
Setelah Pak Agung dan Anggi dipersilakan masuk oleh Bayu dan ibu Martini, lalu keduanya-pun segera dipersilakan duduk di kursi ruang tamu mereka, dan mereka berdua duduk yang ditemani oleh Bayu...
Sedangkan Ibu Martini, beliau langsung masuk ke ruangan dapur untuk membuatkan minuman bagi mereka.
Sejenak mereka bertiga terdiam, dan saling pandang antara Bayu dan Pak Agung...
Karena bagaimanapun juga, Pak Agung baru sekali itu saja bertemu dan mengetahui langsung secara dekat dengan orang yang bernama Bayu, yang sering disinggung oleh Anggi terhadapnya.!
Apalagi Pak Agung sendiri mengetahui, bahwa Bayu pernah "dibully" oleh Marvel dan Anggi, sewaktu mereka duduk di bangku SD dan SMP tersebut.!
Sementara Bayu sendiri, dia juga begitu...
Bayu juga baru pertama kali mengetahui secara dekat, orang terkaya dan terpandang di desanya tersebut, yaitu Pak Agung Pranoto "Papa si Anggi.!"
"Pasalnya..."
Selain Pak Agung jarang berada di rumah dan sibuk di kantornya, beliau adalah orang yang sangat disegani dan terpandang, sehingga tidak sembarangan orang bisa menemuinya.!
Dan Bayu saat itu merasa, bahwa Pak Agung memang benar-benar orang yang bukan hanya kaya raya saja...
Akan tetapi, beliau juga sangat "berwibawa" "ramah" dan "sopan," sehingga membuat Bayu saat itu agak sungkan dan tidak berani menatap lama-lama mata beliau.!
Sedangkan Pak Agung sendiri saat itu, beliau merasa bahwa orang yang bernama Bayu Setiawan yang ada di hadapannya tersebut, tidak seperti yang beliau kira...
"Pasalnya..."
Selain Bayu berwajah tampan, dia berkulit putih bersih dan berbadan tinggi serta berotot...
Dan itu karena memang, Ia sering berolah raga "baik dalam hal seni bela diri pencak silat," ataupun olahraga-olahraga lainnya.!
Dan juga selain itu, Bayu nampak sangat berpendidikan "karena memang Ia adalah orang yang cerdas dan pintar, sejak Bayu duduk di bangku SD dahulu sampai sekarang...
Sehingga membuat Pak Agung Pranoto tidak henti-hentinya memandang wajah Bayu, karena memang Bayu memiliki sikap dan berpenampilan enak dipandang, dan enak diajak berkomunikasi dengan siapapun.!
Dan di sela-sela perhatiannya tersebut, tak lupa Pak Agung sesekali terlihat tersenyum tipis, pertanda beliau menyukai Bayu saat itu.!
Sedangkan Anggi sendiri, dia malah tambah parah dari sang Papa...
"Pasalnya..."
Anggi malah tidak pernah berkedip sekalipun, dan terus menetap wajah Bayu.!
Itu terjadi, karena selain Anggi memang menyukai Bayu, lagi pula dia merasa agak rindu terhadap Bayu sekalipun itu hanya sehari saja, karena memang Anggi sangat mencintainya.!
Maka tak heran jika tadi Anggi sangat bersemangat dan ingin cepat-cepat berangkat menuju ke rumah Bayu tersebut, dengan mengajak sang Papa.!
Dan gelagat serta sikap Anggi itu-pun, rupanya diam-diam telah terbaca oleh sang Papa.!
Pak Agung bisa membaca sikap atau reaksi dari Anggi terhadap Bayu tersebut, "karena walau bagaimanapun juga, naluri seseorang Ayah atau orang tua, beliau hafal betul tentang hal itu.!
Dan rupanya, tatapan Anggi terhadap Bayu tersebut, membuat Bayu menjadi salah tingkah dan merasa tidak enak hati kepada Pak Agung Pranoto...
Maka tak ayal, Bayu-pun mengalihkan pandangannya ke arah lain, seolah-olah dia tidak merasakan tatapan dan perhatian Anggi terhadapnya itu.!
Dan kejadian tersebut bukan hanya terjadi pada saat ibu Martini tidak ada, karena beliau sibuk di dapur untuk membuatkan minuman bagi mereka saja...
"Akan tetapi hal itu juga terjadi, di saat mereka masih belum mengeluarkan sepatah kata-pun.!"
Lalu setelah beberapa saat lamanya Anggi terus menatap dan memperhatikan Bayu, dan Bayu juga menjadi salah tingkah akibatnya itu, maka Pak Agung akhirnya memberi kode saat itu juga dengan "berdehem..."
"Eemm....!"
