LOVE And CONTEMPT

LOVE And CONTEMPT
Bab 8: (PERINGATAN KERAS.)


__ADS_3

   Setelah mendengar cerita dari Bayu dan Ibu Martini tersebut, maka Pak Sunarto langsung berbicara kepada Bayu.!


   "Pak Sunarto berkata."


"Bayu...


"Apa yang telah kamu lakukan di Sekolah.?


"Apakah kamu belum paham juga, apa yang Ayah pesankan sama kamu.!?


"Ayah kan- sudah bilang...


"Jangan sekali-kali kamu berbuat onar, baik di Sekolah ataupun di luar dengan orang lain.!


"Apalagi sampai kamu menggunakan keahlian tersebut.!


"Ayah kecewa sama kamu Bayu...


"Ayah kan- sudah bilang sama kamu, bahwa bela diri itu bukan untuk digunakan sembarangan.!


"Ingat Bayu.!


"Kita ini keluarga miskin, jadi kita harus tahu diri...


"Sedangkan orang yang berkelahi dengan kamu itu, dia adalah Anak orang kaya...


"Walaupun kita berada di posisi yang benar, akan tetapi mereka tetap akan merasa benar dan menang, karena mereka memiliki segalanya...


"Jadi sekali lagi Ayah tekankan sama kamu, jangan kamu berbuat onar lagi, apalagi dengan mereka.!


"Camkan itu.!!"  "ucap pak Sunarto terhadap Bayu, bernada peringatan keras."


   Mendengar ucapan yang bernada peringatan keras dari Ayahnya tersebut, maka Bayu saat itu tertunduk dan terdiam seribu bahasa...


   Bayu tidak berani merespon ucapan Ayahnya tersebut, apalagi menatap wajahnya...


   Lalu tak lama kemudian, sang Ibu juga memberikan peringatan kepada Bayu.


   "Ibu Martini berkata."


"Bayu, benar apa kata Ayahmu itu...


"Ibu tahu, kamu tidak bersalah dalam hal ini...


"Dan Ibu paham akan pikiran dan hati kamu, dan bahkan perbuatan kamu, karena Ibu yang melahirkan kamu, Nak...


"Akan tetapi, sebagai orang kecil, sebaiknya kita bersikap lembut terhadap orang lain...


"Dan usahakan sebisa mungkin kita mengalah, jika ada orang yang mengolok-olok dan menghina kita...


"Atau mungkin sampai ada orang yang akan memukul kita, sebaiknya kita menghindar saja...


"Itu akan lebih baik..."  "ucap Ibu Martini terhadap Bayu dengan lembut."

__ADS_1


   Lalu setelah mendengar kata-kata dari Ibunya tersebut, kemudian Bayu mulai mengangkat kepalanya, sembari berkata kepada Ibunya.


   "Bayu berkata."


"Iya, Bu...


"Bayu akan ingat kata-kata Ibu dan Ayah...


"Tapi... Mereka memulainya terlebih dahulu...


"Bayu sudah memohon kepada mereka, untuk tidak menyerang Bayu...


"Kalau hanya Bayu dihina atau di "BULLY" saja, Bayu tidak akan mungkin bertindak sejauh ini...


"Akan tetapi, perbuatan mereka tersebut sudah melampaui batas...


"Dan bahkan mereka mengeroyok Bayu dengan bertindak kasar, dan menyerang Bayu saat itu...


'Maka... terpaksa Bayu melawan mereka...


"Karena permohonan maaf Bayu, tidak dihiraukan oleh mereka saat itu, Bu..."  "ucap Bayu terhadap Ibunya."


   "Kemudian Ibu Martini berkata lagi kepada Bayu."


"Iya... Ibu tahu, Ibu paham, Nak.!


"Tapi.... Ibu kepengen kamu itu harus bisa menguasai diri...


"Terutama, dalam hal kesabaran...


"Jadi... Ibu mohon mulai sekarang, kamu harus lebih bisa menguasai dirimu sendiri, Nak..."   "ucap Ibu Martini kepada Bayu."


   "Kemudian Bayu berkata kepada Ibunya."


"Baiklah. Bu, Bayu akan ingat-ingat ucapan Ibu, dan Bayu akan lebih berhati-hati lagi..."   "ucap Bayu terhadap Ibunya."


   Kemudian setelah beberapa saat lamanya mereka membicarakan hal tersebut, maka Pak Sunarto segera menyudahi pembicaraan, dan segera menyuruh kepada Bayu untuk mencarikan rumput, atau pakan kambing yang dipeliharanya.


    Karena kebetulan pada saat itu, waktu masih menunjukkan pukul (15.30,) dan mereka-pun sudah menyelesaikan salat "Ashar" sebelumnya.


   Dan setelah Bayu diperintahkan untuk mencari rumput, maka kemudian Bayu-pun segera pergi ke belakang, untuk mengambil "Arit" dan "Karung," lalu kemudian ia segera pergi untuk mencari rumput.


   Sedangkan Ibu Martini langsung pergi ke dapur untuk memasak, sebagai persiapan untuk makan malam bagi mereka.


