LOVE And CONTEMPT

LOVE And CONTEMPT
Bab 13; (LEDEKAN MARVEL.)


__ADS_3

   Kemudian setelah Bayu dan ketiga temannya mengetahui bahwa ban sepedanya kempes, maka mereka akhirnya memutuskan untuk pulang dengan berjalan kaki, dan menuntun Sepedanya sembari mencari bengkel terdekat, untuk memompa ban sepeda mereka.


   Lalu mereka-pun akhirnya pulang secara bersamaan, dengan membawa Sepeda mereka masing-masing.


   Kemudian setelah kurang lebih "50 meter" mereka berjalan, maka terlihat dari arah belakang mereka yaitu "Marvel" dan "Anggi," dan juga Anak buahnya dengan mengendarai Sepeda Motornya.


   Mereka sengaja berjalan secara perlahan, dengan membuntuti Bayu dan ketiga temannya, sembari mengolok-olok dan menertawai Bayu dan teman-temannya dari belakang.


   "Mereka berkata."


"Hei, kenapa kalian.?


"Kok kalian pada berjalan kaki sih.!?


"Oh... Ternyata ban kalian kempes semua ya.!?


"Kalau gitu, berarti kempesnya berjemaah dong...


"Hahaha.... Hahaha..... Hahahaha....!!"


"ucap Marvel, dengan diiringi ketawa yang bernada mengejek dari anak buahnya dan juga Anggi, terhadap Bayu dan ketiga temannya."


   Bayu yang mendengar ejekan dari Marvel dan Anak buahnya tersebut, dia tetap tenang dan cuek.


   Bahkan terlihat dari bibir Bayu ada senyuman tipis, pertanda apa yang dikatakan oleh Marvel dan yang lainnya, ataupun apa yang diperbuatnya, menurut Bayu itu hanyalah masalah sepele saja.


   Karena Bayu menganggap, jika hanya lewat ucapan atau bahkan dengan perbuatan seperti mengempeskan ban Sepedanya saja, bagi Bayu itu-pun tidak seberapa, jika dibanding adu fisik seperti yang terjadi kemarin.


   Karena Bayu ingat betul, betapa dirinya diminta dengan sangat oleh kedua orang tuanya, agar dirinya tidak lagi berkelahi dengan Marvel.


   Apalagi jika mengingat ucapan dari Ibu "Ratna," atau Mamanya Marvel dan Anggi yang datang dengan marah-marah ke rumahnya kemarin tersebut, itu cukup menjadi pelajaran yang berarti bagi Bayu.


   Sehingga Bayu berkomitmen, untuk lebih sabar lagi menghadapi Marvel dan Anggi, dan juga semua anak buahnya itu.


   Sebenarnya hal tersebut bukan hanya ketiga teman Bayu saja yang menyangka, bahwa yang mengempeskan ban Sepeda mereka itu adalah Marvel dan Anak buahnya.


   Akan tetapi Bayu-pun memiliki perasaan yang sama, bahwa perbuatan tersebut biang keroknya adalah Marvel dan Anak buahnya.


   Akan tetapi walaupun Bayu memiliki perasaan seperti itu, Bayu tetap tenang dan sabar.


   Dan bahkan Bayu berlagak seolah-olah tidak tahu, siapa yang melakukan penggembosan terhadap ban Sepedanya itu.


   Akan tetapi sikap Bayu tersebut, tidak berlaku bagi ketiga temannya....


"Pasalnya..."


Selain mereka memang tidak memiliki perasaan yang seSabar Bayu, mereka memang merasa jengkel terhadap Marvel dan Anak buahnya tersebut.


   Karena menurut mereka, Marvel dan Anak buahnya selalu membikin onar, dan selalu merugikan mereka dengan sikap semena-menanya.


   Dan mereka juga merasa, bahwa perbuatan Marvel dan Anak buahnya itu telah mengganggu ketenangan mereka.


   Oleh sebab itu, setelah mendengar ejekan dan olok-olokan dari Marvel beserta Anggi dan Anak buahnya tersebut, maka ketiga teman Bayu segera merespon ucapannya itu.


"Mereka berkata."


"Heh, Marvel.!

__ADS_1


"Kalian jangan pura-pura nggak tahu ya.!!


"Kami tahu kok, ini semua pasti ulah kalian.!


"Lagian, kenapa sih, kok kalian ngemposi ban Sepeda kami.?


"Oh,.. Kami tahu sekarang...


"Elu dan Anak buah elu takut kan,- jika kalian berantem lagi ama Bayu, kalian takut dilaporkan ke Kepala Sekolah kan,?  iya kan.!?


"Kalau elu dan Anak buah elu emang berani, ayo turun dari Sepeda motor kalian, kita berantem sekarang, hadapi kami.!!


"Tapi kalau kalian takut, ya..... nggak apa-apa sih...


"Tapi tenang aja... Perbuatan kalian ini juga akan kami laporkan ke Kepala Sekolah kok...


"Biar kalian tahu rasa...." "ucap salah satu dari teman Bayu, terhadap Marvel dan Anak buahnya."


