
Lalu setelah mendengar ucapan Anggi tersebut, maka sejenak Bayu terdiam dan Dia terlihat berpikir...
Bayu saat itu mencerna kata-kata, yang baru saja keluar dari mulut Anggi tersebut...
Karena bagi Bayu, meskipun ucapannya itu terdengar baik di telinganya, "karena sesuai dengan apa yang Dia inginkan selama ini," akan tetapi Bayu juga merasa "hal itu serasa tidak mungkin baginya.!"
Karena bagaimanapun juga, Bayu masih ingat betul "betapa Ibu Ratna atau Mamanya Anggi, sangat amat membenci keluarganya sampai sejauh itu.!"
"Lalu tak lama kemudian Bayu berkata kepada Anggi..."
"Anggi... 'sebenarnya 'gue seneng banget mendengar ucapan lu itu tadi.!
"Karena Gue merasa, 'bahwa Nyokap gue akhirnya mempunyai harapan besar, 'bahwa dia nggak bakal lama lagi 'akan mendapatkan pekerjaan.!!
"Akan tetapi... 'menurut gue, 'itu kayaknya sulit deh Anggi...!
"Karena, 'lu tahu sendiri kan-? 'gimana sikap Nyokap lu ke keluarga gue...!?
"Jadi... 'jika Nyokap gue nanti bekerja di rumah elu... 'maka gue nggak bisa ngebayangin 'gimana nantinya reaksi Nyokap elu terhadap Nyokap gue 'Anggi...!
"Jadi... 'sebaiknya 'enggak usah aja deh.!
"Biar Nyokap gue nyari kerjaan di tempat lain aja deh...!" "ucap Bayu terhadap Anggi, dengan wajah masam.!"
Lalu setelah mendengar ucapan Bayu tersebut, maka Anggi langsung saja merespon ucapannya itu.!
"Lalu Dia berkata..."
"Bayu... Elu nggak boleh pesimis gitu...!
"Kita coba dulu lah.!
"Nanti, 'gue bantu kok.!
"Lagian, 'kalau dipikir-pikir, 'dalam hal ini 'bukan cuma Nyokap lu aja yang butuh kerjaan, kan-!?
"Akan tetapi, 'Nyokap gue juga gitu.! "Dia saat ini sangat membutuhkan asisten rumah tangga, 'sebagai pengganti dari yang lama itu.!
"Lagi pula, 'jika mengingat kekosongan 'semenjak ditinggal pulang kampung 'oleh asisten rumah tangga yang lama itu itu, 'sampai sekarang udah agak lama juga, kok-!! "Jadi 'gue yakin.!
"Nyokap gue 'pasti akan menerima Nyokap elu 'untuk kerja di sana.!!"
"ucap Anggi dengan nada optimis, dan penuh semangat kepada Bayu saat itu.!"
"Lalu Bayu merespon ucapan Anggi tersebut dan berkata..."
"Anggi... Gue tahu maksud lu baik 'ke keluarga gue.!
"Dan 'gue hargai itu.!
"Tapi... Elu 'kan- 'tahu sendiri 'gimana bencinya Nyokap elu 'ke nyokap gue...!
"Iya, 'kan-.!!" "ucap Bayu terhadap Anggi.!"
"Lalu Anggi berkata lagi..."
"Oke.! Gini aja 'Bayu.!!
"Gue ada ide.!
"Gimana 'kalau gue nanti membujuk ke Nyokap gue, 'agar Nyokap elu bisa diterima kerja di rumah gue.!?
"Pokoknya, 'masalah Nyokap gue, 'serahin aja ke gue.!
"Biar gue yang ngejelasin semua 'ke Nyokap gue nantinya.!
"Gimana 'Bayu.!?"
"ujar Anggi.!"
"Lalu Bayu berkata..."
"Oke 'lah 'Anggi... Terserah elu aja 'deh.!
"Gue 'gimana baiknya aja.!
"Kalau emang itu yang terbaik menurut elu, 'gue ikut aja 'deh...!"
"ucap Bayu terhadap Anggi.!"
__ADS_1
Kemudian setelah mengetahui Bayu menyetujui tentang pendapatnya itu, maka Anggi terlihat senang dan tersenyum kepada Bayu saat itu...
Karena yang ada di benak Anggi saat itu, "Dia merasa di satu sisi dirinya telah berbuat baik dan berjasa terhadap Bayu, sehingga perbuatannya itu akan bisa dihargai nantinya oleh Bayu, walaupun hanya dengan ucapan terima kasih saja.!"
"Karena hal tersebut, bagi Anggi sudah merupakan kebahagiaan tersendiri.!"
Sedangkan di sisi lain Anggi juga merasa, "bahwa apa yang dilakukannya terhadap Bayu itu, hitung-hitung itu semua sebagai penebus rasa bersalahnya terhadap Bayu mulai dari dulu itu.!"
