LOVE And CONTEMPT

LOVE And CONTEMPT
Bab 36:(TEGURAN SI ROBI.)


__ADS_3

   Setelah keesokan harinya, di mana Ibu Sumarni sengaja bangun lebih pagi dari biasanya.


    Karena sebelum Ibu Sumarni berangkat ke rumah Ibu Ratna untuk bekerja di sana, maka dia harus mempersiapkan atau membereskan dulu pekerjaan rumahnya "terutama memasak untuk sarapan pagi bagi dia dan Bayu".


   Biasanya pekerjaan memasak tersebut ia lakukan sekitar pukul setengah enam pagi, akan tetapi di hari itu Ibu Sumarni langsung memasak di rumahnya setelah selesai melaksanakan "Salat Subuh"!.


    Karena pada pukul 07.00 pagi, dia harus berangkat ke rumah Ibu Ratna untuk bekerja di sana, dan memulai memasak di sana seperti yang telah disepakati bersama antara dia dan Pak Agung sebelumnya.


    Kemudian setelah pukul 06.30, maka semua sudah beres...


    Lalu mereka berdua-pun segera sarapan pagi lebih awal, daripada hari-hari sebelumnya.


    Lalu setelah Ibu Martini selesai makan pagi, maka dia segera bersiap-siap untuk berangkat ke rumah Ibu Ratna dengan diantar oleh Bayu, dan mereka-pun akhirnya berangkat ke sana.


    Lalu setelah sampai di rumah Ibu Ratna, maka Ibu Martini langsung disambut oleh penghuni rumah tersebut.


     Kemudian dia segera dipersilahkan masuk...


    Sedangkan Bayu sendiri, dia setelah mengantar sang Ibu tersebut maka dia langsung pulang untuk bersiap-siap pergi ke kampus.


    Ibu Martini yang baru saja sampai di rumah Ibu Ratna tersebut, dia tidak langsung bekerja...


     Akan tetapi dia terlebih dahulu bertemu dengan "Pak Agung"  "Ibu Ratna" sendiri dan juga "Anggi".


    Lalu mereka mempersilahkan Ibu Martini sejenak, untuk duduk di kursi di ruang tamu mereka untuk diberikan arahan-arahan dan penjelasan tentang pekerjaan yang akan dilakukannya di rumah tersebut!.


    Pembahasan tersebut, juga mengenai masalah gaji yang akan diterimanya.


    Jadi ibu Martini selama bekerja di rumah tersebut, akan digaji oleh keluarga itu dan dibayar dalam "satu minggu sekali"!.


    Sedangkan tentang pekerjaannya sendiri, itu sesuai dengan apa yang telah diuraikan oleh Pak Agung sendiri sebelumnya.


    Akan tetapi, hal itu dijelaskan kembali kepada Ibu Martini oleh Pak Agung saat itu.


    Dan ibu Sumarni-pun menyetujuinya...


    Lalu tak lama kemudian, ibu Martini segera disuruh untuk memulai pekerjaannya "yaitu dengan memasak di dapur"!.


     Dan dia-pun segera bergegas menuju ke ruang dapur, untuk memulai memasak...


     Lalu setelah pukul 07.30, maka Ibu Sumarni-pun selesai memasak dan dia segera mempersiapkan sarapan pagi untuk keluarga tersebut!.


    Lalu tak lama kemudian, keluarga itu-pun segera makan pagi bersama-sama di ruang tengah rumahnya.


     Lalu setelah itu, Pak Agung Pranoto segera bersiap-siap untuk berangkat ke kantornya.


    Begitu juga dengan Anggi, dia segera bersiap-siap untuk berangkat ke kampus.


     Sedangkan Ibu Martini, dia sibuk mencuci piring-piring dan gelas di dapur.


   Sementara di tempat lain, di mana Bayu saat itu juga sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kampus.


     Lalu setelah waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi, maka Bayu-pun segera berangkat kuliah.