Lalu setelah mendengar kode dari Pak Agung tersebut, maka seketika itu juga Anggi menjadi tersentak kaget dan mulai menghentikan pandangannya terhadap Bayu.!
__ADS_1
Sedangkan Bayu sendiri, menjadi agak panik dan agak tersipu malu...
Karena bagaimanapun juga, Bayu mengerti maksud tentang kode dari Pak Agung tersebut.!
Karena memang Bayu sudah mengetahui, bahwa dirinya mendapat tatapan yang serius dari Anggi sedari tadi.!
Lalu setelah itu, tak lama kemudian ibu Martini datang dengan membawa 4 cangkir kopi hangat, dan ditaruh di atas meja tempat mereka duduk...
Lalu setelah itu, Ibu Martini juga ikut duduk di kursi dan di samping Bayu.!
Lalu setelah itu, Ibu Martini segera mempersilahkan Pak Agung dan Anggi untuk segera minum kopi buatannya itu.
Lalu setelah itu Pak Agung berkata kepada Bayu dan ibu Martini...
"Oh iya, 'apakah benar ibu 'bernama Ibu Martini, 'dan anda bernama 'Bayu Setiawan.?"
"tanya Pak Agung, sembari memandang ke arah Ibu Martini dan Bayu saat itu."
"Oh 'iya pak, 'benar 'Saya bernama ibu Martini, 'dan ini Anak Saya 'Bayu Setiawan.!"
"ujar Ibu Martini kepada Pak Agung, sembari menunjuk ke arah Bayu, dengan maksud memperkenalkan kepada Pak Agung saat itu."
"Oh 'iya... 'perkenalkan. 'Saya adalah Agung Pranoto,. 'Papanya Anggi, 'dan Saya sudah banyak tahu tentang rumah tangga kalian, 'karena Anggi sering menceritakan hal itu kepada Saya.!"
"ujar Pak Agung."
"Oh 'iya pak, 'kebetulan 'kami hanya tinggal berdua, 'karena memang Suami Saya 'atau Ayahnya Bayu sudah lama meninggal.!"
"ujar Ibu Martini."
"Oh 'iya Bu, 'Saya juga sudah mengetahui itu, 'karena Anggi memberitahu hal itu kepada Saya, 'dan Saya minta maaf, 'karena tidak sempat melayat ke sini 'karena sibuk.!"
"ujar Pak Agung."
"Oh 'iya pak, 'tidak apa-apa. 'kami bisa memaklumi itu.!"
"Oh 'iya.... 'ngomong-ngomong,! 'Nak Bayu sekarang apa sudah kerja, 'atau Kuliah.?"
"tanya Pak Agung terhadap Bayu."
Mendengar pertanyaan dari Pak Agung tersebut, sontak saja membuat Bayu dan ibu Martini tersentak kaget.!
Mereka berdua tidak mengira, bahwa Pak Agung akan bertanya hal itu kepada mereka...
Karena menurut Bayu dan Ibu Martini, dengan Pak Agung yang bertanya seperti itu terhadap mereka, maka itu berarti Pak Agung selama ini tidak mengetahui, "bahwa Bayu dan Anggi satu Kampus..."
Dan itu berarti juga, keberadaan Bayu dan Anggi rupanya sengaja dirahasiakan oleh si Anggi...
Maka dari itulah, di sela-sela keterkejutan mereka berdua saat itu, terlihat Bayu dan ibu Martini saling pandang dengan wajah yang tampak keheranan.
"Sementara Anggi sendiri, dia juga tidak kalah terkejutnya.!"
Karena bagaimanapun juga, Anggi tidak mengira bahwa Papanya tersebut akan bertanya hal itu kepada Bayu.!
Sedangkan masalah itu sendiri memang sengaja ia rahasiakan, "baik kepada sang Papa," atau Ibu Ratna "sang Mama.!"
"Bahkan juga kepada Marvel sekalipun.!"
Maka di tengah-tengah kebingungan mereka bertiga tersebut, tentu saja membuat Pak Agung menjadi heran dan bertanya-tanya, "ada apakah gerangan, dan kenapa mereka bertiga menjadi kebingungan.?"
Oleh sebab itu, tak lama setelah itu Pak Agung kemudian berkata kepada Ibu Martini dan Bayu...
"Lho... 'kenapa kalian diam, 'dan kenapa kalian menjadi kebingungan?
__ADS_1
'ada apa.?"
"tanya Pak Agung kepada Ibu Martini dan Bayu."
Lalu setelah mendapat pertanyaan tersebut dari Pak Agung, maka Bayu dan ibu Martini bertambah panik dan tidak tahu harus menjawab apa...
Lalu kemudian Bayu dan ibu Martini berusaha untuk menjawab, walaupun kata-kata tersebut tidak jelas dan hanya keluar kata...