Lalu tak lama kemudian, "tiba-tiba saja tangan Anggi meraih tangan Bayu, sembari berkata dengan meyakinkan Bayu, agar dirinya tetap semangat dan optimis dalam segala hal.!"
Lalu sadar tangannya saat itu dipegang oleh Anggi, "maka sontak saja Bayu tersentak kaget bukan kepalang.!!"
Bayu sama sekali tidak mengira, "bahwa apa yang dilakukan oleh Anggi terhadapnya saat itu adalah sesuatu hal yang amat sangat di luar dugaannya.!"
"Karena bagaimana tidak..."
Walaupun Mereka sudah baikan, akan tetapi antara keduanya sampai sejauh itu masih menjaga jarak, "terutama Bayu...!"
Bayu merasa, "walaupun Anggi belakangan ini agak lebih agresif terhadapnya, akan tetapi mulai dulu dirinya tidak pernah bersentuhan langsung dengan Anggi..."
Kecuali Anggi dalam keadaan marah, yang mana Dia pernah mendorong Bayu sewaktu mereka masih duduk di bangku Sekolah dasar.!
Akan tetapi, selebihnya mereka tidak pernah lagi mengadakan kontak langsung secara dekat, "selain hari itu."
Apalagi pada saat itu Anggi jelas-jelas memegang tangan Bayu, dan itu memang sudah disengaja oleh Anggi...
Maka dengan adanya hal tersebut, tentu saja hal itu membuat Bayu menjadi sangat grogi saat itu.!
Dia ingin sekali menarik tangannya dari pegangan si Anggi, akan tetapi hal itu Bayu merasa sangat berat dan seakan tidak memiliki tenaga untuk melakukannya...
Karena yang ada dalam benak Bayu saat itu, adalah kekacauan yang sangat luar biasa.!
Sedangkan kejadian tersebut, bukan hanya diakibatkan tentang masalah pembicaraan mengenai Ibunya yang berencana akan bekerja di rumah Anggi tersebut saja, akan tetapi kekacauan tersebut diakibatkan oleh sikap agresif yang dilakukan Anggi saat itu...
"Karena bagaimana tidak..."
Bagi orang yang tidak memiliki perasaan sama sekali terhadap lawan jenisnya, hal itu tidaklah membawa efek yang serius.!
Akan tetapi lain halnya jika hal tersebut terjadi, terhadap orang yang memang sebelumnya sudah memiliki perasaan suka antara satu dengan yang lainnya.!
"Maka, hal tersebut sangatlah berefek dahsyat.!"
Maka begitulah yang dirasakan Bayu saat itu...
Dan perasaan itu juga agak lama Ia rasakan...
Akan tetapi, "sebagai laki-laki yang memegang memegang teguh prinsip norma-norma kesopanan dan budi pekerti yang tinggi, maka semua perasaan tersebut sengaja Ia kesampingkan, dan dia lebih memilih bersikap dingin terhadap Anggi, seolah-olah dia tidak menyukainya.!"
Akan tetapi, "pada saat itu semua yang Ia sembunyikan dan Ia simpan rapat-rapat tersebut, semuanya sirna seketika itu juga.!"
Di mana pada saat itu, "Bayu bukan hanya tidak kuasa menarik tangannya dari genggaman Anggi saja, akan tetapi keringat dingin mengucur deras dari sekujur tubuhnya.!"
Maka tak ayal, wajah dan baju si Bayu menjadi basah oleh keringatnya sendiri saat itu...
Sedangkan Anggi yang mengetahui hal tersebut, Dia terlihat tersenyum tipis...
Dan bahkan, dia semakin mempererat genggaman tangannya terhadap tangan si Bayu saat itu.!
Lalu terdengar dari kejauhan, ada suara siulan yang bernada meledek Mereka berdua saat itu...
Dan mereka adalah teman-teman Bayu dan teman-teman Anggi, yang sengaja berbuat demikian.!
Karena mereka merasa gemes, melihat tingkah laku keduanya saat itu.!
Lalu setelah mendengar siulan dari teman-temannya tersebut, maka seketika itu juga Bayu berkata terhadap Anggi...
"A.. A... Anggi.!!
"To... To... Tolong.! 'Lepas... 'Lepaskan Ta... Tanganmu 'Anggi.!!"
Mendengar ucapan Bayu dan tersadar dengan apa yang dilakukannya tersebut, "maka Anggi secara reflek langsung melepaskan pegangan tangannya saat itu juga.!"
"Lalu terlihat kedua wajah Mereka memerah, karena Mereka merasa sedikit malu saat itu..."
Karena bagaimanapun juga, tanpa Mereka sadari bahwa tingkah laku Mereka dari tadi memang sudah diawasi oleh teman-teman Mereka.!
"Bahkan salah satu di antara mereka, ada yang mengabadikan dengan merekamnya saat itu..."
Lalu setelah beberapa saat kemudian, maka Mereka segera bubar.!
