Luka Seorang Perempuan

Luka Seorang Perempuan
Bab 13


__ADS_3

Hari ini Krisna berniat menghampiri Andre, ia ingin mengorek beberapa informasi. Bukan hanya karena utang budi dengan Nasution yang telah menyelamatkannya tapi juga dengan hubungan pria itu dan Ariana. Krisna sempat mendengar pembicaraan mereka kemarin, tentang Andre yang memaksa Ariana untuk menikahinya.


Krisna menghentikan langkahnya, ia menyisingkan lengan kemejanya. Matanya menatap tajam ke arah Andre, pria itu sedang mencium Ariananya dengan paksa. Tangannya terkepal marah, ia juga mengamati sekeliling untung belakang gedung rektorat sepi hanya ada dia dan dua orang itu. Tanpa ragu Krisna menghampiri mereka, memukul rahang Andre dan menarik tangan Ariana ke pelukannya.


“Sialan!” umpat Andre, melihat Krisna merebut Ariana darinya. Tangannya membersihkan darah yang mengalir di mulutnya, sial pukulan anak ingusan itu terasa menyakitkan dan melukai wajahnya.


“Beraninya kamu!"


“Saya tidak pernah takut berhadapan sama bapak, dan mulai sekarang jangan dekati Ariana lagi. Karena bapak akan menghadapi saya.


“Kamu tahu siapa yang kamu bela, dia Cuma ******* yang menjual tubuhnya demi uang.” Ejek Andre.

__ADS_1


Krisna terdiam mendengar itu, sejujurnya ia sudah menebak itu. Tapi ia yakin Ariana tidak seburuk itu. Pasti Ariana punya alasannya sendiri. Sedangkan Ariana hanya bisa menangis, ia takut setelah Andre menceritakan semuanya Krisna jadi membencinya. Ia tidak menginginkan hal itu. Ariana ingin pergi tapi Krisna menggenggam tangannya erat.


“Kenapa diam?” ujar Andre dengan senyum penuh kemenangan, ia yakin Krisna pasti akan membenci Ariana. Sehingga tak ada lagi pengganggu di kehidupannya untuk menjadikan gadis itu sepenuhnya miliknya.


“Kamu pasti tidak terimakan, jika gadis yang kamu cintai begitu menjijikan.”


“Lebih baik kamu pergi dan serahkan Ariana pada saya, jangan ikut campur urusan saya.”


“Dalam mimpimu,” Balas Krisna sengit. Matanya menatap Andre marah.


“Ayo kita pergi,” Krisna menarik tangan Ariana pergi meninggalkan Andre yang mengumpat melihat kepergian mereka. Andre tidak menyangka melihat reaksi Krisna yang tidak sesuai dengan ekspetasinya.

__ADS_1


*****


Krisna membawa Ariana masuk ke dalam mobilnya. Tidak ada satu katapun yang terucap dari mereka. Ariana diam, ia melirik Krisna diam-diam. Baru kali ini ia melihat Krisna marah biasanya pria itu hanya menunjukan senyum padanya. Pria itu bisa terlihat kejam dan menakutkan. Ia tidak tahu kemana arah tujuan mereka, karena sedari tadi Krisna tidak membicarakan apapun.


Ariana mendesah pasrah, walau hatinya sedikit senang karena Krisna membelanya. Ia kira Krisna akan meninggalkannya dan membiarkan Andre membawanya. Mobil mereka berhenti di sebuah rumah mewah yang asing baginya.


“Kita dimana?”


“Dirumahku,”


Ariana tidak pernah tahu jika Krisna adalah orang kaya. Melihat penampilan Krisna yang sederhana di matanya. Pria itu tidak pernah menunjukkan kemewahan selama di kampus.  Pria itu memarkirkan mobilnya asal lalu membawanya menuju halaman belakang rumah. Mendudukannya di kursi taman dengan lembut. Tangan Krisna menggenggam tangan Ariana erat menciuminya berkali-kali. Tatapan matanya yang tajam berubah menjadi lembut.

__ADS_1


“Menikahlah denganku,”  ujar Krisna.


Ariana menarik tangannya dari genggaman Krisna, “Aku tidak bisa” tolaknya.


__ADS_2