
BAB 8
TERLAMBAT
Setelah kejadian itu Krisna sering bertemu dengan Reina, tidak ada hubungan yang jelas di antara keduanya. Mereka bertemu hanya untuk bercerita tentang kehidupan mereka setiap sore di atap gedung pasca sarjana, tapi sampai hari itu Ariana menunggui Krisna lebih dari satu jam tapi krisna tidak kunjung hadir tidak mungkin bukan Krisna lupa dengan janji yang dibuatnya. Krisna memang sering telat 20-40 menit, dan Ariana memakluminya tapi sekarang Krisna melebih batasnya sudah 1 jam lebih Ariana menunggu dan bodohnya Ariana mau menunggu pria bodoh itu. padahal mereka tidak ada hubungan apa-apa.
Ariana hanya merasa ada hal-hal aneh yang ia rasakan bersama Krisna. Perasaan yang tidak pernah ia dapatkan dari laki-laki manapun. Krisna yang begitu kritis, kadang Ariana tidak bisa memahami bahasa yang Krisna gunakan. Kalau kalian tahu Krisna suka sekali berbicara tentang politik, yang sama sekali tidak Ariana tahui dan bodohnya Ariana jadi menyukai obrolan itu sampai Ariana mencari di internet atau pura-pura mengajak Andre membicarakan hal itu agar ia tidak kelihatan bodoh di depan Krisna. Arianna tersenyum kecil membayangkan kebodohannya, sosok Krisna benar-benar mempengaruhi dirinya. Apa dirinya mulai tertarik? Entahlah lagi pula ia merasa tidak pantas jika harus berdampingan dengan orang seperti Krisna karena dirinya hanyalah seorang wanita simpanan.
To: Krisna
From: Ariana
-kamu dimana?-
-Krisna, kamu dimana?-
-kamu ngak lupakan dengan janji kita-
-Krisna aku udah nunggu 1 jam, Krisna ngak lucu yah kalau kamu lupa-
Ariana mengirimi Krisna dengan banyak pesan tapi tak kunjung dibalas, Ariana menghela nafas ia sudah bosan menunggu kehadiran Krisna. Sebenarnya apa yang terjadi pada Krisna atau Krisna mengalami hal yang seharusnya tidak terjadi, pikiran-pikiran buruk datang di pikiran Ariana. Sungguh ia takut terjadi apa-apa pada Krisna.
-Krisna kamu ngak kenapa2? Kan-
__ADS_1
-Krisna aku pergi yah?-
-Pokoknya aku pergi, aku bosen nunggu kamu-
Ariana berjalan mondar-mandir di atap, apa ia pergi saja lagi pula tiba-tiba ada panggilan masuk dari Andre. Setelah mengirimi Krisna pesan untuk terakhir kalinya, Ariana memutuskan pergi untuk menemui Andre, Andre pasti membutuhkannya sekarang, terpaksa Ariana meninggalkan Krisna ia tidak Andre marah padanya. Dengan langkah tegap Ariana turun menuruni tangga dengan hati-hati, berharap jika Krisna akan datang tapi harapannya tak terkabulkan hanya ada suara langkah sepatunya.
"Lindungi Krisna ya Allah,"
*****
Krisna berlari menuju tangga Pasca Sarjana, setelah 2 jam rapat pleno ia baru bisa menemui Ariana sekarang. Krisna kira ia bisa ijin di tengah rapat tapi sialnya, ia tidak bisa adahal yang membuatnya terdesak, apalagi ia harus menggantikan rekannya dalam menyampaikan laporan pertanggung jawaban. Krisna sungguh gila, pergantian pemerintah Rakan sebagai Presiden BEM benar-benar membuatnya gila, kenapa jadi dia yang ribet dalam hal ini. krisna hanya bisa mengedepankan amanah dan menyampingkan Ariana, Krisna berharap Ariana tidak marah padanya.
Walaupun memang dia sering terlambat kalau bertemu dengan Ariana tapi hari ini benar-benar telat yang kelewatan. Krisna berharap Ariana memakluminya, karena juga posisinya sebagai sekertaris jendral BEM membuatnya sulit untuk mengatur jadwal temu mereka. ketika berhasil sampai di puncak pasca sarjana, hanya ada langit biru yang menghiasi. Ariana tidak ada lagi di pandangannya, Krisna menghela napas kecewa, krisna membaringkan tubunya di lantai menatap langit biru. Dirogoh ponselnya di kantong, lalu ia mencari handphonenya. Membuka layar kunci ponselnya, lalu muncul belasan notifikasi pesan dari Ariana. Sedikit rasa senang timbul di hati Krisna karena membaca pesan itu.