__ADS_1
Karena bersamaan dengan saat itu, sang Dosen rupanya sudah datang dan mulai memasuki ruang Kampus...
Maka Mereka-pun segera bergegas menuju ruang Kampus saat itu juga.!
Kemudian seusai Mereka Kuliah saat itu, maka Mereka semua pulang ke rumah masing-masing "baik Bayu ataupun Anggi dan teman-temannya yang lain..."
Sesampainya di rumah, maka Bayu segera memberitahukan kabar baik tersebut kepada sang Ibu, "yaitu mengenai kesempatan bekerja di rumah Ibu Ratna atau Anggi, sesuai yang telah direncanakan sebelumnya itu.!"
Lalu setelah Ibu Martini mendengar ucapan Anaknya tersebut, maka dia tampak merasa senang dan bersemangat, serasa ingin segera bekerja di rumah Ibu Ratna tersebut...
Dan memang bagi ibu Martini, dia tidak memiliki perasaan apapun mengenai keluarga ibu Ratna, walaupun dia sendiri sempat dilabrak dan dimarahi oleh Ibu Ratna dahulu.!
Hal itu karena selain Ibu Martini tidak setiap hari bertemu, dan mengadakan kontak langsung dengan ibu Ratna, lagi pula dia tidak memiliki sifat pendendam seperti Ibu Ratna.!
Jadi walaupun dia sempat dicaci maki oleh Ibu Ratna dulu, akan tetapi hal itu bagi ibu Martini sudah dianggap angin lalu.!
Maka pantas saja jika dirinya senang dan tampak bersemangat, setelah mendengar kabar dari Bayu "bahwa Ibu Ratna membutuhkan seorang asisten rumah tangga di rumahnya..."
Sedangkan di tempat lain, di mana pada waktu yang bersamaan Anggi juga terlihat berbicara dengan Mamanya...
Yang mana mengenai komunikasi antara Anggi dan Mamanya tersebut, tidak segampang pembicaraan Bayu dengan ibu Martini.!
"Pasalnya...."
Dalam pembicaraannya dengan sang Mama tersebut, Anggi harus berhati-hati.!
Karena mengingat watak dari sang Mama yang pemarah dan egois, serta ingin menang sendiri dari dulu hingga saat itu, tetap saja tidak berubah.!
Karena jika Anggi dalam pembicaranya itu tidak hati-hati, maka salah-salah Anggi yang kena damprat akibat kesalahannya dalam berbicara nantinya.!
Apalagi yang akan dibicarakan itu adalah mengenai keluarga Bayu, "yaitu ibu Martini.!"
Maka dari itu, sebelum Anggi "TO THE POINTS" tentang pembicaraannya terhadap Mamanya itu, maka dia terlebih dahulu menggiring Mamanya dengan kata-kata lain, sembari menghiburnya terlebih dahulu.!
Hal itu Ia lakukan, agar setelah dirinya mengatakan kata-kata inti terhadap Mamanya tersebut, sang Mama nantinya tidak akan terlalu terkejut, dan diharapkan dia akan merespon dengan baik.!
"Lalu setelah beberapa saat kemudian, maka Anggi-pun mulai masuk ke pembicaraan inti terhadap Mamanya.!"
"Anggi berkata..."
"Mama...
"Memangnya Mama masih belum dapat ya, pengganti asisten rumah tangga 'yang pulang kampung itu.?"
"tanya Anggi.
"Enggak...
"Kenapa memangnya?
"Kok, 'tiba-tiba kamu bertanya hal itu sih, 'Anggi.? "ujar ibu Ratna.
"Oh, 'enggak...
"Anggi hanya merasa heran saja...
"Kenapa ya, 'kok sulit betul mencari pengganti dari asisten rumah tangga yang lama itu.!? "ucap Anggi.
"Ya... Begitulah Anggi.!
"Zaman sekarang, 'memang sulit mencari orang 'yang betul-betul niat untuk bekerja.! "ujar Ibu Ratna.
"Hem... Kalau 'seumpama Anggi ikut mencarikan asisten rumah tangga, 'bagaimana Mah? apa Mama setuju.!?" "ucap Anggi.
"Ah... Yang benar kamu...
"Memangnya, 'ada tah?
"Kalau memang ada, 'ya... Nggak apa-apa.!". "ujar Ibu Ratna.
"Iya 'mah...
"Sebenarnya ada...
"Dan Anggi sudah memastikan orang tersebut, 'tentang siapa dan di mana rumahnya!
"Atau, 'bahkan Saya dan Mama 'kenal dengan orang itu.!". "ucap Anggi.
Mendengar ucapan Anaknya tersebut, sepintas Ibu Ratna agak kaget mendengarnya.
__ADS_1
Karena Anggi sempat menyinggung, bahwa orang tersebut adalah orang yang Mereka kenal.!
Maka, sontak saja ibu Ratna langsung bertanya kepada Anaknya saat itu juga...