     Begitu juga dengan Anggi...


    Sementara itu, Pak Agung-pun segera berangkat ke kantornya.


   Lalu setelah semuanya berangkat, maka yang tersisa di rumah Anggi hanyalah tinggal Ibu Ratna dan ibu Martini yang sibuk bekerja di rumah tersebut.


    Ibu Martini yang baru saja selesai mencuci piring-piring dan gelas itu, tiba-tiba saja dia dihampiri oleh Ibu Ratna, dan berkata kepada Ibu Martini...


"Heh, 'Martini!   'kamu selama bekerja di sini yang benar 'ya... 'dan jangan bikin masalah"!!.   "ujar Ibu Ratna dengan kasar".


   "I, 'iya bu Ratna"... "Jawab ibu Martini dengan gugup".


"Heh!


"Jangan panggil Saya Ibu!


"Apalagi nama Saya!


"Kamu nggak pantas panggil Saya seperti itu"!!      "ujar Ibu Ratna dengan setengah membentak".


   "La, 'lalu Saya harus panggil apa"? "tanya ibu Martini".


"Panggil Saya 'nyonya"!!   "ujar Ibu Ratna".


   "Baa, 'baiklah nyonya"... "Jawab ibu Martini".


"Dan satu lagi,  'yang perlu kamu ingat,  'dan catat baik-baik!


"Saya menerima kamu 'untuk bekerja di sini,  'itu bukan karena Saya suka atau kasihan kepada kamu!


"Akan tetapi,  'itu semua demi Anggi 'yang yang meminta kepada Saya, 'untuk kamu bekerja di sini,  'paham"!!


    "ujar Ibu Ratna dengan nada sinis".


   "I,  'iya nyonya...


    "Saya berjanji 'akan bekerja dengan baik di sini"...   "jawab Ibu Martini".


"Bagus kalau begitu!


"Sekarang 'kalau sudah selesai mencuci piring piring dan gelas,  'lalu kamu harus mencuci baju dan menyapu lantai,  'serta mengepelnya. 'paham"!!   "ujar Ibu Ratna".


   "Baa, 'baiklah nyonya"...


   "jawab ibu Martini".


   Lalu tak lama kemudian, Ibu Ratna segera berlalu dari tempat semula.


    Sedangkan ibu Martini, Dia segera melaksanakan tugas yang diperintahkan oleh ibu Ratna sebelumnya terhadapnya itu "yaitu dengan mencuci baju-baju.

__ADS_1


     Lalu diteruskannya dengan membersihkan lantai, sesuai dengan apa yang diperintahkan terhadapnya itu.


    Sementara itu di tempat lain, di mana Bayu dan Anggi yang sudah sama-sama berada di Kampus dan sedang menunggu kedatangan sang Dosen yang akan mengajar mereka tersebut, mereka berdua terlihat asyik mengobrol di kantin saat itu.


   Dalam obrolan mereka itu, terlihat Anggi sangat bersemangat dan merasa senang...


   Karena dia merasa, dirinya sudah berhasil meringankan beban Bayu selama ini, dengan mempekerjakan ibunya untuk bekerja di rumahnya.


    Bagi Anggi, hal itu adalah merupakan suatu prestasi yang sangat luar biasa...


    Karena walau bagaimanapun juga, bagi Anggi hal sekecil apapun yang menyangkut keberhasilan dirinya untuk kebahagiaan Bayu dan keluarganya, adalah suatu hal yang sangat berharga...


     Karena hal tersebut memang sangat ia impi-impikan, untuk menarik perhatian atau simpati dari Bayu!.


     Karena mengingat Bayu selama ini, sangatlah bersikap dingin terhadapnya...


    Dan Anggi ingin, apapun yang dilakukannya yang menyangkut masalah Bayu "termasuk mempekerjakan Ibu Martini di rumahnya, itu akan membuat Bayu merasa senang dan merespon dengan baik dengan apa yang dilakukannya itu!.


