LOVE And CONTEMPT

LOVE And CONTEMPT
Bab 17:(BELAJAR KELOMPOK.)


__ADS_3

   Setelah Bayu sampai ke rumahnya, maka Bayu langsung menceritakan perihal pembentukan kelompok tersebut kepada Ibunya.


   Bayu menceritakan hal itu secara detail, mulai dari pembentukan kelompok sampai dengan anggota kelompoknya, yang terdiri dari lima orang dan yang diketuai oleh dirinya itu.!


   Bahkan bukan hanya itu saja, akan tetapi keterlibatan Anggi-pun Bayu ceritakan kepada Ibunya.!


   Dan tidak lupa Bayu juga berkata, bahwa kegiatan belajar kelompok tersebut akan dimulai dari nanti malam, dan bertempat dirumahnya.!


   Ibu Martini yang mendengar perkataan dari Anaknya tersebut, dia sangat senang dan gembira...


   Apalagi dia mengetahui, bahwa ketua kelompok itu sendiri adalah Anaknya...


   Itu berarti, Anaknya tersebut adalah siswa yang berprestasi...


   Sedangkan masalah antara Anaknya dengan Anak Ibu Ratna yaitu Anggi tersebut, Ibu Martini memang tidak mempermasalahkannya.


   Malahan dia sangat senang, bahwa Anggi tersebut tergabung dengan kelompok Anaknya.


   Karena Ibu Martini berharap, Anak Ibu Ratna tersebut bisa akur dan damai dengan Anaknya.


   "Sedangkan di tempat lain," Anggi juga rupanya sudah sampai ke rumahnya.


   Akan tetapi, jika Bayu langsung bercerita tentang kegiatannya di Sekolah tadi, maka Anggi sebaliknya....


   Dia langsung masuk ke dalam rumahnya, tanpa memberitahukan kepada Mamanya tentang apa yang telah terjadi di Sekolahannya itu.


   "Sesuai dengan apa yang telah diuraikan sebelumnya," bahwa baik Anggi ataupun Marvel berkomitmen, untuk merahasiakan tentang pembentukan kelompok antara Anggi dan Bayu, yang diadakan di Sekolahnya itu kepada Mamanya.


   Kebiasaan Anggi dan Marvel di rumah, juga sangat berbeda dengan Bayu...


   Jika Bayu sibuk dengan "Belajar" "Ibadah" dan "Bantu-bantu orang tua," akan tetapi Anggi dan Bayu, mereka sangat pemalas.!


   Mereka selalu bersenang-senang jika berada di rumah, dan selalu sibuk dengan "HANDPHONE" nya.


   Setelah beberapa jam kemudian, maka hari sudah mulai Sore...


   Bayu yang sedari tadi siang sibuk dengan aktivitasnya, yaitu mencarikan rumput untuk pakan kambingnya, ataupun membantu menurunkan barang-barang dagangan Ayahnya itu, maka setelah itu dia segera mandi, dan segera melaksanakan salat "Ashar."


   Biasanya Bayu di jam-jam tersebut, dia seharusnya bersiap-siap untuk pergi ke "Mushola" untuk Mengaji.


   Akan tetapi Bayu sengaja hari itu tidak mengaji, karena sebentar lagi dia akan mengadakan belajar bersama, dengan kelompok yang baru terbentuk tersebut.


   Sedangkan waktu kegiatan belajar itu sendiri, akan diadakan pukul (18.00 WIB,) atau setelah Salat "Magrib."

__ADS_1


   Maka tanpa menyia-nyiakan waktu, Bayu-pun segera memeriksa berkas-berkas soal, atau "PR" yang ditugaskan oleh sang Guru, untuk dipelajari bersama dengan kelompoknya tersebut, sembari menanti datangnya waktu "Magrib."


   Lalu setelah beberapa saat kemudian, maka waktu "Maghrib"-pun tiba,


   Lalu Bayu segera melaksanakan salat "Magrib" saat itu...


Begitu juga dengan Pak Sunarto dan Ibu Martini, mereka segera melaksanakan salat "Magrib."


   Lalu setelah selesai melaksanakan salat "Magrib," maka mereka berdua segera melanjutkan dengan membuat bumbu-bumbu masakan "Bubur Ayam," yang akan dijual oleh Pak Sunarto besok tersebut.


   Sedangkan Bayu, dia setelah selesai melaksanakan salat "Magrib," maka dia segera mempersiapkan tempat di ruang tamu rumahnya...


   Semua itu ia lakukan, untuk kedatangan teman-teman kelompoknya yang akan datang ke rumahnya, guna mengadakan belajar bersama sebentar lagi tersebut.


   Lalu setelah beberapa saat kemudian, maka tiga orang teman Bayu mulai datang ke rumahnya...


   Mereka adalah "Hartono" "Saiful" dan "Ramli."


   Mereka bertiga datang secara bersamaan dengan naik Sepeda Ontel dari rumah, menuju ke rumah Bayu tersebut.