"E..." E..." E..."
Lalu di tengah kegugupan dari Bayu dan ibu Martini tersebut, maka Anggi segera memotong pembicaraan dan segera berbicara kepada Pak Agung saat itu juga...
"E... 'begini Pah... 'jadi sebenarnya, 'Bayu itu sekarang masih Kuliah, 'dan kuliahnya-pun di tempat yang sama dengan Anggi! 'jadi kami berdua satu Kampus selama ini...!"
"Lho.... 'jadi... 'jadi 'kalian satu kampus ya.?"
"Iya. 'benar Pah.!"
"Lho... 'kenapa kamu tidak memberitahukan Papa 'tentang hal ini 'Anggi.?"
"Maafkan Anggi 'Pah... 'Anggi memang salah. 'tapi Anggi beralasan, 'jika Anggi memberitahukan tentang kebersamaan Anggi 'yang satu Kampus dengan Bayu, 'dan itu diketahui oleh Mama, 'maka Mama akan marah besar 'dan Anggi takut akan hal itu.!'
"Oh... 'jadi gitu, 'ya.... 'iya, Papa ngerti sekarang. 'tapi nggak apa-apa -lah. 'Mamamu memang gitu dari dulu. 'Papa bisa memaklumi itu semua...!"
Mendengar kata-kata dari Pak Agung tersebut, sontak saja membuat Anggi tersentak kaget.!
Akan tetapi, keterkejutan Anggi tersebut bukan karena takut atau khawatir...
Akan tetapi perasaan Anggi saat itu merasa senang dan gembira, karena Anggi merasa Pak Agung Pranoto bisa mengerti dan memahami.!
Dan bahkan, beliau tidak mempermasalahkan mengenai kebersamaan Anggi yang satu Kampus dengan Bayu tersebut.!
Dan bahkan Anggi menangkap tentang firasat sang Papa tersebut, "bahwasanya sang Papa rupanya mendukung atau menyetujuinya...
Maka dari itulah, yang ada dalam perasaan Anggi saat itu, adalah perasaan yang sangat bahagia dan senang...
Hal tersebut rupanya bukan hanya dirasakan oleh Anggi saja, akan tetapi juga dirasakan oleh Bayu.!
Bayu lebih terkejut lagi mendengar respon dari Pak Agung Pranoto, setelah mendengar penjelasan dari Anggi tersebut.!
Karena walau bagaimanapun juga, Bayu tidak mengetahui sifat dari Papanya Anggi tersebut.!
Yang Bayu ketahui selama ini, adalah sifat dari Ibu Ratna atau "Mamanya Anggi.!"
Dan bahkan Bayu merasa bahwa sifat mereka itu sama, dan mereka bersikap yang sama pula terhadap dirinya dan ibunya...
Akan tetapi, semua kekhawatiran atau rasa was-was yang menyelimuti baik Bayu ataupun Ibu Martini, seketika itu menjadi musnah dan berganti dengan rasa senang, terutama bagi Bayu sendiri...
Maka tak heran, jika saat itu Bayu dan ibu Martini kembali saling pandang antara keduanya, dan serasa tidak percaya dengan apa yang dilihat dan yang didengarnya dari Pak Agung tersebut terhadap mereka berdua.!
Dan mereka berdua merasa, antara Pak Agung dan Ibu Ratna itu bagaikan "langit dan bumi," mengenai sifat dan sikap mereka berdua terutama bagi Bayu sendiri dan ibunya.!
Dan itu terbukti, semenjak mereka pertama datang ke rumahnya sampai sejauh itu...
Apalagi mereka sendiri mendengar dan mengetahui langsung, mengenai sikap dan respon tentang kebersamaan Anggi dan Bayu yang satu Kampus tersebut...
Lalu tak lama kemudian, suasana-pun sejenak menjadi hening, karena tanpa ada satupun dari antara mereka yang berkata-kata saat itu.!
Itu terjadi, karena di samping Anggi atau Bayu, dan bahkan Ibu Martini masih merasa keheranan dan serasa tidak percaya, dengan sikap Pak Agung sendiri...
"Maka begitu juga dengan Pak Agung..."
Karena walau bagaimanapun juga Pak Agung sendiri bisa merasakan, betapa bahagianya Anggi setelah mengetahui respon darinya mengenai keberadaan anaknya tersebut yang satu Kampus, dan tetap dekat dengan Bayu dari dulu itu.!
__ADS_1
Apalagi Pak Agung sendiri bisa merasakan kekhawatiran dari Anggi, yang merahasiakan dirinya yang satu Kampus dengan Bayu, karena takut kepada Mamanya tersebut.!
"Dan itu semua, karena ibu Ratna atau Istrinya itu memiliki sifat yang temperamen dan pemarah..."