    Maka dari itu dalam obrolan mereka saat itu, Anggi segera membahas masalah itu dengan Bayu di kantin Kampus tersebut.


    "Anggi berkata"...


"Bayu...


"Gue sangat senang deh, 'sekarang!


"Dan gue merasa sangat puas,  'karena gue berhasil membujuk nyokap gue, 'untuk meminta nyokap elu bekerja di rumah gue"!    "ujar Anggi".


    Mendengar ucapan Anggi tersebut, Bayu terlihat terdiam sembari mengarahkan pandangannya ke tempat lain, dengan perasaan yang kacau.


   Sementara Anggi yang mengetahui sikap Bayu terhadapnya itu, dia terlihat heran dan penasaran.


    "Kemudian Anggi bertanya kepada Bayu"...


"Bayu!


"Kenapa elu diam?


"Seharusnya-'kan 'elu senang,  'karena nyokap elu sudah mendapat pekerjaan!?


"Tapi...  'kenapa elu bersikap dingin gini 'sih...!?   "tanya Anggi".


  


   "Lalu setelah mendapat pertanyaan dari Anggi tersebut, maka kemudian Bayu segera menoleh ke arah Anggi dan mulai berkata"...


   "Anggi... 'gue bingung!


   "Di satu sisi,  'gue sangat senang!


    "Karena nyokap gue sekarang,  'sudah mendapatkan pekerjaan 'sesuai dengan apa yang diinginkannya itu!


    "Akan tetapi...  'di sisi lain 'gue merasa khawatir terhadap nyokap gue"!   "ujar Bayu".


"Apa yang elu khawatirin Bayu"?


   "tanya Anggi".


   "Iya... 'elu-'kan,  'tahu sendiri Anggi!?


    "Gimana sikap nyokap elu, 'terhadap nyokap gue!


     "Dan gue khawatir,  'selama nyokap gue bekerja di rumah elu,. 'dia akan selalu mendapat kemarahan dari nyokap elu nantinya"...!    "jawab Bayu".


"Bayu.... 'udahlah!


"Elu jangan khawatir gitu 'deh...


"Itu masa lalu,  "yang udah lama sekali!


"Udahlah,  'tenang aja!


"Nanti,  'gue yang akan mengontrol nyokap gue,  'jika hal itu terjadi  'kok!


"Jadi...  elu nggak usah khawatir gitu 'deh"!...   "ujar Anggi".


   "Iya.  'tapi-  'kan"!...


"Udahlah Bayu!


"Elu nggak usah khawatir!


"Serahkan aja ama gue.   'ya"!?


    "ujar Anggi, dengan memotong kata-kata Bayu".


   Lalu di tengah-tengah obrolan mereka tersebut, tiba-tiba saja datang si Robi bersama dengan ke lima orang tamannya.


   Bayu dan Anggi yang saat itu tengah asyik mengobrol di kantin Kampus tersebut, agak tersentak kaget!.


    Karena saat itu Robi datang secara tiba-tiba, dan datangnya-pun dari arah belakang mereka berdua!.


    Maka setelah mereka mengetahui kedatangan si Robi dan 5 orang temannya tersebut, tentu saja Bayu dan Anggi menghentikan obrolannya sejenak...


   Lalu tak lama kemudian Robi segera berbicara, dan pembicaraannya-pun ditujukan kepada Bayu...


"Heh.  'Bayu!


"Oh...  'jadi gitu 'ya!


"Rupanya lu diem-diem tikung gue dari belakang 'ya"!   "ujar Robi".


   "Apa maksud lu Robby!

__ADS_1


    "Gue nggak ngerti"!   "sahut Bayu".


"Alah...  'jangan sok pura-pura bodoh


'deh"!   "ujar Robby".


   "Benar Robi!


   "Gue benar-benar nggak ngerti maksud elu"!   "sahud Bayu".


