Luka Seorang Perempuan

Luka Seorang Perempuan
BAB 9


__ADS_3

Bab 9


Ketika Ariana ingin menghampiri Andre, ia mendengar Andre berbicara dengan dua orang polisi. Ariana mengernyit melihat itu. sejak kapan Andre berhubungan dengan polisi, apa selain berengsek pria itu juga criminal. Ariana tidak habis pikir, namun langkah kakinya tetap masuk, tapi anehnya Andre malah tertawa senang. Apa yang membuat Andre tertawa kenapa di datangi polisi ia malah tertawa? Ariana mengerjapkan mata, langkahnya berhenti ketika Andre menggumankan nama yang ia kenal. Nama yang akhir-akhir ini ia rindukan. Nama yang tak pernah ia tahu keadaannya. Pantas saja tak ada satupun pesannya yang dibalas dan pria itu sama sekali tidak memberinya kabar. Padahal Ariana begitu mencemaskan pria itu. bagaimana nasib pria itu. Ariana tidak sanggup membayangkannya.


"Krisna dipenjara begitu pak?" Andre bertanya pada polisi tersebut, dan entah apa yang polisi katakana. Telingan Ariana serasa berdengung, hatinya terasa sakit, pria itu menghilang dan berakhir di penjara. Apa yang Krisna lakukan? Tidak mungkin terjadi, Krisna orang baik, ia berhati lembut bahkan selalu tersenyum di dalam kesedihannya. Ariana masih ingat senyum khas milik Krisna yang masih melekat diingatannya. Waktu itu Krisna bercerita bahwa dia kehilangan laptop dan ponselnya, tapi pria itu masih bisa tersenyum dengan lebarnya. Padahal Ariana yakini harganya sangat mahal.


Ariana menatap kosong, ia bingung hidupnya seakan tak ada pegangan saat ini.


Ariana bahkan tidak menyadari jika polisi telah menghilang. Andre yang melihat Ariana datang, ia langsung menuntun Aria agar duduk di pangkuannya.


"Kau sudah datang sayang." Suara Andre tak mampu mengalihkan perhatian Ariana dari kegundahan, Andre bangkit dari kursi sehabis menyalami kedua polisi yang mengatakan mereka menahan Krisna salah satu mahasiswanya yang ia yakini paling anarkis di saat demo berlangsung. Sudah Andre tebak melihat pria itu selalu menjadi orator dalam setiap demo di kampus. Andre memijat kepalanya yang pening dan keterdiaman Ariana membuatnya berpikir Ariana memiliki hubungan dengan Krisna. Andre meyakini itu.


Ariana diam tidak menjawab, bibirnya terasa kelu untuk bicara. Tapi ia ingin mendapatkan kepastian jika yang diucapkan Andre tadi benar.

__ADS_1


"Apa benar Krisna di penjara?" dengan terbata-bata Ariana mengatakan itu, sudut bibir Andre tertarik ke atas. Ia rasa benar jika Ariananya menyukai bocah sialan itu. Dan Andre tidak menyukai fakta itu, Ariana hanya miliknya, ia baru merasakan jatuh cinta bersama gadis ini, gadis yang membuatnya tergila-gila.


"Dia menjadi salah satu provokator demo besar-besaran di Jakarta 3 hari yang lalu," ucap Andre sambil memeluk pinggang Ariana


"Tapi tenang saja polisi sudah menahannya dan mengamankannya agar tidak bertindak macam-macam dan membuat nama kampus semakin jelek."


Bibir Ariana membulat, ia tidak percaya itu. kepalanya menggeleng-geleng entah kenapa airmatanya ikut jatuh tanpa Ariana Sadari. Ariana bergerak berusaha melepaskan diri dari Andre. Andre yang merasakan penolakan dari Ariana ia geram. Ia langsung mengunci tubuh Ariana, Ariana memberontak tapi Andre lebih dulu memegang tangannya dengan kencang.


"Lepas hiks,, hisks" bagaimana nasib Krisna, Ariana tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada Krisna. Krisna tidak mungkin melakukan hal gila itu. Ariana menangis.


"Aku ingin bertemu Krisna," Ariana tidak bisa mengontrol emosinya, ia merasa khawatir terhadap pria yang mampu membuatnya jatuh ke dalam cinta.


Andre yang mendengar itu geram, di cengkram dagu Ariana untuk menatapnya "Kau tahu Ariana aku tidak suka melihat wanita yang aku sukai menangisi pria lain di depanku."

__ADS_1


"Arkh, hiks, hiks" Ariana merintih di sela-sela tangisnya Andre begitu kasar dan mata Andre yang menatapnya tajam membuatnya takut. Lalu yang ia rasakan ciuman yang brutal dari Andre. Andre melepaskan ciumannya, matanya menatap Ariana. Ia menghapus jejak darah yang menghiasi bibir Ariana. Ia tadi memang sengaja menggigit bibir Ariana sampai berdarah, agar gadis itu tahu rasa sakit yang ia rasakan. Ia harap Ariana melupakan pria itu dan tidak macam-macam dengannya walau Andre tahu perbuatannya menyakiti Ariana. Tapi sungguh ia sangat mencintai Ariana ia tidak ingin kehilangan Ariana dalam hidupnya sekalipun ia harus menentang dunia.


"Ingat Ariana statusmu masih istri simpananku, kau tidak boleh berhubungna dengan laki-laki manapun. Atau aku tidak akan segan-segan menghancurkan orang-orang yang berada di dekatmu termasuk ayahmu yang tamak itu dan ibumu."


Arianna terdiam, ia tidak pernah melihat Andre semarah ini. mendengar Andre akan melukai ibunya. Ariana hanya bisa pasrah, lagi pula jika Ariana pergi mencari Krisna ia tidak tahu harus pergi kemana, ia tidak tahu harus mencari kemana.


Andre menarik pergelangan tangan Ariana membawanya keluar dari ruangannya. untungnya saat ini Andre berada di kantor perusahaannya bukan kantor kampusnya. Ia tidak bisa membayangkan gossip apa yang terjadi, ia pasti akan di gosipkan dengan hal yang tak masuk akal walaupun media tahu jika Ariana adalah anak angkatnya, Andre sebisa mungkin menghindari gossip yang ada.


Andre langsung memasukan Ariana ke dalam mobil, ia mengunci pintu mobilnya. Andre beruntung karena Ariana menurutinya, andai Ariana membangkan Andre tidak akan segan-segan melakukan hal kasar. Egonya masih diliputi kemarahan, ia tidak suka ketika Ariana mengkhawatirkan laki-laki lain selain dia. Sekarang yang ingin Andre lakukan adalah mengikatkan kembali kepada Ariana bahwa dia adalah milinya. Hanya milik Andre seorang bukan Krisna atau lelaki lainnya


"Ingat Ariana, aku tidak suka dengan gadis pembangkang." Ariana hanya diam, ia tidak ingin membantah Andre atau semuanya akan semakin kacau.


"Good Girl, jadilah gadis yang penurut,"

__ADS_1


Andre menjalan mobilnya membelah jalan raya, walau hanya hening yang menemani mereka.


__ADS_2