From: Ariana
-kamu dimana?-
-Krisna, kamu dimana?-
-kamu ngak lupakan dengan janji kita-
-Krisna aku udah nunggu 1 jam, Krisna ngak lucu yah kalau kamu lupa-
__ADS_1
-Krisna kamu ngak kenapa2? Kan-
-Krisna aku pergi yah?-
-Pokoknya aku pergi, aku bosen nunggu kamu-
Krisna tersenyum kecil membaca pesan-pesan itu, Krisna membayangkan betapa paniknya Ariana tidak menemukan dirinya di Pasca. Krisna jadi merasa bersalah dengan Ariana, mungkin Krisna tidak seharusnya mengabaikan Ariana untuk menunggunya, seharusnya Krisna member kabar kepada gadis itu kalau ia sedang rapat. Pasti Ariana merasa kesulitan, apalagi setelah Krisna tahu kalau Ariana punya ibu yang dirawat di rumah sakit, untung Ariana mempunyai ayah tiri seperti Andre yang mau membiayai kuliah dan rumah sakit ibunya. Tapi ada hal-hal aneh yang Krisna sadari, tapi ia juga takut jika yang menjadi prasangkanya itu adalah sebuah kenyataan, mengingat kejadian kemarin. Ia takut jika Andre hanya memanfaatkan Ariana tidak adakan orang yang baik tanpa ada keuntungan yang ia dapat, apalagi orang seperti Andre Krisna paham betul orang-orang seperti Andre. Lo jual gua beli, itulah motto hidup yang di yakini Krisna dimiliki Andre. Krisna menghela napas, ia tidak boleh berprasangka tanpa ada bukti, ia harus mencari tahu sendiri.
To: Ariana
From: Krisna
-Maaf tadi aku rapat, sekarang aku sudah di pasca, kalau kamu tidak bisa datang tidak apa-apa,-
Setelah itu Krisna memasukan ponselnya ke dalam kantong Almamater kampusnya, lalu ia berdiri menatap bangunan di kampus dari atas, terlihat mahasiswa yang siap-siap untuk pulang. Kadang Krisna berpikir kenapa mahasiswa jarang sekali meluangkan waktu mereka untuk berorganisasi dan aktif memberikan prestasi untuk kampus dan untuk berkontribusi pada negeri, yang mereka kejar hanyalah IPK padahal IPK tidak akan membawa perubahan pada negeri ini. Krisna berharap jika kelak ia menjadi Presiden BEM di kampus ini ia ingin mahasiswa di Univeristas ini bisa berkontribusi dalam membangun negeri, ia ingin membawa perubahan, ia mengoptimalkan peran mahasiswa untuk menjadikan kampus ini salah satu kampus yang membawa perubahan untuk bangsa.
Pandangan krisna mengarah pada gedung rektorat di situ ia melihat Ariana keluar sambil bergandengan tangan dengan Andre. Ada rasa tidak suka melihat itu, Krisna merasa hubungan Ariana dengan Andre bukan seperti ayah dan anak tapi sepasang kekasih, Krisna menggelengkan kepalanya tidak mungkin Ariana berbuat macam-macam dengan Andre. Lagi pula Andre telah memiliki keluarga. Jujur Krisna cemburu melihat pemandangan itu. Seharusnya krisnalah yang berada di samping gadis itu dan mengenggam tangannya bukan pria itu. krisna menghela nafas, seandainya ia tidak terlambat seandainya ia datang tepat waktu pasti ia bisa bersama Ariana. Seharusnya ia lebih cepat, sehingga gadis itu tidak menggenggam tangan pria itu.
"Sialan,"
Namun apakah Ariana juga merasakan apa yang Krisna rasakan?
Apa Ariana sudah jatuh cinta padanya?
__ADS_1
Mengingat mereka akhir-akhir ini sering bertemu, dari hal itu Krisna berharap Ariana akan jatuh hati dengannya karena sering bertemu dengannya. Karena Ariana tidak ada dan lebih memilih pergi dengan Andre, Krisna harus kembali ke ruang rapat dan menuntaskan tugasnya dan amanahnya.