LOVE And CONTEMPT

LOVE And CONTEMPT
Bab 32:(PENJELASAN ANGGI.)


__ADS_3

"Ibu Ratna bertanya kepada Anggi...."


"Anggi! Apa maksud kamu.?" "tanya ibu Ratna dengan penasaran."


"Iya Mah! 'Orang tersebut sangat kita kenal!". "jawab Anggi sembari tersenyum kepada Mamanya."


"Lantas... 'siapa dia? 'tolong kalau ngomong yang jelas ya.!" "tanya ibu Ratna dengan penasaran dan tidak sabar."


"Orang itu.... 'adalah Ibunya Bayu 'atau Ibu Martini Mah.!" "ucap Anggi dengan nada yang pelan, dan penuh rasa was-was terhadap Mamanya."


Mendengar jawaban dan penjelasan dari anaknya tersebut, "sontak saja membuat Ibu Ratna menjadi tersentak kaget, dan serasa disambar petir di siang bolong.!"


Ibu Ratna tidak menyangka sama sekali, bahwa anaknya akan menyinggung perihal orang yang sangat ia benci tersebut...



Maka seketika itu juga, "Ibu Ratna menetap tajam kepada Anggi, yang saat itu duduk satu sofa dengannya di ruang tengah rumahnya itu.!"



Sedangkan Anggi yang mengetahui sikap dari Mamanya tersebut, dia seketika memalingkan wajahnya, seakan dia tidak mengetahui reaksi Mamanya tersebut...



Karena Anggi merasa saat itu Mamanya sangat marah, karena dirinya telah berani menyinggung tentang Bayu dan ibu Martini terhadap Mamanya itu.



Sedangkan Anggi sendiri tahu, "bahwa betapa bencinya Mamanya tersebut kepada Bayu dan ibunya itu.!"



Maka di sela-sela kemarahan Mamanya dan di sela-sela ke pura-puraan dia saat itu, dia berpikir "bagaimana sekiranya, agar dia bisa meredam kemarahan Mamanya tersebut...



"Namun belum selesai dia mencari cara dan berpikir untuk itu, maka kemudian Ibu Ratna kembali berkata kepadanya, dengan nada yang lantang dan keras..."


"Anggi Apa katamu apa Mama tidak salah dengar ujar Ibu Ratna


" I.. iya 'Mah...


"I... itu 'em... memang benar 'Mah.!"


"Jawab Anggi dengan gugup."


"Kamu sudah gila 'ya!?


"Ngapain kamu menawarkan Ibu Martini 'untuk bekerja di rumah ini 'kepada Mama...!?" "ujar Ibu Ratna."


"I...iya 'nggak apa-apa sih, 'Mah...


"Anggi cuma berpikir, 'dari pada rumah ini kosong 'dan tidak ada asisten rumah tangga, -kan 'nggak ada salahnya juga 'kalau ibu Martini bekerja di sini.!


"Lagian... 'dia juga butuh pekerjaan kok.!


"Dan, 'kita juga butuh asisten rumah tangga... ia, -kan 'mah.!?" "ucap Anggi kepada Mamanya."


"Enggak.!!


"Pokoknya, "Mama enggak sudi, 'dia bekerja di rumah ini.!!


"Lagian, 'kenapa 'sih, kok kamu tumben-tumbenan ingin mempekerjakan Ibu Martini di rumah ini.?


"-Kan 'kamu tahu sendiri, 'Mama sangat benci kepada mereka.!


"Dan itu semua, 'karena ulah mereka terhadap kamu -kan, 'iya -'kan.!?" "ujar Ibu Ratna."


"Mama.... 'tolong dengarkan dulu Anggi...!


"Itu -kan 'dulu 'Mah...


"Sekarang, mereka tidak lagi membuat masalah dengan kita, apalagi Bayu...


"Lagi pula, 'kalau dipikir-pikir 'kasihan juga -kan.!


"Mereka hanya hidup berdua sekarang, 'karena ayahnya Bayu sudah meninggal.!" "ucap Anggi terhadap mamanya."


"Lho, kok 'mama jadi heran ya.!?


"Kenapa sekarang kamu jadi membela mereka.?


"Atau.... 'jangan-jangan 'kamu sudah baikan 'ya dengan mereka.?


"Dapat dari mana kamu, 'tentang kabar 'bahwa ibu Martini membutuhkan pekerjaan.??" "tanya ibu Ratna kepada Anggi."


Mendengar pertanyaan dari mamanya tersebut, "Anggi tersentak kaget.!"


Anggi tidak mengira, bahwa Ibu Ratna akan bertanya sejauh itu mengenai keluarga mereka terhadapnya...