   Mendengar ucapan dari salah satu teman Bayu tersebut, maka Anggi langsung merespon ucapannya itu.


"Anggi berkata."


"Heh, Kalian jangan ngomong seenaknya ya.!


"Kalau emang kami yang membuang angin ban sepeda kalian, mana buktinya.!?


"Dasar kalian.!


"Kalau nggak ada bukti, jangan sembarangan nuduh ya.!!


"Kalian akan melaporkan kami ke Kepala Sekolah.?


"Oke.... Laporkan aja...


"Tapi mana buktinya.?


"Ingat ya.... Kalau nggak ada bukti, kalian akan kami laporkan balik, atas tuduhan yang nggak beralasan.!


"Dasar kalian.!!" "ucap Anggi kepada teman-teman Bayu."


   Mendengar ucapan dari Anggi tersebut, maka Bayu seketika itu juga segera berbicara dengan ketiga temannya.


   Bayu memperingatkan mereka semua, agar tidak meladeni ucapan Anggi tersebut.


   "Bayu berkata."


"Udahlah teman-teman...


"Kalian jangan terpancing emosi gitu...


"Gue mohon, kalian tidak usah memperpanjang masalah ini...


"Dan kalian gak usah bawa-bawa nama Kepala Sekolah deh...


"Lagian, kita kan- gak ada bukti...


"Jadi gue mohon, kalian jangan memperbesar masalah ini ya...

__ADS_1


"Yang penting, kedepannya kita harus lebih berhati-hati lagi...


"Lagian, kayak nggak tahu mereka aja..." "ucap Bayu terhadap ketiga temannya, dengan nada pelan setengah berbisik, karena takut terdengar oleh Marvel dan yang lainnya."


   Lalu setelah beberapa saat kemudian, maka Anggi dan Marvel, dan seluruh Anak buahnya hendak akan mendahului Bayu dan ketiga temannya, untuk segera meneruskan perjalanan pulangnya.


   Akan tetapi sebelum mereka mulai berlalu, maka Marvel kembali berkata kepada Bayu dan ketiga temannya.


"Marvel berkata."


"Oke teman-teman, sekarang kita pulang aja yuk.!


"Lagian, ngapain kita lama-lama bicara ama mereka.!


"Nggak penting banget tahu..."  "ucap Marvel kepada seluruh Anak buahnya, dengan nada menyindir Bayu dan ketiga temannya."


   Lalu tak lama setelah itu Marvel berkata lagi, dan kata-kata selanjutnya itu ditujukan kepada Bayu dan ketiga temannya...


   "Marvel berkata."


"Eh, Bayu dan semuanya.!


"Kita pamit dulu ya...


"Selamat menikmati jalan siangnya....


"BYE BYE......


"Hahaha.... Hahaha.... Hahaha....."


"ucap Marvel terhadap Bayu dan ketiga temannya dengan nada mengejek, sembari melambaikan tangannya dan tertawa lepas."


   Lalu mereka-pun berlalu, dan mempercepat laju Sepeda Motornya meneruskan pulang ke rumahnya.


   Sedangkan Bayu dan ketiga orang temannya, mereka tetap melanjutkan perjalanannya dengan menuntun sepedanya masing-masing, sembari mencari bengkel yang terdekat.


   Lalu setelah kurang lebih "200 meter" mereka berjalan, maka mereka sampai di bengkel yang mereka cari.


   Di mana bengkel tersebut memang berada di pinggir jalan, dan beroperasi setiap hari.


   Lalu tanpa menunggu lama, Bayu dan ketiga temannya segera meminta tolong, untuk meminjam pompa kepada sang pemilik bengkel, guna memompa sepedanya.


   Dan mereka-pun diizinkan untuk meminjam pompa, dan akhirnya mereka memompa sepeda mereka masing-masing.


   Lalu setelah Bayu dan ketiga temannya selesai memompa Sepedanya, maka kemudian mereka segera melanjutkan kembali perjalanan pulangnya, dengan menaiki Sepeda yang sebelumnya sudah dipompa tersebut.


   Lalu setelah sesampainya di rumah, maka Bayu segera ditanya oleh Ibu Martini tentang keterlambatannya tersebut.


   Karena saat itu Bayu tidak seperti biasanya, yaitu pulang tidak tepat waktu.


   Lalu setelah Bayu ditanya oleh Ibunya, kemudian Bayu mengatakan yang sebenarnya, bahwa Sepedanya dan Sepeda ketiga temannya tadi digembosi oleh Marvel dan Anggi, beserta Anak buahnya.


   Dan Bayu juga berkata, bahwa dirinya berjalan kaki dari Sekolah sampai ke bengkel, untuk memompa Sepedanya itu.


   Lalu Bayu juga berkata, bahwa setelah meminjam pompa di bengkel tersebut, lalu kemudian dirinya meneruskan perjalanan pulangnya.


   Maka dengan alasan itulah, dirinya bisa terlambat sampai ke rumahnya saat itu.

__ADS_1


__ADS_2