"Heh, Bayu,- 'kan beberapa hari yang lalu, 'elu bilang ke gue 'bahwa lu nggak ada rasa ama Anggi!


"Tapi, nyatanya- 'kan..."!   "ujar Robi".


   "Tunggu Robby!


    "Kayaknya 'elu salah paham deh"...! "ucap Bayu".


"Alah... 'nggak usah banyak alasan deh...!


"Dasar tukang tikung lu"!!   "ujar Robi".


   Mendengar kata-kata kasar yang ditunjukkan kepada Bayu saat itu, maka sontak saja Anggi meradang dan marah terhadap Robi...


    Lalu tanpa menunggu lama, Anggi segera merespon ucapan Robi tersebut, walaupun kata-kata itu tidak ditujukan kepadanya!.


   "Anggi berkata"...


"Heh!


"Apa yang lu katakan ke Bayu!


"Nggak sopan banget sih!!


"Lagian,  'kalau emang gue dekat ama Bayu,  'dan bahkan Gue suka ama dia, 'emang kenapa?


"Kok jadi elu yang sewot 'sih!!


"Emangnya,  'elu siapa gue 'coba"!?


"ujar Anggi".


   Mendengar kata-kata dari Anggi tersebut, Robi merasa tersinggung dan meresponnya seketika itu juga...


"Oh...  'jadi gitu 'ya!?


"Elu jadi ngebelain Bayu,  'ya?


"Jadi,  'benar firasat gue kalau gitu"!


"ujar Robi".


   "Apa maksud lu"?   "tanya Anggi".


"Lho...- 'kan 'elu sendiri yang bilang, 'kalau emang benar lu suka ama Bayu,  'emangnya kenapa!?


"Kan 'gitu lu bilang tadi"!?   "ucap Robi".


   Kemudian mendengar ucapan Robbi tersebut, Bayu langsung meresponnya dan berkata kepada Robi...


"Robby!


"Kayaknya lu salah paham deh!


"Jadi,  'sebenarnya gue emang gak ada apa-apa kok,  'ama Anggi!


"Lagian,  'selain gue emang bertetangga 'karena berdomisili di desa yang sama,  'lagi pula Kami udah dari kecil emang selalu bersekolah di tempat yang sama,  'dari sejak duduk di bangku kelas SD,  'sampai sekarang"!!   "ucap Bayu".


   "Alah...  'alasan aja lu!


   "Dasar brengsek lu 'Bayu"!!   "ujar Robi sembari bertolak pinggang".


   Mengetahui sikap Robby yang makin tidak sopan terhadap mereka berdua tersebut, maka Anggi segera merespon ucapan Robi dan berkata kepada dia...


"Heh, Robby!!


"Kenapa 'sih,  'kok elu sewot banget!!


"Lagian kalau gue emang suka ama Bayu,  'emangnya masalah buat elu!?


"Dasar,  'nggak sopan banget lu"!!


"ucap Anggi".


    Mendengar ucapan yang agak pedas dari Anggi yang kedua kalinya tersebut, maka kembali Robi merasa tersinggung dan marah!.


    Lalu sontak saja dia segera merespon ucapan Anggi terhadapnya itu...


"Heh,  'Anggi!!


"Gue nggak nyangka banget 'ya,  'kalau lu akan sekasar itu ama gue!!


"Gue kira, 'elu cewek baik-baik!!


"Nyatanya,  'ucapan lu itu sangat nyakitin gue banget!


"Dan gue baru tahu,  'ternyata elu bukan yang seperti gue kira selama ini!


"Dan rupanya, elu nggak ubahnya seperti cewek-cewek lainnya,  'yang urakan 'dan murahan"!! 


    "ujar Robi sembari bertolak pinggang di hadapan mereka berdua, yang saat itu posisi mereka tetap duduk di kursi itu".


  

__ADS_1


__ADS_2