motor, dan berboncengan dengan Anggi.
Karena memang seperti yang telah diuraikan sebelumnya, Bayu dan teman-temannya, mereka tergolong dari keluarga yang pas-pasan, dan rumah mereka-pun berdekatan atau bertetangga.
Jadi setiap harinya, Bayu dan ketiga temannya itu selalu bersama-sama berangkat dan pulang Sekolah.
Sementara Marvel yang membawa Sepeda motor dan berboncengan dengan Anggi tersebut, itu memang karena mereka anak konglomerat yang kaya raya, dan Sepeda motornya-pun sangat bagus dan mahal.
Saat itu Bayu dan ketiga orang temannya, memang sengaja pulang lebih awal.
Sementara itu Marvel dan Anggi pulang belakangan, karena mereka masih berbincang-bincang dan merencanakan sesuatu dengan anak buahnya, atau geng yang diketuainya itu.
Maka setelah Bayu tengah pulang secara beriringan, dengan naik Sepeda ontel bersama dengan ketiga orang temannya, maka mereka dipepet oleh Marvel yang berboncengan dengan Anggi dengan naik Sepeda motor, sembari memperlambat laju sepeda motornya...
"Marvel berkata."
"Heh Bayu, puas lu.!?
"Senang lu melihat gue dimarahi oleh Kepala Sekolah tadi.!?
"Elu kira, gue bakal maafin elu ya.!?
"Heh, asal lu tahu ya.!
"Gue tadi salaman ama elu itu, bukan berarti gue mau baikan ama elu.!
"Kita lihat aja ntar.!
"Awas lu ya.!" "ucap Marvel dengan nada mengancam kepada Bayu, sembari mempercepat laju sepedanya dan berbelok di persimpangan jalan ke arah rumahnya itu.
Sementara itu, Bayu yang mendengar ucapan Marvel yang bernada ancaman tersebut bukannya khawatir, akan tetapi dia malah tersenyum tipis, sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
Sementara ketiga temannya yang mengetahui sikap Bayu tersebut, mereka tidak habis pikir dengan sikap Bayu.
Karena mereka merasa, Bayu bukannya khawatir, akan tetapi dia malah baik-baik saja.
Lalu setelah itu, mereka-pun kemudian sampai di persimpangan yang menuju ke arah rumah mereka, dan mereka-pun terus berjalan pulang.
Lalu setelah beberapa saat kemudian, Marvel dan Anggi yang sudah sampai ke rumahnya tersebut, mereka langsung masuk ke dalam rumah, dan bertemu dengan Mamanya yaitu Ibu "Ratna."
Sedangkan Ibu Ratna yang mengetahui Anaknya "Marvel" terluka di pelipis kanannya, maka dia langsung menanyakan perihal lukanya itu.
Sedangkan Marvel sengaja tidak menjawab pertanyaan dari mamanya, karena dia takut dimarahi.
Maka akhirnya Anggi yang memberitahukan kepada Mamanya, bahwa luka yang dialami oleh Kakaknya itu, akibat perkelahiannya dengan Bayu, dan kakaknya tersebut terkena pukulan dari Bayu.
Maka setelah mendengar jawaban dari Anggi tersebut, sontak saja Ibu Ratna langsung naik pitam.
__ADS_1