LOVE And CONTEMPT

LOVE And CONTEMPT
Bab 22:(GENGSI DAN HUTANG BUDI.)


__ADS_3

   "Bayu yang mengetahui Dirinya ditatap oleh Anggi saat itu, maka seketika itu juga Bayu memalingkan mukanya, dan berpura-pura tidak tahu bahwa dirinya ditatap dengan tajam oleh Anggi, seakan Dia sibuk dengan pandangannya sendiri.!!


   Akan tetapi walaupun begitu, Bayu saat itu merasakan kekacauan yang sangat luar biasa.!


   "Pasalnya...!"


Walaupun Dirinya tidak pernah membahas tentang pertolongannya terhadap Anggi, akan tetapi Dirinya sadar, bahwa Anggi-pun sampai saat itu juga merasakan kekacauan yang tak kalah "Dahsyatnya" dibanding Dirinya...!


   Bahkan perasaannya itu, boleh dikatakan lebih "Dahsyat" dari perasaan yang dirasakan oleh Bayu.!


   Karena Anggi bukan hanya pada saat itu saja yang mengalami "Hal" atau perasaan tersebut, akan tetapi Dia sebelumnya sudah terkena "Mental...!!"


   Yang mana hal itu terjadi pertama kali, yaitu pada saat mereka awal-awal melaksanakan belajar kelompok bersama di rumah Bayu beberapa hari yang lalu...


   Sementara itu, tiga orang teman Bayu yang mengetahui dan paham akan masalah mereka berdua, Mereka terlihat saling pandang antara satu dengan yang lainnya.!


   Dan bahkan terlihat di antara mereka saling melontarkan isyarat, seakan di antara mereka saling bertanya, apa yang harus mereka lakukan dengan kejadian tersebut.!?


   Sedangkan sang Guru yang juga saat itu berada di antara mereka semua, dan juga teman-teman Anggi beserta murid-murid lainnya yang juga pada saat itu berada di sana, mereka tidak paham tentang tatapan Anggi terhadap Bayu saat itu.!!


   Yang Mereka tahu hanyalah, mereka berdua memang mempunyai latar belakang dan sejarah yang sangat terkenal, yaitu saling "Bermusuhan..."


   Sehingga ada dari salah satu teman-teman Murid di Sekolahan mereka itu, yang menjuluki mereka adalah "TOM AND JERRY...!!"


   Layaknya Film kartun yang sering tayang di Televisi, yang menggambarkan Tokoh seekor "Kucing" dan "Tikus" yang tidak pernah habis-habisnya mengenai permusuhan mereka tersebut.!


   "Sementara jika dibandingkan antara perkiraan mengenai sikap Anggi yang menetap ke arah Bayu tersebut, baik dari Bayu sendiri, lalu ketiga teman Bayu dan sang Guru, ataupun semua teman-teman Anggi berikut murid-murid yang lain yang berada di tempat tersebut, yang paling hampir mendekati sempurna yaitu hanyalah perkiraan atau perasaan Bayu satu-satunya...!!"


   "Ya... Maklum saja.!"


Itu terjadi, bukan hanya karena mereka berdua sering mengadakan kontak langsung secara dekat, walaupun itu diiringi dengan perasaan amarah, karena mereka berdua dikenal saling bermusuhan.!


   Akan tetapi jauh dari itu semua, sebenarnya perasaan Anggi dan Bayu saat itu, hampir boleh dikatakan sama...


   "Pasalnya...!"


Walaupun perkiraan atau sangkaan semuanya yang ada di tempat itu adalah sama, yaitu Anggi dan Bayu memang terkenal saling membenci dan saling bermusuhan sejak dulu, akan tetapi mereka semua tidak tahu, bahwa belakangan ini di antara Mereka berdua telah terjadi sesuatu.!


   Yang mana jika hal tersebut diketahui oleh mereka semua "selain tiga orang teman Bayu," maka mereka pasti akan merasakan apa yang dirasakan oleh ketiga teman Bayu pada saat itu.!!


   Maka pantas saja, jika pada saat itu baik sang Guru ataupun teman-teman Anggi dan murid-murid lainnya, mereka tidak sama menanggapi sikap Anggi terhadap Bayu, dan bahkan Bayu sekalipun.!!


   Sebab ketiga teman Bayu memang sudah sangat paham dan hafal betul, bahwa di antara Mereka berdua telah mengalami suatu kejadian yang sangat luar biasa.!


   Yang mana kejadian tersebut, sangat mengena Mental keduanya, baik Anggi ataupun Bayu.!


  Kejadian tersebut terjadi, yaitu pada saat mereka pertama kali mengadakan belajar kelompok bersama di rumah Bayu beberapa waktu yang lalu itu...!


