
Setelah lonceng Sekolah berbunyi, maka kemudian mereka semua segera masuk ke ruang kelas masing-masing.
Bayu dan ketiga temannya masuk ke ruang kelas 1, bersama dengan Anggi dan juga murid-murid lainnya.
Sedangkan Marvel dan teman-teman lainnya, mereka masuk ke ruang kelas 2 "SMP" di Sekolah yang sama, dan mereka-pun mengikuti pelajaran hari itu.
Bayu yang mengikuti mata pelajaran di kelasnya, hari itu dia mengikutinya dengan tenang dan penuh percaya diri, seakan tidak mempunyai beban sama sekali.
Akan tetapi lain halnya dengan ketiga temannya, yang juga sekelas dengan Bayu di ruangan tersebut, mereka agak merasa gelisah dan kepikiran, tentang masalah yang tadi yang menimpa mereka tersebut...
"Pasalnya..."
Mereka tidak habis pikir, kenapa Marvel sangat membenci dan bersikap tidak baik terhadap Bayu.?
Sedangkan Bayu, tidak pernah mengusik kehidupan Marvel ataupun Anggi, apalagi dengan Anak buah dari geng yang diketuai olehnya tersebut.
Dan yang sangat menyita pikiran mereka, Marvel tidak pernah ada kapok-kapoknya, meskipun dia sudah dimarahi oleh sang Kepala Sekolah, sewaktu mereka berkelahi dengan Bayu kemarin.
Sehingga tadi sewaktu mereka akan masuk ke ruangan kelas, mereka dihadang kembali oleh Marvel dan Anak buahnya
Dan bahkan dia kembali mengancam Bayu, seakan Bayu dimata Marvel adalah musuh bebuyutannya.
Dan ditambah lagi, di ruangan tempat mereka tersebut juga ada Adik Marvel, yaitu "Anggi Paramita."
Yang mana Anggi itu-pun, dia sangat tidak menyukai dan membenci Bayu sampai saat itu.
Akan tetapi yang lebih menyita pikiran mereka saat itu adalah, mereka ingat betul, bahwa tadi sewaktu Marvel dan Anak buahnya mengancam mereka dan Bayu, kemudian mereka sempat berkata, bahwa perbuatan Marvel tersebut akan mereka beritahukan, atau akan mereka laporkan kepada sang Kepala Sekolah.
Dan ternyata sikap Marvel terhadap ucapan Mereka tadi itu, telah membuat Marvel agak "ciut" dan agak takut, sehingga tadi sikap Marvel terkesan agak khawatir.
Seolah-olah, Marvel takut perbuatannya itu benar-benar mereka laporkan kepada sang Kepala Sekolah.
Maka dari itulah, ketiga teman Bayu tersebut masih terbayang-bayang akan "Ultimatum" yang diberikan kepada Marvel tadi itu.
Sementara itu di ruangan lain, Marvel tidak kalah kepikiran dibanding teman-teman Bayu...
Bahkan Marvel bisa dikatakan lebih parah, karena dia sejauh itu merasakan kekhawatiran yang sangat amat luar biasa.
Karena dia tidak habis pikir, kenapa ketiga teman Bayu itu tadi bisa mengatakan, bahwa perbuatannya itu akan mereka laporkan kepada sang Kepala Sekolah.
Sedangkan dirinya sadar, bahwa dirinya sangat amat takut kepada sang Kepada Sekolah tersebut.
Apalagi jika mengingat, bahwa dirinya kemarin sudah dimarahi habis-habisan oleh sang Kepala Sekolah.
__ADS_1
Marvel merasa, jika perbuatannya itu dilaporkan kembali oleh teman-teman Bayu, maka Marvel tidak bisa membayangkan akan nasibnya di Sekolah tersebut.
Bahkan Marvel sempat berpikir, bahwa dirinya bisa-bisa akan di "DROP OUT," atau dikeluarkan dari Sekolah tersebut, akibat ulahnya terhadap Bayu dan teman-temannya itu.
Sedangkan di sisi lain, yang juga tidak kalah menjadi beban pikirannya adalah, ternyata Papa dan Mamanya berseberangan dengan sikap darinya itu.
Walaupun Ibu Ratna sang "Mama" mendukungnya, akan tetapi Pak "Agung Prawiro" sangat tidak mendukung kelakuannya itu.
Apalagi Marvel masih ingat betul, bahwa dia juga sempat dimarahi habis-habisan oleh sang "Papa" Kemarin.
Sehingga saat itu Marvel dilanda kecemasan yang sangat luar biasa, takut takut ketiga teman Marvel itu bukan hanya akan melaporkannya kepada sang Kepala Sekolah saja, akan tetapi mereka juga akan melaporkan perbuatannya itu kepada Papanya di rumah.
Maka di sela-sela mata pelajaran yang diikutinya saat itu, Marvel diam-diam menyusun strategi, untuk membuat perhitungan terhadap Bayu.
Karena sejauh itu, Marvel masih tetap menaruh dendam terhadap Bayu.
Lalu setelah pikiran tersebut menghinggapi Marvel beberapa waktu lamanya, maka akhirnya Marvel memutuskan, bahwa apa yang ada dalam pikirannya itu akan segera dibicarakan bersama dengan Anggi, dan ke 10 orang Anak buah dari geng yang di ketuanya tersebut, nanti setelah jam istirahat tiba.
Lalu setelah beberapa waktu kemudian, maka tibalah jam istirahat bagi semua murid-murid di Sekolah tersebut.