   Maka tanpa menunggu lama, Bayu segera menyambut mereka bertiga, dan mempersilakannya masuk ke dalam rumahnya.


   "Lalu selang beberapa saat kemudian, maka terdengar bunyi Sepeda Motor dari halaman depan rumah Bayu."


   Bayu buru-buru menuju teras depan rumahnya dengan rasa ingin tau, bahwa siapakah yang datang dengan mengendarai Sepeda Motor itu.


   "Lalu setelah Bayu sampai ke teras rumahnya, maka Bayu segera mengetahui, siapakah gerangan yang datang itu."


   "Ya..."


Ternyata yang datang itu adalah Anggi....


   Dia datang sendiri dengan naik Sepeda Motor "MATIC," dan sengaja datang sendiri, tanpa diantar oleh Kakaknya, yaitu "Marvel."


   Kedatangan Anggi ke rumah Bayu tersebut, untuk bergabung dengan Bayu dan yang lainnya, guna mengadakan belajar bersama di rumah Bayu tersebut.


   Maka setelah Bayu mengetahui yang datang itu adalah Anggi, lalu Bayu segera menyambutnya dengan ramah, dan mempersilakannya untuk segera masuk ke dalam rumahnya.


   Sedangkan di dalam rumah tepatnya di ruangan tamu, di sana telah ada tiga orang teman Bayu, yang lebih dulu berada di sana.


   Maka tanpa menunggu lama, Bayu segera mempersilahkan Anggi, untuk segera bergabung dengan ketiga teman lainnya di ruang tamu rumahnya itu.


   Anggi yang mendapat sambutan hangat dari Bayu itu, dia terlihat "Cuek" dan tidak merespon sambutan Bayu terhadapnya itu.

__ADS_1


   Malahan dia terlihat "Manyun" dan "Cemberut," pertanda Anggi saat itu mengalami pergolakan batin yang sangat luar biasa...


   "Ya.... Bagaimana tidak...!


Pepatah bilang, "bagaikan buah Simalakama..." dimakan "Ayah mati," tidak dimakan "Ibu yang mati."


   Begitulah pergolakan batin yang dirasakan Anggi saat itu...


   "Bagaimana tidak.!!"


Anggi yang dikenal tidak akur dan bermusuhan dengan Bayu itu, dia harus bergabung dengan Bayu dan yang lainnya, untuk mengadakan belajar bersama saat itu.


   Sedangkan sikap "Cemberut" yang tampak di raut wajah Anggi saat itu, itu menampakan betapa dahsyatnya pergolakan batin yang dirasakan oleh Anggi saat itu....


   Anggi merasa, bahwa walaupun sebesar apa rasa benci yang dirasakannya terhadap Bayu, akan tetapi sikap itu harus Ia buang saat itu.


   "Karena bagaimanapun juga, keadaan-lah yang memaksa dirinya berbuat begitu."


   Karena jika tidak, maka Anggi bukannya berurusan dengan Bayu, akan tetapi dia akan berurusan dengan sang Guru di Sekolahnya.


   Jadi walaupun sangat terpaksa, maka mau tidak mau Anggi harus bergabung, dan mau belajar kelompok dengan Bayu beserta ketiga temannya saat itu.


   Jadi perasaan itulah yang hinggap di kepala Anggi, mulai dari tadi dia berangkat dari rumahnya, sampai ke tempat Bayu saat itu.


   Sedangkan Bayu yang mengetahui sikap dan raut wajah Anggi saat itu, dia terlihat tersenyum tipis, sembari sedikit menggeleng-geleng-kan kepala, pertanda dia geli dengan Anggi saat itu.


   Karena Bayu paham betul, apa yang dirasakan Anggi saat itu.


   Maka walaupun Anggi tidak merespon dan merasa "cuek" dengan sambutan hangat yang diberikan Bayu itu, akan tetapi Bayu tidak mempermasalahkannya.


   Karena yang ada dalam perasaan Bayu saat itu, bukan tersinggung apalagi marah...


   Akan tetapi Bayu merasa bersyukur, karena Anggi sudah mau datang ke rumahnya, dan bergabung dengan kelompoknya saat itu...


   Sementara itu, tiga orang teman Bayu yaitu "Hartono" "Saiful" dan "Ramli," mereka tetap berada di ruang tamu rumah Bayu, dan tidak ikut menyambut kedatangan Anggi saat itu.


   Akan tetapi walaupun mereka tidak ikut menyambut kedatangan Anggi, mereka mengintip dari jendela rumah Bayu, dan menyaksikan tentang kejadian tersebut secara diam-diam.!


   Dan setelah mereka mengetahui dan melihat sikap dari Anggi dan juga sambutan dari Bayu itu, mereka terlihat tertawa geli...


   Mereka merasa geli dan merasa lucu, dengan tingkah laku Bayu dan Anggi saat itu.


   Maka mereka bertiga terlihat saling "colek," antara satu dengan yang lainnya di ruangan tamu rumah Bayu tersebut.

__ADS_1


__ADS_2