   Akan tetapi, walaupun ketiga teman Bayu tersebut paham akan sikap Anggi terhadap Bayu saat itu, tapi mereka bertiga tidak akan pernah paham dan tahu, apa yang sebenarnya terjadi dan yang dirasakan oleh Anggi dan Bayu saat itu.!


   "Ya... Begitulah.!"


Walau bagaimanapun juga, keduanya itu selalu menjadi "TRENDING TOPIC" di Sekolah tempat mereka menimba ilmu...


   Sementara itu, Anggi yang sempat menatap Bayu tersebut, ternyata tatapannya itu mengisyaratkan beberapa hal...


   "Yang pertama adalah...!

__ADS_1


Anggi merasa tidak percaya, bahwa yang menolongnya pada saat dirinya tenggelam di pantai tersebut adalah Dia.!


   Karena bagaimanapun juga, selain Anggi paham akan masalahnya terhadap Bayu dari dulu, akan tetapi Dia tetap tidak mengharapkan bantuan atau pertolongan dari Bayu, walaupun sekecil apapun.!


   "Apalagi pada saat dirinya tenggelam tadi..."


   "Pasalnya...!"


Anggi paham betul, bahwa dirinya sebenarnya sudah kena Mental pertama kali, sejak dirinya mengadakan belajar kelompok bersama di rumah Bayu beberapa waktu yang lalu itu.!


   Walaupun Dirinya tahu, bahwa pertolongan Bayu tersebut murni tanpa pamrih, dan tahu bahwa Bayu adalah orang baik, walaupun Bayu sering "Dibully" dan dibenci oleh Dirinya dan Kakaknya yaitu "Marvel,"" akan tetapi sesuai dengan watak yang di miliki oleh Anggi sendiri, bahwa dirinya memiliki watak yang Egois dan Pemarah, maka dengan kejadian tersebut, tentu saja membuat Dirinya merasa Gengsi terhadap Bayu...


   Dan dengan rasa gengsinya yang amat dalam tersebut, maka Dia tetap tidak mau mengakui kebaikan Bayu, apalagi Dirinya merasa mempunyai hutang Budi terhadapnya saat itu.!


   Dan ditambah lagi, pada saat itu yang menyaksikan kejadian tersebut bukan hanya satu atau dua orang saja, akan tetapi semua teman-teman Siswa berikut sang Guru-pun menjadi saksi, bahwa kejadian yang sangat dramatis terjadi antara dirinya dan Bayu di tempat itu.!!


   "Maka pantas saja jika Anggi merasa sangat malu pada saat itu..."


   Maka setelah sekian lama dirinya menatap Bayu di tempat itu, ternyata di sela-sela tatapannya itu rupanya Anggi menyusun suatu strategi, untuk mengusir rasa malu dan gengsinya terhadap Bayu saat itu.!


   "Lalu tanpa menunggu lama, kemudian Anggi langsung berbicara kepada Bayu yang disaksikan oleh semua teman-teman Siswa, berikut sang Guru di tempat tersebut.!"


   "Anggi berkata...!"


"Eh, Bayu.!


"Elu jangan merasa sok jadi Pahlawan ya.!?


"Elu kira, gue nggak tahu apa.!?


"Elu yang membuat bocor ban yang gue pakai tadi, kan.!?"  "ucapan Anggi terhadap Bayu."


   Bayu yang mendengar kata-kata Anggi yang ditunjukkan terhadapnya itu, seketika itu juga Bayu langsung menoleh dan menetap Anggi yang saat itu berada tidak jauh di depannya tersebut.!


   Bayu merasa terkejut, dan serasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Anggi itu...


   Walaupun Dirinya paham dan hafal karakter Anggi, dan tujuan kata-kata dari Anggi tersebut, akan tetapi sedikit banyak dalam benak Bayu saat itu, dirinya merasa malu kepada semua teman-temannya, berikut sang Guru yang ada di tempat itu.!


   Karena Bayu merasa, bahwa dirinya tidak pernah melakukan seperti apa yang disangkakan oleh Anggi terhadapnya itu.!


   Sedangkan Bayu merasa, jangankan merencanakan sesuatu yang jahat seperti yang disangkakan terhadapnya itu, memiliki rasa dendam-pun Bayu tidak pernah, walaupun Dirinya sering "di-bully" oleh Anggi sejak dulu...


   Sementara itu, tiga orang teman Bayu yang juga mengetahui Bayu disangka merencanakan kejadian yang menimpa Anggi itu, Mereka bertiga juga tidak kalah terkejutnya dibanding Bayu.!!


   "Pasalnya..!"


Mereka bertiga merasa, bagaimana mungkin Anggi menyangka Bayu yang melakukan perbuatan tersebut...!?


