
3 bulan kemudian...
Tiga bulan bukan waktu yang lama. Tapi itu terasa singkat, Krisna memanfaatkan waktu itu sebaik mungkin untuk menyiapkan pernikahannya dengan Ariana. Ia tidak ingin melewatkan waktu sedikitpun.
Krisna sembari mengurusi organisasi termasuk memperbaiki citra BEM yang rusak karena acara Demo waktu itu, ia juga tidak melupakan untuk mengurusi pernikahannya tentu saja semua itu di bantu keluarganya. Ia senang karena ayah dan ibunya menerima Ariana dengan baik bahkan mengganggap Ariana sebagai anak mereka.
Krisna memijat kepalanya pening. Saat ini ia sedang menyiapkan LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) masa pemerintahan Rakan. Dua Minggu lagi akan ada kongres pergantian pengurus baru. Jadi ia harus mempersiapkan semuanya jauh hari. Ia juga mempercepat pernikahannya. Ia tidak ingin menikah dengan diribeti acara kampus. Pasti tidak akan menyenangkan.
Krisna fokus terhadap dokumen di laptop. Ia Menganti beberapa laporan yang menurutnya salah. Ternyata menjadi sekertaris jendral tak seenak yang ia duga. Ia lebih suka berdiri di tengah lapangan untuk DEMO dan berorasi dari pada harus berhadapan dengan laporan-laporan seperti ini. Ia tidak menyadari kehadiran Ariana. Gadis itu berdiri di depannya yang terhalang meja.
"Assalamu'alaikum." Suara itu menghentikan Krisna, kepala Krisna mendongak. Ia bahagia mendapati Ariana di hadapannya. Gadis itu nampak cantik dengan gamis berwarna pink dan kerudung putih bersih. Gadis yang ia rindukan, rasanya sudah lama sekali tidak melihat gadis itu. Padahal baru beberapa hari mereka tak saling jumpa.
"Waalaikumsalam." Jawab Krisna.
"Ada apa?" Tanya Krisna.
__ADS_1
"Makan siang." Ujar Ariana. Krisna mengernyit tidak mengerti maksud Ariana namun ia melihat apa yang di bawa Ariana di tangannya ia langsung tersenyum lebar. Ia tidak menyangka jika Ariana begitu perhatian dengannya.
"Kamu membawakan saya makan siang." Ujar Krisna.
"Iya." Ariana mengangguk malu-malu.
Krisna bangkit dari tempat duduknya. Ia berdiri menghampiri Ariana. "Ayo ikut aku."
"Kemana? Kamu tidak ingin makan?" Tanya Ariana.
"Kenapa?"
"Aku.." Ariana enggan mengeluarkan suaranya. Krisna mendesah, ia bisa menebak jika Arisan takut. Gadis itu pasti masih trauma akibat peristiwa pembulian itu. Ia pasti malu karena dulu pernah menjadi simpanan Andre.
"Tidak apa-apa."
__ADS_1
"Kamu percayakan sama saya?"
"Saya akan melindungi kamu apapun yang terjadi. Lagipula kamu tidak bisa terus sembunyi dari masalah ini. Kamu harus menunjukan dirimu jika kamu kuat Ariana." Akhirnya Ariana mengangguk, ia berjalan kembali dengan Krisna yang mengikutinya di belakang. Pria itu tersenyum mendapati Ariana yang berani memulai langkahnya.
Ternyata memang benar banyak sekali mahasiswa yang menatap mereka. Bahkan tak segan-segan membicarakan mereka berdua. Krisna diam ia tidak mempedulikan itu. Ia langsung duduk di bangku, Ariana ragu untuk duduk.
"Duduklah."
"Tidak usah khawatir sebentar lagi jam kuliah. Mereka pasti akan kembali ke kelas. Hanya tinggal menunggu 10 menit lagi."
"Jadi kamu tidak perlu repot meladeni mereka. Kamu hanya perlu diam dan tersenyum menanggapi mereka." Ujar Krisna.
Ariana menyiapkan makanan yang ia bawa. Ia memberikan itu pada Krisna. Membiarkan pria itu makan dengan lahap.
"Kamu sudah makan?" Tanya Krisna dan benar apa yang pria itu katakan taman sepi sekarang. Hanya ada dia dan Krisna.
__ADS_1