
"Bagaimana dokter keadaan Ariana?" Krisna benar-benar kacau ia belum membersihkan diri. Kemejanya kotor dengan darah dan telur. Bau amis darah, keringat dan telur menjadi satu. Dokter yang di ajaknya bicara merasa khawatir dengan Krisna yang terlihat kacau itu.
"Dia baik-baik saja. Malah sepertinya anda yang kurang baik. Lebih baik sebelum menemuinya anda membersihkan diri terlebih dahulu." Dokter itu mencoba menenangkan Krisna ia prihatin melihat kondisi Krisna yang sangat mengenaskan. Krisna meringis mendengar itu. Ia tidak sempat membersihkan diri, yang ada di pikirannya hanya Ariana. Ia tidak mempedulikan dirinya yang terpenting Ariananya tidak terluka lagi.
"Iya dokter." Jawab Krisna pasrah. Ia berharap Ariananya dapat di selamatkan. Ia tidak bisa membayangkan jika hidup tanpa wanita itu. Wanita yang telah membuat harinya berwarna. Wanita yang mengajarkannya tentang luka dan rasa sakit. Wanita yang membuatnya mengerti bahwa wanita harus di hargai.
"Kalau begitu saya pergi dulu. Nanti jika Ariana sudah sadar akan saya periksa kembali." ujar Dokter tersebut pada Krisna.
__ADS_1
"Benar kata dokter, nih mandi dulu." Rakan membawakan handuk, pakaian dan perlengkapan mandi untuk Krisna.
"Jangan lupa sholat dan berdoa! Kamu boleh khawatir dan mengorbankan hidup kamu untuk Ariana, tapi jika kamu tidak pernah berdoa sama Allah untuk Ariana semua yang kamu lakukan itu sia-sia. Allah bisa mengambilnya kapanpun." Krisna menggaruk kepalanya yang tidak gatal kemudian membenarkan ucapan Rakan.
****
Setelah mandi dan sholat, Krisna menghampiri Ariana. Ia duduk di kursi dekat kasur. Ia menggenggam jemari Ariana. Gadis itu masih betah di dunia mimpinya.
__ADS_1
"Karena aku terlambat bertindak semuanya jadi seperti ini. Aku berjanji akan membawa pria berengsek itu ke dalam penjara." Janji Krisna ia semakin membenci Andre.
"Dan soal kematian ibumu kau pasti sangat terpukul. Aku akan mencari tahu kenapa ibumu meninggal Ariana. Pasti Andre adalah dalangnya. Jika ia aku tidak akan mengampuni pria itu." Ucap Krisna dengan nada memburu, ia yakin jika Andre adalah dalangnya. Mengingat pria itu mengancamnya tadi di kampus. Sebenarnya terbuat dari apa pria itu sampai ia tidak terlihat seperti manusia. Andre si iblis yang menjelma menjadi manusia di hadapan orang banyak. Sialnya banyak sekali orang-orang yang percaya dengan pencitraan orang egois itu.
"Bangunlah Ariana, apakah kau tidak ingin menikah denganku? Apakah kau tidak menginginkanku hingga meninggalkanku Seperi ini. Tak tahukah kamu jika bunuh diri itu dosa. Kenapa kamu melakukannya Ariana?" Krisna terus berbicara kepada Ariana. Tapi tak ada satupun kalimatnya yang di balas. Bahkan Krisna sampai menangis.
Rakan menatap khawatir sahabatnya. Baru kali ini ia melihat Krisna seperti ini karena wanita. Pasti sahabatnya itu sangat mencintai Ariana. Hingga kehilangan akal seperti itu.
__ADS_1
"Lebih baik kamu membaca Al-Qur'an. Hatimu akan tenang begitu juga dengan Ariana yang mendengar suaramu dari sana." Rakan memberikan Al-Qur'an miliknya pada Krisna. Krisna menatap itu ragu lalu mengambilnya dari tangan Rakan.
Dengan hati-hati Krisna membacanya. Suaranya tidak cukup bagus, tapi suara apapun yang membaca Al-Qur'an maka akan terdengar bagus apalagi dengan pelafalan yang benar. Krisna berharap Ariana mendengar suaranya. Lalu membuka mata untuknya.