Sedangkan Anggi sendiri tahu, bahwa semenjak dirinya duduk di bangku kuliah, sampai sekarang Mamanya itu tidak tahu bahwasannya Bayu juga satu kampus dengannya.



Dan hal itu memang sengaja ia rahasiakan, kepada mamanya tersebut...

__ADS_1



Maka dari itulah, saat itu Anggi merasa bingung harus menjawab apa, tentang pertanyaan mamanya tersebut.



Dan dia terlihat terdiam, sembari berpikir tentang jawaban apa yang akan ia katakan kepada mamanya saat itu.



Dalam pikiran Anggi saat itu ada dua hal, "yaitu antara tetap merahasiakan tentang dirinya yang satu Kampus dengan Bayu sampai saat itu, atau dia berkata terus terang kepada mamanya mengenai hal tersebut.!"



Sedangkan jika dirinya tetap merahasiakan tentang dirinya yang satu Kampus dengan Bayu, "apalagi mengenai kedekatannya dengan Bayu akhir-akhir ini," tentu saja mamanya tidak akan terima dan menjadi marah kepadanya.!


Sedangkan tentang rasa dan keinginannya, untuk mempekerjakan ibu Martini ke rumahnya itu sangatlah besar...


Karena Anggi merasa tidak tega, terhadap kondisi perekonomian mereka akhir-akhir ini.



Apalagi dirinya sekarang sudah berubah, tentang sikapnya terhadap Bayu.



"Dan dirinya sekarang mulai menyukai Bayu."



Jadi tentu saja hal itu membuat Anggi menjadi lebih bersemangat lagi, untuk menunjukkan eksistensinya terhadap Bayu dan ibunya...



Karena bagaimanapun juga, dia selain memang betul-betul sudah berubah, lagi pula Anggi merasa bahwa dirinya ingin mendapatkan perhatian lebih dari Bayu...


Karena mengingat Bayu dari dulu sampai sekarang, sikapnya dingin terhadapnya.


Sementara itu, jika walaupun Anggi tetap merahasiakan tentang dirinya yang satu kampus dengan Bayu, toh pada akhirnya jika Ibu Martini bekerja di rumahnya itu, hal tersebut akan terbongkar juga.!



Menurut Anggi, jika Ibu Martini bekerja di rumahnya, maka bukan hanya Ibu Martini saja yang dekat dengan dirinya dan sang Mama, akan tetapi Bayu-pun akan menjadi sering ke rumahnya tersebut.!



"Karena memang mereka hanya hidup berdua saja..."




Karena, ibunya nantinya akan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah tersebut.!



Jadi tentu saja hal itu akan membuat Bayu akan lebih sering mengunjungi ibunya, atau berkunjung ke rumahnya.!



Sedangkan pemikiran Anggi yang kedua adalah, "jika Anggi berterus terang tentang keberadaannya yang satu Kampus dengan Bayu tersebut, dan kabar tentang ibu Martini yang membutuhkan pekerjaan tersebut ia dengar sendiri dari Bayu, maka tentu saja mamanya akan bertambah marah kepadanya.!"



Karena Anggi merasa, "selain mamanya tersebut dibohongi dengan tidak memberitahukan kepadanya tentang keberadaannya yang satu Kampus dengan Bayu, maka Anggi tidak bisa membayangkan, betapa marahnya sang Mama nantinya kepadanya, walaupun dirinya menyembunyikan tentang kedekatannya dengan Bayu selama ini.!"



Maka dari itu, pikiran tersebut terus berkecamuk di benak Anggi, dan Anggi bingung harus memutuskan atau berkata apa terhadap mamanya saat itu...



Lalu tak lama kemudian, Ibu Ratna yang mengetahui Anggi terdiam dan terlihat berpikir tersebut, dia menjadi heran dan menjadi penasaran terhadap anaknya itu...



"Maka tak lama kemudian, Ibu Ratna segera menegur dan bertanya kepada Anggi...."


"Anggi.!


"Kenapa kamu diam.!


"Ayo jawab Mama.!!" "ujar Ibu Ratna."


Anggi yang semula terdiam dan berpikir tersebut, maka dia menjadi tersentak setelah mendapat teguran dan pertanyaan yang kedua kalinya dari sang Mama tersebut.


Lalu tanpa menunggu lama, dia-pun segera menjawab pertanyaan mamanya tersebut...


"I...'iya Mah...


"Se...'sebenarnya kabar tentang ibu Martini yang mencari pekerjaan tersebut, 'Anggi dapatkan langsung dari Bayu...!" "ujar Anggi dengan gugup."


"Apa.!!


"Kurang ajar kamu.!!

__ADS_1


"Jadi, 'selama ini kamu sudah merahasiakan tentang keberadaan kamu, 'yang satu kampus dengan si Bayu.!