   Sedangkan Mereka bertiga tahu, bahwa Bayu dan Mereka bertiga dari sejak awal Mereka sampai ke tempat itu, Mereka dan Anggi tidak saling berdekatan.!


   "Maka dari itulah, ketiga teman Bayu pada saat itu merasa, bahwa sangkaan dari Anggi tersebut sangat tidak berdasar sama sekali..."


   Maka dari itulah, seperti biasanya,! jika Bayu sabar dan tidak meladeni ucapan atau kata-kata Anggi tersebut, maka ketiga teman Bayu tetap merasa tidak terima dengan perlakuan Anggi terhadap sahabatnya itu.!


   Maka dari itulah, ketiga teman Bayu tersebut hendak akan membalas kata-kata yang dilontarkan Anggi terhadap Bayu.!


   "Akan tetapi, sebelum ketiga teman Bayu itu meneruskan kata-katanya terhadap Anggi, maka mereka segera dicegah oleh Bayu saat itu...!!

__ADS_1


   "Mereka berkata...!"


"Eh, Anggi...! "Stop.!!"  "ucap Bayu menghentikan kata-kata ketiga temannya, yang hendak membalas kata-kata Anggi tersebut."


   Kemudian setelah mengetahui reaksi Bayu yang menghentikan secara tiba-tiba kata-kata Mereka tersebut, maka kemudian Mereka menjadi terdiam seketika, sembari saling pandang antara satu dengan yang lainnya.!


  Lalu tak lama kemudian terlihat Bayu segera memberikan isyarat kepada ketiga temannya agar mereka semua menghentikan ucapannya dan mereka disarankan untuk tidak melayani atau meladeni kata-kata Anggi tersebut maka kemudian mereka pun menuruti isyarat dari Bayu tersebut dan mereka akhirnya kembali tenang seperti semula kemudian setelah itu Bayu akhirnya berbicara kepada Anggi akan tetapi kata-kata yang dilontarkan kepada Anggi tersebut adalah kata-kata yang halus dan lembut tidak seperti kata-kata Anggi yang ditujukan kepadanya semula.


   "Bayu berkata...!"


"Anggi... Maafin gue, dan teman-teman gue...


"Gue tahu, elu nggak suka ama gue...


"Dan gue tahu, elu marah ama gue, dan nggak terima gue yang nolong elu tadi...


"Tapi, asal lu tahu Anggi.!


"Semua yang elu sangkakan ke gue itu nggak benar.!


"Karena gue sedikitpun nggak pernah dendam ama e, walaupun elu jahat ke gue...


"Apalagi sampai gue ngerencanain perbuatan, yang bisa ngebahayain elu.!


"Dan lagian kalau gue tadi tolong elu, itu hanya karena kebetulan aja kok...


"Lagi pula, pada saat itu nggak ada orang yang nolongin elu, karena di sekitar lu itu hanya terdiri dari para cewek aja...


"Jadi... Gue itu tadi reflek aja nolong elu...


"Karena menurut gue, nyawa elu lebih penting dari segalanya...!!"  "ucap Bayu terhadap Anggi."


   Mendengar kata-kata Bayu tersebut, semua yang ada di tempat itu termasuk sang Guru, menjadi terkesima dibuatnya.!


   "Pasalnya...!"


Apa yang dikatakan oleh Bayu terhadap Anggi itu, rupanya adalah suatu kata-kata yang sangat bijaksana, yang tidak semua murid-murid sebaya dengan Bayu bisa melontarkan kata-kata sebijak itu...


   Maka tak ayal, seketika itu juga Bayu mendapat ancungan jempol dan pujian dari sang Guru, dan juga dari teman-teman Siswa lainnya, termasuk tiga orang teman Bayu.!


   Mereka ada yang bertepuk tangan, dan ada juga yang respon ucapan Bayu tersebut dengan kata-kata.!


   "Akan tetapi lain halnya dengan Anggi..."


   Anggi yang mendapat kata-kata balasan sedahsyat itu dari Bayu, maka Dia serasa tersambar petir di siang bolong.!!


   "Pasalnya...!"


Anggi merasa, bagaimana mungkin kata-kata yang dilontarkan olehnya terhadap Bayu yang bernada kasar tersebut, dibalas dengan kata-kata yang bijaksana seperti itu oleh Bayu...


   Maka dengan mengetahui hal tersebut, kembali Anggi merasa malu bukan kepalang.!


   Kemudian untuk menutupi rasa malunya itu, maka kembali Anggi merencanakan kata-kata balasan terhadap Bayu saat itu juga.!


   "Maka tanpa menunggu lama, Anggi-pun berkata kepada Bayu..."


"Omong kosong...!"  "ucap Anggi terhadap Bayu dengan nada agak mendengung, pertanda Anggi saat itu merasakan grogi dan malu yang sangat luar biasa.

__ADS_1


__ADS_2