Lalu kemudian semua murid-murid kelas 1 yang diduduki oleh Bayu dan Anggi, beserta ketiga temannya itu-pun segera keluar dari ruangan Sekolah.
Kemudian mereka duduk di kantin Sekolah, dengan memesan jajanan dan minuman di kantin tersebut, sembari mengobrol di sana.
Sedangkan Anggi, dia langsung menghampiri Kakaknya "Marvel," yang saat itu Marvel juga keluar dari ruangan kelasnya, bersama dengan kesepuluh Anak buah dari geng yang diketuainya itu.
Sementara tempat duduk antara Bayu dan ketiga temanya itu, mereka tidak jauh dengan tempat duduk Marvel dan Anggi, dan juga kesepuluh Anak buahnya.
"Tempat duduk mereka hanya berjarak beberapa meter saja."
Akan tetapi yang menyita perhatian Bayu dan ketiga temannya saat itu adalah, mereka merasa heran dan tidak habis pikir...
Karena selama mereka duduk dan berbincang-bincang, sembari membeli makanan dan minuman di tempat yang sama, mereka tidak diganggu oleh Marvel dan Anggi, beserta Anak buahnya seperti biasanya.
Padahal mereka sadar, bahwa sebelumnya Marvel dan yang lainnya tersebut sudah mengancam Bayu dan mereka tadi pagi.
Bagi Bayu, hal itu ia anggap biasa-biasa saja, dan bahkan Bayu merasa senang...
Karena Bayu berpikiran, bahwa Marvel dan Anggi akan berubah sikapnya terhadap dirinya.
"Akan tetapi lain halnya dengan ketiga teman Bayu...."
Mereka tetap merasa curiga terhadap Marvel, Anggi, dan juga Anak buahnya, karena mereka hafal betul watak dan kelakuan mereka.
__ADS_1
Mereka hafal, karena mereka tidak hanya di Sekolah tempat mereka saat itu saja yang bersama-sama, akan tetapi di Sekolah sebelumnya-pun mereka juga bersama-sama dengan mereka.
Maka dengan alasan itulah, kecurigaan mereka itu sangat kuat, dan mereka tetap merasa tidak percaya terhadap Marvel dan Anggi sampai saat itu.
Dan ditambah lagi, setelah diperhatikan betul-betul oleh ketiga teman Bayu, Marvel dan Anggi dan juga semua Anak buah dari geng yang diketuainya itu, mereka terlihat membicarakan sesuatu dengan sangat serius.
Dan sesekali di antara mereka terlihat melirik ke arah tempat Bayu dan ketiga temannya, yang berada tidak jauh dari mereka saat itu.
Hal itu semakin membuat yakin akan kecurigaan dari ketiga teman Bayu tersebut, karena gerak-gerik mereka sangat mencurigakan.
"Ya begitulah..."
Ternyata kecurigaan ketiga teman Bayu tersebut memang benar...
Marvel dan Anggi dan juga kesepuluh anak buahnya itu, mereka memang membicarakan sesuatu.
Yang mana seperti yang telah diuraikan sebelumnya, bahwa Marvel selain membicarakan tentang kekhawatirannya terhadap ucapan ketiga teman Bayu tadi pagi itu, maka Marvel juga menyusun strategi, untuk membalas perbuatan Bayu dan ketiga temannya itu dengan cara curang.
Marvel tetap merasa dendam dan sakit hati, karena dirinya dilukai oleh Bayu kemarin pada saat mereka berkelahi, dengan merobek pelipis kanannya.
Akan tetapi pembalasan tersebut, tidak akan dibalas dengan kekerasan lagi oleh mereka, karena ketiga teman Bayu itu mengancam, bahwa mereka akan melaporkan perbuatannya kepada sang Kepala Sekolah.
Maka dari itulah, saat itu Marvel dan Anggi beserta anak buahnya itu, mereka menyusun strategi dan merencanakan sesuatu dengan cara curang.
Sedangkan Bayu dan ketiga temannya, mereka tidak tahu dengan apa yang direncanakan oleh Marvel dan yang lainnya tersebut, walaupun ketiga teman Bayu merasa curiga, dan tidak percaya kepada Marvel saat itu.
"Dan benar saja..."
Setelah jam Sekolah sudah selesai, dan mereka akan hendak pulang ke rumah masing-masing, maka kemudian Bayu dan ketiga temannya akan mengambil Sepeda ontelnya, yang diparkirkan di area parkir Sekolah.
Lalu setelah Sepeda mereka diambil, ternyata semua Sepeda mereka termasuk Sepeda Bayu, semua bannya sudah kempes, dan tidak ada anginnya sama sekali.
Maka hal tersebut, sontak saja membuat Bayu dan ketiga temannya kaget bukan kepalang...
Karena mereka tidak habis pikir, bagaimana mungkin ban Sepeda mereka bisa kempes secara bersamaan.
Lalu pada saat itu juga, timbullah kecurigaan Bayu dan ketiga temannya, bahwa itu semua pasti kelakuan Marvel dan Anak buahnya.
Maka setelah mengetahui ban Sepeda mereka kempes, tentu saja hal tersebut membuat ketiga teman Bayu gusar dan marah...
"Lalu mereka berkata...."
"Kurang ajar.!
__ADS_1
"Ini semua pasti ulah Marvel.!
"Dasar pengecut.!!" "ucap salah satu teman Bayu."