"Dan kamu sekarang sudah berani sama Mama, 'dengan membohongi Mama.!!" "ujar Ibu Ratna dengan nada yang keras."


"Mendapat reaksi seperti itu, maka Anggi bertambah khawatir dan gugup..."



Sebenarnya, hal itu sama sekali tidak terpikir oleh Anggi, "bahwa dirinya akan menceritakan tentang dirinya yang satu Kampus dengan Bayu.!"



Akan tetapi, atas dorongan rasa empati yang tinggi dan demi perasaannya terhadap Bayu, maka Anggi memberanikan diri dengan mengatakan semuanya, dan berterus terang kepada mamanya.!



Dan bahkan, Anggi rela dirinya menerima kemarahan dari sang Mama, sebagai konsekuensi dari perkataannya itu...



Maka dari itu, sebagai rasa tanggung jawab dengan apa yang telah dikatakannya terhadap sang Mama tersebut, maka Anggi harus menjawab dan memberikan argumen yang tepat kepada sang Mama.!


Hal itu sebagai alasan dan sekaligus untuk meruntuhkan rasa emosi dan pendirian mamanya tersebut, yang menjurus ke arah ketidaksetujuannya dengan apa yang telah direncanakanya itu.!


"Lalu setelah beberapa saat kemudian, maka Anggi mulai menjawab dan berkata kepada Ibu Ratna..."


"Mama.... 'maafkan Anggi sebelumnya.!


"Anggi lakukan semua itu kepada Mama, 'bukan maksud Anggi untuk berani melawan, atau membohongi Mama.!


"Akan tetapi, Anggi merasa 'kita sebaiknya tidak usah memperpanjang masalah kebencian kita 'sama mereka.!


"Karena mereka sama sekali tidak merasa benci kepada kita.!


"Itu terbukti, 'dari semenjak mereka dulu dimarahi Mama, atau dijahili oleh Saya 'terutama si Bayu... 'toh mereka tidak merespon dengan membalas apa yang kita perbuat kepada mereka.!


"Dan bahkan, 'mereka tetap sabar.!


"Dan malah 'mereka berbuat baik sama kita.!


"Jadi.,. Anggi merasa 'bahwa, 'kita tidak mempunyai alasan lagi untuk tetap memusuhi mereka.!


"Lagi pula, 'masalah itu sudah lama terjadi.!


"Dan kini Anggi sudah dewasa, 'dan sudah mengerti tentang hal yang baik dan yang buruk dalam hidup ini.!" "ujar Anggi terhadap Ibu Ratna."


"Lalu setelah mendengar ucapan dari anaknya tersebut, kemudian Ibu Ratna kembali melotot dan menatap tajam kepada Anggi seraya berkata...


"Anggi.!!


"Sekarang kamu sudah berani melawan Mama 'ya.!


"Dan bahkan 'kamu sudah berani menggurui Mama.!!" "ujar Ibu Ratna."


Mendengar "bentakan" dari sang Mama tersebut, maka seketika itu juga Anggi kembali menjadi terdiam dan tertunduk.!


Dan sejenak dia tidak berani berkata-kata apa lagi.



Lalu terlihat dari kedua kelopak matanya, mengalir butiran-butiran air mata yang bening dan membasahi kedua pipinya yang halus dan bersih tersebut...



Dan seketika itu juga, Anggi terlihat terguncang dengan menahan tangisnya yang tak kuasa ia bendung...



Dan sesekali dia mengangkat wajahnya, dan menatap ke arah sang Mama dengan wajah yang sembab...



Sementara itu, terlihat Ibu Ratna memalingkan mukanya ke arah lain, pertanda dia tidak tega melihat anak tercintanya yang saat itu dalam keadaan bersedih, karena mendapat teguran dan kemarahan yang keras darinya.!



Karena walau bagaimanapun juga, sekeras-kerasnya pendirian dan hati Ibu Ratna, dia adalah yang "mengandung 9 bulan anaknya tersebut.!"



Maka, "setegar apapun dan sekokoh apapun pendirian dari seorang Ratna Pratiwi," maka akhirnya dia meleleh juga...



Apalagi Ibu Ratna sendiri tahu, bahwa dirinya jarang sekali melihat anaknya itu menangis, karena Ibu Ratna sangat teramat menyayanginya.!



Jadi, jangankan dia marah-marah terhadap anaknya itu, permintaannya-pun tidak pernah sekali-kali ia tolak, jika anaknya tersebut meminta sesuatu kepadanya.!



Maka dari itulah, terlihat Ibu Ratna saat itu tengah meneteskan air mata...


__ADS_1


Akan tetapi ia sembunyikan dengan memalingkan mukanya, pertanda dia malu dan merasa menyesal, karena sudah memarahi habis-habisan anak tercintanya itu.


__ADS_2