   Sementara itu, Ibu Ratna yang saat itu sudah sampai ke rumahnya, lalu ia segera memarkirkan mobilnya di garasi rumahnya.


   Lalu kemudian ia langsung masuk ke dalam rumah yang kebetulan saat itu Pak "Agung" sang Suami sudah datang terlebih dahulu, dan sudah berada di dalam rumah.


   Sedangkan Anggi dan Marvel, mereka berdua berada di halaman belakang rumah, dan sengaja menghindar untuk bertemu dengan sang Papa yaitu Pak "Agung Prawiro."


   Karena mereka takut, keduanya itu akan ditanya perihal luka yang dialami oleh Marvel tersebut.


 

__ADS_1


   Jadi mereka berdua sengaja berada di halaman belakang rumah, sembari menunggu datangnya "Ibu Ratna" atau Mamanya, yang sebelumnya Mamanya itu pergi ke rumah Bayu, untuk melabrak keluarga tersebut.


   Lalu setelah Ibu Ratna masuk ke dalam rumah, maka kemudian dia segera bertemu dengan Pak Agung sang "Suami."


   "Lalu kemudian Pak Agung segera bertanya kepada Istrinya itu, bahwa dari manakah gerangan


Istrinya tersebut.?"


   Lalu kemudian setelah Ibu Ratna ditanya oleh Pak Agung, maka kemudian Ibu Ratna segera menjawab pertanyaan Suaminya tersebut dengan tegas.


   "Dia berkata, bahwa dirinya baru saja datang dari rumah keluarga Pak Sunarto.!"


   "Lalu setelah mendengar penjelasan dari Istrinya tersebut, lalu kemudian Pak Agung bertanya lagi kepada Ibu Ratna, ada keperluan apakah Istrinya tersebut datang ke rumah keluarga Pak Sunarto.?"


   "Maka kemudian Ibu Ratna menjawab, kedatangannya ke keluarga tersebut, tidak lain adalah untuk melabrak dan memarahi keluarga tersebut, terutama Bayu.!


   "Karena dia telah membuat keributan di Sekolah, dan berkelahi dengan Anaknya yaitu "Marvel.!"


   "Dan Ibu Ratna juga memberitahukan kepada Pak Agung, bahwa Marvel yang berkelahi dengan Bayu tersebut, telah melukai pelipis kanan Marvel.!"


   Lalu setelah mendengar penjelasan dari Ibu Ratna tersebut, maka kemudian Pak Agung segera memerintahkan Istrinya itu, untuk memanggil Marvel dan Anggi ke ruangan tengah tempat mereka saat itu...


   Lalu tanpa menunggu lama, maka Ibu Ratna segera memanggil Marvel dan Anggi, yang saat itu berada di halaman belakang rumahnya...


   Lalu setelah itu, Marvel dan Anggi-pun segera merespon panggilan dari Mamanya tersebut, dan mereka segera menuju ke ruangan tengah rumahnya, untuk bertemu dengan sang Papa...


   Lalu setelah mereka berdua sampai di ruangan tengah rumahnya, maka kemudian mereka-pun disuruh duduk di kursi di ruangan tersebut oleh sang Papa.!


  Maka mereka-pun akhirnya duduk di kursi, dengan berjejer bertiga dengan sang Mama.


   Sedangkan Pak Agung, dia berada di kursi yang satunya yang posisinya berhadap-hadapan dengan mereka.


   Lalu setelah mereka semua berkumpul di ruangan tamu, maka kemudian Pak Agung memulai pembicaraannya, dengan bertanya kepada Marvel...


   "Pak Agung berkata."


"Marvel, Papa dengar dari Mamamu barusan, katanya kamu ada ribut dengan Bayu Anak pak Sunarto, apakah benar itu.?"   "tanya Pak Agung kepada Marvel."


   Marvel yang sedari tadi memang sengaja menghindar untuk bertemu dengan Papanya itu, dan khawatir akan dirinya, karena takut ditanya tentang hal itu, maka setelah mendengar pertanyaan tersebut, Marvel langsung gemetar dan tertunduk, tanpa bisa menjawab pertanyaan dari Papanya tersebut...


   Lalu setelah mengetahui Marvel tidak merespon dan tidak menjawab pertanyaannya itu, maka kemudian Pak Agung kembali bertanya kepada Marvel untuk yang kedua kalinya...


   "Pak Agung bertanya lagi."


"Marvel, kenapa kamu diam.!?


"kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan Papa.!?


"Sekali lagi Papa bertanya kepada kamu, katanya kamu ada ribut dan berkelahi dengan Bayu di Sekolah.!?


"Apakah benar itu.?"  "ucap Pak Agung terhadap Marvel."


   Marvel yang sedari tadi ketakutan dan gemetar akan hal tersebut, lalu setelah mendengar pertanyaan yang kedua kalinya yang dilontarkan kepadanya oleh sang "Papa" tersebut, maka mau tidak mau dia akhirnya menjawab pertanyaan Papanya itu...

__ADS_1


   "Marvel berkata."


"I- i- iya Pa..."  "Jawab Marvel dengan terbatah-batah, karena merasa ketakutan terhadap Papanya itu."


__ADS_2